Membunuh dalam peperangan apa dosa?

Menurut Alkitab, Dosakah seorang / tentara kristen membunuh dalam medan peperangan??
Kalo tidak apa dasar ayatnya dan apa bedanya dengan membunuh di dunia sipil atau sehari-hari?
Kalo ya, kenapa masih banyak orang kristen yang ingin jadi tentara?

wah keren pertanyaannya… boleh tu dibahas…

mana ne tukang ributnya, koq pada diem, reme kalau pas bahas Maria, Paus, Perpuluhan aja?

Kagak seru buat diributin.
Ngeri ada bunuh-bunuhan :onion-head30:

perang kn ad ttp aturan n g smbrgn bro

nabi kt emg ga dtakdirkan ngajarin peperangan, kalo nabi sebelah dia punya aturan soal ginian, jd org muslim lbh tau bro

bukannya pada masa perjanjian lama Tuhan sendiri ada beberapa kali menyuruh bangsa Israel berperang melawan bangsa lain ya(namanya perang kan pastinya akan terjadi saling bunuh) biarpun sudah ada Hukum Taurat yg melarang orang membunuh(contohnya pada jamannya Daud).menurut temen2 gimana??

ada istilah : “dimana bumi dipijak, disitu langit dijungjung”

artinya apapun agamanya, maka imannya dibawah penguasa, kalau kamu diminta bela negara, mk kamu harus taat, jadi ga bisa kamu hubungankan dgn iman.

ajaran yesus : “jangan membunuh”, “berikan pipi kiri/kanan”; “kasihi musuhmu”, ga bisa dipake dalam bela negara.

nasionalisme itu diatas imanisme.

Sebenarnya ini sudah masuk ranah etika Kristen, artinya persoalannya bukan sekedar dosa atau tidak dosa, tetapi bergantung kepada situasi dan alasan mengapa seseorang melakukan tindakan tersebut. Dalam hidup manusia akan sering berhadapan dengan dilema moral yang tidak bisa disikapi secara hitam putih bahwa ini dosa dan ini tidak, tetapi atau faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Sebagai contoh, apakah kita boleh membunuh seorang psikopat gila yang berusaha membunuh keluarga kita? Kalau kita bicara hitam-putih, bagaimanapun membunuh adalah dosa. Tetapi masalahnya manusia kadang2 berada dalam situasi yang benar2 terjepit dengan pilihan yang terbatas dan sama-sama tidak menyenangkan. Dalam situasi demikian, maka terpaksa dia akan memilih yang secara moral lebih rendah tingkat “rasa bersalahnya”.

Kembali ke membunuh dalam peperangan. Saya contohkan seorang diktator gila seperti Hitler bermaksud memusnahkan sebagian besar manusia demi menjaga kemurnian ras. Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi keluarga, bangsa kita? Tidak ada jalan lain kecuali berperang. Di sini masalahnya bukan lagi dosa atau tidak dosa, tetapi memilih mana yang secara moral lebih unggul/lebih baik.

Dilema moral sejenis:
Misalnya kita bisa memilih menyelamatkan nyawa orang lain, mana yang akan anda selamatkan?

  • sekumpulan warga masyarakat yang baik atau sekumpulan narapidana pelaku kriminal? (benar bukan hak kita menentukan mana yang lebih baik, tetapi secara moral menyelamatkan orang2 baik akan lebih membawa ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat).
  • ibu hamil yang terancam jiwanya atau anak yang akan dilahirkannya (secara moral kita akan memilih menyelamatkan ibu sebagai kehidupan aktual daripada anak yang masih berupa kehidupan potensial)
  • nyawa orang banyak atau satu nyawa (secara moral orang akan memilih menyelamatkan yang lebih banyak)
  • membunuh demi kedamaian atau terbunuh bersama-sama orang2 baik lainnya (manusia akan cenderung memilih menyelamatkan hidupnya, keluarganya dan orang2 lainnya meskipun terpaksa harus membunuh).

Demikianlah yang terjadi dalam dilema peperangan. Untuk suatu situasi dan alasan yang benar, saya percaya Allah Mahakasih tidak akan menghakimi manusia secara tidak adil.

