MENGAMPUNI

MENGAMPUNI

Bacaan : Kejadian 45:1-15

Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. (Kejadian 45:15).

Suatu hari di sebuah keluarga Kristen di China, seorang pesuruh di rumah itu diperintahkan majikannya untuk mengantarkan anak-anak keluarga itu pergi ke gereja. Pesuruh itu adalah seorang anak yang sangat rajin dan memiliki loyalitas yang tinggi. Dia melihat bahwa keluarga yang mempermalukan dan menyakiti hatinya adalah keluaraga Kristen. Maka setelah ia dewasa dan menjadi orang berhasil, ia menjadi orang yang membenci kekristenan. Ia adalah Mao Tse Tung, seorang pendiri komunisme China.

Kisah di atas mirip dengan kisah Hitler yang membantai banyak orang Yahudi karena kekecewaan hati dan dendam kesumatnya. Melalui hal ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa apa yang kita perbuat hari ini pada orang lain akan sangat mempengaruhi masa yang akan datang. Tak jarang juga kita temui tindak kejahatan yang dilatarbelakangi motif dendam sejak bertahun-tahun lalu. Dari hal ini kita dapat belajar bagaimana kita harus bersikap terhadap semua orang. Mungkin saat ini orang itu bukan siapa-siapa dan cuma pesuruh seperti Mao Tse Tung, namun siapa yang tahu yang terjadi di masa mendatang?

Kehidupan Yusuf juga mirip dengan “barisan sakit hati” di atas, namun bedanya Yusuf mengampuni dan tidak menyimpan pengalaman masa lalu sebagai suatu dendam. Meski Yusuf mempunyai kesempatan emas unutk membalas dendam, namun ia memilih untuk melupakan dan mengampuni. Bahkan yang sangat menarik adalah pernyataannya bahwa semua itu adalah kehendak Allah (ayat 5). Nampaknya tidak banyak orang yang mampu melihat berkat Tuhan di balik setiap masalah seperti sudut pandang Yusuf ini.

Kenyataan ini hendaknya menyadarkan kita bahwa tak ada gunanya menyimpan kesalahan orang, apalagi sampai menjadikannya dendam kesumat. Yang pasti, dengan pengampunan, orang yang kita ampuni dapat menyadari kesalahannya serta merasakan betapa berartinya pengampunan itu, sehingga ia pun dapat mengampuni orang.

sumber: www.rhemaindonesia.co.cc

harus mengampuni dong,.