Mengapa Babi PERNAH Diharamkan ?

Kita sepakat (walau tidak semua) bahwa babi itu halal dan enak.
Dasar ayat tentang penghalalan seluruh makanan sangat nyata di Alkitab.
Tetapi, kita juga membaca bahwa di PL, babi, binatang laut tidak bersisik, dst, diharamkan untuk dikonsumsi.

Pertanyaannya, Mengapa babi dan berbagai hewan laut itu pernah diharamkan oleh Alkitab (PL) untuk kemudian dihalalkan oleh Alkitab (PB) ?

Ada yang bisa jawab ?

:coolsmiley:

Baca Imamat 11, khususnya ayat 2
Katakanlah kepada ORANG ISRAEL, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh KAMU makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:

babi (dan hewan2 haram lainnya) diharamkan HANYA bagi orang Israel, tidak pernah diharamkan bagi bangsa non Israel. Sebelum Taurat diberikan kepada bangsa Israel, Allah telah menghalalkan semua jenis hewan untuk dimakan, yaitu kepada Nuh, nenek moyang umat manusia setelah air bah (baca Kejadian 9)

Kejadian 9:3
Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Begini pemikiran saya, tidak mewakili denominasi manapun dan bisa saja salah.
Sewaktu ada makanan halal-haram, keselamatan hanya ada di bangsa Israel. Bangsa non-Israel disetarakan dengan hewan-hewan yang lebih rendah dari manusia. Bangsa non-Israel adalah najis.

Hewan-hewan haram menjadi halal ketika Injil terbuka kepada seluruh dunia, yaitu setelah Yesus menggenapi Taurat.
Ada dua hal menarik untuk dicermati di Perjanjian Baru:

  1. Yesus menyebut perempuan Samaria sebagai “anjing”
    Alasan sebutan itu ialah karena Samaria adalah di luar bangsa Yahudi.
    Referensi:
    http://www.sarapanpagi.org/benarkah-yesus-rasis-dan-kasar-vt47.html

  2. Yesus memerintahkan untuk memberitakan Injil pada segala makhluk
    Itu tidak berarti kita harus memberitakan Injil pada bulldog, alien, dan kuntilanak :smiley:
    “Segala makhluk” berarti termasuk bangsa non-Israel. Bangsa non-Israel sudah siap menerima keselamatan dan menimbulkan kecemburuan bagi bangsa Israel.
    Referensi:
    Kok Injil Diberitakan kepada segala Makhluk?? Termasuk binatang?? - NonTrinitarian - ForumKristen.com
    Kok Injil Diberitakan kepada segala Makhluk?? Termasuk binatang?? - NonTrinitarian - ForumKristen.com

Demikian jawaban saya. Mudah-mudahan membantu. Kalau ada yang keliru, silakan dikoreksi.

Salam

Sewaktu ada makanan halal-haram, keselamatan hanya ada di bangsa Israel. Bangsa non-Israel disetarakan dengan hewan-hewan yang lebih rendah dari manusia. Bangsa non-Israel adalah najis.

Hewan-hewan haram menjadi halal ketika Injil terbuka kepada seluruh dunia, yaitu setelah Yesus menggenapi Taurat.

Thankyou mod.

Jadi, karena berita keselamatan sekarang sudah juga diberitakan kepada bangsa (yang tergolong) najis, maka tidak ada lagi kenajisan dari yang dimakan.

Apakah bisa diartikan seperti itu, mod?

Jujur saya bukan mengetest, karena memang ingin tahu.

Syalom

Iya, menurut saya begitu.
Tapi jawaban saya ini juga hanya mengaitkan beberapa pendapat, karena saya pribadi tidak punya sumbernya. Mungkin ada jawaban lain yang lebih tepat.

Salam

Oke thankyou mod.
Mudah mudahan ada member lain yang bisa membantu memberi pencerahan juga.

Syalom

Kalau menurut saya hampir senada dengan om Mod.

Semua itu baik sunat, aturan halal-haram, dan berbagai aturan yang lebih spesifik dalam kemah suci semuanya berhubungan dengan imamat. Aturan-aturan dalam imamat ini dapat kita bandingkan dengan protokoler kerajaan.

