MELALUI KEMATIANNYA DI SALIB GEREJA DAPAT DIBENTUK

Yesus tidak sekedar mendirikan GerejaNya, tidak seperti manusia-manusia yang mencoba menyangi TUHAN sebagai pendiri gereja. Melalui kematianNya TUHAN mendirikan GerejaNya. Melalui apakah manusia2 pendiri gereja membagun gerejanya? Yaitu melalui perselisihan, irihati, kecemburuan dan ketidaktaatan. Beriikut adalah ulasan dari Suster Anna Katharina Emmerick yang sangat bagus menggambarkan bagaimana Gereja yang adalah Mempelai Kristus dapat dibentuk:

Pada waktu Tuhan menciptakan Adam yang pertama, Ia membuatnya tidur nyenyak, membuka lambungnya, mengambil satu tulang rusuknya, dan darinya dijadikan-Nya Hawa, isterinya, ibu semua yang hidup. Lalu, Ia membawa perempuan itu kepada Adam, yang berseru: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Itulah perkawinan yang tentangnya ada tertulis: “Inilah sakramen yang agung.

Aku berbicara dalam nama Kristus dan Gereja.” Yesus Kristus, Adam yang kedua, juga dengan suka hati membiarkan DiriNya tidur - tidur dalam alam maut di salib. Ia juga dengan rela hati membiarkan lambung-Nya dibuka…

agar Hawa yang kedua, Mempelai-Nya yang Perawan, Gereja, ibu semua yang hidup, dapat dibentuk darinya.

http://www.bilerico.com/images/italy-vatican-museum1.jpg

Adalah kehendak-Nya untuk memberikan kepada Mempelai-Nya: darah penebusan, air pemurnian, dan roh-Nya - ada tiga yang memberi kesaksian di bumi - dan untuk menganugerahkan juga kepada Gereja-Nya sakramen-sakramen yang kudus, agar Gereja-Nya murni, kudus dan tak bercela. Ia akan menjadi Kepala Gereja-Nya, dan kita akan menjadi anggotanya, di bawah ketaatan pada Kepala. Gereja adalah tulang dari tulang-Nya dan daging dari daging-Nya. Dengan mengambil rupa manusia, Ia rela menanggung sengsara dan wafat bagi kita. Ia juga meninggalkan Bapa-Nya yang Kekal, agar dapat bersatu dengan mempelai-Nya, yaitu Gereja, dan Ia menjadi satu daging dengannya, dengan memberi Gereja-Nya makanan Sakramen Mahakudus dari Altar, di mana Ia secara terus-menerus mempersatukan DiriNya dengan kita. Ia dengan suka hati tinggal di dunia bersama Gereja-Nya, hingga kita semuanya dipersatukan oleh-Nya dalam kawanan-Nya. Ia telah bersabda: “alam maut tidak akan menguasainya.”
oleh: Anna Katharina Emmerick, seorang mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)


Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba r telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia . Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. " Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.
(Wahyui 19:7-9)

Puji Tuhan bro, gereja saya didirikan oleh Jesus sendiri.
Saya sangat bersyukur karenanya.

Salam kasih

Aku ikut bersyujur bersamamu saudaraku.

Saya juga ingin mengajak anda membaca beberapa threat saya ini:

Syukur atas GEREJA yang dibangun TUHAN bukan oleh manusia


Wakil Allah di dunia ( Allah selalu menggunakan Sistemnya-Allah tidak berubah)

Thankyou bro, saya sependapat koq.
Memang benarlah apa yang dikatakan Jesus dahulu.
Lalang memang dibiarkan tumbuh bersama gandum, hingga saat panen kelak, akan dikumpulkan dan dibakar.

Salam kasih.

Syallom

Ya…saya pun ikut bersyukur pada Tuhan Yesus atas Gereja yang di bangun Nya :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel: :angel:

GBU

Dalam hati. saya benar-benar mensyukuri bahwa saya beriman kepada Yesus melalui gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri.

Terus terang, saya merasa was-was dan khawatir, bagamana nasib saudara kita yang sekarang berada di beberapa denominasi yang mempunyai beraneka ragam penafsiran Alkitab.

Semoga Tuhan Yesus berbelas kasihan kepada mereka yang juga percaya dan melayani Yesus.

