Media Mesir Dituding Ikut Provokasi Anti Kristen Koptik

Sebuah fakta baru mencuat atas penindasan terhadap Kristen Koptik Mesir 9 Oktober lalu. Pengacara Mesir Hamdi el-Assuiti telah mengajukan keluhan kepada jaksa penuntut umum, menteri informasi dan presenter televisi Rasha Magdi atas dakwaan bahwa televisi pemerintah menyebarkan kabar bohong yang fatal.

Dilansir Christian Telegraph dari Asyur Internasional News Agency (Aina), Hamdi menduga mereka sengaja menyiarkan informasi palsu, berita dan rumor, terkait terganggunya keamanan publik, yang menyebabkan teror di kalangan masyarakat, dan merugikan kepentingan publik, pada protes umat Kristen di depan gedung televisi di Maspero.

Fakta dikemukakan bahwa pada hari itu, televisi pemerintah secara sengaja memutar berita palsu dan provokatif secara berulang-ulang dengan pernyataan yang menyesatkan. “Para pengunjuk rasa Koptik bersenjata, menewaskan tiga personil militer dan melukai banyak orang,” begitu sepenggal kalimat berita yang disampaikan penyiar Rasha Magdi, presenter televisi pemerintah Mesir.

Hasilnya berita provokatif tidak berdasar itu berhasil membangkitkan kebencian para pemuda Mesir yang terkonsentrasi di Boulak dan Ramsis. Massa pun bergegas bergabung dengan tentara, meneriakkan slogan anti-Kristen Koptik, sweeping di jalan-jalan, menyerang mereka dengan batu dan senjata api. Usai itu massa terpusat ke Maspero untuk bergabung bersama polisi militer melawan para demonstran Koptik dengan aksi damainya.

Tersadar dengan tindakannya yang terprovokasi, seorang tokoh liberal Muslim Nabil Sharaf-Eldin menilai provokasi itu telah menghancurkan hubungan Muslim-Kristen. Rasha Magdi pun mengakui bahwa dirinya hanyalah membacakan teks berita yang telah dibuat dan tidak menyadari bentrokan yang terjadi di luar gedung televisi.

Cara penindasan sistematis mulai digunakan oleh orang-orang yang merasa terancam dengan perkembangan Kristen. Satu hal yang memperlihatkan bahwa mereka telah kehilangan akal sehat untuk sekedar berdialog dan menjaga kebersamaan atas nama bangsa dan negara.

Sumber : berbagai sumber - niel