Di luar kerajaan orang bebas bertingkah laku asalkan jangan neko-neko. Yang tinggal di dalam istana ada aturan protokoler yang harus ditaati, makin dekat raja protokolernya makin ketat - bandingkan dengan aturan-aturan sehubungan dengan kemah suci.

Tentu saja semua protokoler ini ada filosofinya sehingga harus ditaati. Misalnya dalam kerajaan jika ada aturan jalan bungkuk jangan coba-coba jalan tegak kalau tidak ingin kepala melayang :smiley:
Ketika memasuki masa Perjanjian Baru maka kita semua menjadi anak raja sehingga aturan-aturan tersebut disingkapkan sehingga kita melakukan esensinya ( bukan lambang-lambang protokolernya).

GBU

@Dya

Bro, yang saya tanyakan adalah mengapa babi PERNAH diharamkan, bukan mengapa babi sekarang dihalalkan.
Atau, kalau sekarang dihalalkan, mengapa dulu diharamkan.

Thanks anyway atas jawaban anda.

Salam damai

Pernah diharamkan karena imamatnya adalah seperti itu. Selain itu banyak pula aturan-aturan imamat yang lain, makin ke dalam kemah suci makin ketat aturannya.

Jika imamat berubah maka aturan keimamatan bisa berubah.

GBU

Pernah diharamkan karena imamatnya adalah seperti itu. Selain itu banyak pula aturan-aturan imamat yang lain, makin ke dalam kemah suci makin ketat aturannya.

Jika imamat berubah maka aturan keimamatan bisa berubah.

Apakah maksud anda dengan aturan imammat kemah suci itu berarti literal? Dimana saat itu masih terdapat kemah suci dimana terletak tabut perjanjian?

Sebab sebelum Tuhan Yesus inkarnasi…
perintah jangan membunuh, jangan cabul, jangan menghujat, de el el udeh dikasih literal…
tapi Tuhan taw, nature adam tuh kalu dibilangin yang literal kurang bisa nyangkut dikepala.

mangkanye… disuruh liat and memahami dari binatang2 yang diharamkan termasuk babi…
dibikin mind set sejijik2nya… sampe kuali kejatuhan binatang itupun harus dipecahkan, baju kena bangkai jadi najis sampe matahari terbenam, dll [imamat 11] ~~> JADI BUKAN CUMAN MASALAHIN KONSUMSI.

TUJUANNYE BIAR ORANG YAHUDI BISA NGEBEDAIN NAJIS vs TAHIR, KAGA KUDUS vs KUDUS.

INI LHOOOO TUJUANNYE…
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang.

INI LHOOOO AYAT PL NYE… [imamat]
11:44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
11:47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan."
10:10 Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis,

ULANG LAGE YOOO ~~> disuruh liat and memahami dari binatang2 yang diharamkan termasuk babi…
dibikin mind set sejijik2nya… SOALNYE PERINTAH LITTERAL UDEH DIKASI… NAMANYE ORANG… NONTON SESAMANYA BERANTEM JUSTRU SENENG KAN ? SEMAKIN NGOMPORIN PADAHAL PERINTAH LITERAL UDEH DIBILANG KAN ?
MANGKANYE ALLAH UDEH TAW SIFAT NATURE ADAM KAYAK GITU…DISURUH LIAT AND MEMAHAMI DARI BINATANG AJE… DIMIND SET BIAR SEJIJIK2NYA AND BIAR NGARTI SENDIRI… JANGAN SAMPE KAYAK BINATANG ITU… GETOOOO!

