Mencoba Memahami Tritunggal dari Sudut Seorang Awam

Sebagai orang awam (sy bukan pastur, pendeta, romo, evangelis, dll), cuma sekedar pembaca Alkitab, ini dua sen dari sy:

Dimensinya Tuhan Allah itu berbeda dengan manusia.

Kalau di manusia biasanya kita kenal empat dimensi dunia manusia : panjang, lebar, tinggi dan waktu

Maka dimensi-nya Tuhan itu pastinya beda dengan manusia. Dia tidak mempunyai batasan panjang, lebar, tinggi dan waktu. Jadinya pasti kita sulit memahami pribadi Tuhan itu seperti apa?

Menurut logika sy setelah membaca Alkitab terutama di bagian2 pernyataan Yesus sendiri, sy menemukan beberapa hal penting :

  1. Allah Anak/Tuhan Yesus/Sang Firman (The Word) adalah salah satu pribadi (“person”) dari tritunggal, Dia berbeda dari Allah Bapa dan Allah Roh Kudus → menurut sy berbeda "person"nya karena jikalau kita membaca “doa” Tuhan Yesus dengan Allah Bapa maka ada indikasi kuat, memang Mereka itu berbeda, tidak mungkin Yesus berbicara dengan diriNya sendiri.

Contoh lain bukti ke-“berbedaan” Tuhan Yesus dengan Bapa dan Roh Kudus :
“… baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus …” Ketiga pribadi tritunggal ini teramat penting sebagai satu kesatuan yg terdiri atas tiga pribadi sehingga harus disebutkan lengkap ketika membaptiskan.

  1. Ada minimal dua pernyataan penting Tuhan Yesus tentang sifat diriNya
  • Aku dan Bapa adalah satu” - Yohanes 10:30 → ini pernyataan penting yg menyatakan bahwa Yesus itu “se-level”, juga adalah Tuhan. Tidak mungkin Dia berani berkata seperti itu jika Dia bukan Tuhan.
  • “… sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau …”
  1. Dalam banyak kasus kita lihat itu Tuhan Yesus sering kali berdoa kepada Allah Bapa dengan sangat dekat seakan2 mereka tidak dapat dipisahkan. Misalnya salah satunya :
    “Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46) → seakan2 biasanya selalu bersatu, kali ini harus berpisah.

Jadi menurut logika sy yg masih awam ini maka Tuhan itu terdiri atas Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus yg bersatu dan saling mengasihi satu sama lain.

Bagaimana kalau rekan2 FK?

Tuhan itu satu

pribadi yang dinyatakan kepada kita cuma 3 : Bapa, Putera, dan Roh Kudus

but ketiganya itu satu

Kalo gue cuma ngikutin jalur tritunggal-nya om tertulianus :

Satu hakikat, tiga pribadi.

Sependapat.

Namun kayak begimana itu pengertiannya ?
apakah berupa :
A. lingkaran kecil didalam lingkaran besar ?
lingkaran kecil = dimensi manusia
lingkaran besar = dimensi Allah

ataukah berupa

B. dua lingkaran yang terpisah. Lingkaran X dan lingkaran Y.
lingkaran X = dimensi manusia
lingkaran Y = dimensi Allah

Saya berpendat yang A,
karena apabila B - maka manusia can never understand God as it’s totally different.

1. Allah Anak/Tuhan Yesus/Sang Firman (The Word) adalah salah satu pribadi ("person") dari tritunggal, Dia [b]berbeda[/b] dari Allah Bapa dan Allah ROH KUDUS --> menurut sy berbeda "person"nya karena jikalau kita membaca "doa" Tuhan Yesus dengan Allah Bapa maka ada indikasi kuat, memang [b]Mereka itu berbeda, tidak mungkin Yesus berbicara dengan diriNya sendiri[/b].
Yesus yang ngerujuk historis, yakni sosok manusia yg sedang bernafas di bumi - (imo) ya jelas berbeda dgn Allah. So, pov yg kita acu adalah pov time-frame sewaktu Yesus sbg sosok manusia yg sedang bernafas di bumi.

IMO, yang menjadi “problem” adalah diketika tidak memakai acu-an pov time-frame yg spt ungu.
“In the beginning” - sebelum ada penciptaan apapun, ketiga pribadi tsb sama ato kagak ?
“In the beginning” - masuk akal ato kagak terjadi event doa oleh pribadi kedua yg dipanjatkan ke pribadi pertama ?

“In the beginning” masuk akal ato kagak ada degree of comparison antara P1 dgn P2 ?
IMO, tidak ada.

Degree of comparison baru eksis HANYA apabila salah satu dari P1 P2 P3 menjadi corporeal, ada di bumi literally dan inipun ditinjau secara didalam waktu, pov manusia di bumi. Sementara kalo ditinjau secara pov Allah itu sendiri di sorga - ya P1 P2 P3 itu tetep eksis di sorga. Oranye tidak menjadikan Allah di sorga tinggal dua pribadi.

- "[b]Aku dan Bapa adalah satu[/b]" - Yohanes 10:30
IMO, bisa ada dua pov. pov-1 : "in the beginning" Firman berasal dari Bapa, proceed. Tidak didalam pengertian adanya dulu2an didalam waktu ataupun diciptakan.

pov-2 : Yesus berbicara hal tsb bukan mengenai perihal “in the beginning” - melainkan secara pov time-frame didalam waktu saat itu, yakni : as You, Father, are in Me, and I am in You.

lengkapnya :
that all of them may be one, as You, Father, are in Me, and I am in You.
I have given them the glory You gave Me, so that they may be one as We are one

Saya memilih yg pov-2.
kalimat merah tidak didalam pengertian bhw “they” tsb may be ONE as [God Himself], melainkan as [sewaktu daging Yesus is in Bapa - Bapa is in daging Yesus].

--> ini pernyataan penting yg menyatakan bahwa Yesus itu "se-level", juga adalah Tuhan. Tidak mungkin Dia berani berkata seperti itu jika Dia bukan Tuhan.
Yang acid punya pendapat, berbeda dgn yg saya punya pendapat. IMO, perkataan Yesus disitu tidak sedang Dia maksudkan "[i]gue ini selevel dgn Tuhan[/i]". Melainkan "[i]gue ini hidup didalam Bapa dan Bapa hidup didalam gue[/i]". Dengan demikian "[i]gue dan Bapa adalah satu[/i]".

So, doa Yesus di Yoh 17 tsb adalah supaya mereka hidup didalam Yesus dan Yesus hidup didalam mereka.
Sementara yang sudah ada duluan adalah selama bernafas di bumi, Yesus hidup didalam Bapa dan Bapa hidup didalam Yesus.
Dengan demikian, diketika ijo terpenuhi maka [mereka, Anak dan Bapa] adalah “satu”. Mungkin ya semacem satu keluarga. Namun (imo) tentunya bukan didalam pengertian “selevel dgn Tuhan” :char11:

3. Dalam banyak kasus kita lihat itu Tuhan Yesus sering kali berdoa kepada Allah Bapa dengan sangat dekat seakan2 mereka [b]tidak dapat dipisahkan[/b]. Misalnya salah satunya : “Allahku Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)
Pengertian kalimat yg Yesus ucapkan itu belon saya pelajari. Jadi saya nggak bisa komen dulu mengenai hal ini yah, acid.
Jadi menurut logika sy yg masih awam ini maka Tuhan itu [b]terdiri atas[/b] Allah Bapa, Allah Anak dan Allah ROH KUDUS yg bersatu dan saling mengasihi satu sama lain.
Secara versi saya : "in the beginning" Allah itu terdiri dari Tuhan itu sendiri + Firman + RK. Tidak ada perihal "saling mengasihi" disini. Setelah personified (Bapa + Anak + RK), barulah bisa masuk ke perihal "saling mengasihi".

Allah itu Yahweh idem dengan Allah itu Yesus
perbedaan kalimat ini terjadi setelah adanya pengetahuan di pov manusia setelah kurun waktu tertentu lewat.
Istilah [Bapa - Anak] eksis, hanya diketika Allah itu menjadi corporeal di bumi yg tidak sertamerta artinya di sorga kosong nggak ada Allah.
Default "in the beginning"nya : Tuhan (whatever we name Him) itu sendiri + Firman + RK.

:slight_smile:
salam.

