Mengapa banyak berita keselamatan terhambat

Ini adalah pengalaman saya pribadi…begitu sulitnya saya dapat melihat keselamatan disaat banyak kekecewaan yang didapat dari orang terdekat.
Seperti sering ingkar janji,bohong,pengen menang sndiri.Padahal dia dahulu yang mengajak saya untuk mengenal lebih dekat dengan Kristus,tapi dalam prakteknya Nol

begitulah :slight_smile:

kalo ngomong “teori” semua orang jago, kan lidah itu gak bertulang.
namun “praktek” nya itu yg susyah, kan tubuh kita bertulang, bahkan otak kita ini kan terbungkus dengan tulang

Salam

Memang seharusnya jangan pernah berharap pada manusia, lebih banyak dikecewakannya.
Tapi berharaplah hanya pada Tuhan. Pandanglah Kristus yang telah mati bagi kita.
Maka kita tidak akan dikecewakan-Nya.

penyebab lain terhambatnya pemberitaan Injil Kristus adalah karena hamba2 Tuhan/pendeta menuntut gaji dari persembahan jemaat, hal ini sudah dikatakan oleh Paulus,
Paulus tidak mengambil apapun dari persembahan jemaat karena jika hal itu terjadi maka pemberitaan Injil Kristus akan terhalang atau mendapat rintangan

seandainya para hamba Tuhan yth ini meneladani Paulus :slight_smile:

I Korintus 9:12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.

maaf kalo terlalu keras

Salam

memang tidak usah kita berharap pada manusia,jadi bagaimana dan apa maksudnya :MANUSIA DICIPTAKAN DENGAN GAMBAR DAN RUPA ALLAH:bukankah banyak dalam pujian :KUMAU JADI SEPRTIMU YESUS,apa yang maksud kesempurnaan diri Allah dalam manusia.
Kita hidup di bumi,wajarlah jika kita menlai seseorang,kecewa atau berharap

bagaimana orang2 diluar sana dapatkah melihat KEMULIAAN ,KESELAMATAN …disaat kita berlaku buruk,tidak peduli pada lingkungan,berdalih dalih dengan membalikkan kebenaran…berapa banyak kah orang kristenyang kecewa pada teman seagamanya,apalagi mungkin saudara kita yang berlainan darah lebih tidak mengerti.,…itulah kondisi kita saat ini ditengah spirit mewartakan KESELAMATAN di Indonesia,ironisnya kita lah sendiri yang menjadi batu sandungan.

Meskipun dalam kenyataan saya melihat banyak kekecewaan tp saya tetap melakukan kebaikkan dengan berdiam diri dan melepaskan pengampunan…karena memang saya mengakui bahwa keselamatan hanya ada pada Kristus

Ini juga salah 1 nya,mengenai mamon…kadang bersembunyi dibalik firman,persepuluhan sering di utarakan oleh hamba2 Allah,gilirannya laporan keuangan ga transparan udah gitu keuangan dipegang sendiri dari persembahan,persepuluhan…kalo kurang tinggal minta lagi ke jemaat…huffft cape deh :mad0261: :mad0261:

Yukk sharing siapa lagi yang mau nambahin apa sajakah yang membuat terhambatnya berita KESELAMATAN …suapaya kita semua disini terbuka,banyak hal yang mesti kita perbaiki…tetap semangat ya!!!

Mungkin anda juga mengecewakan dia yang mengajak anda ke gereja,
karena setelah anda diajak ke gereja ,anda tidak mem berikan PERPULUHAN kepada Diar

GBU

Andapun juga dapat jatuh, jangan merasa anda cukup kuat untuk mengatakan saya lebih baik dari mereka, sebab godaan dan cobaan yang mereka hadapi juga akan dihadapi oleh anda dalam perjalanan hidup anda. Berjuanglah bersama-sama dan jika ada yang jatuh, angkatlah dan mari anda dan dia saling menguatkan dan berjalan bersama-sama melangkah didalam iman, kasih dan pengharapan yang dikehendaki Allah didalam Tuhan Yesus Kristus.

Jangan lagi salang menyalahkan karena kita tidak lebih baik dari mereka. Kita menjadi baik karena pekerjaan Roh Allah, bukan karena gagah perkasa diri kita.

Menurutmu sebaiknya pendeta itu makan dari mana?

Filipi 4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Paulus itu juga pernah limpah, kelimpahan bukan dosa. Tetapi cinta akan uang itu mendatangkan dosa dan kehancuran (1 Timotius 6:9-11). Pendeta juga butuh makan dan membesarkan anak-anak, memberikan masa depan yang baik bagi anak-anaknya. Sekolah sekarang mahal, inflasi setiap tahun naiknya bukan main, bagaimana juga mereka adalah manusia sama seperti anda, bukan sekumpulan malaikat. Karena itu jika anda melihat kesalahan, tegorlah empat mata, beri nasihat, sebab nasihat itu diberikan atas ilham Roh Kudus jadi tidak dibutuhkan mana lebih pandai dan lebih pantas menasihati dan dinasihati.

