Mengampuni atau Mengamini

Syalom semua,

Mau curhat nih. Saya adalah keluarga besar kristen 9 saudara. Saat ini saya lagi bingung tentang sikap saya
terhadap tindakan orang tua saya yang sudah almarhum. Dulu sewaktu masih hidup orang tua saya mendapatkan sebidang tanah sebagai imbalan merenovasi rumah saudaranya.
Waktu itu saya bisa dibilang kristen ktp atau murtad, jadi tidak menghiraukan tindakan orang tua saya.
Sekarang setelah saya bertobat dan kembali ikut Tuhan Yesus lalu mulai membaca2 firmannya, saya kok
jadi tidak setuju dengan tindakan orang tua saya dulu kalau dihubungkan dengan hukum Kasih.
Memang secara hukum benar karena antara orang tua saya dan saudaranya membuat perjanjian tentang hal itu dan disaksikan perangkat desa ( belum sampai akta notaris/ PPAT ).
Dari 9 saudara hanya saya yang tidak mengakui tanah tersebut menjadi warisan ortu. Kalau bisa dikembalikan ke saudaranya lagi.
pertanyaan saya :

  • bagaimana saya mengampuni orang tua saya yang sudah meninggal, karena dalam kristen tidak ada doa untuk orang mati.
  • apakah saya harus mengamini tindakan ortu saya seperti saudara2 saya yang lain karena sampai saat ini tidak ada masalah apa2. ataukah ini hanya pemahaman saya yang salah ???

mohon masukan rekan2 semua.

GBUs.

Syalom, salam kenal…

Wah, unik juga ya ceritanya… Kalao kata saya sih,

  1. Mengampuni orang tua yang sudah meninggal bukan merupakan doa untuk orang mati… :slight_smile:
  2. Wah, kalau dapet sebidang tanah sebagai hadiah sih ga apa-apa x ya ? kalao didapetnya karena sengketa itu lain cerita…

Nah, maksud sodara bertentangan dengan hukum kasih itu gmana ya ?
Karna info curhatan nya mungkin saya ga terlalu ngerti… :slight_smile:

Ya kalo mengampuni ya mengampuni aja, bro… jadi gini, mengampuni tuh ya benerin hati kita dari kebencian dan kepahitan, tapi orang matinya sendiri ya urusannya Tuhan…

Konteks doain orang mati itu begini : kadang orang berdoa supaya Tuhan menerima orang mati itu di sorga, nah itu yang ga boleh… jadi gada sangkut pautnya ama mengampuni orang yang udah meninggal…

Oh gitu ceritanya… tapi saya masih belum jelas nih… orang tua nya bro apakah memang meminta imbalan berupa tanah atau tanah itu adalah berupa hadiah ?

Kalau minta imbalan sih memang keliru… kalau sebagai hadiah, kata saya sih ga apa-apa…

Trim’s bro masukannya. Cuma bagi saya pribadi meminta imbalan adalah keliru karena ada udang dibalik batu dalam membantu. Tetapi mendapat imbalan karena membantupun apalagi berupa materi bagi saya tetap tidak sreg dgn hukum kasih. kecuali kalau imbalannya adalah mendoakan agar diberi rahmat, berkat yang berkelimpahan dari Tuhan, itu saya bisa menerima brow.
Atau mungkin saya terlalu idealis dalam hal ini ??

apakah anda berdagang tidak meminta bayaran jika menjual sesuatu… atau anda bekerja tidak menuntut upah…??? ^^

Maaf bro, ini membantu orang yang tidak punya, bukan berdagang atau bekerja sebagai karyawan ataupun bekerja dengan nilai kontrak tertentu.
Sepanjang pergumulan saya, hanya dengan orang2 kharismatik yang bisa memahami. Saya dari GKJ bro; lingkungan yang “adem ayem” nggak pernah “neko neko”.

Trim's bro masukannya. Cuma bagi saya pribadi meminta imbalan adalah keliru karena ada udang dibalik batu dalam membantu. Tetapi mendapat imbalan karena membantupun [b]apalagi berupa materi bagi saya tetap tidak sreg dgn hukum kasih.[/b] kecuali kalau imbalannya adalah mendoakan agar diberi rahmat, berkat yang berkelimpahan dari Tuhan, itu saya bisa menerima brow. Atau mungkin saya terlalu idealis dalam hal ini ??

Maafkan ortu anda " Tuhan aku memaafkan kedua orang tuaku, (bla bla…)"
kalau anda berpikir itu salah, maka karena anda percaya itu salah meski saudara anda berkata ga salah, dan anda merasa tanah tersebut harus dikembalikan, maka kembalikanlah!
Ini memang beda banget tapi perumpamaan:
narkoba kan salah, anda yakin itu salah. saudara anda menggunakanya, apa anda menggunakannya juga ?
kalau anda yakin itu salah, berpeganganlah pada keyakinan itu, kalau anda mengamini / ya udahlah belum ada masalah, bukankah anda berbohong pada diri sendiri, mungkin pada Tuhan juga.
anda tidak sreg, berarti anda benar-benar harus pegang kuat bahwa yg ortu anda lakukan adalah salah.
BTW, is it possible that itu RK / TY yg yakini hati anda itu salah, makanya anda ga ada peace akan hal itu! coba deh anda tanya RK!

