Memikul Salib

Ada sebuah toko roti tidak jauh dari sekolah tempat saya belajar. Di depan toko itu ada seorang gadis lumpuh yang setiap hari duduk meminta-minta. sejauh ingatan membawa saya, gadis itu sudah ada sejak saya duduk di bangku taman kanak kanak sampai saya lulus SMA kurang lebih 15 tahun. Sekarang sudah 5 tahun sejak saya lulus SMA dan saya pun lupa kapan saya terakhir melihatnya.

Belakangan ini saya membaca buku dan mengetahui ada empat orang kawan dari orang lumpuh yang mencoba membawa orang lumpuh itu ke seorang Tabib. Singkat cerita orang lumpuh itu bertemu Tabib yang terkenal itu dan Tabib itu berkata “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya.

Apakah mungkin? ia sembuh? mungkin sekali, orang lumpuh yang disembuhkan adalah seorang laki laki, bukan gadis yang berada di depan sekolah saya. Anda pun bisa mengetahui kisahnya di Lukas 5:17-26. Saya kan tidak pernah berkata bahwa yang disembuhkan itu adalah gadis itu, saya hanya berkata bahwa saya membaca buku dan mengetahui ada orang lumpuh yang disembuhkan.

Lalu, apa hubungan orang lumpuh dengan Pikul Salib?
Sebelum kita melihat hubungan yang ada mari kita melihat apa kata alkitab mengenai salib.

Pembahasan mengenai salib bisa berlangsung siang dan malam, begitu banyak hal yang bisa dibahas, mulai dari hukuman salib itu sendiri (sejarah dan proses penyaliban), penyaliban Yesus (yang tidak terlepas dari alasan dan hasil dari penyaliban tersebut), dan perintah Yesus agar kita Memikul salib. Terlepas dari alur cerita yang sudah tercatat di Alkitab, akan muncul pertanyaan pertanyaan dalam benak kita (yang saya yakin bahwa tidak ada hal baru lagi yang dapat dicari mengenai salib, selama 2000 tahun ini sudah ratusan bahkan ribuan orang yang mempelajari Firman itu siang dan malam). Sehingga yang dapat kita lakukan untuk mencari jawaban adalah menyususun fragmen fragmen yang sudah ada (dengan meminta bimbingan Roh Kudus tentunya)

Tetapi kali ini kita hanya akan membahas mengenai memikul salib dan sedikit hal hal yang berhubungan dengannya. Sudah saya usahakan padat dan singkat, banyak bagian yang saya hilangkan, Tetapi tetap akan sedikit panjang. Jadi jika anda berkenan untuk meluangkan 10-15 menit dari waktu anda, carilah tempat duduk jika anda sedang berjalan, tunggu sampai anda tiba di tujuan jika anda sedang membawa kendaraan, mungkin akan sedikit terasa membosankan ketika membahas mengenai ayat ayat, tapi apa mau dikata? Firman Itu yang menjadi pedoman hidup orang percaya.

Kita mulai dengan melihat Perintah Yesus untuk memikul salib, hal itu tercatat sebanyak 6 kali di alkitab yang tersebar di Mat 10:38; 16:24; Mar 8:34; 10:21; Luk 9:23; 14;27.

  1. Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

  2. Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

  3. Mar 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

  4. Mar 10:21
    ITB
    Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
    KJV
    Then Jesus beholding him loved him, and said unto him, One thing thou lackest: go thy way, sell whatsoever thou hast, and give to the poor, and thou shalt have treasure in heaven: and come, take up the cross, and follow me.

  5. Luk 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

  6. Luk 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Penggunaan kata memikul pada alkitab memiliki perbedaan.
Matius 10: 38 menggunakan lambanō (muncul sebanyak 270 kali di alkitab)
Luk 14:27 menggunakan bastazō (muncul sebanyak 29 kali di alkitab)
Mat 16:24; Mar 8:34; Mar 10:21; Luk 9:23 menggunakan airō (muncul sebanyak 110 kali di alkitab)

apa perbedaaan kata yang dipakai? (koreksi saya jika salah)

a.Sebagian besar digunakan untuk kata dasar “take” (perbedaan hanya pada waktu dan subjek) seperti : take up; taketh; take; shall be taken away; and took up; dll.
b. Ada juga digunakan untuk “bear” ,”receive” yang menjadi perbedaan hanya waktu (present, past, perfect, continous) dan subjeknya (i, you, we, they, he, she, it)
c. Penggunaan “memikul” salib (Mat 16:24; Mar 8:34; 10:21; Luk 9:23) sama dengan penggunaan kata “angkatlah” (Mat 9:6; Mar 2:9; 2:11; Luk 5:24; Joh 5:11; 5:12) dan kata “tangkaplah” (Mat 17:27) “Take Up”

