Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag I- IX

Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag I

Mengapa bangsa Israel mudah jatuh dalam dosa dan mengingkari Tuhan , dengan menyembah berhala-berhala dalam perjalanan menuju tanah Kanaan sedang setiap hari mereka melihat dan mengalami kuasa mujizat Tuhan ? kita bisa menjawab :

• Karena kebanyakan mereka belum mengenal Tuhan dengan betul akan kehebatanNya untuk membawa mereka sampai tujuan sehingga mereka tidak sungguh-sungguh mengandalkan dan mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya .

• Karena baru percaya Tuhan itu luar biasa tetapi belum mempercayakan hidup sepenuhnya kepada kehendak Tuhan , Mereka masih menggunakan logikanya / akal budinya sendiri .

• Karena yang dikehendaki bangsa Israel adalah perbuatan Tuhan dalam wujud , pemeliharaan dan jaminan kebutuhan hidup yang melimpah , bukan kehendakNya , akhirnya sebagian besar dari mereka tidak bisa masuk tanah kanaan sebab mereka tidak mau mencari jalan-jalan Tuhan seperti Musa . Maz 103 : 7 / Hos 4 : 6a .

Oleh sebab itu betapa pentingnya kita mengenal Tuhan dengan benar dan mempelajari jalan-jalan hidup yang Tuhan ajarkan sehingga menghasilkan satu “ karakter Kerajaan Sorga “ kita mempelajari jalan-jalan yang Tuhan kehendaki , dalam pembacaan :

Matius 7 : 1- 5 .

Melalui pembacaan Firman Tuhan ini , kita tahu apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan ini , yaitu agar kita memiliki karakter Kerajaan Sorga yang terpuji ! , yang kita pelajari saat ini adalah cara melihat kehidupan ini bukan hanya melihat keluar bagaimana bisa mencapai prestasi dan ambisi-ambisi tetapi melihat kedalam bagaimana kehidupan yang berkenan dihadapan Allah itu seperti apa ! untuk memahami hal ini kita harus tahu , hidup manusia bisa dibagi dalam dua bagian besar yaitu bagian untuk Publik ( boleh diketahui oleh umum ) dan bagian non public ,( rahasia pribadi ) kalau kedua bagian ini disatukan maka kita akan mendapatkan 4 bagian yaitu :

Bagian pertama adalah level public , inilah bagian dimana segala orang boleh mengetahuinya , hal yang paling menarik , hebat dan jempolan yang kita miliki , bahkan kita sangat ingin memberitahukannya kepada umum akan segala prestasi dan kehebatan kita .

Bagian kedua bukan milik public , dibagian ini terletak hal-hal tentang keburukan kita yang memalukan , sehingga tidak boleh diketahui banyak orang , hanya orang tertentu seperti keluarga atau orang yang dekat yang ada disekitar kita yang boleh tahu .

Bagian ketiga adalah bagian paling privat, yang hanya diketahui oleh kita sendiri dan tidak ada seorangpun yang boleh mengetahuinya , karena disana tersimpan semua yang licik , gelap , kotor dan memalukan sehingga tidak boleh seorangpun mengetahuinya , dan seandainya ada orang yang berusaha membukanya maka kita akan marah besar kepada orang itu .

Bagian keempat adalah bagian terdalam , dalam hidup manusia yang maha gelap dan kotor sampai diri sendiripun merasa ngeri tidak berani mengingatnya , ingin menguburnya dalam –dalam dan bagian ini hanya Allah saja yang tahu .

Guru sekolah minggu menerangkan kepada anak-anak dengan menunjukkan gambar hati manusia yang berisi segala macam binatang yang merupakan gambaran apa yang ada dalam hati manusia sesungguhnya , penuh kelicikan seperti ular , kejam seperti singa , sombong seperti burung merak dllnya , Nabi Yermia menggambarkan hati manusia licik , keras dan busuk karena busuknya tidak mungkin dapat diperbaiki lagi .( Yermia 17 : 9 .)

Bersambung …

Sambungan … Bag I

Karena kondisi hati yang seperti itu maka muncul beberapa tipe manusia :

• Merasa tidak nyaman , bahkan ada yang tidak bisa tidur dan kalau tidur maunya tidak bangun saja , akhirnya menjadi manusia yang minder , rendah diri .

• Ada yang memakai topeng-topeng , penampilannhya dimuka umum diatur agar kelihatan cantik , pintar , kaya atletis , macho , berpakaian trendy mengatur wajah senyum penuh keramahan , agar dilevel public nampak sebagai orang yang baik , itu semua dilakukan sebagai upaya untuk menutupi kegelisahan dan kebusukan hatinya .

• Mengalihkan perhatian dengan baca buku , nonton T.V , mencari kesibukan dalam pekerjaan , ikut terlibat dalam pelayanan agar kelihatan rohani , sedangkan hatinya tidak dalam pelayanan , tujuan pelayanan tidak sungguh-sungguh menyenangkan hati Tuhan semuanya dilakukan hanyalah untuk menutupi kegelisahan hatinya yang belum dikuduskan busuk , licik kejam , kotor .

• Dan banyak yang menutupi keburukan hatinya dengan melihat selumbar / kesalahan-kesalahan orang lain , hal itu dilakukan agar orang lain menilai bahwa dirinya baik , pandangan , pendapat pikirannya baik , sedang apa yang dikritikkan kepada orang lain dirinya sendiri tidak bisa melakukannya , semua itu karena kebutaan akan keberadaan diri ( balok-balok didepan mata ) contoh :

a. Didalam keluarga suami menilai istrinya kurang ini dan itu , tidak bisa ini dan itu , sedang dirinya sendiri tidak bisa melakukan hal yang dikritikkan itu , atau mulai membanding-bandingkan dengan wanita lain , tidak mau mengatasi kekurangan dengan cara yang bijaksana , misal mendorong dan memotifasi istrinya menjadi wanita sejati , seandainya toh tidak bisa berubah , tetap harus diterima sebagai teman pewaris yang memang Tuhan berikan sebagai alat membentuk dirinya menjadi seorang pria yang sejati yang bertanggung jawab membawa dan membimbing istrinya sampai Tuhan menyatakan kasih dan anugrahnya mengubah istrinya menjadi wanita sejati ( itulah tugas menjadi suami , pemimpin , motifator dalam keluarga )

b. Demikian juga istri yang suka menilai suaminya kurang ini dan itu , tidak bisa ini dan itu , dan akhirnya juga membandingkan dengan suami orang , tidak mau menempatkan dirinya menjadi penolong agar kelemahan suaminya semakin berkurang , karena memang Tuhan menempatkan seorang wanita untuk bisa menolong suami menjadi pria sejati dan bersama suami dapat menaklukkan segala masalah dan persoalan dalam keluarganya , tidak menuntut suami saja ingat saat Tuhan membentuk manusia pertama Adam , Tuhan tidak langsung katakan taklukkan dan kuasai seluruh bumi , setelah Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebagai suami dan istri barulah Tuhan katakan taklukkan dan kuasai bumi dengan segala isinya . ( Kejadian 1 : 28 )

Bagaimana mengatasi segala persoalan dalam rumah tangga ?

• Jangan mengandalkan pikiran atau usaha diri sendiri .
• libatkan Tuhan , minta Tuhan memberikan Hikmat, kuasa dan kasihNya untuk mengubahkan keadaan dalam keluarganya .

Seandainya tetap tidak berubah menurut standart Alkitab ( bukan menurut kemauan kita ) ingat Kolose 3 : 23-25 “ Lakukan bagian kita sesuai dengan peranan yang Tuhan kehendaki bagi kita masing-masing dan kita lakukan bagian kita masing-masing tanpa memandang orangnya tetapi karena TAAT kepada perintah Tuhan ! dan biarlah pasangan hidup yang tidak taat melakukan bagiannya ia bertanggung jawab kepada Tuhan sendiri , sebab Tuhan itu adil dan tidak memandang orang !

Dalam pelayanan juga sama , banyak Jemaat bahkan pendeta yang iri dengan orang-orang yang dipilih menduduki jabatan tertentu , menilai orang yang dipilih jadi pengurus sampai hal-hal yang sekecil-kecilnya , tidak pernah menilai diri sendiri yang mungkin jauh lebih banyak dari orang yang dikritiknya , dan ada juga jemaat yang menilai Pendetanya kurang ini dan itu , menuntut Pendetanya menjadi seperti Tuhan saja , sedang dirinya sebagai Jemaat yang dibimbing untuk mengenal Tuhan dan jalan-jalanNya , tidak pernah berterima kasih , tidak berubah juga hidupnya , tidak melakukan kewajibannya sebagai bagian tubuh Kristus yang sehat !

Bersambung …

Sambungan …Bag I

Tetapi kalau seorang Pendeta tidak suka berdoa , sebagai ungkapan tidak mampu melakukan tugas tanpa pertolongan Tuhan , sebagai Pendeta tidak mau mengunjungi Jemaat sebagai wujud mengasihi dan memperhatikan Jemaat , ( seandainya kesibukan pelayanan padat ada yang ditugaskan ) kemudian sebagai seorang Pendeta tidak mau belajar berbagai ilmu dengan kesadaran tantangan dalam pelayanan semakin hari semakin berat, ya tidak layak disebut sebagai Pendeta lagi tetapi sebagai parasit yang maunya mengisap sari pohon tanpa kerja apa-apa ! ( 2 Tes 3:8 )

Tujuan kotbah Tuhan Yesus ini adalah :

  1. Agar kita tumbuh dalam kebenaran hidup dan memiliki karakter sebagai warga kerajaan Sorga , sebab seorang yang mau melihat balok dimata sendiri adalah , seorang yang rendah hati tidak melihat keluar ( selumbar dimata orang ) tetapi melihat kedalam ( balok dimata sendiri ) sedang orang yang sombong selalu menilai orang lain jelek , bodoh dan salah , tetapi memandang diri sendiri benar dan hebat .