PERBENDAAN YESUS DENGAN MARTIN LUTHER

Yesus tidak sekedar mendirikan GerejaNya, tetapi melalui kematianNya lah (PENGORBANANNYA) Gereja dapat dibentuk. tidak seperti manusia-manusia yang mencoba menyaingi TUHAN sebagai pendiri gereja. Melalui kematianNya TUHAN membentuk GerejaNya. Melalui apakah manusia2 pendiri gereja membagun gerejanya? Yaitu melalui perselisihan, irihati, kecemburuan dan ketidaktaatan.

Baca:
MELALUI KEMATIANNYA GEREJA DIBENTUK

http://www.covenanter.org/Luther/luther.jpg

Perbedaan antara Yesus dan para pendiri gereja adalah: Yesus adalah Tuhan yang tidak mungkin salah dan para pendiri agama bukan Tuhan dan bisa salah. Dengan demikian, kita mempercayai bahwa Yesus memberikan kepenuhan kebenaran kepada bangsa Yahudi dan juga kepada semua umat manusia.

Jika ada manusia mencoba membangun gereja maka gerejanya akan pecah berkeping keping karena si pendiri tidai bisa memberikan jaminan bahwa gerejanya bertahan, dan setiap manusia yang mencoba mendirikan gereja maka akan melahirkan pemberontak baru didalam gereja itu begitu seterusnya dan sejarah sudah membuktikannya. Sebab hanya TUHAN lah yang bisa menjamin bahwa Gerejanya akan bertahan sampai akhir jaman dan alam maut tidak akan menguasainya. (lih Mat 16:18-19).

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah , sia-sialah usaha orang yang membangunnya (Mazmur 127:1)

Oleh karena itu kita harus berSyukur atas GEREJA yang dibangun TUHAN bukan oleh manusia
Baca disini Syukur atas GEREJA yang dibangun TUHAN bukan oleh manusia - Ajaran Kristen - ForumKristen.com

Salam kasih dalam Kritsus Tuhan.

Menyempitkan arti selalu memilii tujuan dibaliknya. Tidak ada tujuan yang luas dari apa yang disempitkan.

Eklesia artinya tidak sesempit organisasi manusia. Mereka yang dipanggil keluar dari dunia ini untuk tinggal didalam terangNya disebut jemaatNya.

Yesus yang anda percayai adalah Tuhan atau TUHAN ?

Yesus mendirikan GerejaNya di atas Rasul Petrus (Kepha, Petros) -yang artinya batu karang- (Mat 16:18) dan memberikan kuasa yang khusus kepadanya di atas para rasul yang lain, untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:5-7). Walaupun Kristus juga memberikan kuasa kepada rasul-rasul yang lain (Mat 18:18), hanya kepada Petruslah Ia memberikan kunci- kunci Kerajaan Surga (Mat 16:19) yang melambangkan kuasa untuk memimpin GerejaNya di dunia.

Yesus sang Gembala yang Baik mempercayakan domba-dombaNya kepada Petrus dan mempercayakan tugas untuk meneguhkan iman para rasul yang lain, agar iman Gereja jangan sampai sesat (Luk 22:3-32). Petruslah yang kemudian menjadi pemimpin para rasul setelah hari Pentakosta, mengabarkan Injil, membuat keputusan dan pengarahan (Kis 2:1-41, 15:7-12). Para penerus Rasul Petrus ini dikenal sebagai uskup Roma, yang dipanggil sebagai ‘Paus’ yang artinya Papa/ Bapa.

Jelaslah bahwa secara struktural, Paus (penerus Rasul Petrus) memegang kepemimpinan tertinggi, diikuti oleh para uskup (penerus para rasul lainnya) di dalam persekutuan dengan Paus. Para uskup ini dibantu oleh para imam dan diakon. Dalam hal ini, para Paus memegang kuasa Rasul Petrus, yang menerima perintah dari Yesus sendiri, dan karenanya tidak mungkin sesat. Perlu diketahui, bahwa kepemimpinan Paus -dan para uskup di dalam persekutuan dengannya- yang tidak mungkin sesat (‘infallible’) ini- hanya berlaku di dalam hal pengajaran iman dan moral.[3] Hal ini sungguh membuktikan kemurnian pengajaran Gereja, karena ajarannya bukan merupakan hasil demokrasi manusia, melainkan diturunkan dari Yesus sendiri, dan Paus tidak punya kuasa untuk mengubahnya.