Bukankah “Isi diluar tanggung jawab percetakan”?

Adalah hak gembala untuk mengatur keuangannya sendiri. Jika anda merasa ribet dengan uang mereka, mengapa tidak pindah gereja lain? Anda dilayani oleh keluarga mereka, dan persembahan diberikan untuk keluarga mereka itu prinsip pelayanan dalam gereja-gereja Pentakosta, karena itu jangan heran jika mereka tidak membagikan ke umum keuangannya, tetapi beberapa gereja membuat perincian keuangannya untuk dilihat oleh tua-tua sidang mereka.

Gereja Protestan adalah gereja paling transparan, bahkan gereja katholik tidak seperti mereka. Sebab bentuk dari Gereja Protestan diadopsi dari politik, dengan menempatkan MPR, DPR dan Presiden, serta kabinetnya. Dimana kekuasaan tertinggi ada pada majelis gereja, sedangkan gembala sidang atau pastor hanyalah seorang yang diangkat oleh wakil jemaat untuk mengembalakan mereka. Sehingga keuangannyapun dituntut transparan dan mempertanggung jawabkan kepada majelis gereja.

Perbedaan sepeti ini anda harus pahami dan tanpa memahaminya anda akan menemukan banyak benturan dan berakhir dengan kekecewaan dan permusuhan. Gereja Kahtolik mengadopsi system jaman kerajaan dan Pentakosta adalah gambaran jaman War Lord, masing-masing sinode berdiri sendiri oleh pelayanan keluarga masing-masing. Mana yang paling baik? Bukan systemnya tetapi dimana anda merasa diberkati dan dapat memberkati disitulah sebaiknya anda berjemaat dan melayani.

kalo mencontohi Paulus, maka sebaiknya bekerja.

ada 6 hari Tuhan berikan untuk bekerja.

Salam

Kalau mereka bekerja di dunia sekuler, jam 8 masuk dan jam 5 pulang, bagaimana jika anda butuh pelayanannya? Kemana orang akan mencarinya untuk konseling, dan siapa yang mengurus perkembangan gereja, rapat-rapat untuk berbagai jenis pelayanan dan setumpuk tugas-tugas gembala sidang lainnya?

:slight_smile:

gembala/pendeta saya seorang dosen di beberapa universitas di daerah saya. Beliau adalah satu-satunya pendeta di gereja kami. namun tidak pernah ada kendala dalam tugas pelayanan yg beliau emban.

Beliau tidak hanya berkhotbah, beliau mengajar jemaatnya,
kalo malam, beliau pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah2 jemaat dan mahasiswanya secara bergilir untuk memberikan pelajaran Alkitab, konseling, dan berdoa. namun ada juga kalanya beliau tidak sempat karena kelelahan. selain itu, beliau juga sering di undang berkhotbah di instansi2 pemerintah ataupun swasta. tidak pernah ada kendala, karena beliau TULUS melayani Tuhan, jika ada jemaat yg sakit, jam berapapun beliau akan menyempatkan diri untuk datang.

Beliau tidak pernah minta gaji dari uang jemaat, sekalipun beliau menerima gaji dari sinode pusat sebesar Rp. 400.000/bulan namun itu bukan dari uang jemaat, melainkan dari donatur di luar negeri

mengenai tugas2 yg lain beliau menyerahkan pada jemaat, itulah sebabnya beliau selalu mengajar kami. para pemuda di gereja kami adalah sosok vital yg lebih diberdayakan/difungsikan. bahkan beberapa pemuda sudah baik bila diminta berkhotbah, itu hasil didikan beliau.

saya menilai anda adalah seorang yg terkurung dalam “kekuatiran”

Salam

:afro: :afro: :afro: benar2 luar biasa,pelayanan dengan pengorban adalah hal yang berkenan di mata Tuhan,tanpa ada maksud hal lain nya…

Jika saja kita memilki konsep pikir arti sesungguhnya tentang penebusan Keselamatan-kasih Allah , pelayanan hal demikian bukanlah hal yang berat dijalani.

Kita semua disini memilki tugas yang sama , tanggung jawab yang sama :coolsmiley:

:slight_smile:

tumbuh kembang nya gereja Tuhan adalah tugas kita bersama.

ada kalanya pendeta kami yang hanya satu-satunya itu sakit, mendapat tugas, keluar kota, dll saat hari minggu, sehingga tidak bisa memimpin ibadah, maka tugas beliau digantikan oleh jemaat yg beliau percayakan. itu gunanya beliau mengajar semua jemaat, bukan hanya berkhotbah.

perbedaan Jemaat dengan Pendeta hanyalah mereka (pendeta) di tahbiskan sedangkan jemaat tidak, hanya itu. tidak ada yang lain.
kalo masalah pendidikan itu relatif, karena gembala kami punya “ilmu” yg beliau sekolahkan, ilmunya itu yg beliau bagikan untuk kami, bedanya hanya beliau di wisuda kami tidak :ashamed0004:

khotbah yang bagus belum tentu bisa membuat kita turut serta dalam pekabaran Injil, namun ajaran yang baik akan mendorong kita untuk menjadi wakil-wakil Allah dalam memberitakan Injil-Nya, Injil Keselamatan dalam Yesus Kristus

Salam

Romo saya juga seorang dosen. Ia mengajar di Holy Cross Seminary di Amrik. Beliau juga tidak pernah minta gaji dari umatnya. Bahkan dari penghasilannya sebagai dosen, ia menghidupi banyak romo di Indonesia. Beliau sudah mengunjungi banyak negara serta berkeliling Indonesia.