Pembahasan mengenai 3 kata itu bisa terus berlanjut panjang lebar, bisa kita telusuri ayat per ayat kata per kata (saya pun masih belajar), namun untuk kali ini kita fokus di poin c.
Dimana kata airō yang dipakai penulis Matius, Markus, dan Lukas untuk “Memikul salib” digunakan juga untuk “Angkatlah Tempat Tidurmu”.

Apakah betul sama? Atau hanya disama samakan?
Memang tidak dapat saya pastikan apakah sama atau tidak, saya belum lahir ketika kitab injil ditulis, saya tidak ada ketika Yesus memerintahkan untuk memikul salib atau menyembuhkan orang lumpuh itu, saya mengetahuinya hanya melalui pembacaan alkitab, kamus yunani (Strong, Thayer), dan buku buku lainnya. Budaya, bahasa dan huruf yang digunakan 2000 tahun yang lalu pasti sangat berbeda dengan yang kita ketahui sehari hari.

Tetapi jika kita cermati, maka kita akan menemukan hal hal menarik dari kedua kisah berbeda tersebut, yang disatukan oleh kata airō.

Sebelum membahas hal itu, kita kembali ke Memikul salib.
Sebagai orang kristen kita pasti tahu Yesus menanggung hina dan derita ketika Ia memikul salib, menanggung dosa kita ketika Ia dipaku di kayu salib, dan oleh karena KaryaNya di kayu salib kita semua dibebaskan dari kutuk dosa.

Siapa yang dapat berkata hukuman salib itu ringan?
Saya kutip beberapa kalimat dari International Standart Bible Encyclopedia (ISBE) mengenai hukuman salib.

The suffering of death by crucifixion was intense, especially in hot climates. Severe local inflammation, coupled with an insignificant bleeding of the jagged wounds, produced traumatic fever, which was aggravated the exposure to the heat of the sun, the strained of the body and insufferable thirst. The swelled about the rough nails and the torn lacerated tendons and nerves caused excruciating agony. The arteries of the head and stomach were surcharged with blood and a terrific throbbing headache ensued. The mind was confused and filled with anxiety and dread foreboding. The victim of crucifixion literally died a thousand deaths. Tetanus not rarely supervened and the rigors of the attending convulsions would tear at the wounds and add to the burden of pain, till at last the bodily forces were exhausted and the victim sank to unconsciousness and death. The sufferings were so frightful that “even among the raging passions of war pity was sometimes excited” (BJ, V, xi, 1). The length of this agony was wholly determined by the constitution of the victim, but death rarely ensued before thirty-six hours had elapsed. Instances are on record of victims of the cross who survived their terrible injuries when taken down from the cross after many hours of suspension (Josephus, Vita, 75). Death was sometimes hastened by breaking the legs of the victims and by a hard blow delivered under the armpit before crucifixion. Crura fracta was a well-known Roman term (Cicero Phil. xiii.12).

Melihat beratnya jalan yang dilalui Yesus,
Melihat beratnya kehidupan sebagai seorang kristen,
Melihat beratnya tanggung jawab seorang pengikut Kristus (menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku; Mar 8:34)
Maka secara sadar atau tidak sadar banyak orang yang tidak melakukannya atau bahkan Pergi dan tidak kembali lagi.