Ngga juga Oda.
Pribadi Kedua sudah ada dan berbeda dari Bapa sebelum dunia dijadikan.

Yoh 5:17

Yoh 17:24

Ef 1:4

  1. Kalo saya sih berpendapat bhw ayat2 yg siip ajukan itu semuanya lagi ngomongin secara pov historis, siip.

Misal :
telah memilih kita sebelum dunia dijadikan

Berangkat dari kalimat siip di quote atas maka :
“kita” sudah ada sebelum dunia dijadikan

di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan

Berangkat dari kalimat siip di quote atas maka :
Yesus (p2) dan Bapa (p1) dan “kita” sudah ada sebelum dunia dijadikan.


Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

  1. Thdp ayat diatas, saya berpendapat bhw itu juga secara kalimat di pov manusia (didalam waktu).
    Oleh para pendengar-nya, saat ini menjadi :
    Allah (Tuhan itu sendiri + Firman + RK) bekerja (“in the beginning”)
    Yesus bekerja (kurleb di taon 30 AD)
    Kamipun bekerja (ber variasi kapan-nya)

Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

  1. Thdp ayat diatas, saya berpendapat bhw itu juga secara kalimat di pov manusia (didalam waktu).
    Mirip dgn yang nomor-1.
    telah memilih kita sebelum dunia dijadikan —> telah mengasihi kita sebelum dunia dijadikan. Semisal dikaitkan dgn “foreknow”, jadinya : kita telah mengasihiNya sebelum dunia dijadikan.

Mirip dgn kalimat :
AKU mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau sebelon mereka lahir.

Secara dari pov observer :
DIA telah mengasihi Yakub dan telah membenci Esau sebelum dunia dijadikan.
Terkait Yesus : DIA telah mengasihi Yesus sebelum dunia dijadikan.

Q : siapa “AKU” (DIA) dari kalimat diatas ?
oda (imo) : [Tuhan itu sendiri + Firman + RK] (masing2 belon/tidak personified).
Dimana oranye oleh orang2 PL kadang dipanggil Bapa.

Kesimpulan saya ini ya masih berupa sementara dan ini juga baru blakangan saya dapet setelah pernah saya bikin thread perihal P2 di jaman PL. Alesan saya : KALO yg dipanggil Bapa oleh orang2 PL, kita bilang bhw itu adalah P1, lah terus P2 dan P3 itu jadinya nggak mengasihi Yakub donk. Oleh karena itu imo saya oranye.

Kalo menurut siip begimana ?
Apakah Yakub dan Esau dan “kita” sudah ada sebelum dunia dijadikan ?

:slight_smile:
salam.

Ribet amat Oda wkwkwkwk

Bedanya, Pribadi Kedua ini sudah memiliki kemuliaanNya tersendiri sebelum dunia ada.
Ia juga yg telah menjadikan dunia scr creatio-ex-nihilo.

Pd saat semua masih nihil, kamu nihil, saya nihil, kita nihil, yakub-esau nihil, semua nihil, ketika semua hanya berbentuk gagasan/pemikiran, Ia sudah Ada, sudah mulia.

Ada diferensiasi antara kemuliaan Bapa dan kemuliaan Sang Firman.
Proses kenosis pun bicara soal ‘kesetaraan’ dg Allah.

Nah… yang dipanggil Bapa oleh Israel jaman PL itu P1, bukan P2 maupun P3 donk yah siip.
Yang bicara “AKU mengasihi Yakub” bukan P2 maupun P3, melainkan P1.

[b]Ia[/b] juga yg telah menjadikan dunia scr creatio-ex-nihilo.
kosakata [ia] disitu dipanggil Bapa oleh Israel jaman PL. Maka seturut pengertian siip, yang telah menjadikan dunia itu P1 (Bapa), bukan P2 maupun P3.

Sedangkan kalo versi saya :
kosakata [ia] adalah [Tuhan itu sendiri + Firman + RK].

Ada diferensiasi antara kemuliaan Bapa dan kemuliaan [b]Sang Firman[/b].
Maksud siip di kalimat tsb, bold itu selagi menjadi daging ? ataukah "in the beginning" ?

Kalo pov-nya selagi menjadi daging,
iya saya juga sependapat bhw ada perbedaan antara kemuliaan Bapa dan Firman yg sedang menjadi daging.