  2. Agar kita sadar yang Tuhan nilai bukan hal-hal yang lahiriah , seperti segala aktifitas dalam pelayanan , kegiatan dalam pekerjaan Tuhan ,yang Tuhan nilai sesungguhnya hati kita melayani dengan tujuan mau menyenangkan hati Tuhan , hati yang mengasihi Tuhan dengan tulus , jadi tanpa pembenahan hati kita maka sia-sia segala apa yang kita lakukan dengan hati lama yang licik , kotor , kejam .

  3. Agar kita bertobat datang kepada Tuhan dan berseru “ celakalah aku , aku pasti binasa sebab aku najis ” kesadaran akan keberadaan diri sebagai orang yang berdosa menghasilkan kerinduan untuk memperbaiki diri sendiri dan punya tujuan hidup menyenangkan hati Tuhan sehingga ketika Tuhan bertanya siapakah yang mau kuutus , Yesaya menjawab utuslah aku, ( Yes 6 : 5 , 8 .) Seperti juga pemungut cukai yang datang di bait suci dengan rendah hati , “ Tuhan tolong aku orang berdosa ini , kasihanilah aku “ tidak seperti orang parisi yang datang ke Bait Suci dengan sombong pamer aktifitas dan perbuatan agar bisa dilihat public sebagai orang yang baik , tetapi tidak menyadari yang Tuhan lihat bukan hal-hal yang lahiriah tetapi hatinya , itulah sebabnya Tuhan mengatakan pemungut cukai ini dibenarkan Allah dan mendapat anugrah Allah , sedang orang parisi tidak ! Luk 18 : 9 -14 .

Melalui kisah orang parisi dan pemungut cukai , kita melihat seharusnya Gereja bukan menjadi persekutuan orang parisi yang buta mata rohaninya , merasa diri sudah benar , sebaliknya kalau Gereja diisi dengan orang –orang yang merasa berdosa karena keberadaan dirinya seperti pemungut cukai merasa tidak layak , Gereja akan menjadi persekutuan orang yang merendahkan diri dihadapan Tuhan dan Gereja mendapat Anugrah Allah .

Seharusnya Gereja menjadi perkumpulan orang yang tidak berdaya atas segala dosa yang masih disembunyikan dihadapan Tuhan , didalam persekutuan semacam itulah , Jemaat bisa saling menguatkan dan saling mendorong untuk hidup menyenangkan hati dan memuliakan Tuhan .( Yak 5:16 ). kesadaran ini tidak akan muncul kalau selama jadi orang percaya berusaha menyatakan kepada public bahwa kita orang baik , tidak ada kebusukan sedikitpun dalam hati kita , sehingga persekutuan didalam Gereja menjadi persekutuan elite –elite sok rohani , menjadi perkumpulan orang yang merasa suci , bukan menjadi persekutuan orang yang saling menyembuhkan tetapi persekutuan orang parisi yang buta rohaninya .

  1. Agar kita menyadari dalam menjalani hidup ini tidak mengandalkan diri saja , tetapi mengandalkan Allah yang sanggup dengan kuasanya mengubahkan hati kita menjadi baru , hati sebagai hamba yang mau taat dan setia diubahkan sesuai akan kehendak BAPA bagi hidup kita masing-masing . Yeh 36 : 26-27 / Ibrani 10 : 22 .

  2. Agar kita menyadari dan tidak menjadi seorang yang kejam , seperti Yunus ketika Tuhan mematikan pohon yang membuat Yunus bisa berteduh dengan nyaman , Yunus marah kepada Tuhan dan mau mati saja karena sayang kepada pohon tersebut , sebaliknya Yunus kesal dan tidak sayang kepada manusia saat Tuhan menyelamatkan 120.000 orang penduduk kota Niniwe , kalau kita seperti Yunus tidak peduli kepada jiwa-jiwa yang terhilang hanya , Bersambung …

Sambungan … Bag I

memikirkan kenyamanan hidup sendiri maka kita bisa dikatagorikan sebagai orang yang kejam bukan ? ( Yunus 4:11 )

  1. Agar sadar bahwa kadang kita jahat dan kejam tujuan hidup hanya untuk sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan diri sendiri saja , seperti Daud demi bisa memiliki Bersyeba , dengan kejam menyuruh Uria mati dimedan perang , sampai Nabi Natan memperingati Daud dengan perumpamaan domba milik orang kaya dan milik orang miskin , barulah Daud sadar akan perbuatannya yang kejam kepada Uria setelah dicelikkan , membuang balok dimatanya barulah Daud sadar.

Sekarang kita tahu melihat kedalam hati dengan tuntunan ROH KUDUS akan membuat kehidupan kita makin tumbuh dalam anugrah Allah dan menyadari bahwa “ Keselamatan “ yang Tuhan berikan adalah harta yang sangat mahal dan patut kita syukuri , dan muncullah kesadaran dalam hati “ siapakah manusia sehingga Engkau mengingatnya ? ” Maz 8:5 .

Ada kisah seorang kakek yang menyesali kegagalannya mengubah dunia , karena langkah yang diambilnya keliru , dalam kilas baliknya ia katakan “ ketika aku muda aku berusaha merubah dunia “ , dan ketika hal itu tidak membawa hasil akupun berusaha mengubah keluargaku , setelah bertahun-tahun tanpa hasil sekarang aku sudah tua hidupku tak akan lama lagi , akupun menyadari kebodohanku ini , maka harapanku kiranya Tuhan mau memberi kesempatan untuk merubah hidupku ini , dan seandainya dari awal aku merubah diriku sendiri tentu aku tidak mensia-siakan hidupku ini , bahkan keluargaku yang melihat perubahan hidupku akan meneladani dan akhirnya melalui keluargaku dunia bisa berubah , betapa bodohnya aku !

Setelah kita dibukakan mata rohani melalui kebenaran Firman Tuhan ini , marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan dan berseru Ampunilah aku yang buta ini ya Tuhan ! kuduskan hatiku dan ubahkan daku dengan kuasa kasihMu agar aku bisa melihat segala sesuatu dengan cara pandang yang benar , sehingga hidupku berkenan dihadapanMu - Amin -


Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag II

Bertolak belakang dalam meniti karier pada umumnya dari bawah naik keatas , kesuksesan dan keberhasilan dalam kehidupan rohani justru kebalikannya yaitu dari atas menuju kebawah maksudnya adalah , setelah manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa salah satu sifat dosa adalah tidak peduli akan Tuhan, tinggi hati , egois dllnya menguasai hidup manusia .Sifat tinggi hati dan egois ini yang perlu ditransformasi dengan sifat baru yaitu rendah hati dan tidak egois , Jadi Kerendahan Hati merupakan Jalan raya menuju sukses bagi kita dan akan membawa kehidupan dalam Kemuliaan yang Allah janjikan , karena itulah betapa pentingnya kita membangun karakter Kerajaan Sorga seperti Kristus yang memiliki hati seorang hamba. kita melihat contoh orang yang meniti karier dari bawah keatas seperti ,

Abraham Lincoln .
Ia adalah salah seorang presiden Amerika yang dikagumi dunia karena keberaniannya menghapuskan perbudakan dinegeri itu ! Ia dipandang sebagai presiden yang paling banyak memberikan inspirasi dan dihargai paling tinggi dalam sejarah bangsa Amerika.
Presiden ini meniti kariernya dari bawah , Ia memulai hidupnya sebagai seorang laki-laki terbelakang dan pemalu yang bersahabat dengan segala kesengsaraan dalam perjalanan hidupnya Pada usia 7 tahun Ia sudah bekerja untuk menunjang keluarganya yang miskin , usia 9 tahun Ia kehilangan Ibunya untuk selama-lamanya , usia 20 tahun bekerja sebagai pelayan toko , keinginannya untuk melanjutkan studi difakultas hukum ditolak karena pendidikannya tidak cukup . Usia 23 tahun terjerat hutang karena mitra usahanya meninggal dan mewariskan hutang besar yang baru dapat dilunasinya setelah bertahun-tahun kemudian .
Usia 28 tahun , menjalin cinta selama 4 tahun dengan seorang wanita , tetapi ditolak ketika melamar wanita itu menjadi istrinya , tetapi akhirnya ia menikah juga pada usia 41 tahun Ia mengalami penderitaan karena perkawinannya tidak berbahagia , Usia 45 tahun mencalonkan diri untuk menjadi anggota senat, tetapi kalah , usia 47 tahun kalah dalam nominasi untuk jabatan wakil presiden , Usia 49 tahun gagal lagi dalam perjuangannya untuk menjadi anggota senat. baru diusia 52 tahun Ia terpilih menjadi presiden Amerika serikat ke 16 .

Soichiro Honda .
Dilahirkan pada tanggal 17 Nopember 1906 sebagai anak sulung dari 9 bersaudara , hanya 4 orang diantara mereka yang berhasil mencapai umur dewasa , 5 orang yang lain meninggal dimasa anak-anak akibat sanitasi yang buruk dan tidak tersedianya pengobatan karena keluarganya miskin , Ia bercerita “ Saya ingusan terus dan karena seringnya menyeka hidung dengan lengan kimono, sehingga lengan baju kimononya menjadi kaku seperti dikanji .”Disekolah prestasinya buruk dan nilai ulangannya jelek , karena ia tidak suka membaca dan mengalami kesulitan dalam mengarang dan ia sering membolos , tetapi sejak kecil ia sudah membantu ayahnya dibengkel besi , setelah ia menamatkan SMPnya , ia melamar bekerja disebuah bengkel mobil , ternyata ia tidak bekerja sebagai montir seperti yang diinginkannya , melainkan hanya menjadi pengasuh anak dari pemilik bengkel tersebut , gaji pertamanya hanya 5 yen sebulan . Suatu hari karena bengkel sibuk maka ia dipanggil untuk memperbaiki mobil , dan di usia 18 ia pertama kalinya diutus untuk memperbaiki sebuah mobil pemadam kebakaran disuatu tempat yang berjarak 760 Km dari tempat kerjanya .
Dari sanalah ia belajar banyak dan mulai meniti kariernya terus naik tinggi , hingga hari ini hampir semua orang mengenal produknya mulai dari Negara A – Z , kita mulai dari abjad A. , Argentina , Amerika , Australia , Belgia , Brazil , Canada , China dan seterusnya semua memakai produknya Merk Honda ! Dan banyak orang sukses lainnya didunia ini yang membangun kariernya dengan cara meniti karier dari bawah sampai puncak prestasinya !

Sekarang kita belajar perjalanan meniti karier dari atas menuju kebawah melalui perjalanan hidup dari Tuhan Yesus , yang meniti perjalanan hidupNya sampai kepada “ Kemuliaan “ dimulai sebagai Allah ( dari atas ) jadi manusia ( menuju kebawah ) .

Bersambung …

Sambungan Bag II

Filipi 2 : 4 - 9 / Yohanes 13 : 3 - 5 .

Rasul Paulus menuliskan kerendahan Hati Tuhan Yesus yang rela turun menjadi manusia , dalam keberadaanNya sebagai manusia IA turun lebih rendah lagi dengan mati dikayu salib , tetapi kita melihat akhirnya IA ditinggikan , sampai setiap lidah mengaku dan setiap lutut bertelut menyembah Dia ! ( Fil 2 : 9 -11 ) Dari perjalanan kehidupan Tuhan Yesus ini kita melihat IA yang Allah memulai perjalanan hidupnya dilahirkan dikandang binatang dan mencapai puncak prestasi dibumi ini bukanlah tahta Emas tetapi diatas salib !

Rasul Yohanes memperlihatkan kerendahan hati Tuhan Yesus melalui peristiwa mencuci kaki murid-murid-Nya, sebelumnya Yohanes menulis Tuhan Yesus mencuci kaki murid-murid-Nya dipasal 13 ini Yohanes menuliskan lebih dulu keberadaan Tuhan Yesus yang setara dengan Allah Bapa . ( Yoh 10:29-30 ) walau begitu Mulia keberadaanNya toh Tuhan Yesus mau mengosongkan dirinya tidak menonjolkan keberadaanNya tersebut dengan mencuci kaki muridNya , berbicara dalam hal mencuci kaki kita akan melihat lebih jauh lagi yaitu ;

• Dalam tradisi Yahudi , seseorang sebelum masuk rumah kakinya dicuci lebih dulu tetapi yang melaksanakan tugas tersebut adalah para budak , bukan bangsa Yahudi yang melakukannya karena pekerjaan itu sangat rendah , jadi kita tahu betapa Tuhan Yesus sangat merendahkan diriNya dengan mencuci kaki murid-murid-Nya itu !

• Kita melihat kerendahan hati Tuhan Yesus lagi dari sisi lain , sebelum peristiwa mencuci kaki diawal pelayananNya , Yohanes pembaptis mengatakan untuk membuka tali kasutNya saja Yohanes merasa tidak layak ! jadi kita bisa melihat Tuhan Yesus yang sedemikian mulia mau mencuci kaki murid-muridNya , disinilah kita sedang diajarkan betapa Tuhan Yesus merendahkan diriNya sedemikian rupa .

• Di ay 13 Tuhan Yesus kemudian mengatakan bahwa murid-murid-Nya menyebutNya “ Guru dan Tuhan ” , tetapi kemudian sebutan atau gelar itu urutannya dibalik menjadi “ Tuhan dan Guru “ alasan pembalikan itu adalah untuk memberi penekanan bahwa yang mencuci kaki bukan sekedar Guru saja tetapi Tuhan sendiri !

Mengikuti jejak kaki Tuhan Yesus dalam kerendahan hatiNya .

Kedua bagian dari kitab perjanjian baru ini mengajarkan kepada kita untuk mencontoh teladan hidupNya mau merendahkan diri dan melayani sesama ; “ Jadi jikalau AKU membasuh kakimu , AKU yang adalah Tuhan dan Gurumu , maka kamupun wajib saling membasuh kakimu ; sebab AKU telah memberikan teladan kepada kamu “ , ( Yoh 13 : 14-15 .)

Seorang penulis PhilipYancey menulis buku tentang kepemimpinan Kristen, mengatakan “ Jalan kepemimpinan Kristiani bukanlah menanjak sebagaimana yang diminati oleh orang dunia , tetapi menurun yang akan berakhir dikayu salib “ ( penyalipan keakuan ) kalau itu dilakukan maka ia sedang menuju suatu kehidupan yang penuh sukacita dan damai sejahtera yang berasal dari Allah ! Penulis sampai kepada kesimpulan ini berdasarkan pengalaman sahabatnya , Henri Nouwen berprofesi sebagai dosen mengajar di 3 Universitas bergengsi di Amerika ; Notre dame , Yale dan harvard , Ia meninggalkan komunitasnya pindah kesatu komunitas baru diToronto , yaitu tempat panti orang cacad yang terdiri 10 orang penghuni saja , diantaranya ada seorang yang cacad mental sangat parah , namanya Adam dari orang inilah yang memberi pengaruh sangat penting dalam kehidupan Henri , Adam adalah seorang lelaki yang berusia 25 tahun , tidak bisa bicara , tidak bisa mengenakan pakaian atau membuka pakaiannya sendiri , tidak bisa makan sendiri , tidak bisa ketawa atau menangis , punggungnya miring , gerakannya kaki dan tangannya kacau karena ia seorang penderita epilepsi yang sangat parah , walaupun menggunakan banyak obat , hanya beberapa hari saja dalam hidupnya tanpa serangan kejang-kejang yang hebat , kadang-kadang mendadak ia kaku dan mengeluarkan raungan melolong yang memilukan , hanya sesekali bisa kontak mata , tidak bisa jalan sendiri sehingga harus pakai kursi roda , sesekali Henri melihat tetesan air mata mengalir dipipi Adam ,

Bersambung …

Sambungan …Bag II

Melalui interaksi Nouwen dengan orang cacad ini , ia disadarkan bahwa segala prestasinya tidak ada manfaatnya , sebab mereka tidak bisa kagum kepadanya seorang dosen besar di 3 Universitas terkenal di Amerika , karena mereka semua tidak pernah bersekolah. Disitulah Nouwen menyadari bahwa kepemimpinan atau pelayanan bukanlah jalan keatas kepada kekuasan, dan bukan karena memiliki kemampuan pengontrolan kepada orang banyak melainkan sedang turun kebawah , atas pelayanannya kepada orang cacad itu .

Sekarang kita tahu perbedaan sangat besar ukuran keberhasilan dunia ini dengan kekristenan , dunia mengukur berapa ketinggian prestasi yang bisa dicapai ! ( How high can you fly ? ) sedang ukuran keberhasilan kita adalah hidup untuk melayani orang lain , berkorban bagi orang lain ( basuh kaki ) dengan kata lain ukuran keberhasilan kehidupan kita dimata Tuhan adalah berapa rendah engkau dapat turun ( How low can you go ! ) dalam hal inilah banyak yang tidak tahu ukuran kesuksesan , kebanyakan orang Kristen termasuk pendeta ukurannya umumnya dari materi , gedung , berapa banyak jemaat yang dilayani , pandangan tersebut mengambarkan betapa salahnya pengertian panggilan Tuhan dalam hidupnya !

“ Kerendahan hati “ yang sering kita ketahui sama sekali bukanlah diukur dalam sebuah pelayanan kepada orang lemah atau miskin , tetapi dari hati dalam memperlakukan orang yang dilayani dengan kasih seperti kita mengasihi diri sendiri .( hukum utama yang kedua ) Sebab kalau kita punya pikiran aku orang yang pintar dengan berbagai gelar , orang kaya , orang pangkat , orang yang berprestasi hebat mau melayani orang rendah , orang miskin , tempat yang kumuh dan merasa bangga / merasa sebagai pahlawan oleh tindakan kita itu , jelas bukan menunjukkan kerendahan hati tetapi justru tinggi hati , statusnya lebih tinggi mau melayani mereka yang statusnya lebih rendah , pelayanan seperti itu salah karena tidak berdasarkan melayani sesama manusia !

Kerendahan hati adalah :

• Menyadari dalam kondisi , status atau latar belakang profesi apapun , kita hanya menjalankan Tugas panggilan Tuhan untuk melayani sesama manusia ciptaan Allah , yang setara dan sederajat yang membedakan hanyalah talenta yang Tuhan sudah taruh dalam hidup kita masing-masing barulah bisa dikatakan rendah hati karena menyadari posisi kita dimata Tuhan hanyalah sebagai manusia yang tidak ada kelebihannya dengan manusia lainnya , Jadi kalau kita kaya melayani orang miskin , yang pandai melayani yang bodoh , majikan melayani pembantu , atasan melayani bawahan bukan sedang merendahkan diri, sebaliknya bawahan melayani atasannya , pembantu melayani majikannya , yang bodoh melayani yang pinter bukan berarti naik derajat , tetapi sedang melayani sesama saja !

• Memiliki kesadaran kita adalah sesama ciptaan Tuhan yang menerima anugrah keselamatan lebih dulu dan sebagai rasa syukur maka kita mau diutus melayani orang lain , tanpa itu pelayanan sangatlah rawan terhadap kesombongan dan bertujuan demi kebanggaan diri , sesuai dengan nafsu dasariah manusia yang selalu ingin berbeda dan ingin lebih dari orang lain , agar orang lain mengatakan dirinya hebat / pahlawan , dan kita menjadi bangga oleh karenanya .!

Tanpa kerendahan hati maka kita akan merasa melayani orang yang “ kurang “ dan menganggap diri kita “ lebih “ dan merasa sedang menurunkan derajat maka akan muncul perkataan “ lihat aku dengan segudang prestasi dan gelar mau melayani orang cacad , atau seorang konglomerat mengatakan lihat aku mau melayani orang-orang yang ada ditempat kumuh , atau seorang Pendeta besar berkata lihat aku mau melayani Gereja dalam kampung , apalagi merasa bangga karena ada jemaat berbisik wah pendeta ini rendah hati ya mau melayani dikampung kita , kalau punya pikiran dan perasaan seperti itu jelas ini bukan kerendahan hati tetapi kesombongan !

Kepada Philip Yancey sahabatnya , Henri Nouwen mengatakan sesungguhnya aku bukan sedang melepas segalanya untuk melayani orang cacad seperti Adam , tetapi justru aku sedang diajar oleh Adam , melalui persahabatan kami yang tanpa kata itu, aku diajar melalui hati Adam seolah-olah sedang mengatakan kepadaku “ apa yang membuat kita menjadi manusia hebat “ , bukanlah otak atau segala prestasi tetapi hati kita , bukan juga melalui kemampuan intelektual tetapi kemampuan untuk mengasihi sesama !

Bersambung …

Sambungan …Bag II

Betapa pentingnya kita belajar merendahkan diri mengingat Kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa karena berusaha mau naik keatas menyamai Allah dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat justru dijatuhkan Allah menjadi manusia yang kehilangan “ Kemuliaan Allah “ hidup tanpa pertolongan Allah, harus berusaha dengan susah payah untuk bisa hidup , juga manusia sebagai keturunan Adam dan Hawa yang belum dipulihkan , mengalami hal yang sama , Rencana Tuhan menyelamatkan hidup kita adalah untuk memulihkan kodrat kita kembali sebagai manusia sebelum jatuh dalam dosa yang memiliki sifat rendah hati dan Taat kepada Tuhan , sedang yang belum dipulihkan masih tinggi hati , tidak mau hidup setara dengan manusia lainnya , menunjukkan masih hidup dalam sifat keberdosaannya .

Mari kita mau mengikuti teladan Tuhan YESUS yang rendah hati , dibuktikan hidup dalam ketaatan akan kehendak Allah BAPA dalam perjalanan hidupNya , hasilnya adalah tindakan melayani manusia, demikian pula kalau kita dalam perjalanan hidup sebagai anak Tuhan yang sedang menuju “ Pemulihan hidup seperti manusia sebelum jatuh dalam dosa “ maka wujud nyata perubahan hidup kita yang taat akan Firman Tuhan ( Kehendak Tuhan ) adalah mau melayani sesama, ketaatan akan kehendak Tuhan akan memulihkan area-area kehidupan kita yang lain area kerohanian , area kehidupan jiwani dan jasmani kita, jangan biarkan kehidupan manusia lama kita ( warisan dosa Adam ) terus menguasai hidup kita , contoh ;

Ada kisah seorang nyonya konglomerat yang beli baju di Paris , suatu hari dengan bangga ia jalan -jalan dengan baju barunya , mendadak nyonya ini kaget karena ternyata ada pembantu rumah tangga yang memakai baju dengan motif sama dengan bajunya sejak itu nyonya ini tidak mau pakai baju itu lagi mengapa ? karena manusia yang jatuh dalam dosa pada umumnya masih ingin meninggikan diri sendiri tidak mau setara dengan manusia lainnya !

Jadi betapa pentingnya kita memiliki pengertian perjalanan kesuksesan bukan naik keatas tetapi justru turun kebawah yaitu berbicara tentang “ kerendahan hati “ tidak merasa diri sendiri lebih dari orang lain baik dalam kepandaian , dalam kekayaan , dalam jabatan sebagai Pendeta besar , tetapi memandang diri sendiri sama dari orang lain , dan sebagai wujud tidak egois kita yang sudah diselamatkan lebih dulu mau melayani sesama kita yang belum diselamatkan , ingat Firman Tuhan yang mengatakan ; “ Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya , jika mereka tidak percaya kepada DIA? Bagaimana mereka dapat percaya kepada DIA , jika mereka tidak mendengar tentang DIA , Bagaimana mereka mendengar tentang DIA , jika tidak ada yang memberitakanNya ? “ ( Rom 10:14 ) - Amin -


Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag III

Membangun karakter dari duniawi kesorgawi , membutuhkan iman kepercayaan kepada Tuhan dengan segenap hati maksudnya bukan sekedar percaya tetapi mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan ( bukan Cuma pistis tetapi pisteuon ), hal tersebut bisa dibuktikan dengan tidak lagi menggunakan akal budinya dalam menanggapi kehendak Nya yaitu saat membaca Firman Tuhan atau saat mendengar kotbah , setelah itu barulah hidup kita mengalami perubahan karakter dari duniawi menjadi sorgawi , untuk itu mari kita belajar dari Tuhan Yesus dalam hidupnya melalui ,

Filipi 2 : 4 - 11 .
Dalam ayat 8 Rasul Paulus mengatakan bahwa Yesus “ Taat sampai mati “ kalimat ini berbicara tentang ketaatan Tuhan Yesus kepada Allah Bapa bukan hanya sesaat atau kadang taat kadang tidak , tetapi ketatanNya dimulai dari awal saat KelahiranNya dikandang binatang yang hina sampai mati diatas kayu salib , KetaatanNya bukanlah sesuatu yang sangat mudah dan sederhana , tetapi melalui perjuangan dengan cara “ mengosongkan diriNya “ ( Yunani Kenoun artinya melayani habis-habisan untuk orang lain ) dari awal sampai akhir pelayananNya Yesus tetap konsisten TAAT , kita bisa melihat bukti ketaatanNya yaitu :

• Seandainya saat awal pelayananNya yang dimulai dikandang binatang , apakah Tuhan Yesus bisa menolakNya ? dan memilih diistana yang megah ? kita menjawab bisa saja karena DIA Allah mampu melakukan segala perkara menurut kehendakNya , tetapi hal itu tidak dilakukanNya , Dia mau taat apapun yang Allah Bapa inginkan dalam perjalanan hidupNya sebagai juru selamat manusia !

• Seandainya saat harus tinggal dirumah tukang kayu sehingga harus ikut terlibat sebagai anak yang taat membantu orang tuanya bekerja tanpa mengenal lelah siang dan malam , bisakah Tuhan Yesus menyuruh para Malaikat untuk mengerjakan itu semua ? tentu lebih dari bisa tetapi itu tidak dilakukanNya !

• Seandainya saat melayani menghadapi pertentangan dan mau didorong masuk jurang oleh orang parisi dan ahli taurat , bisa saja Tuhan Yesus minta Allah Bapa mengutus Malaikat untuk membunuh orang-orang itu atau berkata kepada bumi agar menelan orang yang memusuhinya , tetapi itu tidak dilakukanNya !

• Seandainya saat bergumul ditaman Getsemani dan tahu apa yang akan dialaminya dihina, diludahi , disiksa dengan menggunakan cambuk berduri dan puncaknya mengalami penderitaan dikayu salib , Yesus menolak dan minta pilihan lain yang lebih ringan , tentu bisa bukan , tetapi Dia tidak meminta itu kepada Allah Bapa dan membiarkan diriNya dihina , diludahi , dicambuk dan akhirnya mati dkayu salib .

• Dan seandainya Yesus tidak sabar menunggu sampai 3 hari tetapi langsung menyatakan kuasa KebangkitaNya kepada dunia pada hari pertama agar dunia tahu siapakah Dia , itupun bisa Dia lakukan , tetapi karena ketaatanNya kepada Allah Bapa maka Tuhan Yesus dengan sabar menunggu waktu sesuai kehendak Allah Bapa !

Jadi dengan jalan taat kepada kehendak Allah Bapa sepenuh hatiNya , barulah hidupNya bisa memberi dampak mendatangkan berkat bagi banyak orang , Dengan ketaatan yang sempurna dari awal sampai akhir hidupNya yang diabdikan hanya kepada kehendak Allah Bapa untuk menyenangkan hati Allah Bapa , itulah yang dimaksudkan dalam “ hidup tidak mementingkan diri sendiri tetapi menjadi hamba “

Pemahaman ini menolong kita untuk mengetahui apabila seseorang menghambakan diri dengan hidup taat menurut kehendak Allah atau tujuan hidupnya mau menyenangkan hati Allah , berarti juga hidupnya akan jadi berkat bagi orang lain ( melayani orang lain ) !

Bersambung …

Sambungan …Bag III

Pertanyaan selanjutnya adalah Kristus menjadi hamba siapa ? Hamba Allah , melayani kehendak Allah atau hamba manusia melayani kehendak manusia ?

Jawabannya adalah Dia melayani Allah sepenuhnya Alkitab membuktikan hal ini dalam banyak ayat-ayat menuliskan bahwa seluruh hidupNya untuk melayani kehendak Allah lebih dulu ! Yoh 4 : 34 / 8 : 29 / Mat 7 : 21 . Baru kemudian diwujudkan dengan taat mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan ( melayani ) manusia , tetapi Yesus tidak terjebak melayani semua kemauan manusia yang mengatur hidupNya .

1 Yohanes 3 : 16 .
Yohanes memberikan petunjuk kepada kita yang mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh ada kewajiban untuk kita lakukan dalam hidup ini yaitu , rela menyerahkan nyawa kita bagi saudara-saudara yang lain , dalam bentuk melayani dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan dengan benar , ( tentunya kita sendiri harus membangun hubungan denganNya sehingga mengenal Tuhan dengan benar lebih dulu )

1 Yohanes 4 : 20 .
Firman Tuhan ini mengingatkan , apabila kita mengatakan bahwa “ aku mengasihi Allah “ , tetapi disisi lain tidak peduli kepada saudara kita yang kelihatan , Alkitab mengatakan ia adalah pendusta , karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan , tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan !

1 Korintus 9 : 19 .
Kita mau belajar dari pandangan hidup Rasul Paulus yang mengatakan “ Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang , aku menjadikan diriku hamba dari semua orang , supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang . “ karena Rasul Paulus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan maka hasilnya adalah pandangan hidupnya jadi berubah , hidup tidak untuk diri sendiri tetapi jadi berkat bagi banyak orang yang belum diselamatkan

Tetapi kita perlu mewaspadai hal-hal berikut ini supaya jangan salah tafsir dalam melayani Allah dengan sepenuh hati dan melayani sesama Yaitu :

• Melayani Allah bisa disalah tafsirkan dengan hidup mengisolir diri / bertapa dan waktu hidupnya hanya membaca Alkitab , berdoa , berpuasa , dan memuji Tuhan , dengan maksud menyenangkan hati Allah , dengan pola pikir yang penting antara aku dan Tuhan saja , tetapi disisi lain mengabaikan tugas melayani sesama , jelas paham ini salah hanya tahu sebagian tetapi tidak tahu kehendak Allah sepenuhnya .

• Melayani sesama bisa juga disalah tafsirkan dengan memuaskan kehendak manusia , untuk menyenangkan hati manusia , sehingga kehendak dan selera orang -orang dijadikan tujuan , dan mendahulukan kepentingan orang-orang melebihi kepentingan diri sendiri , kepentingan keluarga akibatnya pelayanan bukan hasil ketaatan terhadap kehendak Allah , melainkan hidup membiarkan diri diperalat orang untuk dieksploitasi , diperbudak , dipermainkan , dan didikte orang lain , pelayanan yang benar seimbang , bijaksana dan sesuai kehendak Allah !

Oleh sebab itu pengertian melayani Allah dan sesama harus kita pahami sekalipun memikirkan kepentingan orang lain , tetapi kita melakukannya harus seturut kehendak Allah , tidak hanya menyenangkan hati manusia saja ! dengan pengertian ini suatu saat kita bisa menentang pikiran orang-orang yang tidak mengerti kehendak Tuhan misal ibadah hanya mau hura-hura saja , minta kotbah yang lucu-lucu saja , tidak mau kotbah tentang pengajaran , atau mau mencampur baurkan mistik dalam ibadah dan penyembahan kepada Allah ! hal tersebut bisa membuat kecewa , marah dan bisa berakibat semua pengorbanan kita yang habis –habisan diterima dengan pelecehan , kesalah pahaman , kebencian dan berakhir dalam penyaliban , seperti juga yang di alami Tuhan Yesus saat berbicara dan melayani bangsa Israel ! . Yoh 6 : 25 – 59 .

Bersambung …

Sambungan … Bag III

Ketaatan total Yesus kepada kehendak Allah yang menyebabkan Dia tidak menolak melakukan apapun kehendak Bapa , bayangkan seandainya Yesus tidak memiliki ketaatan total Dia masih memiliki kehendak pribadi , maka bisa Dia mengatakan cukup AKU taat sampai diGetsemani saja , dan mengundurkan diri tidak mau mati sampai dikayu salib , apa yang terjadi kita tidak akan selamat karena tidak ada penebusan bagi manusia , kalau kita dijamah Tuhan dan kita mengatakan “ Utuslah aku Tuhan “ tetapi disertai kalimat asal jangan diutus kedesa terpencil dikota besar saja ! Atau kita mengatakan saya mau melayani kalau ada waktu yang luang , kalau tidak mengorbankan waktu santaiku dllnya mau melayani ada tapinya, kalau hal ini kita katakan menunjukkan bahwa kita belum benar – benar siap melayani Allah dan mengikuti kehendakNya dengan sepenuh hati , sehingga tidak siap diutus , dipakai , melayani sesuai kehendak Allah !

Perlu kita tahu akibat kita tidak taat total , maka banyak orang tidak selamat dan mati dalam dosanya karena kita hanya melakukan sebatas yang kita mau !

Kita harus tahu pelayanan pasti membutuhkan pengorbanan waktu , tenaga , pikiran perhatian , uang , juga korban perasaan , berbicara akan hal ini ada beberapa catatan penting yang perlu kita perhatikan disini yaitu :

  1. Melalui perumpamaan dalam Luk 10 : 25-37 . tentang orang Samaria yang menolong sesama berdasarkan “ hukum yang kedua yaitu kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “ secara spontan ia menolong tanpa pertimbangan apapun dan berani menanggung resiko membayar biaya hotel dan perawatan dari orang yang terluka karena perampokan itu , seandainya orang Samaria itu hanya mau menanggung biaya sebagian saja , tanpa mau membawa orang sakit itu sampai dihotel dan membayar biaya sampai sembuh , maka sia-sia saja pertolongannya itu bukan !

  2. Kebutuhan sesama kita Allah dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Allah dengan rela hati , Yesus melakukan muzizat merubah air menjadi anggur karena para pelayan mau menyediakan air bagiNya ,( Yoh 2 : 5,7 ) muzizat memberi makan 5000 dan sisa 12 keranjang tidak akan terjadi kalau tidak ada anak yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan miliknya . ( Mat 14 : 17 - 21 )

  3. Walaupun kita harus merelakan semua milik kita , termasuk didalamnya nyawa kita untuk Tuhan pakai menjawab kebutuhan sesama , itu tidak berarti bahwa kita memberikan seluruh milik dan waktu kita kepada siapapun yang memintanya kepada kita , Yesus sendiri sekalipun memberikan seluruh hidupNya untuk kita , tetapi IA tidak sembarangan melayani, dan Ia tidak memberikan hidupnya habis-habisan untuk menyembuhkan siapa saja yang datang kepadaNya , Ia tidak memberi makan kepada siapa saja , Ia juga tidak mengajar kepada siapa saja hanya yang Allah bapa katakan kepadaNya , betapa pentingnya kita memahami batasan ini ! ( Mark 1 :35 - 38

  4. Memberikan pertolongan kepada sesama bukan berarti kita mengorbankan kepentingan diri sendiri , mengabaikan kepentingan keluarga , sebab kalau dilakukan akan menghancurkan perlayanan itu sendiri Mengapa ? karena kita akan kehabisan segalanya , akibatnya tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kepada orang lain karena kita habis –habisan , seperti juga Tuhan Yesus selalu menyingkir mencari tempat untuk bisa ada waktu dengan Allah Bapa , tahu batasan dalam pelayananNya , batasan dalam menolong manusia , tidak melebihi tujuan utama misi Allah Bapa kepadaNya , yaitu mati dikayu salib sebagai penebus dosa manusia !

Jadi hidup mementingkan orang lain yang Allah kehendaki bukanlah hidup hanya mengurusi orang lain tanpa mengurusi diri sendiri , contoh setiap kali dalam penerbangan pramugari selalu mengatakan kalau ada bahaya kekurangan oksigen maka ibu harus memakai masker oksigen lebih dulu baru menolong anaknya , maksudnya bukan egois , tetapi bagaimana bisa mengurus orang lain kalau dirinya sendiri belum siap menolong orang lain .

Bersambung …

Sambungan … Bag III

Matius 25 : 31 - 46 mencatat peduli kepada sesama dilukiskan saat Dia lapar , haus , terasing , telanjang , sakit , dipenjara , dan ketika mereka bertanya “ Tuhan bilamanakah kami melihat Engkau lapar , memberi Engkau makan atau haus , memberi Engkau minum , memberi Engkau tumpangan , atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian ? … YESUS menjawab ,“ Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini kamu telah melakukannya untuk Aku “

Penghambat terbesar yang menghalangi kita dalam memenuhi panggilan tersebut adalah memikirkan kepentingan diri sendiri , dan mengejar kemuliaan yang sia-sia ( Fil:2:3a ) suatu kehidupan yang aku sentries , dipenuhi kepentinganku , layanilah aku , urusi aku , penuhi kebutuhanku ,hiburlah aku , pahamilah aku , puaskanlah aku , dan akan kecewa kalau tidak dipenuhi keinginannya , maksud hatinya dstnya , dan akibat pola hidup seperti itu , tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain apalagi kepentingan Tuhan dalam hidupnya .

Keakuan dasariah manusia inilah yang membuat jiwa kita berontak , tidak ingin mengikuti kehendak Tuhan apalagi mengikuti jejak kehidupanNya , sebab itu merupakan suatu ancaman yang akan menghancurkan kebebasan , kesukaan , hobby atau segala cita-citanya sehingga tidak bisa melakukan kehendak Allah dan akibatnya tidak bisa jadi berkat bagi orang lain !

Bagaimana mengatasi hal tersebut ? ada pelatihan atau penyuluhan bagaimana mengatasi perampokan , pemerkosaan , atau penodongan dijalan yang sepi , salah satu kiatnya adalah berteriak Kebakaran ! , kebakaran ! tidak boleh mengatakan tolong ! , tolong ! atau ada pencopet , ada penodong , mengapa demikian ? karena keegoisan orang –orang mereka tidak akan memberikan pertolongan , karena berpikir jangan-jangan nanti malah jadi korban , tetapi kalau berteriak kebakaran ! Kebakaran ! setiap orang pasti berpikiran ini ancaman bagi kepentingannya maka mereka spontan akan keluar dan mencari tahu dimana sumbernya , dibalik contoh ini kita harus tahu dibalik pengorbanan dalam pelayanan seperti waktu , tenaga , uang , dstnya sebetulnya pada akhirnya akan menguntungkan kita juga !

Jalan menuju ketaatan adalah hidup melekat kepada YESUS sehingga kita bisa menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita , sebab diluar persekutuan yang intim dengan Tuhan kita tidak mungkin bisa menghasilkan buah kehidupan apapun ! ( Yohanes 15 : 4, 5 )

Inilah karakter yang Tuhan inginkan , dengan hidup meneladani YESUS dalam Ketaatan total kepada kehendak Allah Bapa , yang berakibat kita memenuhi kehendak Allah yaitu melayani sesama , dan manfaat ketaatan dan kesetiaan kepadaNya , adalah saat Dia datang kembali , Ia akan memberikan kerajaanNya kepada kita semua yang taat dan setia hidup menurut kehendakNya . - Amin -


Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag IV

Kita sudah mempelajari tentang “ Ketaatan “ akan kehendak Allah menghasilkan tujuan hidup jadi berkat dengan melayani orang lain , seperti yang Tuhan Yesus lakukan !Sekarang kita mempelajari lebih lanjut tentang “ Ketaatan “ melalui pembacaan dalam :

Filipi 2 : 4 - 9 .

Pengalaman perjalanan Kehidupan Tuhan Yesus yang tertulis dalam surat Filipi ini memberikan petunjuk unsur-unsur yang menjadi patokan bagaimana hidup dalam Ketaatan adalah :

  1. Tidak memikirkan diri sendiri saja tetapi orang lain juga . Ay 4 .
  2. Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus . Ay 5 .
  3. Tidak mempertahankan gaya dan prinsip – prinsip hidup lamanya . Ay 6 .
  4. Mengosongkan diri , dan mengambil rupa seorang hamba . Ay 7 .
  5. Barulah kita bisa merendahkan diri dan TAAT . Ay 8 .

Amos 3 : 3 “ Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji ? Firman Tuhan ini jelas memberi petunjuk Pentingnya untuk hidup sejalan dengan kehendak Allah agar tujuan Allah yang mulia bagi hidup kita bisa tergenapi , sebab kalau tidak Tuhan menginginkan kita kekanan , kita maunya kekiri selalu tidak sejalan , itulah sebabnya kita perlu memiliki pikiran dan perasaan sejalan dengan Yesus ( 1 Kor 2 : 16 / Fil 2: 5 )

Itu berarti kita harus hidup dalam ketaatan dan tunduk akan kehendak Allah dalam segala hal yang akan membawa pemulihan kehidupan dalam segala hal juga kalau kita hanya taat dan mengikuti petunjuk hanya dalam hal tertentu dan berhenti , dan merasa puas diri , akan berakibat kita tidak mengalami pemulihan dalam hal-hal lainnya , sehingga pemulihan segala sesuatu yang menjadi rencana Allah tidak terjadi , contoh seseorang yang menginginkan pemulihan dalam keuangan , orang itu mentaati petunjuk Firman Tuhan dalam hal keuangan seperti :

• Mengembalikan milik Tuhan , Mal 3:10 .
• Mengembalikan milik orang lain , Luk 16:12 .
• Tahu prinsip menabur , 2 Kor 9 : 6 .
• Murah hati , peduli hal-hal social . Ams 11:24-25 / 19:17 / 21 : 13 / 28 : 27 .

konsep mengenai keuangan sudah benar , tetapi ada hal lain yang jauh lebih penting tetapi terabaikan yaitu membangun karakternya , sehingga sebetulnya Tuhan mau mempercayakan lebih lagi , menjadi tertunda karena Tuhan tahu kalau diberi lebih lagi bisa jadi sombong , tidak peduli orang yang kekurangan atau puas diri merasa hidupnya sudah beres dihadapan Tuhan sehingga tidak mempunyai keinginan mengalami perubahan diarea kehidupan lainnya .

Itulah sebabnya penting membangun karakter kerajaan Sorga dalam kehidupan kita melebihi dari segala yang hanya berhubungan untuk perkara hidup dalam dunia yang sementara ini, jadi Pembentukan karakter bagi Tuhan merupakan prioritas utama lebih dari semua keinginan dan kebutuhan manusiawi kita , sebab hasil pembentukan karakter akan berlangsung sampai dalam kekekalan ! sedang segala kebutuhan hidup hanya bersifat sementara dibumi ini saja .

Sarana /alat dalam pembentukan karakter anak-anakNya , Tuhan memakai “ Penderitaan “ sehingga anak-anakNya betul-betul menyerah dalam ketaatan total kepadaNya , tidak lagi menggunakan akal budinya , uangnya , pengalaman hidupnya , atau mengandalkan kekuatan-kekuatan lain yang ada dibumi ini , tetapi taat sepenuh hati kepada petunjuk-petunjuk Firman Tuhan . ( 1 Kor 10:13 ) dalam hal ini kita perlu belajar pengalaman pembentukan bangsa Israel setelah keluar dari Mesir ( Mesir adalah gambaran dunia ini ) , pengalaman bangsa Israel ini perlu kita pelajari supaya kegagalan bangsa Israel tidak kita ulangi lagi , ( 1 Kor 10 : 11-12 )

Bersambung …

Sambungan … Bag IV

Ulangan 8 : 2 . Firman Tuhan ini menjelaskan Tujuan pencobaan/penderitaan dalam kehidupan bangsa Israel adalah :

• Agar bangsa ini merendahkan diri dihadapan Allah , tidak mengandalkan diri sendiri

• Menguji hati , sebetulnya yang dihormati , yang dipuja siapa ? , ternyata Tuhan tidak dihormati sebagai penguasa atas hidupnya , dan dalam hati bangsa Israel ini masih banyak yang dipuja , yaitu berhala-berhala lain .

Berbicara tentang penderitaan sebagai proses hidup , perlu kita ketahui ada beberapa macam penyebabnya agar kita jangan salah mengerti dan menyalahkan Tuhan saat mengalami proses hidup lewat penderitaan ;

  1. Penderitaan bisa karena salah sendiri ,

a. Seperti kurang perhitungan waktu pinjam bank sehingga ketika gagal dalam usaha , menyebabkan penderitaan bagi seluruh keluarga karena rumah disita , ini bukan ujian tetapi buah kesalahan sendiri .

b. Karena suka menebar angin atau isiu-isiu sehingga menuai puting beliung atau angin tofan dalam hidupnya . ( Hosea 8:7 ).

c. Tidak taat menjalankan Firman yang didengar atau yang dibacanya sehingga tidak mengalami pemulihan segala sesuatu , dan juga kemerdekaan dalam area-area kehidupan lainnya . ( Yohanes 8:32 ) sedang orang yang baru percaya tetapi taat sudah mengalami pemulihan dalam hidupnya . ( Matius 19:30 )

d. Masih diperhamba oleh banyak dosa yang merupakan kebiasaan lama belum juga terlepas dalam kehidupannya , yang menyebabkan sakit penyakit , hal itu bukan pengujian dari Tuhan , tetapi akibat kesalahan sendiri . ( Roma 6 : 17-23 )

  1. Penderitaan akibat serangan roh jahat ,

Iblis sejak semula adalah perusak , pembinasa dan tentunya yang menjadi incaran utama adalah anak-anak Tuhan , bagaimana cara iblis melakukan hal tersebut ? Melalui cara halus dan cara kasar !

Cara halus .

• Melalui tipu daya yang licik anak-anak Tuhan yang kurang waspada terjebak , melalui mencampur baurkan kepercayaan dan adat istiadat dan pada akhirnya anak Tuhan tersebut jatuh dalam dosa dan mengalami penderitaan yang berkepanjangan kalau masih tidak menyadari maka anak Tuhan tersebut akan mengalami kebinasaan , Juga anak-anak muda yang terjebak narkoba , yang dipengaruhi gaya pergaulan bebas dizaman ini yang ujung-ujungnya berakhir kegagalan pendidikan karena hamil duluan, mengalami penderitaan yang berkepanjangan karena belum waktunya cari uang harus cari uang untuk menghidup keluarga mudanya .

• Melalui memutar balikkan kebenaran karena tidak mengerti kebenaran atau memanfaatkan kebenaran hanya untuk memuaskan kepuasan dagingnya yang berakibat kejatuhan dalam dosa , dan ada juga yang memutar balikkan kebenaran , menyebabkan orang lain ikut berdosa melalui pengajarannya yang salah dan berakibat dihakimi oleh Kebenaran itu sendiri . ( Yehezkiel 3 : 18 / Yoh 12 : 47- 48 ) contoh lain adalah , Hawa ditipu iblis dengan cara memutar balikkan kebenaran Firman Tuhan . ( Kejadian 3 : 1-6 )

• Melalui pemujaan dengan cara mensakralkan tempat – tempat tertentu , mengkramatkan benda-benda tertentu , sarana – sarana untuk ibadah seperti salib , Alkitab , air , minyak sehingga Tuhan Yesus tidak lagi yang terutama , yang utama malah sarana tersebut .

• Melalui pikiran yang kurang memahami kebenaran dengan baik , pikirannya bisa diserongkan setelah itu dikuasai iblis, orangnya memang tidak bisa dikuasai tetapi pikirannya bisa , contoh Yudas iskariot yang punya pikiran jahat setelah berkembang berbuah tindakan untuk menyerahkan Tuhan Yesus . ( Yoh 13 : 2 , 27 ) contoh lain seseorang sedang di Gereja

Bersambung …

Sambungan…Bag IV

pikirannya bisa melayang kemana-mana bahkan sampai ratusan kilo meter kesatu kota , atau timbul pikiran kotor saat sedang mendengarkan Firman Tuhan , kalau dibiarkan tidak dikendalikan pikirannya dikuasai iblis dan akhirnya dibuahi tindakan berdosa , cara mengendalikannya adalah menghancurkan keangkuhan hidup , yang tanpa disadari membangun tembok penghalang untuk mengenal Tuhan dengan benar , jalan keluarnya adalah hidup dalam KE TAATAN yang sempurna kepada Yesus Tuhan . ( 2 Kor 10 : 4-6 )

Cara kasar .

• Melalui segala macam bencana alam , baik itu lewat angin badai tofan , gempa bumi Kecelakaan pesawat, kereta api yang terus menerus atau bencana sakit penyakit secara masal disatu daerah . dllnya . ( Ayub 1 : 12 – 19 )

• Serangan secara langsung melalui manusia , lewat kesurupan , serangan orang gila yang membakar rumah , merasuki seseorang menjadi pembunuh sadis tanpa sebab seperti yang banyak terjadi di Amerika , anak yang tega membunuh orang tuanya , orang tua yang tega membunuh anaknya dllnya .

  1. Penderitaan sebagai ujian dari Tuhan .

Seperti sudah kita bahas diatas Tuhan memakai sarana penderitaan sebagai proses dalam menguji anak-anakNya agar memiliki karakter yang baik sesuai dengan kehendakNya , sehingga karakter seperti Kristus nampak dalam hidupnya ( 2 Kor 4 : 10-11 ) kita melihat semua hamba-hamba Tuhan juga mengalami proses tersebut dari Abraham , Ishak , Yakub,Yusuf , Musa , Daud , serta para NabiNya setelah lewat masa prosesnya barulah Tuhan menyatakan kemuliaanNya dalam kehidupan mereka , untuk mengerti kehendak Nya dan memperoleh kemuliaanNya , sarananya adalah hidup dalam KETAATAN total kepada Allah dalam hidup mereka , meskipun kadang bertentangan dengan hukum yang Tuhan berikan kepada Musa , Contoh :

• Nabi Hosea disuruh menikahi pelacur , untuk memberi gambaran kondisi bangsa Israel yang digambarkan sebagai Pelacur , meskipun demikian Tuhan tetap menerima kembali bangsa Israel . ( Hosea 1 : 2 )

• Petrus disuruh makan binatang yang haram sampai tiga Petrus menolak , bagaimana seandainya suatu saat ada suara Tuhan memerintah kita dan kita tahu itu bertentangan dengan Hukum Tuhan apa yang akan kita lakukan ? ( Kisah 10 : 11-16

Setelah melewati proses penderitaan mereka tidak goyah walau mendapat ancaman maut seperti yang dialami oleh :

• Sadrakh , Mesakh dan Abednego . ( Daniel 3 :17-18 )
• Stefanus yang tidak mau menyangkal imannya . ( Kisah 7 : 54-60 )

Apa rahasia Ketaatan ?

• Iman kasih karunia Roh Kudus ( 1 Kor 12 : 9a / 2 Kor 4 : 13a ) yang berkembang dalam kehidupan mereka , membangun manusia roh mereka jadi oleh pertolongan Roh Kudus seseorang bisa tetap ber Iman ( Ef 3:16 ) sehingga walau kebanyakan dari mereka tidak menikmati apa yang Tuhan janjikan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan dalam dunia ini mereka tetap bertahan sampai akhir hidup mereka , karena mereka punya pengharapan akan hal-hal yang lebih indah dan mulia didalam kekekalan . ( Ibrani 11 : 39 - 40 )

• Pengenalan akan Allah yang setia , yang tidak pernah melalaikan Firman yang disampaikan melalui para nabiNya ( Bil 23 : 19 / Yes 55:11 / Ayub 42 : 2 / Maz 12 : 7 ) membuat mereka tetap berharap walau tidak ada alasan untuk berharap .

• Tetap tekun berdoa , sampai pemulihan dinyatakan dalam kehidupan , sebab anak-anak Tuhan yang punya Iman yang kuat dan mengenal Allah yang setia , mampu melakukan lebih dari apa yang didoakan . ( Efesusu 3 : 20 )

Bersambung …

Sambungan …Bag IV

Kalau kita perhatikan sesungguhnya Tuhan Yesuspun mengalami proses penderitaan ketika ada didalam dunia seperti yang dikatakan dalam ;

Ibrani 5:7-8 .“ dalamkehidupanNya sebagai manusia , IA telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap dan tangis dan keluhan kepada DIA , yang sanggup menyelamatkan Nya dari maut dan karena kesalehan Nya IA telah didengarkan, dan sekalipun IA adalah anak, IA telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritanya .

Kalau Tuhan YESUS saja harus melewati proses kehidupan seperti itu , maka kitapun jangan goyah atau mengeluh melewati proses dalam kehidupan , sebab tujuannya adalah agar bisa memiliki karakter surgawi bukan duniawi lagi , dampak dari perubahan karakter duniawi menjadi surgawi membuat Tuhan akan mempercayakan kemuliaanNya dalam kehidupan kita yang berwujud berkat-berkat dan karunia-karunia ROH KUDUS .

Jadi sarana untuk menghasilkan perubahan karakter duniawi jadi surgawi adalah ketaatan dengan komponen untuk bisa taat adalah :

  1. Tidak memikirkan diri sendiri , tetapi kepentingan orang lain juga .
  2. Menaruh pikiran yang sama dengan KRISTUS YESUS .
  3. Tidak mempertahankan gaya hidup pola pikir lamanya .
  4. Mengosongkan diri , dan mengambil rupa seorang hamba .

Karena menggunakan komponen-komponen seperti itu barulah kita bisa TAAT seperti Tuhan YESUS yang TAAT sampai mati ! - Amin -


Membangun karakter Kerajaan Sorga Bag V

Kita sudah mempelajari karakter warga kerajaan Sorga , mulai dari :

  1. Cara melihat tidak hanya melihat kesalahan orang saja , tetapi melihat kedalam diri sendiri , sehingga tidak jatuh dalam dosa menghakimi sesama ,

  2. Kita juga mempelajari seorang yang berkarakter kerajaan Sorga , mengikuti kehidupan Tuhan Yesus yang rendah hati , memiliki hati seorang hamba yang taat akan kehendak BAPA , menghasilkan seorang yang suka memberitakan injil sukacita !

  3. Dan kita juga sudah mempelajari seorang yang memiliki karakter kerajaan sorga tetap tekun dan setia saat mengalami proses hidup karena tahu dibalik proses hidup Tuhan sedang merencanakan hal-hal yang mulia bagi kehidupannya . !

Sekarang kita mempelajari bagaimana anak Tuhan bisa dikatakan memiliki karakter kerajaan sorga , dilihat dalam hal “ Pengucapan syukur “ didalam perjalanan hidupnya .

Syukur = thanksgiving ( Inggris ) , Eukharistia ( yunani ) standart kehidupan seorang anak Tuhan seharusnya menjadi eukharistoi ( 2 Kor 4 : 15 / 9:15 ) artinya hatinya penuh dengan ucapan syukur / rasa berterima kasih , kebalikannya seorang yang tidak bisa mengucap syukur / berterimakasih disebut akharistoi ( 2 Tim 3:2 )

Mari kita melihat dua gambaran orang didalam Alkitab yang satu menyatakan rasa trimakasih dan syukurnya dan yang satunya lagi tidak tahu berterimakasih ;

  1. Yohanes 12 : 1-3 .
    Dari Firman Tuhan ini kita bisa melihat Maria menyatakan rasa syukurnya diwujudkan dengan meminyaki kaki Tuhan Yesus pakai minyak narwastu jati yang sangat mahal harganya dan menyekanya dengan rambutnya , nilai minyak itu sama dengan gaji setahun pada masa itu , ini gambaran seorang yang menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya rela berkorban memberikan yang terbaik bagi Tuhan Yesus , karena tahu tidak banyak kesempatan untuk menyatakan rasa syukurnya Kepada Tuhan Yesus .

  2. Lukas 17 : 11-19 .
    Disini kita melihat gambaran orang yang tidak tahu berterima kasih , 10 orang yang sama-sama mengalami kesembuhan , tetapi yang 9 orang tidak ada satupun yang kembali menyatakan rasa syukur dan trimakasihnya , hanya satu orang Samaria yang datang kembali kepada Tuhan Yesus untuk menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas mujizat kesembuhan yang diterimanya , ini adalah gambaran banyak orang yang sudah dibebaskan dari kutuk dosa ( Kusta ) tetapi tidak banyak yang tahu mengucap syukur dan trimakasih kepada Tuhan , justru orang yang dimata masyarakat tidak dipandang sebelah mata ( Samaria ) tetapi justru yang tahu mengucap syukur .

Akibat tidak tahu mengucap syukur kita bisa melihat bangsa Israel sebagai contoh , ketika mengalami sedikit kesulitan , kesusahan , pergumulan hidup , mereka langsung bersungut-sungut kepada Musa ( hambaNya ) tanpa disadari segala keluhan bangsa Israel tersebut secara langsung ditujukan kepada Tuhan yang menganggap Tuhan tidak mampu membawa hidup mereka sampai tujuan , akibat suka mengeluh dan tidak tahu mengucap syukur sebagian besar dari bangsa tersebut tidak mewarisi tanah perjanjian ( Janji Allah ) . 1 Kor 10 : 1- 13 .

Seseorang tahu bersyukur kepada Tuhan karena mengetahui betapa besar anugrah yang Tuhan berikan bagi hidupnya baik saat dibumi ini sampai kekekalan ;

• Menyadari dirinya sudah dipilih , dipanggil dan dibenarkan sebelum dunia dibentuk untuk menjadi alat kemuliaanNya . ( Mat 5 : 13-16 / Rom 8 : 30 / Ef 1 : 4 )

Bersambung …

Sambungan …Bag V

. Mengetahui karena status dirinya yang sudah menjadi milikNya , sekarang hidupnya dimata Tuhan menjadi berharga dan mulia . ( Yes 43 : 4 )

• Mengetahui Keselamatan yang dianugrahkan kepada kita bukan hanya untuk sementara hidup didalam dunia ini saja , tetapi dijamin sampai kekekalan . ( Yoh 5 : 24-25 / 10 : 28-29 / Filipi 1 : 6 / Ibrani 7:25 )

• Tuhan akan melimpahi kita dengan kebaikan dan membukakan perbendaharaanNya yang melimpah , memberkati semua usaha kita , sehingga kita memberi pinjaman dan tidak meminjam , Tuhan akan mengangkat menjadi kepala dan bukan ekor semuanya ini akan diberikan kalau kita yang tetap setia melakukan kehendakNya dalam kehidupan kita . ( Ul 28 : 12-14 / Bil 6 : 24 - 26 )

• Kita yang ada didalam Kristus dan hidup dalam kehendakNya dijamin selalu berkemenangan dalam perjalanan hidup kita . Yes 58:14 / Rom 8 : 37 / 2 Kor 2 : 14 .

• Barangsiapa memberkati kita ia akan diberkati Tuhan , sebaliknya barang siapa mengutuki kita ia akan dikutuki Tuhan . ( Kej 12 :3 / 27:29 ) dalam hal ini ada orang yang merasa lebih afdol kalau datang sendiri ke Israel kebukit Muria dimana Tuhan bersabda kepada Abraham bahwa keturunannya akan menerima berkat dari Tuhan berlimpah-limpah karena ketaatan Abraham kepada Tuhan .( Kej 22:16-18 ) kalau Tuhan hanya memberikan berkat kepada mereka yang datang dibukit Muria dan harus keIsrael sana , maka mereka yang tidak bisa pergi ke Israel tidak memperoleh berkat Abraham ? , puji Tuhan ternyata tidak demikian , melainkan barang siapa yang ada didalam Kristus yang akan menerima berkat Abraham . ( Gal 3 : 29 )

• Dipelihara dan dijaga Tuhan lewat malaikatNya yang diutus menjagai disepanjang jalan kehidupan kita seperti biji mata Nya . ( Ul 32:10 / Maz 91:11 / Zakh 2 : 8 )

• Kesetiaan akan semua perjanjianNya kepada kita bersifat kekal , sampai ribuan keturunan bukan sesaat saja . ( Ul 5 : 10 / Yes 54 : 7 - 10 / 2 Tim 2 : 12-13 )

Dan banyak lagi janji yang Tuhan sampaikan melalui para Nabi dan hamba-hambaNya , pengertian demikian , membuat kita semua seharusnya menjadi “ eukharistoi “ , seorang yang hatinya penuh dengan rasa trimakasih dan ucapan syukur kepada Tuhan yang sedemikian hebat dan muliaNya merencanakan hal-hal yang indah baik saat hidup dalam dunia ini maupun sampai kedalam kekekalan , itulah sebabnya ketika para Nabi menerima pesan untuk disampaikan kepada umat Tuhan mereka ingin tahu dan para Malaikat juga ingin tahu , sebab sedemikian besar kasih karunia yang Tuhan rencanakan bagi kita umat yang telah dipilih dan dipanggil dan dimuliakan ! ( luk 10 : 24 / 1 Petrus 1 : 11-12 )

Seharusnya sebagai seorang yang sudah menerima janji-janji Allah yang demikian besar dan mulia kita memiliki gaya hidup berbeda dengan mereka yang tidak punya kepastian akan kehidupannya baik untuk masa kini maupun untuk masa dalam kekekalan , dengan sikap dan tindakan dalam hidupnya , yaitu setiap saat setiap waktu menaikkan ;

  1. Pujian dan ucapan syukur dimulai saat bangun dipagi hari , saat doa pagi membawa korban syukur dan mazmur kepada Tuhan . ( Maz 5 : 4 )

  2. Pujian dan ucapan syukur saat malam hari , dan saat bangun tengah malam , karena mengingat akan hukum-hukumNya yang adil . ( Maz 16 : 7 / 119 : 62 )

  3. Rasa syukur seharusnya dinaikkan oleh kita umat ketebusannya sejak saat memasuki baitNya ( tempat ibadah ) ( Maz 100 : 4.)

  4. Rasa syukur karena Tuhan sudah melepaskan dari musuh-musuh , sebab Tuhan menyatakan diriNya sebagai gunung batu , kubu pertahanan , tempat berlindung , perisai dan tanduk selamat kita . ( Maz 18 : 1- 4 )

  5. Ucapan syukur karena kasih setiaNya kepada kita dengan kasih yang kekal , ucapan syukur dan mazmur karena hanya untuk sesaat IA murka tetapi karena kasih setiaNya IA kembali menyayangi kita . ( Maz 30 : 5-6 / Yes 54:10 / Yer 31:3 )

Bersambung …

Sambungan …Bag V

  1. Bersyukur karena Allah menjadi tempat perlindungan dan kekuatan , sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti . ( Maz 46 : 2 )

  2. Rasa syukur dinyatakan senantiasa setiap saat setiap waktu dimana saja , kapan saja, dalam keadaan apa saja , oleh kita semua umatNya . ( Maz 118 : 1- 4 / 1 Tes 5:18 )

Kenyataannya banyak umat Tuhan tidak memahami akan hal ini Sehingga perjalanan hidupnya diwarnai kebingungan , ketakutan dan ketidak pastian akan keselamatan jiwanya dan keluhan-keluhan saat mengalami sedikit tekanan didalam perjalanan hidupnya !, seharusnya perjalanan hidupnya , diwarnai dengan suka cita , dan ucapan syukur , karena percaya akan janji Allah yang pasti digenapi ! yang menjadi penyebabnya adalah :

Karena banyak umat Tuhan setelah diselamatkan tidak berbalik kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh , dan menjadikan Tuhan YESUS sebagai TUAN dan RAJA yang berdaulat dalam hidupnya , ( 1 Kor 6:19 – 20 / 2 Kor 3 : 14-16 ) sebaliknya banyak umat Tuhan menjadikan Tuhan YESUS hanya sebagai pemberi berkat saja, sedangkan kalau mau menempatkan diri hidup sebagai anak maka kita akan menerima segala harta warisan yang Tuhan telah sediakan . ( Rom 8:17 ) untuk memahami hal ini mari kita melihat ;

• Kejadian 25 : 5 – 6 disini kita melihat hanya keturunan Abraham dari Sara ( anak hasil perjanjian/Roh ) yang akan mewarisi segala harta miliknya , sedangkan yang bukan keturunan Sara ( anak hasil daging ) hanya mendapat pemberian saja , jadi betapa pentingnya kita menempatkan diri sebagai anak yang taat dan setia kepada pimpinan ROH KUDUS , bukan hidup menuruti emosinya atau dagingnya saja ! sehingga kita akan mewarisi janji Tuhan yang melimpah bukan hanya pemberian saja !

Tuhan menginginkan kita semua sebagai anak-anakNya mengucap syukur dalam segala hal dengan tujuan agar kita semua mengetahui dampak pengucapan syukur , nyanyian dan pujian kepada Tuhan mendatangkan berkat bagi kita mencelikkan mata rohani kita betapa besar kuasa pujian , contoh Kota Yerikho runtuh karena kuasa pujian ( Yos 6 : 20 ) , ini berbicara tembok masalah dan persoalan akan runtuh kalau kita umatNya tahu mengucap syukur yang berkualitas dihadapan Tuhan , demikian juga penjara dikota Filipi terbuka karena ada hambaNya yang mengucap syukur dengan memuji Tuhan ,( Kis 16 : 25-26 ) bahkan iblis akan menjauh dari kehidupan kita karena tersiksa oleh pujian kita umatNya . ( Maz 149 : 6-9 )

Melalui pemahaman ini marilah kita datang menghampiri Tuhan dengan membawa korban syukur karena Keselamatan yang sudah diberikan , karena kita berharga dimata Tuhan , dibuktikan kasih setiaNya yang tak pernah beranjak dari kehidupan kita , Pada akhirnya kalau kita tahu mengucap syukur dan berterimakasih kepada Tuhan Juruselamat kita , menunjukkan kita umat yang berkarakter kerajaan Sorga yang kehidupannya diwarnai dengan ucapan syukur dan trimakasih kepada Tuhan juru selamatnya . - Amin -


Membangun karakter Kerajaan Allah Bag VI

Pentingnya kita belajar “ membangun karakter Kerajaan Allah “ adalah Agar kita tahu kehendak dan rencanaNya , yang Tuhan sudah tetapkan bagi kehidupan kita , sehingga bisa mengalami semua yang Tuhan rencanakan itu dengan cara taat melakukan Firman Tuhan yang kita baca maupun yang kita dengar melalui kotbah-kotbah , sebab melalui ketaatan kita akan tahu kehendak Tuhan , dan bisa menikmati janji Allah yaitu masa depan yang penuh pengharapan . Sekarang kita belajar lebih jauh lagi bagaimana “ Membangun karakter Kerajaan Allah “ yaitu dalam hal “ Membawa persembahan “

Efesus 2:20 menjelaskan bahwa Gereja dibangun diatas dasar para Rasul dan para Nabi , dengan Kristus sebagai batu penjurunya .” ini menjelaskan kepada kita bahwa Gereja ( Jemaat Tuhan ) kalau mau tumbuh seperti yang Tuhan kehendaki harus dibangun dengan ajaran para tukang bangunan yaitu Rasul dan Nabi , Kitab Perjanjian lama mewakili ajaran para Nabi , dan kitab perjanjiab baru mewakili para Rasul jadi bangunan kerohanian yang komplit tidak bisa dibangun dalam kitab Perjanjian baru saja , yang banyak menekankan tentang kasih karunia, pengampunan, dan kemurahan atau hanya berdasar kitab Perjanjian lama saja yang banyak memfokuskan pada kedisiplinan, peraturan, hukuman dan ketegasan saja , jadi kualitas bangunan rohani yang baik harus dibangun dalam ajaran “ Rasul “ dan “ Nabi “ .

Kalau kita perhatikan dalam Alkitab bagaimana membawa korban yang berkenan kepada Tuhan , dalam Perjanjian baru dijelaskan “ korban/ penyembahan yang hidup , yang kudus dan yang berkenan adalah mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang sejati “. ( Roma 12 : 1-2 ) ayat ini menjelaskan seluruh hidup dan apa yang ada pada kita itulah yang harus menjadi korban persembahan yang berkenan dan yang sejati, karena hidup kita setelah diselamatkan bukan lagi menjadi milik kita sendiri tetapi milik Tuhan. ( 1 Kor 6 : 19-20 ) untuk melihat lebih terinci bagaimana mempersembahkan korban yang berkenan kepada Allah , kita belajar dari dalam kitab Perjanjian lama melalui, Imamat yang berisi ajaran tentang korban-korban , semuanya itu diperintahkan kepada bangsa Israel agar mereka tahu bahwa Allah itu kudus dan Mulia, jadi cara membawa persembahan kepada Tuhan tidak boleh sembarangan .

Makna dari korban yang Tuhan tetapkan dalam kitab Imamat ini ,

  1. Imamat 1: 6 , 8-13 / 8:18-21 / 16:24 “ Korban Bakaran “ bahan yang dikorbankan adalah, lembu, domba, kambing jantan, atau burung tekukur ( anak burung merpati bagi yang miskin ) dibakar sampai habis semuanya harus tidak bercacad, bertujuan umat Tuhan kalau melakukan penyembahan dengan membawa korban-korban sebagai ungkapan pengabdian, penyerahan dan ketergantungan mutlak kepada Allah .

  2. Imamat 2 / 6 : 14-23 . “ Korban sajian “ bahan yang dikorbankan adalah, padi-padian, tepung terbaik, minyak zaitun, kemenyan, roti yang dibakar ( tanpa ragi ) Suatu korban yang dibawa kepada Tuhan , sebagai ungkapan rasa syukur atas kemurahan, berkat keberhasilan dalam usaha, panenan dan pemeliharaan Allah .

  3. Imamat 3 / 7:11-34 . “ Korban keselamatan “ bahan binatang tanpa cacad yang berupa lembu, domba atau kambing , Suatu korban , sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan dan korban syukur atas persekutuan satu dengan yang lain sebangsa

  4. Imamat 4:1-5 / 6:24-30 / 8:14-17 “ Korban penghapus dosa “ terdiri dari :

  5. Lembu muda, untuk imam besar dan Jemaat.

  6. Domba atau kambing jantan, untuk pemimpin .

  7. Kambing betina atau anak domba, untuk orang bukan dari bangsa Israel .

  8. Burung tekukur atau anak burung merpati, untuk yang miskin.

  9. Sepersepuluh efa tepung yang terbaik untuk yang sangat miskin.

Bersambung …