@kk manwell
Kok pendetanya cm 1? Apakah beliau juga pemilik gereja? Maksudnya secara hukum (sertifikat tanah).
Terus untuk mengurus gereja, beliau juga pakai uang sendiri?
Atau para jemaat bergiliran membersihkan?
Saya malah baru tahu kalau pendeta bole punya profesi lain.
Saya salut dengan Pak Pendeta Anda.

Di dekat rumah saya ada gereja Protestan (tp saya ga tau denom apa, yg pasti bukan GKI). Saya sangat akrab dengan Pak Pendetanya yg sekaligus pemilik gereja tsb, dan dengan beberapa jemaatnya.
Saya dan Pak Pendeta tsb sama2 pelihara guguk. Sama2 maniak guguk. Makanya walaupun bukan jemaatnya, saya akrab sm beliau.
Kadang kalau beliau pergi pelayanan ke luar kota, saya mengurusi guguk2nya yang dipelihara di pelataran gereja.
Saya jadi tahu kalau ada pendeta lain yg bekerja di gereja tsb.
Dan saya juga tahu istri Pak Pendeta memegang jabatan Ketua bendahara, lalu di bawahnya ada asistennya. Dan masih ada orang2 yg bekerja di gereja tsb dengan bermacam jabatan.
Teman saya salah satu jemaat di gereja tsb.
Dia suka mengajak saya untuk ikut komsel (dan saya ga tau apa itu artinya), karena komsel tsb selalu dipimpin oleh teolog yg paham bahasa ibrani & yunani. Tapi sampai saat ini saya belum berkesempatan menghadirinya.
Dari teman saya ini saya mendapat informasi bahwa uang persembahan dipegang langsung oleh bendahara (istri Pak Pendeta).
Keluar masuknya uang persembahan tsb adalah kekuasaan penuh si bendahara. Asistennya bertugas untuk mencatat saja apa yg dilaporkan si bendahara (kebanyakan lisan) tentang pengeluaran uang gereja. Pernah Ibu bendahara bilang : “Kemarin saya servis toilet gereja habis 3jt. Dicatat ya.” Lalu si asisten minta bukti pembayarannya, dan si Ibu langsung amnesia sesaat, alias lupa di mana dia menaruh kwitansinya. Dan setelah beberapa haripun, asisten tak pernah diberi kwitansi tsb. Yang mengejutkan, toilet gereja tetap dalam kondisi rusak. Dan Ibu bendahara cm bisa bilang : “Aneh ya, padahal sudah diservis lho.”
Kejadian yang lain, pendeta pengganti tiba2 tidak mau pelayanan di gereja tsb. Para jemaat langsung bingung (karena Pak Pendeta sedang pelayanan di luar, nanti siapa yg memimpin kebaktian) dan buru2 mencegah. Si Pendeta pengganti tsb mengeluh karena beberapa x menggantikan Pak Pendeta, dia tidak pernah digaji.
Akhirnya para jemaat mengumpulkan uang untuk membantu Pendeta pengganti tsb.
Teman saya sangat kesal dengan peristiwa tsb. Dan langsung memutuskan tidak mau kolekte lagi.
Tapi saya menyarankan dia harus tetap kasi persembahan.
Karena persembahan itu ucapan syukur kita kepada TUHAN yang sudah memberikan rejeki. Masalah tar uangnya dipakai dengan sewenang-wenang oleh pengurus gereja, ya sudah.
Sebenarnya saya tidak mengerti tentang perpuluhan ataupun persembahan, baik itu di Katolik ataupun Protestan. Manajemennya gimana, sifatnya wajib atau tidak, dll. Saya tidak tahu.
Yg saya tahu, saya menyumbang kolekte sebagai ucapan syukur saya. Saya nda pernah nanya2 uang persembahan jemaat larinya kemana.
Kasus di gereja dekat rumah saya tsb, memang mengejutkan saya juga sih. Saya selalu berpikir Pendeta dan pengurusnya ataupun Romo dan pengurusnya tidak mungkin berani utak atik persembahan kepada TUHAN. Pikiran yang terlalu naif :smiley:

Tapi apakah dengan jalan meniadakan perpuluhan/ kolekte akan membuat pengurus gereja lebih jujur dan baik?
Bagaimana dengan Pendeta atau Romo yang pekerjaannya memang cuma itu? Saya tidak tahu manajemen keuangan gereja sih.
Cuma kan kasihan kalau mereka tidak mendapat gaji, mereka juga butuh makan.

Salam.

sudah saya jawab via PM Non :slight_smile:

Salam