mendengar - mengetahui - mengenal Yesus / misi kepedalaman

Misi ke pedalaman adalah mengabarkan Injil (PB).

Karena saya tidak tau seperti apa misi pekabaran injil ke pedalaman, namun feeling saya, “mengabarkan” dalam hal ini tentu bukan sekedar memberi orang2pedalaman (oop) Alkitab, oop ini disuruh untuk membacanya dan lalu oop diharapkan masuk Kristen (menerima Yesus sbg Tuhan mereka). (dg asumsi oop sdh bisa baca).

Juga feeling saya, bukan sekedar menceritakan/kotbah (oral) bahwa Yesus adalah juruselamat dan kalo oop (yg sdh mendengar) mau menerimaNya - maka oop pasti masuk surga.

sampai point diatas, itu tentu masuk kategori mendengar/membaca sehingga menjadi “mengetahui” bhw Yesus adl Tuhan juruselamat. (namun menurut saya - belum tentu mengenal)
Apakah cukup sampai disini mereka akan bisa langsung percaya ?

Adakah perlunya pengenalan2 lebih dalam ttg Yesus kepada oop ini ? misal ttg Ajaran kasihNya - keajaiban2Nya - ketaatanNya, dsb ?
Kalau jawabannya YA, lalu bagaimana kita bisa menentukan orang2 yang bukan di pedalaman - yg baru sebatas mendengar dan mengetahui ttg Kristen / Yesus - sudah pasti tidak selamat ?

apakah karena oop lebih mudah “diajak” ? rasanya tidak juga, karena taruhannya kemungkinan di kuliti - di kanibal dsb :slight_smile:

jadi kenapa oop ? kenapa tidak “orang2 bukan pedalaman ?” (oobp).

Mungkin ada temen2 Kristen yang bisa bantu menjelaskan ?

salam.

Sudah beribu2 tahun misionaris Katolik menghadapi para kanibal :slight_smile:

Misionaris Katolik tidak memberikan uang, ancaman dll agar masuk Katolik,

TETAPI MENUNJUKKAN APA ITU KASIH dan KASIH ITU INJIL :slight_smile:

sepanjang yang saia tahu memang bukan spt itu :slight_smile:

Juga feeling saya, bukan sekedar menceritakan/kotbah (oral) bahwa YESUS adalah juruselamat dan kalo oop (yg sdh mendengar) mau menerimaNya - maka oop pasti masuk surga.

sepanjang yang saia tahu juga bukan sekedar spt itu :slight_smile:

sampai point diatas, itu tentu masuk kategori mendengar/membaca sehingga menjadi "mengetahui" bhw YESUS adl Tuhan juruselamat. (namun menurut saya - belum tentu mengenal) Apakah cukup sampai disini mereka akan bisa langsung percaya ?

klo kita bicara konteks pedalaman, maka asumsinya tidak banyak yg bisa baca tulis, dan alkitab juga belum tentu ada dalam bahasa mereka
mendengar dan mengetahui - meskipun belum mengenal secara mendalam, tapi mereka bisa langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat

Adakah perlunya pengenalan2 lebih dalam ttg YESUS kepada oop ini ? misal ttg Ajaran kasihNya - keajaiban2Nya - ketaatanNya, dsb ? Kalau jawabannya YA, lalu bagaimana kita bisa menentukan [u][b]orang2 yang bukan di pedalaman[/b][/u] - yg baru sebatas mendengar dan mengetahui ttg Kristen / YESUS - sudah pasti tidak selamat ?

Ya, perlu sekali - dg pemuridan, setelah mereka menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Namun ada kalanya di antara oop yg adalah truth seeker, mrk diajar dulu dengan lebih mendalam sebelum menerima Kristus sebagai TUhan dan Juruselamat.
Jadi case by case tergantung budaya oop setempat.

Yg selamat tentu saja yang menerima Yesus sebg Tuhan dan Juruselamatnya

apakah karena oop lebih mudah "diajak" ? rasanya tidak juga, karena taruhannya kemungkinan di kuliti - di kanibal dsb :)

Tidak juga…
tidak semua oop bangsa kanibal dan tidak semuanya mudah diajak.

kebetulan baru selese baca kisah hidup BRUCE OLSON (Bruchko) yg adalah misionari ke murderous tribe Motilone di Amerika Selatan. Coba di search nama itu, utk mengetahui apa saja yg dia kerjakan saat memberitakan Injil.
Dan berapa tahun dia di sana sebelum benar2 memberitakan Injil ke suku ini.
Itupun diberitakan dalam konteks budaya suku ini dan dalam bahasa suku ini.

jadi kenapa oop ? kenapa tidak "orang2 bukan pedalaman ?" (oobp).
Ada juga misi ke oobp... Ada urban mission... ada tribal mission ...
Mungkin ada temen2 Kristen yang bisa bantu menjelaskan ?

salam.

