Menemukan Sahabat Sejati

Shallom FKers :happy0025:

Saya punya pengalaman pahit tentang sahabat

Pernah dikhianatin

Ditinggalin

Orang yang baru saya percaya ternyata balik menyerang saya

beberapa baik pada saya karena ingin memanfaatkan saya
lalu kalau saya tidak diperlukan mereka lagi,
mereka lalu memihak pada yang lebih daripada saya.

jujur saya tidak ngerti

Padahal saya sudah baik sma mereka

tapi justru saya duluan yang disakiti :’(

saya masih ingat kata guru religiusitas di skolah,
sahabat adalah anugerah Tuhan. maka kalau ingin seorang sahabat di dunia, mintalah pada Tuhan.

sekarang saya sudah punya beberapa teman baik. tapi saya masih ragu pada mereka…

Saya takut suatu saat kami berpisah, tidak ada lagi ikatan sahabat antara kami. :slight_smile:
atau suatu saat mereka bisa menyerang saya… :rolleye0014:

saya ingin minta pendapat dan saran kalian,
Bagaimana menilai suatu persahabatan maupun sahabat yang baik?

atau Bagaimana cara mendapat sahabat yang tidak memandang saya dari luar? :slight_smile:

semoga bisa jadi pengetahuan saya agar pergaulan saya lebih baik
Walaupun sebenarnya saya sudah punya sahabat yang benar-benar setia yaitu Tuhan Yesus :angel:

Trims,
GBu :slight_smile:

coba cari sahabat yang takut akan Tuhan dulu. tapi yang bukan anak Tuhan juga sebenernya banyak yang baik. kurang beruntung aja kali. hha :cheesy:

TQ sarannya :slight_smile: :afro:

beberapa baik pada saya karena ingin memanfaatkan saya lalu kalau saya tidak diperlukan mereka lagi, mereka lalu memihak pada yang lebih daripada saya.
Saya takut suatu saat kami berpisah, tidak ada lagi ikatan sahabat antara kami. :) atau suatu saat mereka bisa menyerang saya.. :rolleye0014:

saya pribadi tidak melihat eksistensi nyata dari “sahabat sejati” selain dari Tuhan YESUS, keluarga inti (ayah-ibu-adik-kakak) dan (nantinya) keluarga kita sendiri (jodoh - anak). sedangkan dengan orang lain saya lebih nyaman menggolongkan sebagai teman - teman baik saja.

sebagai perantau sejak muda, saya dulu bertemu-berteman-berinteraksi setiap hari dengan orang lain di satu rumah yg sama (kost).

saya dan teman2 saya sesama anak rantau di masa tersebut merasa kami adalah “sahabat sejati”. saling bantu, saling curhat, sampai saling urunan kepalan tangan dan tendangan kepada musuh bersama (maklum cowok), dll.

di masa sekarang, tentu saya masih ingat mereka, mereka pun masih ingat saya, kami masih ingat cerita2 konyol di masa lalu jika kebetulan bertemu lalu duduk ngopi2 bareng. tapi tidak lebih dari itu, waktu membuat kami memiliki hidup masing2, dunia masing2 yg tentu berbeda sesuai nasib masing2. “persahabatan” kami dulu tidak lebih dari kisah klasik kehidupan saja.

saya pun punya satu contoh kisah yg agak menjengkelkan,
sempat ada salah satu “sahabat” lama tiba2 menghubungi saya dalam rangka mengajak berbisnis. diawali dengan obrolan2 klasik sehingga saya pun seperti flash back ke masa2 muda dulu, saya pikir bukankah menyenangkan berbisnis dengan orang yg kita kenal betul, dengan seorang “sahabat”?

tidak disangka tidak diduga…ternyata dia mengajak saya ikut MLM dan pertemuan brainwashing mereka saudara saudara!! :mad0218:

karena saya bukan penggemar bisnis semacam itu, tawarannya pun saya tolak baik2. ZAP! mendadak hilang dia. datang tidak dijemput, pulang tidak diantar. :mad0218:

maka itu untuk saya, “sahabat sejati” hanyalah Tuhan YESUS dan keluarga, persahabatan sejati tanpa batas, tanpa syarat, yg tidak akan bisa dirubah oleh waktu dan dunia. :slight_smile:

yang cocok di panggil sahabat sejati itu TUHAN YESUS… yg laen mah cuma temen aja… jangan mudah percaya sma org lain…
cuma TUHAN yang ga pernah mengecewakan sahabatnya…

menilai persahabatan itu ga bisa dlm wkt yg cepat sih mnrtku, smua butuh proses.
sahabat yg sejati yg ga akan pernah mengecewakan kita ya memang hanya Tuhan Yesus, tp sahabat yg baik dan tulus itu masih ada kok di dunia ini. :slight_smile:
cara mendapat sahabat yg tdk memandang dr luar? hm… agak susah ya… yg pasti berdoa d, minta Tuhan kasih sahabat yg spt itu. krn mskp mnrt kita dia baik, dlmnya hati siapa yg tau.
tp klo menurutku sih sama spt membangun sebuah hubungan, membangun persahabatan juga butuh kepercayaan. dan kita hrs berusaha menjadi sahabat yg baik dulu bagi org lain sehingga org lain mau menjadikan kita sahabatnya jg.

sedikit share ya… aku punya seorang sahabat. kenal dengannya sudah sekitar 17 tahun. dulunya ga dekat, hanya sekedar jd teman biasa (ga dekat sama skali) dan ada dlm wadah pelayanan yg sama. seiring berjalannya wkt, lama2 krn ada di komunitas yg sama, jd cukup dekat, tp akhirnya jd sahabat yg benar2 dekat dan sampai ak percaya dia dan brani cerita hal2 yg menurutku cukup pribadi (krn ak org yg cukup introvert) paling baru 3-4 thn belakangan ini. dan ak bersyukur Tuhan hadirkan dia dalam kehidupanku, karena jadi bisa saling membangun dan mendoakan jg mskp kadang ya ga selamanya pemikiran kami sama… tp ya itulah gunanya sahabat… bisa saling menegur dan mengingatkan jg klo ada pemikiran salah satu yg dinilai kurang baik. yg penting sih hrs mau terbuka ya… klo ga bakal sering salah pengertian. hehe.
jadi menurutku sih utk mendapatkan seorang sahabat yg baik benar2 butuh proses dan waktu ya… tp ya ga harus selalu nunggu sampai belasan tahun kok.
yg pasti berdoa aja minta sahabat yg terbaik yg bisa saling mempercayai. :slight_smile:

mengenal teman kita dengan baik dapat menjadi awalan kita menemukan sahabat sejati
karena sahabat & teman itu berbeda :afro: