Mengapa Jesus Memanggil Maria dengan Perempuan/Wanita ?

Menyaksikan begitu banyaknya pihak Kristen yang masih ‘bingung’ dengan pertanyaan di atas. Maka saya copas kan artikel yang mudah mudahan bisa memberi pencerahan kepada yang masih bingung.

I. Percakapan Yesus dan Maria dalam Injil

  1. Yang pertama harus kita sadari adalah Injil ditulis untuk mewartakan Kristus, sehingga senantiasa berfokus pada Kristus. Kita tidak banyak menjumpai percakapan langsung antara Yesus dan Maria. Berikut ini adalah percakapan langsung mereka yang tertulis di dalam Injil:

Yoh 2:3-4: 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” 4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu (woman)? Saat-Ku belum tiba.”

Lk 2:48-49: 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” 49 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

Yoh 19:26: Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu (woman), inilah, anakmu!“

  1. Injil hanya merekam tiga percakapan langsung antara Bunda Maria dan Yesus. Dua diantaranya, Yesus memanggil Maria dengan sebutan “perempuan” /woman (lih. Yoh 2:4; Yoh 19:26) dan satu dengan sebutan “kamu” (lih. Lk 2:49).

Namun, apakah dengan demikian Maria tidak penting? Kita tidak dapat menyimpulkan demikian. Fakta bahwa Bunda Maria dipilih menjadi Bunda Kristus, Bunda Allah, maka Bunda Maria menduduki suatu tempat yang begitu istimewa untuk turut berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah.

II. Yesus menghormati Bunda Maria.

Kita hanya dapat mengatakan bahwa Yesus memanggil Bunda Maria dengan sebutan “perempuan” dan tidak pernah memanggil “ibu” adalah sejauh terekam di dalam Injil. Kita tidak pernah tahu apakah Yesus tidak pernah memanggil Maria dengan sebutan “ibu” selama 30 tahun ketika Yesus hidup bersama dengan Maria dalam satu atap. Kita tahu bahwa Yesus adalah anak yang baik, seperti yang terekam di dalam Injil, yang menuliskan “51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lk 2:51-52) Ini berarti Yesus hidup di bawah bimbingan Santo Yusuf dan Bunda Maria. Dan ketika Santo Yusuf meninggal, maka Maria harus membesarkan Yesus seorang diri.

Karena Tuhan yang terlebih dahulu memberikan perintah untuk menghormati ayah dan ibu dalam perintah ke-4 dari sepuluh perintah Allah, maka sudah seharusnya Yesus – yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia – memberikan teladan yang baik kepada umat-Nya, yaitu dengan menghormati orang tua-Nya di dunia ini – Santo Yusuf dan Bunda Maria. Kalau panggilan ibu demikian umum di masyarakat pada waktu itu, maka sungguh sulit dimengerti kalau Yesus tidak pernah memanggil ibu kepada Bunda Maria selama Dia tinggal selama 30 tahun bersama dengan Bunda Maria. Sungguh sulit dimengerti kalau sebutan “perempuan” dipandang kasar, namun terekam di dalam dua percakapan antara Yesus dan Bunda Maria. Kuncinya adalah, dalam bahasa Yunani dan Semitik, sebutan “perempuan” menyatakan suatu hubungan yang begitu dekat. (Dom Orchard, A Catholic Commentary on Holy Scripture) dan mempunyai makna yang begitu dalam.

-bersambung-

III. Sebutan “Perempuan” mempunyai makna yang begitu dalam.

  1. Sebutan perempuan dilakukan di awal dan akhir dari karya umum Yesus.

Kalau kita perhatikan, perkataan “perempuan” yang dikatakan oleh Yesus dilakukan pada mukjizat yang pertama di Kana dan kejadian terakhir sebelum Yesus wafat di kayu salib. Ini seperti suatu tanda bahwa sebutan perempuan ini adalah merupakan awal dan akhir dari pewartaan dan karya Kristus kepada umat-Nya. Pada waktu Yesus berkata kepada Maria “Mau apakah engkau daripada-Ku perempuan (woman), saat-Ku belum tiba“, maka Yesus ingin menekankan bahwa mukjizat ini akan membawa Yesus kepada misi keselamatan yang akan berakhir di kayu salib. Dengan mukjizat ini, maka orang-orang akan mulai tahu bahwa Yesus adalah seorang Mesias. Rasul Yohanes menuliskan “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (Yoh 22:11). Misi Kristus menjadi seorang Mesias berakhir pada peristiwa penyaliban Kristus. Dan di kayu salib ini, sebelum Dia menghembuskan nafas-Nya yang terakhir, Dia kembali menyebut Maria dengan kata “perempuan”. Dengan demikian, sebutan perempuan ini bukanlah tanpa arti.