Semoga membantu :slight_smile:
[/quote]

Beritakan …saja …
Kita tidak ribet bgm membuat mereka percaya.
Krn iman /memberi hati untuk percaya akan Yesus itu bukan pekerjaan kita ttp semata mata karya Roh Kudus.

Yang deket2 saja (simple) … misal saya memberitakan ttg Yesus kpd odading…
hhheeee… saya ngga perlu mencari trik …spy odading percaya.

Krn hati yang percaya itu pemberian Allah koq :smiley:
Itulah yang dinamakan Kasih Karunia

Maaf, saya lama baru respond… masih lagi di kampung soalnya …:slight_smile:

ya, saya mengerti ini - karenanya sengaja saya juga gak mau nyinggung tentang “ada yg berpendapat” bhw terjadi imbalan2 duniawi dalam pekabaran Injil - gak relevan dgn inti topik yang ingin saya ketahui.

TETAPI MENUNJUKKAN APA ITU KASIH dan KASIH ITU INJIL :)

apakah memungkinkan utk menunjukan kasih tsb ke oobp ?

makasi yopi.

salam.

setuju bro Odading :afro: tetapi tidak semua “orang percaya” langsung masuk sorga
klo hanya dimulut aja ya, sama dengan boong. :slight_smile:

sampai point diatas, itu tentu masuk kategori mendengar/membaca sehingga menjadi "mengetahui" bhw YESUS adl Tuhan juruselamat. (namun menurut saya - belum tentu mengenal) Apakah cukup sampai disini mereka akan bisa langsung percaya ?
[b]Menurut saya, pengenalan akan YESUS yang membuat seseorang menjadi percaya[/b] [b]BUKAN dari cara kita[/b] [i](umat Kristen yang menginjili) [/i] [b]berbicara[/b],/ pintar bicara atau berdebat. Tetapi itu semua dikerjakan Oleh [b]ROH KUDUS. [/b]
Adakah perlunya pengenalan2 lebih dalam ttg YESUS kepada oop ini ? misal ttg Ajaran kasihNya - keajaiban2Nya - ketaatanNya, dsb ?
Ada donk :) Penginjilan itu sebenarnya menyebarkan warta Gembira, bahwa manusia telah bebas dari dosa oleh YESUS KRISTUS. (bagi yang percaya kepadaNya) Intinya seumpama seorang penabur menaburkan benih... - benih itu jatuh di Tanah subur => orang yang positif terhadap kabar berita Injil (Mat 13:18-23) Ajaran KasihNya: supaya Manusia mengenal Tuhan dan sesamanya KeajaibanNya: supaya orang lebih percaya.. (iman) ketaatanNya: kesetiaan
Kalau jawabannya YA, lalu bagaimana kita bisa menentukan [u][b]orang2 yang bukan di pedalaman[/b][/u] - yg baru sebatas mendengar dan mengetahui ttg Kristen / YESUS - sudah pasti tidak selamat ?
Orang2 yang bukan di pedalaman? Kalau orang yang bukan hidup di pedalaman ya, pasti memiliki keyakinan lain. Apakah orang yang memiliki keyakinan lain tidak selamat? (sebetulnya saya juga tidak tahu akan ini sebab yang menentukan besar kecil dosa adalah Tuhan dan yang memberi Pengampunan juga Tuhan ) Tetapi saya akan mencoba menjawabnya: coba baca kis10:1-48 (ini bukan tafsiran kok, tetapi cerita sehingga mudah di pahami) lalu harap di renungkan - mengapa Kornelius yang Baik dan Jujur Soleh... Harus dibabtis dengan Nama YESUS? - mengapa Petrus harus memberitakan ke Kornelius, injil tersebut... ? (jauh lagi tempatnya)

apakah karena oop lebih mudah “diajak” ? rasanya tidak juga, karena taruhannya kemungkinan di kuliti - di kanibal dsb :slight_smile:
hehe … karena YESUS berkata kamu akan Aku utus seperti domba ditengah2 srigala
soal mudah diajak, sebab mereka masih “polos”, tidak kebanyakan mikir ini- itu…

jadi kenapa oop ? kenapa tidak "orang2 bukan pedalaman ?" (oobp).