Kalo pov-nya “in the beginning”,
Saya berpendapat tidak ada perbedaan. Yang disebut “bapa” oleh Israel jaman PL itu ya [Tuhan itu sendiri + Firman + RK], bukan P1. :char11:

Taroh kata orang di jaman Musa bilang kayak gini : YAHWEH menjadikan langit dan bumi
Orang di jaman Rasul bilang kayak gini : Bapa menjadikan langit dan bumi
Siapakah ungu ?

kalo jawaban versi saya : [Tuhan itu sendiri + Firman + RK] (whatever His name is)

apakah kalo jawaban versi siip : P1 ? (unknown P1 name, karena di pov siip - P2 bernama Yesus)

:slight_smile:
salam.

Begini bro oda, yang namanya YHWH atau Elohim, itu hakikat-Nya, bro oda. Yang namanya Bapa atau Anak atau Roh Kudus, itu pribadi2-Nya. Dlm PL, memang pribadi Bapa yang paling menonjol, artinya lebih banyak pernyataan ketimbang Anak atau Roh Kudus tetapi bukan berarti Anak atau Roh Kudus tidak berkarya. Anak sendiri pernah mengaku, 'sebelum Abraham ada, Ego Eimi." (Yoh 8:58), itu berarti YHWH yang berkarya di zaman Keluaran ialah pribadi Anak. Ini saya kuatkan dengan pernyataan dari 1 Kor 10:1-5

10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama
10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Satu Tuhan dalam Tiga Wujud

Berdasarkan kalimat diatas, nyampe ke kesimpulannya sbb :

pribadi Bapa (unknown name) itu berhakikat Yahweh/ELOHIM
pribadi Anak (bernama Yesus) itu berhakikat Yahweh/ELOHIM
pribadi RK (unknown name) itu berhakikat Yahweh/ELOHIM

Dlm PL, memang pribadi Bapa yang paling menonjol
Yang menjadi buah pertanyaan benak saya adalah : [i]Diketika HANYA pribadi Bapa yg berperan, lalu "ngapain" dua pribadi lain-nya ?[/i]
YHWH yang berkarya di zaman Keluaran ialah [b]pribadi Anak[/b].
Misal, berangkat dari kalimat diatas : [i]Diketika HANYA pribadi Anak yg berperan di zaman Keluaran, lalu "ngapain" dua pribadi lain-nya di zaman Keluaran ?[/i]

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah
TUHAN = Yahweh

  1. Pribadi ke berapakah di pov penulis diketika dia menuliskan kalimat ayat diatas ?
  2. Pribadi ke berapakah di pov pembaca thdp kalimat ayat diatas ?
  3. Pribadi ke berapakah di pov AdamHawa diketika mereka bersama hakikat Yahweh/ELOHIM ?

Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.

  1. Pribadi ke berapakah di pov yang berbicara diketika mereka berucap merah bold ?
  2. Pribadi ke berapakah di pov pendengar (P2 dalam hal ini) diketika mendengar ucapan merah bold ?
  3. Pribadi ke berapakah di pov pembaca thdp kalimat merah bold ?

Model2 pertanyaan yg kayak diatas itu dah yg “nguek2” di benak saya, cosmic.
Saya nggak bisa ketemu jawabannya, karena apapun yg saya coba sbg jawabannya - akibatnya saya selalu muter2 nggak konsisten :D. Satu2nya jalan dari saya untuk sementara ini adalah : diketika ada personification, barulah tiga pribadi berbeda itu eksis. Selama nggak ada personification, ya nggak ada itu tiga pribadi - melainkan [Tuhan itu sendiri + Firman + RK]

:slight_smile:
salam.

Dalam Alkitab disebutkan manusia diciptakan Tuhan serupa dengan gambaranNya. Tidak ada ciptaan lain yang disebutkan demikian. Jadi salah satu cara sederhana untuk memahami tritunggal, lihat saja manusia. Kita kan terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Hanya ketika ketiganya menyatu (esa), maka disebut manusia. Tubuh tanpa jiwa dan roh berarti mayat. Roh tanpa tubuh berarti roh gentayangan, dst.

