MEMPERKAYA DIRI DENGAN KASIH

Kasih, mudah diucapkan. Tidak sulit bagi kita mengatakan “ Aku mengasihimu.” Tetapi apakah kasih hanya cukup untuk diucapkan saja?

TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim, yang kekuasaan-Nya Maha Dasyhat dan mengatasi segala sesuatu mau meningalkan segala kebesaranNya dan segala kemuliaan surgawiNya untuk turun kedunia dan menjadi manusia, menjadi sama seperti kita oleh karena Kasih. Mengapa Ia mau melakukan itu? Siapakah manusia ini sehingga untuknya TUHAN sedia mati? Oh sungguh berhargalah jiwa kita dimataNya? Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi kita manusia untuk tidak membagikan Kasih kita bagi sesama, sebab sang Pencipta sendiri telah lebih dulu menunjukkannya kepada kita sebagai teladan.

Selanjutnya bagaimana kita dapat mengasihi jika kita tidak memiliki “stock” Kasih? Jadi milikilah ‘Stock” Kasih terlebih dulu sehingga kita dapat membagikan kasih. Sebab bagaimana mungkin kita dapat memberi jika kita tidak memiliki? Sama seperti orang kaya ia dapat memberikan lebih banyak karena ia memiliki banyak, sebaliknya tidak banyak yang bisa diberikan orang miskin karena tidak banyak juga miliknya. Karena itu perkayalah diri kita dengan Kasih sebanyak mungkin sehingga banyaklah Kasih yang dapat kita bagikan.