Mungkin ada temen2 Kristen yang bisa bantu menjelaskan ?


sudah di jelaskan :slight_smile:

Salam juga bro Odading :slight_smile:

Hehehehehehe… Bro, tak terhitung Santo dan Santa Gereja Katolik yang MENUNJUKKAN KASIH kepada oobp, bahkan ada yang menjadi korban oobp yang terkadang masih kanibal dll.

Cara mengetahuinya yang lebih mudah adalah membaca buku Ensklopedia Orang Kudus yang memuat lengkap daftar Santo dan Santa sepanjang masa lengkap dengan kisah hidup mereka :slight_smile:

Yang terkenal adalah Beata Theresa dan Santo Damian dari Molokai.

Mengingat Beata Theresa dari India (Bunda Theresa) sudah terkenal, maka saya angkat kisah Santo Damian :slight_smile:

Santo Damian dari Molokai ; Saudara Para Penderita Kusta
Father Damian dilahirkan di Tremelo, Belgium, pada tanggal 3 Januari 1840 dengan nama Joseph De Veuster. Pada awalnya kakak tertuanya masuk ke seminari Sacred Hearts, dan ayahnya mengharapkan agar Damian yang menjalankan bisnis keluarganya tapi ternyata Damian juga masuk seminari sebagai novis pada awal 1859. Ia memilih nama Damian. Frater Damian seorang yang tinggi dan gagah. Tahun-tahun yang dilewatkannya dengan bekerja di pertanian keluarga telah menjadikan tubuhnya sehat dan kuat. Semua orang sayang padanya, sebab ia baik serta murah hati. Hawaii membutuhkan lebih banyak misionaris berkarya di sana. Jadi, pada tahun 1863, serombongan imam serta frater Hati Kudus Yesus dipilih untuk diutus ke sana. Pamphile, saudara Damian, termasuk salah seorang di antara mereka. Beberapa saat menjelang keberangkatan, Pamphile terserang demam typhoid. Ia tidak lagi dapat dipertimbangkan untuk diberangkatkan ke daerah misi. Frater Damian, yang saat itu masih dalam pendidikan untuk menjadi imam, mohon agar diijinkan menggantikan tempatnya. Imam kepala mengabulkan permohonannya. Ia pulang ke rumah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya. Kemudian ia menumpang kapal dari Belgia ke Hawaii, suatu perjalanan yang memakan waktu delapan belas minggu lamanya. Frater Damian menyelesaikan pendidikannya dan ditahbiskan sebagai imam di Hawaii. Ia berkarya selama delapan tahun di tengah umatnya di tiga daerah. Ia melakukan perjalanan dengan menunggang kuda atau dengan kano (= semacam sampan). Umat menyayangi imam yang berperawakan tinggi dan murah hati ini. Damian melihat bahwa umatnya senang ikut ambil bagian dalam Misa dan ibadat. Ia menggunakan sedikit uang yang berhasil dikumpulkannya untuk membangun kapel. Ia sendiri bersama umat paroki setempat membangun kapel mereka.
Bagian paling mengagumkan dalam hidup Damian akan segera dimulai. Pada saat itu pemerintahan Hawai berniat untuk menghentikan penyebaran penyakit kusta. Hal ini dilakukan dengan mengungsikan para penderitanya ke Pulau Molokai. Nama itu membuat orang bergidik ketakutan. Bagian dari pulau itu yang disebut Kalawao merupakan kuburan hidup bagi orang-orang kusta. Tidak banyak yang diketahui tentang penyakit kusta dan rasa ngeri terjangkiti kusta menyebabkan para penderitanya dikucilkan. Banyak di antara mereka yang hidup putus asa. Tidak ada imam, tidak ada penegak hukum di Molokai, tidak ada fasilitas kesehatan. Pemerintah Hawaii mengirimkan makanan serta obat-obatan, tetapi jumlahnya tidak mencukupi. Lagi pula tidak ada
sarana yang dikoordinir untuk membagikan barang-barang tersebut. Para penderita kusta di pulau itu juga membutuhkan pelayanan rohani namun mereka tidak mendapatkannya. Sehingga Uskup Louis Maigret ss.cc melontarkan masalah ini kepada para pastor. Mendengar hal ini Pater Damian langsung merespon dan ia berangkat ke Pulau Molokai pada tanggal 10 Mei 1873. Pastor Damian terguncang hatinya melihat kemelaratan, korupsi serta keputusasaan di sana. Walau demikian, ia bertekad bahwa baginya tidak ada kata menyerah. Penduduk Molokai sungguh amat membutuhkan pertolongan. Pastor Damian pergi ke Honolulu guna berhadapan dengan anggota majelis kesehatan. Mereka mengatakan bahwa Pastor Damian tidak diijinkan pulang pergi ke Molokai demi alasan bahaya penularan kusta. Alasan sesungguhnya adalah bahwa mereka tidak menghendaki kehadirannya di Molokai. Ia akan menimbulkan banyak masalah bagi mereka. Jadi, Pastor Damian harus menetapkan pilihan: jika ia kembali ke Molokai, ia tidak akan pernah dapat meninggalkan tempat itu lagi. Para majelis kesehatan itu rupanya belum mengenal Pastor Damian. Ia memilih untuk tinggal di Molokai! Pater Damian memberikan harapan kepada para penderita itu dengan mau hidup bersama-sama dengan para