Mari kita lihat proses penyaliban Yesus.

i. Dihakimi (Mat 27:22)
ii. Dinyatakan Bersalah (Mat 27:23)
Walaupun tidak ditemukan kesalahan pada diriNya, Ia tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.
Mereka yang semula berkata “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!”
Mereka juga yang berteriak dengan keras “Ia harus disalibkan”
iii. Disiksa (Mat 27:29-31)
iv. Memikul salib ke Golgota (Joh 19:17)
v. Disalibkan (Mat 27:35)
vi. Mati dan dikuburkan (Mat 27:60)
vii. Bangkit pada hari yang ketiga (Mat 28:6)
viii. Naik ke Sorga (Mar 16:19)

Dan proses yang serupa juga dialami oleh manusia yang jika digambarkan akan menjadi seperti berikut :

i. Kita sudah dihakimi
“dimanakah engkau?” (Kej 3:9) satu pertanyaan singkat, satu pertanyaan sederhana yang ditanyakan Sang Pencipta kepada manusia pertama.
Bukan karena Tuhan tidak tahu dimana manusia itu, apa yang sudah mereka perbuat, keadaan mereka, tidak. Pertanyaan itu merupakan kesempatan untuk mengakui kesalahan mereka, dan memperbaiki diri mereka.

ii. Dan dinyatakan bersalah (Kej 3:23; Pengk 7:20; Ef 2:1)
Dan cerita pun berlanjut ke kehidupan manusia di luar taman Eden.
Oleh karena kesalahan satu orang semua manusia jatuh ke dalam dosa, kita semua bersalah dan layak mendapatkan hukuman mati (Rom 5:12; 19; 6:23; 3:23; ef 2:1; 1 Joh 1:8)
Oleh karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, semua manusia tidak ada yang layak untuk selamat, yang menunggu kita hanyalah maut. Tidak ada apapun yang bisa dilakukan oleh manusia untuk menjadikan dirinya layak dihadapan Yang Maha Kuasa, tidak perbuatan baik, usaha, kekayaan, kepintaran, kekuatan, semuanya adalah hal sia sia

iii. Disiksa
Sebelum Yesus menderita di kayu salib, apa yang Dia tinggalkan?
Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai, Ia mau meninggalkan semua kemuliaan, kekuasaan, kekuatan, hanya untuk menjadi manusia fana di dunia fana untuk menebus dosa kita.

Begitu juga dengan manusia pertama (adam)
Ia adalah ciptaan yang paling berharga, kepala atas semua ciptaan, semua ciptaan berada dibawah kuasanya, penghuni taman eden, dia memiliki semua kebahagiaan yang bisa dibayangkan oleh hati manusia, diciptakan menurut gambar dan rupa Yang Maha Kuasa, hidup di posisi yang paling menyenangkan hati manusia, berhubungan langsung dengan Allah, para malaikat, tetapi karena kesalahannya ia harus meninggalkan semua itu dan dengan bersusah payah ia hidup di bumi yang fana ini (Kej 3:17-19)

Oleh karena kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, maka dengan susah payah kita hidup di bumi ini.

Begitu banyak usaha kita untuk mencari makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan kebahagiaan (Rumah Mewah, Mobil, Gadget canggih, Liburan, pengakuan dari orang lain, teman yang setia, jodoh dll). Dengan susah payah kita berusaha untuk mencari semua hal itu, berupaya untuk memenuhi keinginan kita itu, hal yang sebetulnya sudah disediakan oleh Sang Pencipta sejak semula. Semakin kita berusaha, maka semakin besar pula keinginan kita; semakin kita memiliki yang kita ingini, semakin banyak juga hal baru yang kita ingini; Semakin kita mengingini hal hal baru, semakin kita melupakan bahwa “hidup di dunia ini hanya sementara, dan Tuhan telah menjanjikan kita suatu rumah di surga”.

Siapa atau apa yang bisa memenuhi keinginan manusia?

Dengan adanya keinginan keinginan yang tidak dipenuhi muncul berbagai masalah dan konflik, dari hal sederhana perebutan remote tv antara kakak dan adik, hingga perebutan kekuasaan yang memicu perang dunia kedua, Mulai dari pencuri roti, hingga koruptor triliunan rupiah, mulai dari menampar pacar hingga pembunuh berantai, kurang perhatian dari orang tua sampai menjadi pecandu narkoba, kurang uang sampai menjual diri. Semua terjadi hanya karena ada keinginan yang tidak terpenuhi.

Hal yang seharusnya tidak terjadi jika Manusia masih berada di taman Eden, jika manusia tidak jatuh ke dalam dosa. Apalagi yang dapat diminta oleh hati manusia jika kita berada bersama sama dengan Yang Maha Kuasa? Tidak ada lagi perut lapar, keinginan untuk memiliki kuasa, kekayaan, tidak ada lagi tangis dan airmata. Semua Tuhan cukupkan.