  1. Sebutan perempuan merujuk kepada hawa.

Kita mengingat akan apa yang dikatakan oleh Tuhan kepada ular (setan) di taman Getsemani “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini (the woman), antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15). Pada saat perjamuan di Kana, maka perkataan “perempuan” adalah merupakan suatu gambaran bahwa ini adalah perempuan yang dijanjikan oleh Tuhan sejak awal penciptaan. Dan hal ini dipertegas, ketika Yesus mengatakan kata yang sama – perempuan – kepada Bunda Maria ketika Yesus tergantung di kayu salib. Perempuan inilah yang menjadi musuh dari ular, karena dia telah membawa Sang Penebus ke dunia. Dan keturunannya – Yesus – diremukkan lutut-Nya, yaitu dengan menderita dan mati di kayu salib. Namun, dengan penderitaan dan kematian-Nya, maka Yesus meremukkan kepala Setan, yaitu meruntuhkan dominasi dosa, dan meruntuhkan kerajaan kegelapan dan menggantinya dengan Kerajaan Terang – di mana Kristus menjadi Raja untuk selama-lamanya.

Kita juga melihat di Rm 5:14-19 bahwa Kristus adalah Adam kedua. Karena dosa Adam maka maut masuk ke dunia dan karena ketaatan Kristus – Adam kedua, maka kasih karunia berlimpah kepada umat manusia. Hal yang sama, ketidaktaatan Hawa dilepaskan dengan ketaatan Hawa kedua, yaitu Bunda Maria. Hal ini juga dituliskan oleh beberapa Bapa Gereja berikut ini:

“Christ became man by the Virgin that the disobedience which issued from the serpent might be destroyed in the same way it originated. Eve was still an undefiled virgin when she conceived the word of the serpent and brought forth disobedience and death. But the Virgin received faith and joy, at the announcement of the angel Gabriel…and she replied, “Be it done to me according you your word”. So through the mediation of the Virgin he came into the world, through whom God would crush the serpent.” (Saint Justin Martyr, Apologia, ch. 100; 150 AD).

“The seduction of a fallen angel drew Eve, a virgin espoused to a man, while the glad tidings of the holy angel drew Mary, a Virgin already espoused, to begin the plan which would dissolve the bonds of that first snare…For as the former was lead astray by the word of an angel, so that she fled from God when she had disobeyed his word, so did the latter, by and angelic communication, receive the glad tidings that she should bear God, and obeyed his word. If the former disobeyed God, the latter obeyed, so that the Virgin Mary might become the advocate of the virgin Eve. Thus, as the human race fell into bondage to death by means of a virgin, so it is rescued by a virgin; virginal disobedience is balanced in the opposite scale by virginal obedience” (St. Irenaeus of Lyons, Against Heresies, Book 3, ch XXII, par. 4; 189 AD).

-bersambung-

“Likewise, through a Virgin, the Word of God was introduced to set up a structure of life. Thus, what had been laid waste in ruin by this sex, was by the same sex re-established in salvation. Eve had believed the serpent; Mary believed Gabriel. That which the one destroyed by believing, the other, by believing, set straight.” (Tertullian, The Flesh of Christ 17:4; 210 AD)

“(The Lord) was not averse to males, for he took the form of a male, nor to females, for of a female he was born. Besides, there is a great mystery here: that just as death comes to us through a woman, Life is born to us through a woman; that the devil, defeated, would be tormented by each nature, feminine and masculine, as he had taken delight in the defection of both” (St. Augustine, Christian Combat 22:24; 396 AD).

IV. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, maka kita dapat melihat bahwa sebagai Putera Allah, Yesus sungguh sangat menghormati Maria IbuNya, karena Allah sendiri yang memerintahkan manusia untuk menghormati orang tuanya (perintah 4 dari 10 perintah Allah). Ini berarti setiap tindakan Yesus tidak akan mempunyai implikasi bahwa Dia tidak menghormati Bunda-Nya, termasuk ketika Yesus memanggil Bunda Maria dengan sebutan “perempuan”. Ini bukanlah tanda kurang hormat, bahkan sebaliknya merupakan tanda hormat dan kedekatan, dan yang terpenting mempunyai makna yang begitu dalam – baik sebagai pembuka dan penutup dari karya keselamatan Kristus kepada umat-Nya, maupun sebagai gambaran akan Hawa ke-dua, yang bekerjasama dengan Adam ke-dua – yaitu Kristus – untuk membawa keselamatan bagi seluruh manusia. Semoga kita akan semakin meniru teladan Kristus, yaitu menghormati Bunda-Nya. Kalau Maria dianggap baik sebagai Bunda-Nya, maka itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi kita untuk menghormati dan mengasihi Bunda Maria.

http://katolisitas.org/6249/mengapa-yesus-memanggil-bunda-maria-perempuan

nonton yuukk…
The Passion of the Christ - Mary Comforts Jesus

Theotokos memang BundaNya… walau dikit sangat ayat2 ttg Bunda, dari lojik aza kita bole fikirkan sendiri laa mcm mana Tuhan saat anak2, remaja, dewasa… Bunda tahu yg dikandungnya ialah Tuhan…

jadi mudah2an jangan ada kawan yg sampe sentimen terhadap Bunda gara2 “gak ada ayatnya” ya…
kebangetan laa… kita engga se-saleh Bunda… hati kita engga se-suci hati Bunda…
kita terhadap anak kita aza kan kita sayang…
lah apalagi Bunda yg jelas tahu yg dikandungnya itu Tuhan…

malaikat Gabriel aza beri salam “HAIL” kepada Bunda.
Hail = mengindikasikan ‘superioritas’… jadi Bunda lbh superior drpd malaikat Gabriel.