kusta. Di jaman itu, seperti halnya pada jaman Yesus, para penderita kusta bisa dibilang orang buangan, dan orang yang sungguh berdosa karena dikutuk dengan adanya penyakit itu. Padahal, sebagai manusia mereka membutuhkan sahabat untuk ikut merasakan dan bisa mensharingkan apa yang mereka alami. Mereka merindukan sentuhan kasih. Mereka merasa sebagai orang berdosa yang mendambakan pelayanan dari hamba Tuhan untuk bertobat, dan juga pastinya menharapkan kesembuhan akan penyakitnya. Pater Damian terpanggil untuk hal ini. Ia harus mengalahkan segala perasaan jijik dan takut karena penyakit itu supaya bias bersentuhan dengan para sahabat- nya, dan ikut merasakan penderitaan mereka. Mulanya ia ingat pesan para seniornya untuk tidak bersentuhan dengan para penderita, tetapi akhirnya ia sadar bahwa Yesus sendiri harus menjadi sama dengan manusia supaya bisa ikut merasakan penderitaan manusia. Pater Damian pun akhirnya mengerti untuk bisa dekat dengan mereka maka dia harus bersentuhan dengan mereka, terutama anak-anak kecil yang justru sangat membutuhkan sentuhan dan kasih saying. Pastor Damian berkarya delapan belas tahun lamanya hingga wafatnya di Molokai. Dengan bantuan para penderita kusta dan para sukarelawan, Molokai mulai berubah. Kata Molokai mempunyai arti yang sama sekali baru. Pulau Molokai menjadi pulau cinta kasih Kristiani. Lama kelamaan, Pastor Damian juga terjangkit penyakit kusta. Pater Damian tiba di perkampungan kusta itu pada tanggal 10 Mei 1873 di mana Uskup Maigret memperkenalkannya kepada 816 orang penderita kusta sebagai “seorang yang akan menjadi ayah bagi kalian, yang mencintaimu sedemikian besarnya hingga dia tidak ragu untuk menjadi salah satu dari kalian; hidup dan mati bersama kalian.” Disana ia giat mewartakan Injil dan mengajar agama, menghibur dan merawat orang-orang kusta bahkan mengubur mereka. Ia merintis pembangunan jalan raya, pipa air, rumah yatim piatu dan gereja-gereja. Ia berkarya disana dengan bantuan dua orang awam, juga satu kelompok suster-suster Fransiskan dari Syracuse, New York dan seorang pastor dari Belgia. Kehadiran Pater Damien sungguh menjadi titik balik dalam kehidupan di komunitas yang disingkirkan negerinya. Komunitas yang semula hidup tanpa adanya penegakan hukum, berubah menjadi lebih teratur dari sebelumnya, gubuk gubuk tinggal mereka diperbaiki dan menjadi rumah yang sederhana tapi nyaman dan sehat. Pertanian dan perkebunan diatur menjadi lebih baik. Pater Damien menyadari resiko terbesarnya: tertular penyakit kusta itu sendiri. Dalam catatan hariannya di bulan Desember 1884, ia menulis bahwa ia tidak dapat merasakan suhu air hangat saat mencuci kakinya di malam hari karena ia sudah tertular kusta. Walaupun demikian Pater Damian tidak berhenti membangun rumah-rumah bagi para penderita kusta lain di pulau itu. Di saat-saat dengan tangan tergantung di dada, kaki terbebat dan jalan terseret, Pater Damian masih sanggup menyelesaikan banyak hal demi cintanya kepada komunitas penderita kusta ini. Hingga ia tak sanggup berjalan lagi dan harus menjalani rawat inap sepenuhnya pada tanggal 23 Maret 1889. Ia mengetahui saat akhirnya segera tiba. Pater Damian mengaku dosa dan memperbaharui kaulnya pada tanggal 30 Maret 1889. Keesokan harinya ia menerima komuni suci dan Sakramen Perminyakan Orang Sakit.
Setelah turut menanggung derita sakit selama 5 tahun, Pater Damian meninggal dunia pada pagi hari pukul 8:00 tanggal 15 April 1889 pada usia 49 tahun. Kurang lebih satu abad kemudian, yaitu pada tahun 1936, jenazah Pater Damian dipindahkan dari kuburnya di Molokai ke tanah airnya Belgia dan disemayankan di pekuburan nasional St. Yosef di Leuven. Hingga kini Pater Damian merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Hawaii dan Gereja Katolik karena cinta dan dedikasinya bagi orang-orang yang dibuang. Patung untuk menghormatinya dibangun di muka Gedung Capitol Hawaii. Yayasan Damien dan Damien Centers didirikan untuk membantu para penderita HIV/AIDS. Sekolah-sekolah didirikan dengan namanya. Dalam Gereja Katolik, lambang yang melekat padanya adalah sebatang pohon dan seekor burung merpati. DI Indonesia, namanya diabadikan antara lain di gereja Beato Damian, Bengkong - Batam dan RS Lepra Beato Damian, Lewoleba, Lembata - NTT. Ia dinyatakan Beato oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1994. Dan pada tanggal 11 Oktober 2009, Paus Benedictus XVI memimpin upacara kanonisasinya secara meriah di Vatikan. Dan sejak saat itu ia disapa Santo Damian.