Trim’s bro sarannya. Memang saya pribadi maunya berpegang pada prinsip saya karena percuma udah mau ikut Tuhan Yesus lagi tapi nggak ada perubahan sikap dan perilaku.
Memang berat bro mau melawan arus, karena saya pernah melakukannya dan berdoa mohon bimbingan RK dan TY ternyata akibatnya parah saya dimusuhi saudara yang lain. Benarkah iblis sedang menguasai keluarga kami dan ini akibat kutuk2 orang tua dulu? kami dari GKJ tidak kenal kutuk2 tsb.
Anyway, trim’s sekali lagi atas sarannya.
BTW, benarkah untuk nanya ke RK / dengar suara Tuhan harus latihan seperti yang pernah saya pelajari
di sebuah ministry. Takutnya yang saya ikuti hanya suara hati saya sendiri sehingga saya salah langkah.

Suara hati ama suara Tuhan beda tipis, bro…

Pada akhirnya intensitas hubungan kita dengan Tuhan lah yang bisa membedakan… :slight_smile:

Eh, emang yang bro pelajari di ministry gimana sih untuk dengerin suaranya Tuhan ?

mengikuti Tuhan memang sulit dan sangat mungkin dimusuhi orang dunia. namun, bersyukurlah !
tentang kutuk-mengutuk sih ga tau lah! kalau ada, patahkan saja kutuknya ( doa?)

memang untuk dengar suara Tuhan harus latihan ( aku masih super duper kesulitan, jadi aku main aja kalau ada hal yg kepikiran, terus aku tempatin apa mungkin aku pikirin hal kaya gini)

ada beberapa hal yg pernah aku kepikiran, terus aku mikir if it’s me, is it possible that I think this?

Wahhh… off the record bro; entar salah2 jadi kontroversial. Jujur saja duluuu sekali saya nggak tau
dan kurang peduli dengan macam2 gereja. Tahunya ya ikut Tuhan Yesus berarti kristen titik. Tahu istilah denom saja malah dari nonkristen. Main ke FK ini saja kalau nggak punya “doktrin” pribadi bisa bikin saya mual dan goyah iman…sorrry OOT.
Saya setuju saja dengan pendapat anda tentang membangun intensitas hubungan dengan Tuhan.

GBUs.

BTW, dalam hal kaya gini gmn bisa goyah iman?
aku kira goyah iman itu kalau lihat berhubungan dng iman di internet (itu buat orang dunia)
forum non-kristen

jadi penasaran, gmn lihat forum bisa goyah iman

Btw, gimana keputusan masbro tentang masalahnya? Ane yakin, masbro curhat kemari kan mo minta saran atau opini tentang masalah yg masbro hadapi. Nah, kan sudah ada beberapa FK-ers yg kasih saran atau opini, sekarang gimana dengan masbro? Apa keputusannya? Mengikuti salah satu saran atau opini dari FK-ers atau tetap dengan apa yg masbro yakini? Jangan sampe masalah utamanya jadi gajes, malah ngomongin hal-hal lain yg sptnya di luar konteks. No offense ya.

lohhh… sudah anda tulis … itu adalah perjanjian dan jika suatu perjanjian itu didasarkan atas kerelaan dan kesadaran diri tanpa paksaan atau tekanan… itu adalah murni perdagangan seperti anda bekerja untuk mendapatkan upah… apalagi disaksikan oleh banyak orang… perjanjian itu adalah sah di bumi maupun di surga… bagi saya… adalah suatu kekejian dan dosa jika kita menganggap ortu kita itu berdosa… hati2lah… dan ingat jangan pernah sematkan kata hukum pada kata kasih… kasih adalah kasih… bukan suatu hukum…

Maaf bro tidak saya tanggapi, sudah OOT sekali entar OOT lagi dan lagi. Entar ada yang keberatan walau ini
ruang curhat.

Bagi saya apa yang sah di bumi adalah menurut ukuran manusia. Yang sah di surga ya yang seturut kehendak Bapa. Legalisasi perkawinan sejenis sah di beberapa negara tapi apa iya sah pula di surga.
Dan menyalahkan tindakan ortu yang kita nilai tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah terpuji bukan keji. Saat mereka masih hidup bisa kita utarakan/ koreksi. Lha kalau sudah mati?? ini makanya saya bikin curhat. Bukankah Yesus sendiri nanti yang akan memisahkan ortu dan anak, suami dan istri saat hari penghakiman??
Mengapa pula hukum manusia tidak bisa dinilai dengan kasih? Masa kita Kristen kalah sama tetangga sebelah. Ingat kasih yang diajarkan Tuhan Yesus bukan kasih sembarangan, Tapi Hukum Kasih yang terutama dimana kita bisa merujuk segala sesuatu ke Hukum Kasih itu.

GBUs.

Sebenarnya baru ada 2 saran dan 1 bantahan, maunya sih masih nunggu masukan dari rekan lain.Tapi karena anda memaksa, saya pilih saran dari bro SaltLight yang saya pertimbangkan memperteguh keyakinan saya.

Thank’s all. Case Closed.
GBUs.

Baiklah jika itu yang anda imani… kejadian yang lalu sudah berlalu… sekarang… jika anda mengerti tentang kasih…apa yang akan anda lakukan… ???