Salah satu alasan ayat ini tertulis:

Matius 13:29
Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Adalah karena akan ada umatNya yang mengagungkan lembaga yang dibuat oleh manusia mengatas namakan Allah. Karena lalang dan sebagian gandum yang bertumbuhnya lambat akan terlihat sama, dan baru setelah gandum itu berisi barulah lalang dan gandum itu terlihat jelas bedanya.

Lalang adalah kelompok seberang yang menduplikasi system gereja katolik roma, bertumbuh liar dan menghimpit gandum. Kita adalah gandumnya, dan mereka yang bertumbuh karena pimpinan ROH KUDUS akan melahirkan buah-buah yang membedakan dirinya dari lalang. Jadi dari buahnya kamu akan dikenali para malaikat bukan dari organisasinya.

Gereja bukan lembaga apalagi bangunan. Gereja juga bukan system apalagi golongan. Gereja yang dibentuk TUHAN adalah jemaat Allah yang dibangun diatas darah martir para rasul.

Simplenya gini aja deh

Gimana dengan ratusan juta (mungkin lebih) orang yang bertobat diluar “suksesi apostolik”? Salahkah orang yang bertobat dengan cara demikian?

Apakah harus setelah bertobat lalu kembali ke “yang apostolik”?

Sikap Gereja Katolik dan juga setiap anggota Gereja terhadap orang lain adalah sama seperti sikap Kristus terhadap orang lain, yaitu kasih. Sikap kasih inilah yang dituntut dari setiap anggota Gereja, sehingga masing-masing dari kita akan menjadi saksi yang hidup. Tanpa kesaksian yang baik, maka semua kebenaran hanyalah menjadi teori belaka tanpa ada realitasnya. Setiap anggota Gereja dipanggil untuk menjadi kudus. Namun sikap kasih ini tidak berarti mengorbankan kebenaran. Jadi Gereja tetap mewartakan kebenaran yang sama, seperti yang diwartakan oleh Kristus, walaupun berbeda dengan apa yang dipercayai oleh agama atau kepercayaan yang lain. Mewartakan kebenaran adalah salah satu bentuk dari kasih.

Memang patutlah disayangkan bahwa di dalam sejarah Gereja, terjadi perpecahan yang membawa dampaknya sampai sekarang. Hal perpecahan ini memang tidak sesuai dengan kehendak Kristus yang menghendaki Gereja-Nya Satu (lih. Yoh 17:20-21).

Kristuspun ada di dalam gereja- gereja Protestan, sebab Kristus, di dalam kebijaksanaan-Nya dapat memakai banyak cara untuk menuntun manusia kepada keselamatan. Namun kepenuhan Kristus dan kepenuhan upaya- upaya penyelamatan hanya ada di dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus di atas Rasul Petrus (lih. Mat 16:18).

Karena kepenuhan Kristus, rahmat dan kebenaran-Nya ada di dalam Gereja Katolik, maka sebagai umat Katolik kami sesungguhnya dituntut banyak (lih. Luk 12:48), dan hal ini harus mendorong kami untuk mewartakannya. Kesadaran bahwa Kristus ada juga di dalam gereja- gereja yang lain tidak dimaksudkan agar kami tidak perlu mewartakan kepenuhan Kristus. Sebaliknya, kami perlu memahami iman Katolik yang kami terima sebagai warisan iman dari para Rasul agar kamipun dapat memiliki kehendak yang sama dengan Kristus dan para Rasul, yaitu mengusahakan persatuan Gereja-Nya, seperti yang didoakan oleh Kristus dalam Yoh 17.

Di jaman dahulu memang terjadi perpecahan (pemisahan diri) antara sekelompok jemaat yang dipimpin oleh tokoh- tokoh tertentu, dengan Gereja Katolik; dan hal ini memang tidak sesuai dengan kehendak Kristus. Biarlah mengenai hal ini, kita serahkan kepada Tuhan saja untuk menilai semua orang yang terlibat sehingga terjadi perpecahan itu. Namun, sebaiknya kita mengakui bahwa pada generasi- generasi selanjutnya, dapat muncul orang- orang yang sungguh- sungguh tulus mencari Tuhan sesuai dengan hati nuraninya, sehingga mereka ini tidak dapat dipersalahkan sebagai ‘memisahkan diri’ dari Gereja Katolik. Sebab jika orang- orang semacam ini mencari terus dengan suara hati yang murni, mereka akan dapat sampai kepada Gereja Katolik, seperti yang terjadi pada Cardinal Henry Newman di abad ke 19(1801- 1890), dan Scott Hahn di abad ini, yang kisah kesaksian hidupnya telah kita kenal lewat bukunya Rome Sweet Home, dan juga banyak tokoh/umat Protestan lainnya yang akhirnya menjadi Katolik.

Ada banyak kesaksian seseorang yang belum mengenal Gereja Katolik, ataupun yang tadinya ‘membenci’ Gereja Katolik, akhirnya malah menjadi Katolik, antara lain, setelah mendalami Kitab Suci dan sejarah Gereja, yang memuat ajaran para Bapa Gereja]. Jangan kita lupa, bahwa perpecahan yang terjadi di masa silam pun akhirnya dapat membawa seseorang kepada persatuan penuh dengan Gereja Katolik, seperti yangterjadi tanggal 10 November 2010 pada 5 orang uskup Anglikan yang menyatakan surat pengunduran diri mereka sebagai uskup Anglikan, karena mereka bergabung sepenuhnya dengan Gereja Katolik.

Silahkan baca beritanya di sini: St. Andrew the Apostle Parish Blog: Anglican Bishops reunite with Catholic Church

Salam

Panjang lebar namun tak menjawab pertanyaan

Gimana dengan ratusan juta (mungkin lebih) orang yang bertobat diluar “suksesi apostolik”? Salahkah orang yang bertobat dengan cara demikian?

Apakah harus setelah bertobat lalu kembali ke “yang apostolik”?

Juga ada banyak kesaksian, Katolik menjadi Kristen, Kristen menjadi Islam, Islam menjadi Buddha, dst

Apakah hal tersebut bisa jadi standar kebenaran?

EENS, tidak ada keselamatan diluar Gereja Katolik.

Bagaimana mereka percaya Yesus adalah Tuhan tetapi diluar Gereja Katolik?

Konsili Vatikan II melalui rumusan KGK menjelaskan, “…mereka diserahkan kepada kerahiman Ilahi…”.

Artinya, ya terserah Tuhan mereka selamat atau tidak.

Ada ayat Injil Sinoptik yang cukup bagus,

“Bukan mereka yang berseru-seru Tuhan, Tuhan, bukan mereka yang bernubuat, membuat mujizat dalam Nama-Ku, aku tidak mengenal kalian!”

Jadi, percaya saya tidak cukup, itu yang dapat dikatakan, yang pasti kami meyakini EENS.

Selebihnya?

Bukan urusan kami!

Juga ada banyak kesaksian, Katolik menjadi Kristen, Kristen menjadi Islam, Islam menjadi Buddha, dst

Apakah hal tersebut bisa jadi standar kebenaran?


“Gereja-Nya adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.”

Demikian kesaksian Alkitab.

Salam

Jadi intinya, tak ada keselamatan yang pasti diluar Katolik?

Jaka sembung, orang Islam pun menuliskan mereka jalan satu2nya dalam Al quran
Orang yang berpindah agama dari satu agama ke agama lain tak akan bisa dilihat sebagai standar kebenaran
Karena yang berpindah itu bisa saja yang imannya tak kuat

Diluar Katolik?

Apa urusan kami?

Silahkan tanya kepada Jalan Keselamatan.

Jaka sembung, orang Islam pun menuliskan mereka jalan satu2nya dalam Al quran Orang yang berpindah agama dari satu agama ke agama lain tak akan bisa dilihat sebagai standar kebenaran Karena yang berpindah itu bisa saja yang imannya tak kuat
Kamu tanya apa standar kebenaran, saya jawab, lha kok jadinya mas jaka widodo?

Salam

Jadi intinya, tak ada keselamatan yang pasti diluar Katolik?

Jelas dari jawabanmu : tak ada keselamatan diluar Katolik

Sedangkan Firman mengatakan : tak ada keselamatan diluar Yesus

Tentunya saya memiliih untuk percaya apa kata Firman

Katolik didirikan oleh para ex-paganisme romawi, salah satunya adalah kaisar konstantine

Yesus tidak mendirikan gereja Katolik. Bahkan nama katolik tidak pernah muncul di alkitab. ratusan tahun setelah kematian Yesus, barulah lahir Katolik beserta nama katolik.

Kematian Yesus membebaskan manusia dari perbudakan ajaran berhala berhala, tetapi apakah yg diajarkan oleh para pengikut Ratu Sorga ?