Ya, Santo Damian dari Molokai; Rasul dan Sahabat para penderita Kusta. Santo Damian dari Molokai,
doakanlah kami. Amin

:slight_smile:

eeehh… pipieq…ketemu disini… pa kabar pieq? :slight_smile:

apakah ada pernah terjadi perang antar oop dalam 1 suku mereka, dikarenakan ada oop yang akhirnya tidak animis lagi ?

Ya, perlu sekali - dg pemuridan, setelah mereka menerima KRISTUS sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun ada kalanya di antara oop yg adalah truth seeker, mrk diajar dulu dengan lebih mendalam sebelum menerima KRISTUS sebagai TUhan dan Juruselamat. Jadi case by case tergantung budaya oop setempat.

sepertinya pipieq cukup berpengalaman dalam hal pekabaran injil ke pedalaman ya ? :slight_smile:

kebetulan baru selese baca kisah hidup BRUCE OLSON (Bruchko) yg adalah misionari ke murderous tribe Motilone di Amerika Selatan. Coba di search nama itu, utk mengetahui apa saja yg dia kerjakan saat memberitakan Injil. Dan berapa tahun dia di sana sebelum benar2 memberitakan Injil ke suku ini. Itupun diberitakan dalam konteks budaya suku ini dan dalam bahasa suku ini.

ya, nanti saya akan coba google tentang ini, makasih pieq.

Ada juga misi ke oobp... Ada urban mission... ada tribal mission ...

apakah urban mission (misi ke oobp) ini - termasuk juga pekabaran Injil ke kepercayaan2/agama2 selain Kristen ? terus terang saya belum pernah tau ttg hal ini (pekabaran ke penganut kepercayaan/agama lain). Menurut saya, tentu banyak sekali kendalanya…, apakah pemerintah tidak berasumsi hal ini bisa menyangkut sara (brightman) ?

Semoga membantu :)

makasi ya pieq atas masukan2nya.

salam.

Yopi, makasih ya atas cerita santo Damian. Mengharukan ya…

salam.

saya memahami dengan pernyataan alice diatas. Namun disisi lain, saya juga melihat bahwa Roh Kudus itu sepertinya mempunyai ikatan “benang merah” dengan tindakan manusia.

Se “tidak berartinya” (kiasan) - tindakan manusia melakukan pekabaran Injil dimana karenanya org menjadi percaya HANYALAH OLEH karena Roh Kudus, NAMUN menurut saya, tindakan manusia yg melakukan kabar Injil tsb tetap ada suatu ikatan “benang merah” dengan Roh Kudus yg bekerja pada oop tsb.

Alesan saya - kalo tidak ada “benang merah” tsb - maka tidak diperlukan lagi pekabaran Injil, karena TOH Roh Kudus saja itu sendiri kok yang bekerja… - bukan karena tindakan manusia yg memberitakan Injil … :slight_smile:

Yang deket2 saja (simple) ... misal saya memberitakan ttg YESUS kpd odading.. hhheeee... saya ngga perlu mencari trik ..spy odading percaya.