BUKAN CUMAN BABI YAAAAA, BANYAAAAK YAAA [imamat]!
NEH SIFAT2 BINATANG YANG DIHARAMKAN DI PL

Babi hutan : suka menyeruduk manusia and suka mandi dalam kubangan lumpur.
Unta : suka meludah jika sedang marah atau stres
Kelinci : suka membuang kotoran sembarangan and kotorannya banyak… dah geto kaga nurut.
Tikus : perusak segalanya.
Bunglon : plin plan.
Ular : licik.
Keledai : dungu.
Burung hantu/gagak/kelelawar : siang dibuat malam, malam dibuat siang. [cari nafkah kerja kaga bener biasanya]
Katak : ngoceh monoton and monolog kata2nya sama.
Biawak/buaya : pemakan bangkai busuk.
Siput : lamban.

pan Allah suruh orang yahudi observe taurat, termasuk hukum dietary (kashrut,kosher)
hukum kashrut[dietary law] itu bwat TALI KEKANG nature adam… bwat enhance spiritual…
and kaga ade hubungan ama kesehatan.

Jadi… dengan MELIHAT PADA BINATANG2 YANG DIHARAMKAN… TERMASUK BABI
AND SIURUH OBSERVE TAURAT…
DIHAREPKAN ORANG BISA NGARTI SENDIRI… DENGAN CARA SIMPEL… SOALNYE KALU LIAT BINATANG, OTAK ORANG LEBIH CEPET NANGKEPNYA DARIPADA PERINTAH LITERAL.

conto… liat sifat babi yang suka kembali dalam kubangan ~~> SUKA KEMBALI DALEM DOSA…
jijik jorok banget! HEI LU MANUSIA YAHUDI… JANGAN BERSIFAT KAYAK BABI YAAA!

kira2 begitu TUJUANNYA!!!

MANGKANYE DENGAN BISA MEMBEDAKAN TAHIR DAN NAJIS, KUDUS AND KAGA… ENHANCE SPIRITUAL LIFE MENGAMATI TINGKAH BINATANG2 YANG DIHARAMKAN…
DIHAREPKAN HATI MEREKA BISA BERSIH, MENJAUHI SIFAT2 SEPERTI BINATANG ITU.

TUHAN YESUS BILANG:
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat,
pembunuhan, perzinahan,percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang.

Iya, banyak aturan dalam imamat Musa dan Harun bersifat simbolik-literal. Di mana kesemuanya itu ada filosofinya.

Sama dengan aturan protokoler dalam kerajaan, sikap-sikap tertentu harus dijalankan.
Misalnya protokoler kerajaan di mana jalan harus membungkuk, padahal kita membungkuk atau kagak tidak membawa pengaruh apa-apa bagi orang lain. Tetapi sikap bungkuk itu punya arti filosofi tertentu, sehingga diharuskan.

Jaman sekarang gubernur pun dalam acara-acara resmi punya protokoler yang cukup ribet : kalau ama presiden duduknya sebelah mana, siapa yang lebih dulu duduk, dll. :tongue:

GBU

Saya coba menerangkan dari sudut kronologis Alkitabiah.

Pada mulanya Allah menciptakan manusia, makanan bagi manusia adalah “segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji” (Kejadian 1:29). Sedangkan bagi hewan,“Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” (ayat 30)

Setelah manusia jatuh dalam dosa, tumbuh-tumbuhan di padang juga menjadi makanan manusia (Kejadian 3:18). Sampai saat itu, manusia masih bersifat vegetarian atau malah vegan. Akan tetapi mulai saat itu, hewan mulai dipergunakan/ dibunuh untuk kepentingan manusia, misalnya sebagai bahan pakaian (Kejadian 3:21).

Dalam Kejadian 4 kita dapati bahwa Habel berprofesi sebagai gembala, dan dia mempersembahkan korban dari hewan ternaknya yang terbaik (ayat 4). Di sini dapat disimpulkan bahwa sejak jaman itu hewan sudah dipakai dalam ritual ibadah, yaitu sebagai korban bakaran.

Ritual pengorbanan hewan ini berlanjut hingga masa setelah air bah. Dikisahkan dalam Kejadian 8:20, Nuh mempersembahkan korban bakaran dari segala hewan dan burung yang “tidak haram”. Jadi sejak jaman dulu sudah ada kategori hewan yang “haram” dan “tidak haram”. Pengertian “tidak haram” di sini adalah hewan yang “layak dijadikan korban”.