Sama seperti Adam yang harus bersusah payah di Dunia.
Begitu juga Yesus menderita dan disiksa di dunia ini.
Dan itu juga terjadi pada kita sekarang ini.

iv. Memikul Salib.
Tiga hal yang Yesus perintahkan jika mau mengikut Dia.

  1. Menyangkal dirinya
  2. Memikul Salibnya
  3. Mengikut Yesus

v. Disalibkan
Satu hal menarik, kita disuruh memikul salib, bukan disalib.
Karena Yesus sudah disalibkan untuk kita, Ia merupakan korban yang sempurna tiada cacat dan cela untuk menebus segala dosa dosa kita.

Poin selanjutnya adalah
vi. Mati dan dikuburkan
vii. Bangkit pada hari yang ketiga
viii. Naik ke Sorga

Kita pun akan mati suatu saat nanti (vi)
Sebagai pengikut Kristus kita akan dibangkitkan pada akhir jaman (vii)
Dan naik ke sorga (viii)

Kita kembali ke pokok bahasan yaitu memikul salib.
Jika membahas memikul salib ada dua hal yang terkait, menyangkal diri dan mengikut Yesus.

  1. Menyangkal diri
    Seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa semua manusia jatuh ke dalam dosa.
    Tidak ada yang baik dari manusia (karena kita semua berdosa)

Job 15:14 Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?
Job 25:4 Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?
Psa 51:5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Eph 2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Karena hal itulah maka kita harus menyangkal diri kita, meluruhkan seluruh hawa nafsu, pikiran pikiran jahat, khawatir, bimbang, ragu, dan terus diperbaharui oleh Roh Kudus.

Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Eze 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
2Co 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Psa 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Ketika kita mulai mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon pembaharuan oleh Roh Kudus, maka kita secara perlahan akan menjadi manusia baru. Kita mulai meninggalkan sifat pemarah, tidak sabar, cemburu, pembohong, rakus, tamak, iri hati, hawa nafsu, semua akan hilang, kita akan dibaharui menjadi ciptaan baru. Indah bukan? Kita menjadi satu langkah lebih dekat kepada Sang Pencipta, kehidupan kita berlangsung dengan damai, kita menjadi berkat bagi orang orang lain.
Tetapi apakah selalu berjalan seperti itu?

  1. Memikul Salib.
    Joh 15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
    Joh 15:20a Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu;

Ketika kita mulai menyangkal diri kita, dan meninggalkan hal hal duniawi, maka secara langsung atau tidak langsung kita akan mulai merasakan beratnya salib yang kita pikul, sedikit demi sedikit, hingga sampai suatu titik dimana kita merasa tidak mampu lagi menahan beban tersebut. Kita akan mulai mendengar berbagai hinaan, cacian ketika kita memikul salib kita.

Contoh sederhana :

  • Kita berusaha jujur ketika ujian (tidak mencontek dan memberi contekan) maka kita akan dianggap sok suci, sombong, sok pintar oleh teman teman kita.
  • Kita berusaha jujur dalam usaha kita, tetapi mungkin kita akan sulit bersaing (Susah pelanggan, susah mendapat tender, susah orderan), sedikit keuntungan. maka kita akan mulai melakukan gerakan gerakan bawah tanah (suap pihak berwajib untuk mendapat ijin, mencuri pelanggan orang lain, dll)
  • Atau ketika bekerja sebagai karyawan, kita melihat rekan kerja kita yang biasa biasa saja cepat mendapatkan promosi hanya karena pandai bersilat lidah dan mencuri perhatian atasan, dan pandai menjatuhkan rekan kerja yang lain. Kita pun mulai berpikir apa perlu seperti dia?

Di tengah carut marutnya dunia ini hal tabu menjadi lumrah, hal lumrah menjadi tabu.
Lihat negara Paman Sam, free sex, perceraian, aborsi, dan yang terbaru same sex marriage.
Kita lihat di berita suap, perang, korupsi, pembantaian, pelecehan, pencurian, perampokan, begal, anak membunuh ibu, bapak membunuh anak.

Lalu? Kitapun bertanya tanya, Dimana para pengikut Kristus? Yang katanya sudah dipanggil dari gelap menuju terangNya yang ajaib? Dimana para orang kristen? Yang katanya terus diperbaharui oleh Roh Kudus menjadi manusia baru?
Kita sebagai orang Kristen sudah dilengkapi dengan Roh Kudus dan Firman Tuhan sebagai pembimbing dan penunjuk jalan. Jalan yang kita pilih berbeda dengan jalan yang dilalui oleh orang orang dunia ini, oleh karena itu dengan segala cara, bujuk rayu hingga paksaan dan ancaman akan dipakai oleh mereka untuk menarik para pengikut Kristus dari jalan yang telah dipilihnya.

Mulai dari manisnya godaaan wanita, nikmatnya alkohol yang memabukan, kerlip uang yang menyilaukan, hingga ngerinya ancaman senjata untuk meninggalkan Yesus.

Sadarkah kita begitu beratnya salib yang harus kita pikul?
Atau malah kita tidak merasakan ada beban apa-apa? Ringan?
Maka ada dua kemungkinan

i. Kita belum memikul salib kita
ii. Kita memikul salib kita seperti orang lumpuh memikul tempat tidurnya.

Anda mungkin tertawa atau sedikit tersenyum ketika membaca hal itu.
Tapi ya saya katakan kita memikul salib kita seperti orang lumpuh memikul tempat tidurnya, mengapa?

Orang Lumpuh
i. Ia lumpuh tidak bisa berbuat apa-apa
ii. Ia disembuhkan (bahkan dosanya diampuni)
Mar 2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
iii.Orang lumpuh itu dengan penuh semangat dan sukacita mengangkat tempat tidur itu, karena ia tahu ia telah sembuh, bebas dari ikatan penyakitnya, sekarang ia bisa berjalan dengan bebas. Ya, tempat tidur yang semula digotong oleh 4 orang (Mar2:3) sekarang digotong oleh orang lumpuh itu seorang diri (Mar 2:12).
Iv. Ada dua macam reaksi orang orang:
a. Ketika Yesus baru berkata “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
(Mar 2:7) “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
Orang-orang mencibir, bertanya tanya, menghina, karena Yesus baru berkata, dan orang lumpuh itu masih belum berjalan.
b. Ketika orang lumpuh itu bangun, mengangkat tempat tidurnya dan berjalan pulang.
Mar 2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”
Orang orang takjub, memuliakan Allah.

Kita
i. Kita dilumpuhkan oleh dosa dosa kita, kita tidak dapat berbuat apa apa, yang menunggu kita hanyalah maut.
ii. Syukur kepada Tuhan,
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kita disembuhkan, kaki yang lumpuh bisa berjalan, mata yang buta bisa melihat, maut telah dikalahkan dan kita memiliki tempat di surga.
iii. Setelah disembuhkan Yesus berkata “Angkatlah tempat tidurmu”; “Pikullah salibmu”
Orang lumpuh yang bisa memikul tempat tidur karena bisa berjalan.
Apalagi kita, kita yang semula terikat dengan dosa dan maut, sekarang telah dibebaskan dari dosa dan maut, apalagi yang menjadi khawatir kita? apalagi yang menghalangi kita untuk memikul salib kita? bukankah tujuan kita bukan dunia ini? tetapi dunia baru yang telah Tuhan janjikan?
Dengan sukacita ia mengangkat tempat tidurnya, demikian juga sukacita yang dikerjakan Roh Kudus dalam hati kita.

1Th 1:6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

iv. Reaksi orang-orang? Kurang lebih sama seperti orang orang yang menyaksikan orang lumpuh itu berjalan, yang menjadi perbedaan adalah tidak semua orang tahu bahwa : manusia berdosa dan maut telah menanti, tidak ada yang dapat dilakukan manusia mau itu perbuatan baiknya, ketaatan dalam beribadah, pengetahuan akan agama, semuanya sia sia. Tidak semua orang mengetahui posisi manusia. Maka tidak heran jika mereka berkata