Krn hati yang percaya itu pemberian Allah koq :smiley:
Itulah yang dinamakan Kasih Karunia

yang deket2 aja … (he-he-he…ikut2an nih… :)),
kalo suatu hari saya menjadi orang percaya - saya memahami, bhw itu adalah Kasih KaruniaNYa, dimana Roh Kudus bekerja pada diri saya - NAMUN, tetap hal ini tidak lepas dari Alice ato teman2 di FK (misalnya) yang telah dgn sabar dan banyak memberikan pengenalan2 lebih jauh tentang ke KRistenan… :slight_smile: (disinilah mksd saya ttg ada ikatan benang merah)

makasi alice atas penjelasannya.

salam.

Sebetulnya - setelah saya pikir2 lagi dari respond saya yang buat Alice, memang ternyata BISA JUGA, semua itu semata-mata krn RK… bahkan tanpa perlu adanya pekabaran Injil. Namun kejadian seperti ini tentu jarang terjadi - dimana biasanya hal hal demikian tentu melalui visi2 supranatural…:slight_smile:

Adakah [u][b]perlunya [/b][/u]pengenalan2 lebih dalam ttg YESUS kepada oop ini ? misal ttg Ajaran kasihNya - keajaiban2Nya - ketaatanNya, dsb ?
Ada donk :)

Dari jawaban temen2 disini, saya menyimpulkan bahwa jawaban dari pertanyaan saya yg warna biru tsb : perlu gak perlu :slight_smile:

perlu :
kalo setelah sampai batas point : mendengar/membaca lalu mengetahui - oop msh belum jadi orang percaya (sehingga perlu pengenalan2 lebih dalam)

tidak perlu :
kalo sampai batas point diatas, oop sdh langsung percaya :slight_smile:

Orang2 yang bukan di pedalaman? Kalau orang yang bukan hidup di pedalaman ya, pasti memiliki keyakinan lain.

tapi kan oop-pun saya rasa mempunyai keyakinan mereka sendiri2 (animisme misalnya) walo tidak bisa disebut agama.

1. mengapa Kornelius yang Baik dan Jujur Soleh... Harus dibabtis dengan Nama YESUS? 2. mengapa Petrus harus memberitakan ke Kornelius, injil tersebut... ?(jauh lagi tempatnya)
  1. karena malaikat sendiri yang bilangin Kornelius utk manggil Petrus ? disinilah yang saya maksud visi supranatural yang dialami Kornelius.

  2. liberty, maaf… kok saya gak nemuin kalimat yang menyatakan Petrus memberitakan injil ke Kornelius ? Justru - bukankah Kornelius itu kan sudah tau tentang berita di tanah Yudea ?

[b]apakah karena oop lebih mudah "diajak" ? rasanya tidak juga, karena taruhannya kemungkinan di kuliti - di kanibal dsb :)[/b]
soal mudah diajak, sebab mereka masih "polos", tidak kebanyakan mikir ini- itu...

wew…,.bisa bisa aja kamu…, walo oop - gitu2 mereka mungkin juga udah banyak mikir2 ini itu loh…:slight_smile:

jadi kenapa oop ? kenapa tidak "orang2 bukan pedalaman ?" (oobp).

Mungkin ada temen2 Kristen yang bisa bantu menjelaskan ?


sudah di jelaskan :slight_smile:

hiks, terus terang masih belon jelas nih akan jawaban dari pertanyaan saya yang ini … :slight_smile:

makasih ya liberty atas masukan2nya.

salam.

Tetap perlu karena perintah TUHAN YESUS :slight_smile:

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

:slight_smile:

salah bro odading
jika tanpa pengabaran injil, bagaimana seseorang dapat mempercayai YESUS?
Tidak harus dengan visi2 supernatural/ mukjizat
ROH KUDUS adalah Roh yang lembut…
Barang siapa menerima YESUS maka RK akan bekerja,
kapan? Bagaimana caraNya?
Itu rahasia Tuhan :slight_smile:

Dari jawaban temen2 disini, saya menyimpulkan bahwa jawaban dari pertanyaan saya yg warna biru tsb : [u][b]perlu gak perlu :)[/b][/u]

perlu :
kalo setelah sampai batas point : mendengar/membaca lalu mengetahui - oop msh belum jadi orang percaya (sehingga perlu pengenalan2 lebih dalam)

tidak perlu :
kalo sampai batas point diatas, oop sdh langsung percaya :slight_smile:


ow… maksud dari pertanyaan bro odading “pendalaman ajaranNya” bagi yang belum percaya?
saya kira pertanyaannya adalah “pendalaman AjaranNya” bagi orang yg sudah percaya…

kalau pertanyaan ditujukkan pada orang yang BELUM percaya
saya rasa Tidak perlu…
sebab semua itu bekerja karena krn dasar RK. :slight_smile:

