Mengapa Denom tidak disebutkan ?

Kalau berdiskusi , member Fkers yang protestan tunjukkan lah Denom / organisasi gerejanya.

Contoh : Alfa Omega Church (AOC) → yang mana dengan terang-terangan memakai Teologi Kemakmuran.

bagi yang miskin harta = tidak diberkati Tuhan ( banyak dosa )
bagi yang gak punya hutang / alias kaya = diberkati Tuhan (gak ada Dosa)

Maka gembalanya skrg mobilnya Jaguar . Ortunya Roll Royce. Istrinya Alphard.

Kita yang Katolik sangat sulit untuk berdiskusi kalau lawan kita darimana denomnya .

Kalau anda dari Pantekosta berbeda dengan GKI, berbeda dengan Advent dst dst …

Maka kalau gentle dan memang mau diskusi tunjukkan identitasnnya bagi Protestan dari mana ?

mengapa menggunakan kata yang Bold merah tersebut…???

mengapa bukan menggunakan rekan, kawan…

mengapa selain denominasi anda dianggap sesuai kata yang bold merah tersebut…???

cara memulai berdiskusi yang aneh… :afro: ;D

asiiikkk… dapat satu lagi di thread Kajol…

bukan ini ----->
http://www.loktv.net/images/Entertainment/KAJOL-13.jpg

tetapi thread Kagak Jolas… :smiley:

mau mencari amunisi buat melempar batu ya ?

macem macem aja oermintaannya

forum kristen untuk untuk diskusi, sharing,

jadi gak ada lawan

Kita yang [b]Katolik sangat sulit [/b] untuk berdiskusi kalau[b] lawan kita [/b] darimana denomnya .

Sulit apanya ya?
sulit pakai jurus Alkitabiahnya?
yang jelas selain Katolik itu yg jadi acuannya pasti Alkitab, gak peduli denomnya apa ;D
Jadi kalau denomnya bkn Katolik, berarti anda siap2 diberondong dgn kebenaran Alkitab
Jelas kan?
GBU Bro yg bingung

Damai bagimu break.

Hehhehheee… gerakan dance-mu kadang sulit diikuti. Saking sulitnya, bisa bikin kesel, eh keseleo maksudnya. breakdance minta partisipan lain mencantumkan denomnya, sementara breakdance sendiri tidak. Ini yang sulit.

Tapi iya juga, menurut pemahaman saya, selain denom Protestan itu banyak, latar denomnya juga beragam. Ada yang protes karena memang melihat ada praktik yang menyimpang menurutnya, ada yang protes demi protes alias asal beda aja, ada yang protes karena tidak sepakat ada pengajar yang mendapat mandat dari Yesus dan ingin mengajar sesuai pikiran sendiri, ada yang protes karena Gereja memelihara fleksibilitas, ada yang patut diduga melakukan protes karena tidak mendapat kemerataan, dll, dll. Jadi, banyak di antara partisipan yang hanya mencantumkan Protestan di denomnya, itu sudah lebih mending daripada breakdance dan saya yang tidak mencantumkannya.

Mungkin, berdasar satu posting di atas, dikatakannya, tidak mencantumkan denom yang eksak agar tidak menjadi sasaran tembak. Patut diduga demikian, takut jadi sasaran tembak. Padahal, sepanjang saya perhatikan, yang bawa senjata penembak di forum ini hanya seorang, itu juga nembak sembarang saja, tanpa bidik. Selain itu, ada pakbrengos, dari topinya sih, menunjukkan coboy tulen, tapi menurut saya cocoknya jadi cover boy. Tampangnya cool, ganteng, bikin ibu-ibu senyum-senyum dan gadis-gadis menjerit-jerit.

Kembali ke tidak mencantumkan denom secara eksak, kalau dipikir-pikir, mungkin banyak benarnya, bahwa ybs tidak mau denomnya dijadikan sasaran tembak. Padahal kalau dipikir ulang, apa salahnya menjadi sasaran tembak? Jika diyakini bahwa denomnya sebagai pemelihara kebenaran, mengapa harus takut? Meski pahit, kebenaran harus diungkapkan, to?

Ya, sudah. Selaku penganut faham merdeka, egaliter, bertanggung jawab, saya monggo-monggo saja, dicantumkan denomnya okke, tidak dicantumkan juga okke, yang masalah mencantumkan denom tetapi menipu. Agar dapat berleluasa seperti kata seorang partisipan, dengan menyembunyikan denomnya, hanya menyebut yang umum, maka bila dia membuat suatu kesalahan, tentu denom aslinya tidak terbawa-bawa.

Damai, damai, damai.

Saya setuju ini. Selaku pengikut Kristus, tidak ada lawan. Bahkan, menurut contoh Kristus, meski diludahi, ditampar, dicambuk, disalibkan, tanpa keluh, tetep saja mikul salib.

Karena tidak ada lawan juga maka temen main catur saya sebut lawan, temen main badminton juga saya sebut lawan, kadang-kadang, temen diskusi juga saya sebut lawan. Nah lho, jadi tetep ada lawan, ya? Hehheheee…

Damai, damai, damai.