Begitu juga dengan tritunggal, 3 oknum dalam satu kesatuan yang maha sempurna. Yohanes 1 sangat jelas bicara tentang Firman Allah yang adalah Allah sendiri. Kejadian 1 menyebutkan dengan jelas oknum Allah, Roh Allah, dan Firman Allah. Ketiganya adalah satu kesatuan (esa).

Demikianlah yg ada di benak pikiran saya spt kalimat di quote atas. Selanjutnya tinggal di"kondisi"kan bhw tubuh personified, jiwa personified dan roh personified … maka alhasil jadi ada 3 oknum pribadi.

Yohanes 1 sangat jelas bicara tentang Firman Allah yang adalah [b]Allah sendiri[/b].
Ya... dan saya mengertikannya berupa [Tuhan itu sendiri + Firman + RK].

Nggak beda dg secara model [tubuh, jiwa dan roh], yakni [manusia itu sendiri + jiwa + roh].
So, taroh kata manusia itu bernama cuplis - maka [cuplis itu sendiri + jiwa + roh]
atawa
cuplis terdiri dari [tubuh, jiwa dan roh]

Kejadian 1 menyebutkan dengan jelas oknum Allah, Roh Allah, dan Firman Allah. Ketiganya adalah satu kesatuan (esa).
Maksudmu ayat sbb ini ?

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
---->versi X : merah = tubuh Allah (P1)
(versi oda : merah = Tuhan itu sendiri - NON personified)

Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
—> versi X : merah = RK (P3)
(versi oda : merah = Tuhan itu sendiri - NON personified )

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.”
—> —> versi X : merah = Firman (P2)
(versi oda : merah = Tuhan itu sendiri - NON personified)

Saya tidak menemukan “problem” thdp versi saya sendiri.
Saya menemukan “problem” thdp versi X - karena menimbulkan pertanyaan (misal) :
ngapain itu dua person yang lainnya diketika P3 melayang-layang di atas permukaan air ?
"problem"nya adalah : saya tidak bisa menjawab pertanyaan ungu :char11:

:slight_smile:
salam.

@Odading:

problem itu tidak ada kalau kita pahami ketiganya adalah satu kesatuan. Logikanya, keberadaaan satu oknum adalah keberadaan ketiganya secara bersama.

Tulisan saya ini mungkin pertama-tama dilihat oleh orang lain sebagai cerminan dari pikiran saya. Tetapi pada saat yang bersamaan, sebenarnya itu juga cerminan dari keberadaan tubuh saya (karena saya menggunakan tangan untuk mengetik, mata untuk melihat/mengedit, dst) sekaligus roh saya (karena ada energi atau tenaga yang saya keluarkan untuk bisa menulis, membaca/mengedit, dst).

Begitu pula dengan Allah. Apa yang dikerjakan Roh Allah sekaligus adalah yang dikerjakan oleh Bapa dan Firman, dan demikian pula sebaliknya. Jadi kalau kita pahami ketiganya adalah satu kesatuan (tritunggal) maka problem atau kebingungan sebenarnya itu tidak perlu ada.

Satu Tuhan Tiga Wujud?? Apakah maksud pak Thomas → ketigaNya itu sama??

Kalau misalnya yg dimaksudkan adalah kesamaan dari ketigaNya, maka sy mau menyanggah :

Sy punya bukti kuat bahwa Sang Firman/Allah Anak itu berbeda, setidak2nya sy punya bukti melalui Alkitab, walaupun belum tentu jg memang benar seperti itu, tapi ini indikasi yg cukup kuat bahwa mereka itu berbeda :

Matius 26:39
"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Tapi kalau misalnya maksudnya adalah membentuk satu kesatuan, berarti kita sama. :slight_smile:

Ada teori2 yg mencoba memahami sifat KeTuhanan Allah Bapa, Anak dan ROH KUDUS, misalnya seperti berikut :

  1. Teori Satu Tuhan, menjelma menjadi tiga pribadi → Allah Bapa = Allah Anak = ROH KUDUS. Artinya ROH KUDUS dan Allah Anak adalah sebutan2 yg mengarah kepada pribadi yg sama. Teori ini dianut oleh oneness pentecostalism (ini bukan Pentakosta yg biasanya, referensi : Oneness Pentecostalism - Wikipedia)