tapi kan oop-pun saya rasa mempunyai keyakinan mereka sendiri2 (animisme misalnya) walo tidak bisa disebut agama.
benar juga bro tetapi biasanya orang2 pedalaman yang mempercayai/ menyembah "berhala" sering kerasukkan "iblis", dan disitulah kebenaran injil dinyatakan...
1. karena malaikat sendiri yang bilangin Kornelius utk manggil Petrus ? disinilah yang saya maksud visi supranatural yang dialami Kornelius.
benar, supaya apa? supaya Petrus menceritakan warta gembira (Injil)
2. liberty, maaf... kok saya gak nemuin kalimat yang menyatakan Petrus memberitakan injil ke Kornelius ? Justru - bukankah Kornelius itu kan sudah tau tentang berita di tanah Yudea ?
bro Odading, apakah kata "menginjili" harus dituliskan dalam Alkitab. Memberitakan/menceritakan kabar kematian dan kebangkitan YESUS sama halnya dengan menginjili.

10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.
10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh YESUS KRISTUS, yang adalah Tuhan dari semua orang.
10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
10:38 yaitu tentang YESUS dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan ROH KUDUS dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.
10:40 YESUS itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,
10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Inilah hal penginjilan Petrus.

wew..,.bisa bisa aja kamu..., walo oop - gitu2 mereka mungkin juga udah banyak mikir2 ini itu loh...:)
oop biasanya mendasarkan pemikiran kepada hal duniawi, dan tidak memikirkan baik atau buruknya (dosa atau tidak) mengapa? Saya pernah melihat dokumentasi orang2 pedalaman yang masih karnibalism - cewek mandi dengan pria dianggap wajar dan tidak mengenal malu. - isteri berbuat zinah, hukumannya adalah pasung (batang kayu yang di "tancapkan" dari aurat ke mulut)
hiks, terus terang masih belon jelas nih akan jawaban dari pertanyaan saya yang ini ... :)

makasih ya liberty atas masukan2nya.

mungkin dapat bro Odading perjelas lagi pertanyaannya?
sorry ga mudeng dengan maksud pertanyaan terakhir :smiley:

salam :slight_smile:

Bisa Dia lakukan kalo Dia berkehendak… :smiley:
Dia mau pakai apapun dan siapapun sbg alatNya untuk kemuliaan manusia NYA

yang deket2 aja ... (he-he-he...ikut2an nih... :)), kalo suatu hari saya menjadi orang percaya - saya memahami, bhw itu adalah Kasih KaruniaNYa, dimana ROH KUDUS bekerja pada diri saya - NAMUN, tetap hal ini tidak lepas dari Alice ato teman2 di FK (misalnya) yang telah dgn sabar dan banyak memberikan pengenalan2 lebih jauh tentang ke KRistenan.... :) (disinilah mksd saya ttg ada ikatan benang merah)

tak jelasin smp berbuih pun… saya tetap tidak punya kuasa untuk mengubah iman/ hati sodara
ttp ketika saya menyampaikan Firman… Firman itulah yang punya kuasa untuk mengubahkan hidup sodara

baik, Odading… sibuk tp enjoy dg ya aku kerjakan :slight_smile:

apakah ada pernah terjadi perang antar oop dalam 1 suku mereka, dikarenakan ada oop yang akhirnya tidak animis lagi ?

aku blum pernah mendengar atau baca ttg itu, jd tidak tahu jawabannya.

Ya, perlu sekali - dg pemuridan, setelah mereka menerima KRISTUS sebagai Tuhan dan Juruselamat. Namun ada kalanya di antara oop yg adalah truth seeker, mrk diajar dulu dengan lebih mendalam sebelum menerima KRISTUS sebagai TUhan dan Juruselamat. Jadi case by case tergantung budaya oop setempat.
sepertinya pipieq cukup berpengalaman dalam hal pekabaran injil ke pedalaman ya ? :)
tidak pengalaman... tp tahu :D
kebetulan baru selese baca kisah hidup BRUCE OLSON (Bruchko) yg adalah misionari ke murderous tribe Motilone di Amerika Selatan. Coba di search nama itu, utk mengetahui apa saja yg dia kerjakan saat memberitakan Injil. Dan berapa tahun dia di sana sebelum benar2 memberitakan Injil ke suku ini. Itupun diberitakan dalam konteks budaya suku ini dan dalam bahasa suku ini.
ya, nanti saya akan coba google tentang ini, makasih pieq.
sama-sama :)
Ada juga misi ke oobp... Ada urban mission... ada tribal mission ...
apakah urban mission (misi ke oobp) ini - termasuk juga pekabaran Injil ke kepercayaan2/agama2 selain Kristen ? terus terang saya belum pernah tau ttg hal ini (pekabaran ke penganut kepercayaan/agama lain). Menurut saya, tentu banyak sekali kendalanya..., apakah pemerintah tidak berasumsi hal ini bisa menyangkut sara (brightman) ?