Baru di Kejadian 9:3 kita temukan bahwa Allah membenarkan manusia untuk mengkonsumsi hewan, dengan catatan tidak mengkonsumsi darahnya. Tidak dikatakan hewan jenis apa yang boleh dimakan atau tidak, tetapi jelas dikatakan: “Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.” Jelas, tidak ada batas hewan apa yang boleh dimakan/tidak. Tetapi untuk korban bakaran ada batasan hewan mana saja yang boleh/tidak boleh dijadikan korban.

Apa saja hewan yang dibenarkan sebagai korban? Kitab Kejadian tidak merincinya, tapi kalau kita terus membaca hingga Imamat 11, akan kita temukan binatang2 yang termasuk halal atau haram. Dalam Imamat 11 inilah ada perintah Allah kepada bangsa Israel (saja) agar mengkonsumsi daging hewan tertentu dan menghindari hewan2 lainnya.

Apa tujuan Allah menyuruh demikian? Sesungguhnya daging hewan yang boleh dimakan bangsa Israel adalah daging hewan yang juga layak dipersembahkan sebagai korban bakaran. Ini berkaitan dengan kehendak Allah untuk menjadikan Israel sebagai kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Keluaran 19:6).

Filosofinya begini, saat seorang Israel memotong seekor hewan untuk dikonsumsi, sesungguhnya dia sedang mengorbankan hewan tersebut supaya dia boleh hidup dari hewan tersebut (dengan cara memakannya). Karena hewan yang dikorbankan kepada Allah itu harus hewan yang “tidak haram”, jadi hewan yang dikonsumsinya pun harus “tidak haram”.

Demikian, semoga mencerahkan.

Iya , heran orang Arab benci sekali ama babi tetapi akrab ama unta :tongue:

Baru-baru ini ribut karena iklan coca-cola. Masak perusahan itu bikin iklan bangsa-bangsa balapan mau dapat coca-cola, lalu orang Arab ketinggalan jauh di belakang gara-gara berkelahi ama Onta :tongue:

Bill O’Reilly Super Bowl Coca-Cola Arab Commercial Stereotype

GBU

Pernyataan kalau babi dan hewan2 laut diharamkan PL dan dihalalkan PB tidak tepat. Hewan2 tersebut hanya diharamkan bagi bangsa Israel, tidak pernah diharamkan bagi seluruh manusia.

Terima kasih.

Keknya tidak persis seperti itu juga, karena dalam Kej 4:2 Habel berprofesi sebagai gembala kambing domba sedangkan Kain menjadi petani. :slight_smile:

GBU

Kejadian 3:21
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Jadi, bahan pakaian pertama yang dipakai manusia adalah berasal dari hewan. Sebelum peristiwa air bah, manusia memanfaatkan hewan untuk bahan pakaian, selain untuk ritual pengorbanan (Kejadian 4:4). Itulah sebabnya Habel berprofesi gembala, bukan untuk menghasilkan sumber makanan, tapi bahan baku pakaian.

GBU

dengan segala aturan halal haram, TUHAN mau mengajarkan pada bangsa Israel mengenai KEKUDUSAN.

@Deraya

Filosofinya begini, saat seorang Israel memotong seekor hewan untuk dikonsumsi, sesungguhnya dia sedang mengorbankan hewan tersebut supaya dia boleh hidup dari hewan tersebut (dengan cara memakannya). Karena hewan yang dikorbankan kepada Allah itu harus hewan yang "tidak haram", jadi hewan yang dikonsumsinya pun harus "tidak haram".

Penjelasan anda bagus sekali bro (atau sis?), sangat logis.
Satu hal lagi yang saya ingin tahu adalah, MENGAPA ada hewan yang diharamkan dan mengapa ada yang dihalalkan? Bukankah semua hewan itu adalah ciptaan Tuhan juga?

Syalom

@Oliver

dengan segala aturan halal haram, TUHAN mau mengajarkan pada bangsa Israel mengenai KEKUDUSAN.

Betul mod, tetapi mengapa atau atas dasar apa Tuhan mengharamkan makan babi, hewan laut tak bersisik, dll, itu?

Syalom