Mat 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu (lawanmu) dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Benar sis, ada ungkapan “satu orang musuh (lawan) terlalu banyak, seribu orang kawan terlalu sedikit.” :afro:

Jadi, daripada selalu membuat thread2 baru yang bernada kebencian/permusuhan, kenapa kita tidak mulai menunjukkan sikap sebagai pengikut Yesus sejati: mengasihi…??

Damai bagimu jannet.

Karena jannet mengutip ayat Injil, mana berani saya mengatakan tidak? Hanya saja, dalam implementasinya, saya pikir, selama seseorang masih makan dan minum untuk melanjutkan hidup, sebelum mendoakan musuh (lawan), perlu perjalanan berliku. Jika dikaitkan dengan diskusi, sebelum sampai pada kesepakatan, mungkin harus lebih dahulu unjuk kebolehan, yang kadang-kadang malah menjadi pemicu permusuhan. Setelah jadi musuh, ogah mendoakan. Tidak mengucap, “Syukur”, tapi mengucap, “Sukurin.”

Damai, damai, damai.

wah betul juga Bro, anda mencermati
jadi permintaan TS adalah permintaan yg konyol ya?
GBU Bro

menurut gw sih denom ga penting,

ga selalu semua gereja yg dibawah satu denom, punya prinsip yg sama 100%, tiap perbedaan yg dibahas atau diomongin biarlah itu untuk nambah wacana, namanya aja diskusi mas…

pembahasan ga dibatasi kaya miskin atau beda pandangan, tapi kan jadi saling tau pandangan dari tiap denom.
tidak perlu saling menzolimi :afro: okay deh

siapa itu musuh yang dihadapan kita ?
adalah diri kita sendiri.
apakah kita menyimpan benci ?
apakah kita menyimpan dendam ?
apakah kita menyimpan akar kepahitan ?
apakah kita menyimpan amarah ??

inilah musuh yang berada dalam diri kita masing masing.

Sudah… sudah… jangan diperpanjang lagi… bahkan kawan2 se-denom-nya saja tidak mau bantuin… (padahal beliau sudah menggunakan kata “KITA”)

Nanti harus nyanyi lagu anak jaman kecil:

Nah lho… Nah lho… anak orang dikerja nangis…
Bapaknya panjang kumis…
Dicium bau amis…

Tidak terlalu konyol juga. Ada tepatnya, kok.

Sebab, kalau seseorang itu benar-benar merasa bahwa denomnyalah yang paling “hebat”, sesuai dengan perintah dan keinginan Yesus, mengapa enggan mencantumkan denomnya? Artinya, yang ingin saya sampaikan ialah, masih banyak partisipan forum ini yang sungkan memperlihatkan denomnya karena dia belum sepenuhnya mempelajari segala sesuatu mengenai denomnya. Dia “takut”, bila diskusi sampai pada sesuatu mengenai denomnya yang belum diketahuinya karena belum dipelajari, dia tidak mampu berpartisipasi, dia akan “malu”. Maka, dengan tidak mencantumkan denom, dia punya alibi. Gitu pa_ul.

Ngomong-ngomong, denom Anda Back to Bible, emang pernah ninggalin Bible? Hehhehheee… jangan ambil ati.

Konyol bangeddd kalau nurut saya sih

tdk dpt dipungkiri, sekarang banyak org lebih bangga dgn denom & doktrin nya, betul?
saya mau selalu mengingat, dan mengingatkan bahwa yg jadi acuan adalah Alkitab, bukan doktrin.
Gitu Bro, GBU

jangan bawa2 kumis dong… nanti dikira om yang provokasi :mad0261:

. Sekali lagi om tegasken, bahwa apapun yang dinyatakan oleh mereka yang berdebat… itu hanya pernyataan pribadi, bukan pernyataan resmi dari aliansinya, sehingga tidak perlu dipusingkan, toh tidak akan berpengaruh pada policy dari masing2 aliansi wkwkwk ;D
apalagi sampai pengaruh ke kenaikan gaji! paling pengaruhnya ke pada kenaikan tekanan darah tinggi! :smiley:

itu cuma riak2 dari akar rumput! musti legowo kalo ada perbedaan :happy0062:

Salam m’lan-turrrr

hahahaha… Quote of the day

trit yang aneh ?? mo apa denomnya yang penting Yesusnya satu.
truss yang penting tuh semua denom deh bisa berkembang gak usah saling menjatuhkan
kalo beda beda faham seh enjoy ajah deh :slight_smile:

bro willem juga setuju kan… soal kumis…
saya ini mirip samson, kalo kumis dicukur - ilmu dan tenaga ilang semua ;D

saya juga setuju sama bro flounder,
yg perlu bawa denom itu kalo pemilu… supaya jelas mo koalisi sama sapa. Lha kalo kita kan udah jelas Cinta Yesus dan pasti ga akan bertindak sebagai oposisiNya dong!.. jadi kalo beda2 persepsi dan pengertian ya… maklum ajalah… kan background dan gaya bahasa kita beda2… kumis ku dan kumis bro willem juga pasti beda lho stylenya!

Kata orang jerman : sing akur, sing rukun ! tak gendong kemana-mana !