Yup ada…
Klo Sara Brightman saia suka suaranya, tp klo sara yg tdk bright itu tergantung negaranya hehehe…

Untuk di Jepang, sampai bbrp thn yg lalu malah ada visa misionari utk WNA, klo di negara lain misionary WNA malah bisa dianggap pengacau :tongue:
Nah, setahu saia di Jepang sana ada bbrp sphere of influence yang benar2 dijangkau secara maksimal oleh para misionari ini.
(I can only explain a bit about this, sorry…)

Kendala tt saja ada… banyak :slight_smile:

Semoga membantu :)

makasi ya pieq atas masukan2nya.

salam.
[/quote]
Sama sama…
:slight_smile:

saya kurang ngerti euy :slight_smile:

Dia memakai sso utk pekabaran Injil - demi KemuliaanNYA, namun stlh sso ini jungkir balik - mulut bebusa (krn menyampaikan sambil kumur listerne ? :)), ternyata masih ada “kenyataan” KemuliaanNYA tidak terpancar / gagal, dikarenakan Dia sendiri tidak berkehendak - sang oop yg dikabari itu, tidak Dia berikan Rahmat KasihNYA ?

Jadi buat apa “cape2” Dia memakai sso sbg alatNYA - disaat Dia sendiri tidak ingin memberikan “sebuah” RK yg bekerja pada si oop ini?

tak jelasin smp berbuih pun... saya tetap tidak punya kuasa untuk mengubah iman/ hati sodara, ttp ketika saya menyampaikan Firman... Firman itulah yang punya kuasa untuk mengubahkan hidup sodara

Lah, kalo akhirnya saya emang nggak menjadi orang percaya - apakah berarti Firman yg disampaikan Alice “tidak mempunyai kuasa” ? Saya rasa nggak begitu deh … :slight_smile:

Menurut saya, pekabaran kepedalaman - adl KEINGINAN hati SENDIRI sang manusia utk mengabarkan kabar suka cita, keinginan hati sendiri sang manusia utk berbagi rasa bahagia kepada orang lain - BUKANnya Allah memakai sso sbg alat utk menyatakan kemuliaanNYA, lalu "aneh"nya - sso yg dipakai sbg alat ini akan “berfungsi” sesuai dgn tujuanNYA apabila yg dikabari itu Dia stel “on” - dan “gagal” kalo yg dikabari itu Dia stel “off” :slight_smile:

dan berdasarkan respond liberty, kemungkinan juga sso melakukan pekabaran karena ingin menjalankan perintahNYA utk mengabarkan…:slight_smile:

salam.

good job ;D

Itulah sebabnya TUHAN YESUS MENYURUH:
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

wah… makasi atas masukan ini, nambah pengertian dan pengetahuan.
pengetahuan2 pipieq ttg misionari menurut saya luas kok :slight_smile:

salam.

yang dimaksud berkendak disana artinya… kehendak : Allah sanggup menyampaikan InjilNya…
tidak dengan mulut saya /mulut mereka :smiley:

Ttp kehendakNya Dia mau pakai saya untuk menyampaikan kepada sodara :smiley:

Lah, kalo akhirnya saya emang nggak menjadi orang percaya - apakah berarti Firman yg disampaikan Alice "tidak mempunyai kuasa" ? Saya rasa nggak begitu deh ... :)

bisa jadi…
kalo yang mengucapkan memang tidak diberi kuasaNya :smiley:

dan si pendengar Firman … belum menerima kuasaNya :smiley:

Menurut saya, pekabaran kepedalaman - adl KEINGINAN hati SENDIRI sang manusia utk mengabarkan kabar suka cita, keinginan hati sendiri sang manusia utk berbagi rasa bahagia kepada orang lain - BUKANnya Allah memakai sso sbg alat utk menyatakan kemuliaanNYA, lalu "aneh"nya - sso yg dipakai sbg alat ini akan "berfungsi" sesuai dgn tujuanNYA apabila yg dikabari itu Dia stel "on" - dan "gagal" kalo yg dikabari itu Dia stel "off" :)

salam.

Itulah kasih karunia :smiley:

Ada kuasa yang dasyat …dari Allah Imanuel :afro: