Meksiko Amerika Dijangkau Melalui Festival de Esperanza

Lebih dari 1.500 orang Amerika Latin menerima Kristus ke dalam kehidupan mereka di Franklin Graham “Festival de Esperanza” pada akhir pekan lalu. Even yang diadakan pada 25-26 Juni diadakan diHome Depot Center Arena di Los Angeles dan merupakan even pertama dengan dua bahasa yang diadakan Graham ministry di Amerika. Billy Graham Evangelical Association bekerjasama dengan lebih dari 600 jemaat Hispanik lokal untuk terlibat dalamFestival de Esperanza, atau “Festival of Hope”.[/color]Franklin Graham memulai akhir pekan itu dengan menjangkau anak-anak pada event di Sabtu pagi diikuti dengan ibadah umum untuk dewasa selama 2 malam berturut-turut.

Los Angeles memiliki arti khusus bagi keluarga Graham. Pendeta Billy Graham mengadakan KKR Crusade di kota itu pada tahun 1949, dan kembali 55 tahun kemudian untuk berkhotbah di Rose Bowl.

Putri Franklin Graham, Cissey Graham Lynch, mengunjungi kembali tempat bersejarah dari ibadah tenda yang diadakan kakeknya di Washington dan Hill Street.

“Di sinilah semua pelayanan kakek saya dimulai,” katanya. “Di tahun 1949 kakek saya menyewa tenda terbesar di California yang pernah dilihat orang. Di tempat ini 6.500 orang berkumpul setiap malam selama delapan minggu.”

Penyelenggara festival mengatakan tujuan mereka adalah untuk menjangkau lebih dari 4,7 juta penduduk yang berbahasa asli Spanyol di wilayah tersebut. Pendeta setempat mengatakan kelompok masyarakat ini sangat butuh untuk mendengarkan Injil dan meminta agar Graham mengadakan festival di kota mereka.

“Populasi Hispanik di California Selatan seringkali dipandang dan diperlakukan sebagai warga negara kelas dua,” ujar Danny de Leon, pendeta setempat yang juga menjadi ketua koordinator festival. “Dan dengan diadakannya festival ini akan mengirimkan pesan yang sangat penting bahwa mereka dikasihi dan diperhatikan.”

“Daerah ini merupakan tanah yang keras,” ujar David Trujillo, pendeta dariCalvary Church South Central Los Angeles. “Daerah ini bagaikan musuh yang memiliki kubu di seantero Los Angeles, dengan segala hal yang ditawarkannya.”

Ketika Tuhan membuka pintu, tidak ada yang dapat menutupnya. Ketika Tuhan mengetuk pintu hati seseorang, tak seorangpun yang dapat menolaknya karena gelombang kasih Tuhan akan melanda sampai kedalaman setiap hati.
[size=1.1em]Source : cbn.com