Mendiknas: Hormat Bendera Bukan Penyembahan Berhala

Terkait adanya dua sekolah di Karanganyar, Jawa Tengah dan satu sekolah di Solo yang menolak melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan juga menolak melakukan upacara bendera akhirnya Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh angkat bicara.

“Antara hormat dengan sembah itu berbeda. Sesembahan atau penyembahan ini terkait peribadatan, mempertuhankan. Hormat itu ekspresi kesopanan, bahasa arabnya adalah khurmat,” demikian ungkap Nuh, Senin (13/6) sebagaimana dirilis oleh Kompas.com.

Perlu diketahui, ketiga sekolah yang melakukan penolakan upacara bendera dan memberi penghormatan kepada sang merah putih adalah sekolah dengan pengajaran berbasis agama Islam. Mereka membuat keputusan tidak melakukan upacara dan penghormatan bendera atas dasar pemikiran bahwa memberikan penghormatan bendera dan upacara bendera sebagai tindakan syirik atau penyembahan berhala.

Namun Ketua MUI Jawa Timur Abdusshomad Buchori tidak sependapat dengan pemikiran tersebut. Menjawab pertanyaan wartawan tentang hal ini, Buchori mengatakan bahwa penghormatan kepada bendera adalah bentuk disiplin dalam melaksanakan upacara, selain itu bendera adalah lambang pemersatu bangsa, jadi penghormatan yang diberikan bukanlah bentuk pengkultusan namun dalam kerangka pemikiran sebagai lambang negara.

“Kalau sekadar menghormat tidak apa-apa karena itu lambang negara. Yang diharamkan itu, apabila meyakini dan menyembah bendera,” demikian tegas Abdusshomad Buchori pada hari Minggu (12/6) di Surabaya.

Setelah melakukan dialog dan komunikasi yang intensif antara pemerintah terkait dan pihak yayasan pengelola sekolah, saat ini dua sekolah di Karanganyar, Jawa Tengah telah bersedia melakukan sumpah setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan satu sekolah diantaranya telah bersedia melaksanakan upacara bendera, bahkan mereka dilatih langsung oleh anggota TNI dan Polri.

Sekolah merupakan sebuah tempat untuk membentuk calon penerus bangsa ini. Untuk itu sudah seharusnya ditanamkan rasa cinta tanah air dan kebangsaan, bukannya pemikiran radikal yang jika tanpa pemahaman yang benar malah membuat mereka terjerumus radikalisme negatif seperti terorisme.

Source : Kompas.com/VM

sebenarnya bedakan penghormatan dengan penyembahan

penyembahan bersifat posisi menundukkan kepala atau membungkukkan badan

penghormatan bersifat posisi menunjukkan tanda tubuh seperti tangan atau kaki atau pantat jg boleh

saia dalam menanggapi hal ini berpegang pada perkataan TUHAN YESUS
" berikan apa yg menjadi hak Kaisar dan berikan apa yg menjadi Hak TUHANMU"

hak pemerintahan adalah mendapat kan kehormatan dari setiap warga negaranya

jd hanya orang terlalu kerdil yg tidak mau memberi penghormatan kepada negara nya yah.:slight_smile:

benar^^, dari perbuatan mereka kita jadi tahu “siapa” sebenarnya “mereka”

ternyata di agama sebelah juga ada penggemar teori berhala ala flinstone ya…
kompak kali sama ssy tuh… :slight_smile:

tull^^