a. Ketika orang kristen percaya dosa kita telah diampuni oleh karya keselamatan Kristus di kayu salib
Banyak orang mencibir “kok Tuhan begitu, kenapa tidak langsung hapus dosa aja, kenapa mau mati, disalib lagi?”
“Diri sendiri saja tidak bisa diselamatkan? Masa mau menyelamatkan manusia?”
Mereka seperti orang Farisi, yang tidak mengerti, yang masih memiliki selubung di pikiran mereka, dimana pemberitaan mengenai salib merupakan kebodohan dan batu sandungan bagi mereka (1 Kor 1:23)

b. Jika orang Kristen hanya berkata “kita sudah selamat, dosa kita sudah diampuni, kita terbebas dari belenggu maut, Halleluya!” dan tidak memikul “tempat tidur” salib kita, bagaimana orang lain bisa percaya? Darimana orang lain bisa tahu jika pengikut Kristus adalah orang orang merdeka? Jika kita tidak memikul salib kita?
Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Seperti pembahasan di atas, bahkan ketika kita memikul salib masih ada dan pasti akan ada orang orang yang menghalangi, menyakiti, menghina, mencibir, dengan segala cara, langsung maupun tidak langsung agar kita meninggalkan salib kita.

Itupun yang terjadi dengan orang lumpuh lainnya (Joh 5:5-18).
Ketika orang lumpuh itu berjalan dan membawa tilamnya, orang yahudi berkata
(Joh 5:10) Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Sudah 38 tahun Ia sakit (Joh 5:5), dan pastinya orang orang yahudi itu tahu dan mengenal orang lumpuh itu.
Tetapi reaksi mereka ketika melihat orang lumpuh itu berjalan adalah “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Itu juga reaksi yang kadang kita terima :

  • Ini ujian akhir loh, kalau tidak lulus nanti tidak naik kelas, jadi tidak apa lah nyontek sedikit sedikit.
  • Wah, ini orderan barangnya terlalu banyak, tidak akan beres tepat waktu, biar bisa kejar deadline tidak apalah kurangi kualitas sedikit.
  • Lagi butuh uang buat jalan jalan, tapi bilang ke orang tua butuh uang buat study tour.

Sering kali, secara sadar atau tidak sadar kita meletakan salib kita. Sementara waktu, atau untuk waktu yang lama, demi mengejar cinta, karir, uang, ya semua hal yang dijanjikan oleh dunia ini. Kita tukar salib kita dengan hal hal itu.

Yesus tahu kita akan seperti itu, oleh karena itu Ia menyuruh kita
Menyangkal diri, memikul salib dan yang terakhir mengikut Aku

  1. Mengikut Yesus
    Mengikut dalam hal apa?
    Kita lihat lagi ayat
    Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Ia tahu harga yang harus dibayar ketika Ia datang ke dunia ini, apa yang harus dikorbankan ketika Ia disalib, Ia mengetahui semua itu.

(Mat 26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Semua itu tetap Ia lakukan terlepas seberapa berat, seberapa hina, seberapa pun harga yang Ia bayar.
Ia lakukan dengan setia sampai akhir.
Ia telah menyangkal diriNya, dan memikul salibNya.

Filipus 2
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah yang harus kita Ikuti, taat sampai mati. Setia sampai akhir.
Karena apa? Karena kita tahu, segala yang dijanjikan dunia ini hanya sementara, tidak akan bertahan untuk selamanya.
Kita tahu yang bertahan untuk selamanya adalah janji keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Apalah artinya 10, 20, 30, 40, 50, 60, 90 tahun hidup kita dibandingkan dengan kekekalan yang menanti kita?
Maukah kita menukarkan kekekalan bersama Sang Pencipta hanya dengan 100 tahun kesenangan duniawi?
Kekekalan adalah waktu yang terlalu lama untuk menyesali salahnya pilihan kita, tetapi terlalu singkat untuk dihabiskan bersama dengan Tuhan kita.

Jadi yang harus kita lakukan adalah

  1. Menyangkal diri : dimana kita selalu dibaharui oleh Roh Kudus
  2. Memikul salib : Agar semua orang tahu, bahwa kita telah sembuh
  3. Mengikut Yesus : Setia dan taat sampai akhir memikul salib.

Rev_2:10b Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Rev_17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."
Joh 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Saya merasakan Kerjaaan Allah ada dalam hidupmu, kiranya Yesus selalu menjadi Raja dan Tuhan dalam hidupmu setiap hari.