Mazmur 108 : 5 (6)

Shalom,

Mazmur 108 : 5 (6)
Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi.

Saya ingin menanyakan mengenai ayat kitab suci diatas:
Ayat tersebut terkesan janggal bagi saya karena seakan-akan manusia memerintah Tuhan untuk meninggikan diri-Nya, apakah memang seperti itu adanya, atau ada penjelasan lainnya?
dan apa sebenarnya makna di balik ayat kitab suci tersebut?

Sekedar sharing, ayat tersebut pertama kali saya ketahui dari syair lagu rohani kontemporer yang cukup terkenal dan iramanya lumayan enak didengar :smiley: .

Salam.

Syalom…
Sepengetahuan saya ya,
ini Doa dari daud deh?
Hehe… Ya memang nih ayat dalem… Tentang doa utk sseorang terkena hal" yang tidak menyenangkan/ merasa tertindas gitu hehe

Sedikit koreksi, ayat tsb di Alkitab Bhs.Indonesia adalah Maz.108:6 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi

Dalam Alkitab KJV memang ayat 5
Psalm 108:5 Be thou exalted, O God, above the heavens: and thy glory above all the earth;
Kata Be thou exalted ini dlm Kitab mazmur KJV ada disebutkan 4 kali, artinya mungkin lbh tepat : layaklah Engkau ditinggikan.
Penterjemahan kedlm Bhs. Indonesia memang sering tdk tept dan membingungkan.
GBU

Tanpa mengurangi artinya, dua kalimat tersebut sebenarnya sama maksudnya. Sering kali kita membaca Alkitab dan berusaha memahami kata perkata, sehingga menjadi bingung.

Didalam memahami Kitab Suci, kita dapat memahami kata per kata jika kita menilik dari bahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani. Bersyukur KJV ada dengan Strongs sehingga tiap kata bisa kita lihat apa terjemahan dari bahasa Ibraninya. Selain itu kita juga dapat melihat terjemahan lainnya yang diterjemahkan secara kaku kata per kata sebagai pembanding.

Tetapi untuk memahami akan lebih muda bagi kita orang awam, adalah dengan memahami kalimat per kalimat. Misalkan Alkitab BIS yang tidak terlalu memperhatikan kata per kata dalam menterjemahkan. Tetapi ada juga yang menterjemahkan secara seimbang, walau lebih menitik beratkan kepada penterjemahan kalimat seperti NIV dan NKJV salah satu contoh yang mengkombinasikan keduanya. Alkitab kita TB, menggunakan pendekatan terjemahan kalimat dengan memperhatikan kata per kata, tetapi titik beratnya tetap pada penterjemahkan kalimat per kalimat.

Setelah kita paham, barulah kita mulai melihat kata, “tinggikanlah diri-Mu”. Kata ini bukanlah kata perintah, sebab ditulis dalam bait-bait Mazmur. Mazmur Daud tidak ditulis seperti prosa, tetapi seperti puisi. Sehingga sering kita jumpai istilah-istilah yang mengambarkan suasana hati dan perasaan pemazmur tidak secara langsung dan gamblang. Jika kita pejamkan mata sebentar dan mulai memulai mencerna kata tersebut bukan sebagai kata perintah seperti dalam sebuah dialog, tetapi kata-kata yang puitis (bukan juga sebuah prosa), memohonkan kepada Allah untuk “menyatakan diri-Nya” maka kita dapat dengan mudah memahami bahwa Alkitab TB juga menterjemahkan dengan tepat sama halnya dengan KJV yang dikutip diatas.

Semoga membantu dan mencerahkan.

@bro pa_ul thx koreksianya

@bro krispus, thanks pencerahanya

GBU all…

[email protected]

SEHARUSNYA and membac satu pasal inisecara tuntas dari awal sampai akhir…pasti ada jawabannya disitu lho…

Salam GBU