Mengampuni kesalahan orang lain.

Masalah mengampuni kesalahan orang lain ini, di Firman Allah sangat ditekankan.

Bagaimana kalau misalnya:
Kita masih ada dendam kecil kepada teman, apakah gara-gara dendam ini maka seluruh dosa kita tidak mendapat pengampunan ?

Apa pendapat anda mengenai ampun mengampuni ini ?

Dendam itu tidak enak dibicarakan, namun begitu nyata…

:’(

sudah jelas di alkitab jika kau tidak mengampuni maka dosamu tidak diampuni,bahkan Tuhan tidak berkenan pada persembahanmu, kita harus tinggalkan ibadah dan menyelesaikan lebih dulu.

sebaiknya kita hilang kan rasa dendam itu karena tdk baik buat diri kita sendiri maupun orang lain… :angel:

Dendam kecil? Dendam apa yang anda alami, mungkin dari sana saya dapat membantu membahasnya. Jika anda malu silahkan japri.

Tidak dapat kita generalisasikan semua persoalan, sebab Allah melihat hati manusia bukan sekedar kalimat “dendam”. Ia menghakimi dengan adil bukan sekilas penampakan luarnya saja.

Jika anda tidak dapat mengampuni, Allah juga akan memperlakukan hal yang sama terhadap anda.

Tetep berdoa, itu solusi dari saya,

Karena dulu saya orangnya gampang emosi, dan banyak menyimpan dendam,
tapi Tuhan ubahkan saya ketika saya mengenal-Nya lebih dalam,
buat marah sama orang aja udah susah sekarang saya, karena saya tau, Tuhan ga menginginkan anak-anak-Nya hidup dalam kebencian dan dendam, bahkan Firman-Nya berkata kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Kuncinya tetep berdoa dan deket sama Tuhan.

Jesus Love you. :slight_smile:

Mengampuni adalah keharusan…Tuhan Yesus menaruh hal mengampuni orang lain di dalam deret kalimat doa Bapa kami (Matius 6:9-13).
Pentingnya pengampunan terhadap sesama:
1. Mengampuni orang lain adalah perintah tegas dari Tuhan yang harus dipatuhi. Mengampuni orang lain ini adalah perwujudan tindakan kasih. Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang “pembunuh” (1Yoh. 3:15, Why. 21:8). Seorang pembunuh tidak akan masuk dalam kerajaan Allah.
2. Mengampuni orang lain ialah syarat untuk menerima pengampunan dari Allah. Agar kita menerima pengampunan dari Tuhan kita harus mengampuni orang lain (Mat. 6:14-15; 18:35). Dalam doa Bapa kami jelas disinggung hal mengampuni orang lain, bahwa seperti kita mengampuni orang lain demikianlah Bapa mengampuni kita… Pengampunan dari Tuhan tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita Tuhan juga tidak akan mengampuni kita.
3. Mengampuni orang lain adalah jalan agar doa kita diresponi atau ditanggapi Allah (Mrk. 11:24-26). Dari ayat-ayat ini telah ternyata bahwa jawaban doa dan respon Tuhan terhadap doa kita sangat berkaitan dengan pengampunan kita kepada orang lain.
4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita (Ibr. 12:14-15). Ada banyak sakit penyakit yang tak disebabkan oleh virus atau baksil pada mulanya, tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dll.
5. Tuhan tidak menghendaki kita kehilangan sahabat dan saudara oleh kesalahan kita sendiri dengan tidak mengampuni orang lain (Ibr. 12: 14-15). Hidup berdamai dengan semua orang, maksudnya adalah agar kita tidak bertikai dengan siapapun dengan alasan apapun. Barangkali orang lain yang menciptakan atau memulai pertikaian tetapi kita harus dapat mengampuni.
Demikian sob…salam…Gbu

Sakit hati, Dendam dan Benci menyebabkan kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain.

Bagi mereka yang masih mempunyai hati yang sakit, Dendam dan Benci, sebaiknya cepat-cepat dibebaskan, sebab ketiga hal itu benar-benar akan sangat merugikan diri kita sendiri.

Penyebab ketiga hal tsb.:
Pertama: Merasa Jealous, iri hati kepada orang lain.
Kedua : Mempunyai harga diri yang tinggi, merasa dilecehkan, direndahkan, dan mulai tersinggung.
Ketiga : Mengalami pengalaman pahit yang membekas didalam hati, sehingga ada luka batin berupa trauma
yang selalu menghantui.
Keempat: Termakan hasutan yang datang dari luar secara terus-menerus, sehingga hasutan tsb. menjadi
rhema didalam batinnya.

Merugikan diri sendiri.
Pertama : Berkat Tuhan terhambat, misalnya berkat berupa Iman, dsb.
Kedua : Menyimpan penyakit didalam diri sendiri, seperti sdr. kasihsukacita berkata, penyakit itu tidak
selalu dari virus atau backteri, itu benar.
Banyak penyembuhan terjadi setelah orang bisa mengampuni.
Ketiga : Hidup tidak ada damai, makan tak enak, tidur tak nyenyak .
Keempat : Mengampuni kesalahan orang lain adalah syarat mutlak, untuk mendapatkan pengampunan dari
Allah. Yesus menggambarkan bahwa dosa-dosa kita terhadap Allah begitu besar, telah diampuni,
akan tetapi sebaliknya kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain yang tak berarti
dibandingkan dengan kesalahan kita terhadap Allah, maka dibatalkannya pengampunan Allah itu
terhadap kita.

Syalom.

Gak akan ada orang yang menganjurkan memelihara dendam. Semua manusia normal pasti tahu bahwa mengampuni kesalahan adalah baik, daripada menyimpan dendam. Di bawah taurat bahkan Yesus menegaskan bahwa bila kita tidak mengampuni maka Bapa di juga tidak mengampuni.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya kita bisa mengampuni? Kalau ingat perlakuan yang menyakitkan yang kita terima dari orang lain, pasti akan sangat susah mengampuni. Puji Tuhan alkitab sudah memberitahukan caranya yaitu mengetahui bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa kita. Tanpa syarat…!

DENDAM KESUMAT adalah Ajaran Perjanjian lama dan Taurat.
hukum taurat dan perjanjian lama sudah experied alias habis masa berlakunya
karenaitu jangan lagi berpedoman kepada Taurat dan PL, tapi berpedomanlah kepada hukum kasih karunia

GBU

untuk itu kita harus sama sperti Kristus…

Yoh 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

kadang karena kesalahan orang lain (kita yakin itu murni kesalahan orang lain) untuk menyakiti perasaan sehingga menimbulkan dendam.

begitu menyakitkan mungkin, sangat begitu menyakitkan…

namun Kristus, bukan karena kesalahan hingga Ia bukan hanya di ucapi omongan yang begitu menyakitkan, bukan saja Ia dihianati…

katanya karena pabila dipendam terlalu lama, hingga menimbulkan penyakit, sperti lever, dan mungkin yang lain…

nah: saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (ef 4:32)

kalau ternyata tidak bisa saling mengampuni, yah sepihak aja mengampuninya, karena YBS belum tentu mau diajak saling mengampuni…

salam