Salam

dari kacamata manusia, aku setuju bro.

jangankan nyawa keluarga, dompet kitapun kita pertahankan, kalau perlu tusuk / pukul mati tu jambret/rampok, ini bukan dosa, ini pembelaan utk mempertahankan hak milik kita.

dalam kehidupan nyata, ini bisa dilakukan tanpa perasaan berdosa, sayangnya hukum negara tidak mengizinkan apa yg disebut “etika moral”.

Dear lws

Topik ini sebenarnya bukan topik yang dihindari namun masuk dalam konteks diperdebatkan karena tidak ada Firman khusus dan langsung mengenai perihal perang dalam arti apakah boleh atau tidak, kalau boleh kondisinya harus seperti apa. Namun perlu dilihat dari kacamata etika dan cara pandang dunia secara Kristiani

Kalau menurut saya, orang Kristen harus mengusahakan dirinya untuk berdamai dengan setiap orang. Namun jika ada kondisi dimana ada orang Kristen yang sudah menggumulkan untuk terjun ke dalam perang, maka itu akan menjadi tanggung jawab masing-masing pribadi. Pergumulan yang dimaksud harus disadari benar apakah memang perang yang diikuti itu dalam rangka memperjuangkan sesuatu yang dinilai baik (dalam nilai dan tujuannya). Misal perang kemerdekaan tahun 1945, perang dunia ke-2 melawan Jerman dan Jepang

Namun perlu dibedakan dengan perang yang terjadi jika kita menjadi tentara suatu negara dan dikirim ke medan perang, maka ada kewajiban kita untuk mematuhi negara/pemimpin negara dengan catatan tidak menyalahi nilai-nilai yang kita sebagai orang Kristen anut; misal jika diminta membunuh warga sipil, perlakuan tawanan perang yang tidak manusiawi.

Dalam kasus lain bisa ditemukan kondisi cukup pelik, misalnya menolak terlibat dalam perang untuk menginvasi negara lain, seorang tentara Kristen dapat menolak terang-terangan perang tersebut dan dicap desersi atau ikut dan mungkin tidak sesuai hati nurani dan nilai yang dia anut. Itu menjadi ranah pribadi dan pergumulan pribadinya. Kita tidak dapat mencap dia salah atau benar dalam kasus ini.

Jadi menurut saya, orang Kristen boleh menjadi tentara untuk membela negara dan rakyat. Lebih baik lagi orang Kristen masuk dalam jajaran petinggi militer sehingga bisa merumuskan doktrin militer yang tidak melanggar iman Kristiani, misal merumuskan doktrin militer yang bersifat defensif.

Perihal bunuh-membunuh dalam perang masih menjadi perdebatan panjang bagi kita orang Kristen. Jika dilihat pada jaman PL didapati banyak perang yang terjadi dan diperintahkan Tuhan. Namun tidak berarti Tuhan menginginkan perang, dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa perang dapat menjadi salah satu konsekuensi yang tidak dapat dielakkan hanya karena kita seorang Kristen atau dengan kata lain tidak serta merta karena kita orang Kristen maka kita dapat menghindari perang yang diinisiasi dari luar masuk ke dalam kehidupan kita.

Salam

yg aku bold, itu ga mungkin bro, menyalahi nilai2 kristen menurut ukuran apa ? kalau ukuran manusia / negara itu jelas bisa dan berbeda-beda.

ukuran nilai rohani, tidak bisa ditentukan manusia.

kalau mau jujur, apapun alasannya membunuh musuh adalah dosa menurut FA, tapi berbeda dgn ideologi nasionalisme membunuh musuh berarti pahlawan.

manusia seperti kita cenderung malakukan pembenaran diri sendiri atas apa yg kita lakukan sekalipun melanggar etika moral FA, ini namanya membuat nilai FA berada dalam gengaman kuasa / pemikiran manusia, tidak lagi dalam kuasa Allah.

disetiap negara, apapun agama resminya, pasti akan seperti ini, kalau kita bicara negara kita, maka kita bicara bangsa kita, bangsa lain adalah musuh kita, gitu juga sebaliknya, musuh kita akan berpikir sama.

Tentara kristen Negara A vs Tentara kristen Negara M, sama2 menerapkan prinsip yg sama, mana kita bisa bicara tentang “mengasihi musuh” ?

jujur aja menurutku ,politik bertolak belakang dgn iman, politik seringkali menindas iman, tetapi kadang iman menyetir politik. dunia yang kacau.

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” Matius 24:7

kita mau jadi Tentara bangsa yg mana ?

“Oleh karena itu tunggulah Aku–demikianlah firman TUHAN–pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.” Zefanya 3;8

14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja* di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. 15 Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya. 16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.. Why 16

  • raja-raja, yg dimaksud pasti para pemimpin negara seluruh dunia.

aku dipihak TUHAN aja dah … :smiley:

Dear gg

apakah maksud saudara tentara Kristen yang berperang adalah bukan Kristen, atau tentara Kristen yang berperang perlu melepaskan identitas ke-Kristenannya? Iman tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari seorang Kristiani, tidak ada yang enak, menyenangkan atau baik dalam situasi perang namun perang mungkin tidak terelakkan dalam situasi tertentu. Penjabaran situasi tertentu memang tidak mudah dan tidak akan pernah mudah karena perang tidak pernah mudah dibenarkan atau diberikan alasan cukup logis bagi pihak manapun untuk memulainya.

Penilaian apakah saya terjun ke dalam perang sebagai anggota militer atau sebagai sipil harus didasarkan kepada pergumulan saya pribadi dengan Tuhan, apakah motivasinya karena memperjuangkan nilai yang benar seperti kebenaran dan keadilan atau dilandasi kebencian. Di akhir hari siapakah yang menilai? tentu Tuhan sendiri bukan?

Nasionalisme pada banyak kasus mengalahkan motivasi karena agama, tapi tidak berarti orang Kristen mengikuti paham itu bukan. Pembunuhan saat perang dalam Alkitab tidak bisa kita kategorikan dosa karena Firman Tuhan tidak mengatakan dosa dan tidak mengatakan bukan dosa, tapi tidak menjadikan pembunuhan dalam perang itu benar.

Jadi seorang Kristen yang terjun dalam perang harus mempertanggungjawabkan pribadi masing-masing kepada Tuhan namun tetap dari sisi pribadi Kristen tersebut harus menggumulkan dan memiliki nilai-nilai yang dianut yang menyebabkannya terjun ke dalam perang. Ada sejumlah teolog yang mencoba memberikan doktrin mengenai keterlibatan orang Kristiani dalam perang namun terbatas dan tetap diperdebatkan sampai saat ini. Salah satu tulisan yang menurut saya cukup bagus bisa dilihat di http://www.seabs.ac.id/journal/april2003/Prinsip%20Dasar%20Etika%20Kristen%20Tentang%20Perang.pdf

Salam

Dari beberapa jawaban diatas, dapat saya simpulkan:
membunuh tdk dosa dengan syarat bla…bla…bla…
Bukannya FA…ya diatas ya… dan tidak diatas tidak…
Tidak ada zona abu abu…

Makasih bro, bacaan bagus. :afro:

Kadang aku jadi bertanya, ketika ada suatu bangsa yg meneggakan keadilan demi bangsa dan agama yg diyakininya, dengan membasmi / membunuh dalam “perang”, yg dalam buku the city of God disebut “an act of love” menjadikan hukum atau perintah “tidak membalas kejahatan dgn kejahatan” (Mat.3:39) tidak lagi berlaku mutlak.

Menurut Agustinus dlm buku tsb : perang harus memenuhi 3 unsur :

  1. penguasa yg sah, ini clear
  2. alasan perang, ini ambigu (lebih bertendensi pada pandangan secara manusia)
  3. motivasi yg benar, ini juga ambigu (lebih bertendensi pada pandangan secara manusia)

Adakah perang tanpa kepentingan ? TIDAK ADA.

Dalam PL perang is permisible, YES.
Dalam PB perubahan radikal dari PL.

Jika tidak tentu aksi balas membalas, aksi jiwa ganti jiwa akan berlaku bagi orang Kristen, seperti yg dilakukan bangsa Yahudi yg masih berada dalam hukum PL.
DILEMA ? sebenarnya : ya dan tidak, tergantung kita mau menggunakan dasar yg mana, dasar hukum KRISTUS (pacifisme, istilah buku tsb) atau “just war theory”.

Maka hukum “Jangan Membunuh”, akan dianggap mutlak atau relatif ?

YESUS berkata : “52 Maka kata YESUS kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?. Matius 26.

Apakah kita kan membantah perkataan YESUS : ya Tuhan, ini aku lakukan demi “an act of love” or “justice for all” ?

Pada posisi kita yg memerangi musuh, kita bilang itu adalah “an act of love”, tapi …
Bagaimana kalau musuh yg memerangi kita karena alasan yg sama: “an act of love” ?

Tapi memang betul, adalah keputusan pribadi utk memilih, yg jelas banyak pertimbangan yg harus dibuat sebelum bertindak, ini bisa menimbulkan “perang bathin” yg sangat berat.

Saya sering bunuh nyamuk pake baygon , :wink:
ngeri engga ?

Benar hukum negara tidak mengijinkan “etika moral” tetapi hukum negara juga mempertimbangkan alasan dan situasi yang melatarbelakangi sebuah kasus. Seorang pembunuh akan terkena tuntutan pasal pidana (hukum), tetapi alasan dia membunuh juga akan dipertimbangkan di pengadilan.
Di amerika, misalnya, membunuh karena membela diri bisa dibebaskan dari tuntutan hukuman (tetapi tentu saja tidak selalu membebaskan dia dari perasaan bersalah).

Salam

Dear gg

Saya sependapat dengan pandangan saudara diatas ini. Kalau diambil konteks ke jaman sekarang (dibanding dengan perang di jaman PL) tentu tidak bisa diperbandingkan secara sama, karena di PL perang diperintahkan Tuhan secara langsung kepada orang Israel, tentu kepentingan Tuhan disini pasti tidak terpikirkan oleh kita secara sempurna. Jaman PB tidak ada satupun ajaran Yesus atau para Rasul tentang orang Kristen maju berperang secara eksplisit namun kelihatannya mereka tidak mempermasalahkan prajurit-prajurit yang menjadi Kristen dengan tetap menjalankan profesi mereka (sebagai prajurit).

Ada peringatan Yesus mengenai bunyi genderang perang yang pasti akan terjadi di akhir jaman, tapi untuk peperangan yang terjadi di saat ini (Irak, Afganistan, mungkin lainnya) saya rasa timbul lebih karena konflik kepentingan dan perebutan sumber daya alam. Apakah ini pertanda akhir jaman sudah dekat? Tidak ada yang tahu secara pasti.

Salam

Dear lws

Betul, Firman Tuhan tidak ada yang abu-abu. Prakteknya dalam kehidupan manusia, kita yang abu-abu. Karena kita tidak memiliki pengetahuan menyeluruh tentang pikiran Allah (kedewasaan penuh) yang dalam tahap proses sampai kita disempurnakan kelak.

Firman Tuhan tidak abu-abu, kita (penilaian, ukuran) yang cenderung abu-abu.

Salam

perang yg kyk gmn dulu bro.
.perang tuk mmpertahankn diri kalo emg terdesak y ga masalah bro. Ini kan lebih condong ke DEFENSIF Bro.
Masalahna skrg org2 dikit2 emosi dikit2 perang ya itu yg ga bole. Kalo masalah jgn membunuh , skrg kalo negara kt dijajah , dijajah apa ga da bedanya membunuh, membunuh kebebasan, membunuh hak, membunuh perasaan dan d suruh kerja paksa apa ga membunuh scr perlahan. Makana kita perang melawan penjajah krn mereka kerjaannya membunuh yg artiny tu luas. Jadi perang kalo ga da tujuan yg bnr2 BENAR ya dosa dan seblikny.

]
bro .kejahatan emang ga boleh d blas kejahatan. Tp tuhan jg nyiptain ki ta b uat brpikir bro kt punya hati nvrani kita punya logika. PERANG itu adalah jalan yg paling terakhir. Kalo bs diplomasi y diplomasi aja. Terus ente aja skrg MENIKMATI Kemerdekaan Indo bs ngomong gini …coba ente lahir 100thn lbh cepat ente mo ngomong apa. Ente mau gali banker lalu sembunyi ketika lu djajah? Sampe tua. lalu keluar liat tengkorak org2 dekat lo brserakaan. Atau ente pgn dijajah dsuruh krja rodi mpe 2012.?
Atau ngecap buyut, kakek nenek lo sbg pendosa karena ikut perang dan menghasilkan ‘hadiah’ kemerdekaan skrg? Maaf anda keterlaluan. THX. Perangtu adalah jln terakhir dan harus bnr2 BENAR ALASANY. Thx lg.