  2. Teori satu Tuhan yg Terdiri atas tiga pribadi yg saling bersatu → Sy percaya teori ini. Dan sepertinya sebagian besar Kekristenan ada di teori ini. Teori ini dikenal dengan tritunggal. Salah satu ayat pendukungNya adalah seperti di post pertama thread ini :

  • “Aku dan Bapa adalah satu” - Yohanes 10:30 → ini pernyataan penting yg menyatakan bahwa Yesus itu “se-level”, juga adalah Tuhan. Tidak mungkin Dia berani berkata seperti itu jika Dia bukan Tuhan. Juga berarti bahwa mereka saling bersatu.
  • “… sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau …” - Yohanes 17:21 → saling bersatu

Analogi versi sy yaitu ibarat darah, adalah suatu/satu kesatuan yg terdiri atas darah merah, darah putih dan keping darah (sumber : wikipedia). Ketiganya itu berbeda namun saling bersatu dan sama2 adalah darah. Analogi ini tidak sepenuhnya menggambarkan tritunggal namun kurasa cukup masuk di akal dan mendekati.

  1. Teori lain dari kalangan SSY, Yesus itu adalah makhluk Ilahi, namun bukan Tuhan Yang Maha Kuasa, ROH KUDUS adalah tenaga aktif Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wkwwkwk itu ayat Aku mengasihi Yakub itu ada di kitab mana, Bro?
Maleakhi kan?
Brarti yg bicara itu adalah Roh Kudus.

Hayooooo :cheesy:

kosakata [ia] disitu dipanggil Bapa oleh Israel jaman PL. Maka seturut pengertian siip, yang telah menjadikan dunia itu P1 (Bapa), bukan P2 maupun P3.

Sedangkan kalo versi saya :
kosakata [ia] adalah [Tuhan itu sendiri + Firman + RK].

Di dalam prinsip kekristenan, ngga ada itu yg namanya P1 mencipta sendirian tanpa P2 dan P3.
Dalam kekristenan, P1 P2 P3 melakukan segala sesuatu bersama-sama.

Maksud siip di kalimat tsb, bold itu selagi menjadi daging ? ataukah "in the beginning" ?

Kalo pov-nya selagi menjadi daging,
iya saya juga sependapat bhw ada perbedaan antara kemuliaan Bapa dan Firman yg sedang menjadi daging.

Kalo pov-nya “in the beginning”,
Saya berpendapat tidak ada perbedaan. Yang disebut “bapa” oleh Israel jaman PL itu ya [Tuhan itu sendiri + Firman + RK], bukan P1. :char11:

Taroh kata orang di jaman Musa bilang kayak gini : YAHWEH menjadikan langit dan bumi
Orang di jaman Rasul bilang kayak gini : Bapa menjadikan langit dan bumi
Siapakah ungu ?

kalo jawaban versi saya : [Tuhan itu sendiri + Firman + RK] (whatever His name is)

apakah kalo jawaban versi siip : P1 ? (unknown P1 name, karena di pov siip - P2 bernama Yesus)

:slight_smile:
salam.

Kita punya ksimpulan yg sama, yaitu yg dimaksud Allah oleh Israel adalah P1, P2, P3.

Note: Israel tidak terbiasa memanggil Allah dg sebutan Bapa krn itu akan dirasa terlalu intimate.
Tuhan Yesuslah yg memperkenalkan panggilan Bapa utk Allah.

Bedanya kita,
P1 P2 P3 sudah dari sananya ada seja``k kekekalan.

Jd dari sejak kekekalan, P2 sudah memiliki kemuliaanNya tersendiri, berbeda dari Bapa namun sehakikat dengan Dia.

Person-Nya sudah ada sejak kekal.

Adapun Tuhan Yesus adalah panggilan/sebutan dari pihak manusia. Di Alkitab Yesus pada permulaanNya adalah Sang Firman.

Yohanes pasal 1 bercerita dengan fokusnya yaitu tokoh yg bernama (bahasa Asli, Yunani) “Logos” yg diterjemahkan sebagai “Firman”, bahasa Inggrisnya disebut “The Word”. Perhatikan bahwa setiap ada kata “Ia” atau “Dia” berarti yg dimaksudkan adalah “Sang Firman”. Sang Firman ini sangat berperan penting dalam penciptaan :

[i]Yohanes 1:1-3 "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Yohanes 1:10-11 "Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.[/i]

Kesimpulan dari ayat di atas adalah bahwa Tuhan Yesus turut menciptakan jagat raya ini.

