Mayoritas Pasangan Muda Filipina Mulai Tinggalkan Pernikahan

Fenomena yang memprihatinkan datang dari Filipina, dimana saat ini pasangan muda mulai mengubah penilaiannya tentang ikatan pernikahan dalam membentuk sebuah keluarga. Hidup bersama tanpa ikatan pernikahan kudus menjadi sebuah pilihan di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik Roma itu.

Dirilis BBC, Catatan Lembaga Statistik Nasional Filipina menyebutkan, pernikahan melewati gereja atau pemerintah turun 0,7 persen dari 486.514 pernikahan pada 2008. Hanya satu dari 10 pasangan yang menikah menurut tradisi Katolik. Sebanyak empat dari 10 pernikahan dilakukan di kantor catatan sipil. Bahkan tercatat meningkatnya jumlah bayi yang lahir bukan dari hasil pernikahan. Untuk 2008 saja persentase anak yang lahir dari ibu yang tidak menikah lebih dari 37 persen dari 1,78 juta bayi pada 2008.

Angka ini meningkat seperti catatan terakhir Lembaga Statistik Nasional, yakni 12,5 persen lebih tinggi daripada tahun lalu, dan meningkat 2 persen dibanding seluruh angka kelahiran bayi di negara berpenduduk sekitar 93,6 juta. “Saat ini, para pasangan hanya hidup bersama dan hanya menikah setelah memiliki empat atau lima anak,” kata Nene Baligad, anggota Lembaga Statistik Nasional.

Beberapa pasangan muda yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan mengakui bahwa ada beberapa faktor yang membuat pilihan yang ilegal menurut tata hukum gereja itu dimungkinkan. Mahalnya biaya pernikahan juga gaya hidup yang begitu bebas sampai kepraktisan memandang sebuah kehidupan menjadi salah satu faktornya. “Kami rakyat Filipina sekarang cenderung mengikuti apa yang disebut gaya hidup.” Tambah Nene.

Fakta ini juga memperlihatkan bahwa ketaatan warga Filipina untuk mematuhi hukum Gereja yang mewajibkan pernikahan semakin mengendur. Padahal, 8 dari 10 penduduk Filipina menganut agama Katolik. Filipina juga satu dari tiga negara di dunia, yakni Malta dan Vatikan, yang menyatakan perceraian sebagai perbuatan ilegal.

Terjadinya kehidupan bersama tanpa ikatan pernikahan adalah sebuah pilihan yang salah jika mendasari atas alasan dan faktor yang dikemukakan diatas. Kehidupan bersama akan menjadi kudus jika melalui pemberkatan pernikahan yang sesuai dengan tata cara gereja dan Firman Tuhan, bukan karena tuntutan hidup yang membelenggu kita.

Source : BBC - dpt

Ibrani 13
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.