Analogi-nya, perhatikan kalimat berikut (ini cuma kalimat karangan aja) :
Indonesia minggu depan akan ikut konferensi G20 di Tiongkok.

Padahal sebetulnya (secara spesifik) yg ikut adalah presiden Jokowi. Perhatikan bahwa Presiden Jokowi adalah bagian dari Indonesia.

Mungkin kira2 seperti itulah analogi pada kejadian penciptaan tersebut.

Secara spesifik pribadi Firman sangat berperan penting dalam proses penciptaan, melalui Firman-lah Allah Bapa menciptakan langit dan bumi.

Logika ungu itu (imo) adalah logika NON-personified, sg.

Tulisan saya ini mungkin pertama-tama dilihat oleh orang lain sebagai cerminan dari pikiran saya. Tetapi pada saat yang bersamaan, sebenarnya itu juga cerminan dari keberadaan tubuh saya (karena saya menggunakan tangan untuk mengetik, mata untuk melihat/mengedit, dst) sekaligus roh saya (karena ada energi atau tenaga yang saya keluarkan untuk bisa menulis, membaca/mengedit, dst).
Itu dah... tidak ada itu personifikasi pada tubuh sg, tidak ada personifikasi pada jiwa sg dan tidak ada personifikasi pada roh sg. Ilustrasi sg diatas selalu ngerujuk ke manusia itu sendiri - dalam hal ini adalah person sg itu sendiri.
Jadi kalau kita pahami [b]ketiganya adalah satu kesatuan[/b] (tritunggal) maka problem atau kebingungan sebenarnya itu tidak perlu ada.
Bold adalah model pengertian saya, [u]non-personified[/u]. Dan ya... emang nggak ada problem kok di model ini.

Yohanes 8:42
Yesus berkata kepada mereka, "Jika Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku karena Aku datang dan berasal dari Allah. Dan, Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dia yang mengutus Aku

Kalimat merah, di parafrase jadinya sbb (secara dari pov Trinitarian versi oda) :
Jika Allah TRITUNGGAL adalah Bapamu

Ijo, non-personified.
Allah Tritunggal disebut Bapa and/or whatever sebutannya
Hanya dan selalu di perihal “non-corporeal”.


Nah… kayak begimana itu kalimat merah secara pov Trinitarian versi keKristenan ?
apakah misal : Jika Bapa (P1) adalah Bapamu
Please CMIIW.

Kok [yang bicara], siip :rolleye0014:

Yang saya maksudkan adalah : [yang mengasihi] Yakub itu siapa ?
Jawaban versi saya adalah : Allah (tritunggal) —> [Tuhan itu sendiri + Firman + RK].
So, sekalipun orang Israel memanggilNya dgn sebutan Bapa, di model pengertian saya ini TIDAK berarti bhw yang mengasihi Yakub itu HANYA P1 (Bapa).

Di dalam prinsip Kekristenan, ngga ada itu yg namanya P1 mencipta sendirian tanpa P2 dan P3.
orang Israel ada yang memanggil Sang Pencipta dgn sebutan Bapa. Nah.... Sikon-nya ada di time-frame Yesus hidup. Dan Yesus bilang "[i]Bapa pencipta langit dan bumi[/i]". Siapakah Bapa di dalam prinsip/benak Yesus tsb ?

oda :
[Tuhan itu sendiri + Firman + RK] —> non personified.
BUKAN [BapaKu P1 + DiriKU P2 + RK P3] —> personified.

Kita punya ksimpulan yg sama, yaitu yg dimaksud Allah oleh Israel adalah P1, P2, P3.
kayaknya kita punya kesimpulan beda deh, siip :D
Person-Nya sudah ada sejak kekal.
Nah itu bedanya pengertian diantara kita berdua siip

[Yang dimaksud Allah oleh Israel] versi siip : personified (P1:Bapa - P2:Anak - P3:RK)
[Yang dimaksud Allah oleh Israel] versi oda : NON personified.

:slight_smile:
salam.