Tambahan.

  1. Budaya Yahudi tidak memperkenankan seorang pria dewasa Yahudi memanggil ibunya dengan sebutan “ibu” atau “mama” atau “bunda”.

  2. Ada tertulis, “semua keturunan akan menyebut aku (Maria) yang berbahagia”

Rupanya ada yang iri.

Salam

apapaun itu, bahwa sebagai umat kristen, kita harus menyadari bahwa, bunda marialah manusia paling ber anugrah, paling berahmat, dan paling dimuliakan diantara semua manusia disepanjang jaman. apalagi jika dibanding dengan kita-kita semua… tidak ada nabi ber anugrah lebih besar dari bunda maria.

Satu-satunya alasan yang membuat Bunda Maria adalah manusia paling ber anugrah, dan paling berahmat tak tertandingi adalah karena ia mengandung Allah, merawat dan membesarkan Allah, dan mendampinginya hingga wafat dikayu salib.

orang yang tidak sepakat bahwa maria adalah yang paling ber anugrah dan paling berahmat diantara semua manusia, adalah orang yang tidak menyadari siapa yang dikandungnya.

orang yang tidak sepakat bahwa maria adalah yang paling ber anugrah dan paling berahmat diantara semua manusia, sepanjang jaman akan mempunyai konsekwensi logi, bahwa yang dikandungnya itu bukan Allah.

orang yang tidak sepakat bahwa maria adalah yang paling ber anugrah dan paling berahmat diantara semua manusia,sepanjang jaman perlu dipertanyakan pada hatinya masing2… “seberapa Agung, seberapa mulia, dan siapa yang dikandung maria itu?”

selalu menjadi kenyataan, bahwa Kristologi tanpa Mariologi akan membawa pada Kristologi yang keliru, dan Kristologi yang keliru berkonsekwensi logis pada Allah yang bukan Trinitas.

baiknya anda-anda sekalian mejadi manusia yang belajar, jika memang tertarik theologi, jangan hanya basah-basahin kaki saja, kemudian sudah berkoar, tapi menyelamlah dahulu…

jangan puas hanya dengan kothbah yang berkomposisi:

58% entertaining, 39% motivasi, dan 3% theologis.

ckckckckck

Dalam Kitab Suci bahasa Yunani, Banyak orang dan Yesus sendiri menggunakan kata yang artinya “ibu”, hanya Yesus memanggil Maria dengan kata “Perempuan/Wanita”, dengan demikian menyangkal Maria sebagai ibu-Nya.

2. Ada tertulis, "semua keturunan akan menyebut aku (Maria) yang berbahagia"

Rupanya ada yang iri.

Salam

Iri? Rupanya ada banyak orang yang disebut berbahagia. Tidak hanya Maria:

Mat 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Salam

Berikan bukti, untuk dari kami, bisa dilihat dalam sarapanpagi.org.

Iri? Rupanya ada banyak orang yang disebut [b]berbahagia[/b]. Tidak hanya Maria: Mat 5:3 "[b]Berbahagialah[/b] orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Mat 5:4 [b]Berbahagialah[/b] orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Mat 5:5 [b]Berbahagialah[/b] orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Mat 5:6 [b]Berbahagialah[/b] orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Mat 5:7 [b]Berbahagialah[/b] orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Mat 5:8 [b]Berbahagialah[/b] orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Mat 5:9 [b]Berbahagialah[/b] orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Mat 5:10 [b]Berbahagialah[/b] orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Mat 5:11 [b]Berbahagialah[/b] kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Mat 5:12 Bersukacita dan [b]bergembiralah[/b], karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Apalagi Bunda Yesus, Bunda Allah.

Salam

Tuhan Yesus ntu menggenapi taurat… di taurat ada perintah "hormatilah ayah dan ibumu - termasuk hal pemeliharaan/merawat orang tua’
kalau kk mengkonsepkan Tuhan mcm itu, akibatnya menuntun pada pendapat: "similarity to malin kundang yg tak mengakui ibu kandungnya sendiri’

so… nurut kamu, tindakan malin kundang yg tak mengakui ibu kandungnya itu tindakan bermoral tidak ?
jika tidak, ya mohon dech kk… jgn konsepkan figur tuhan yg seperti itu yaaa… lebih direnungkan lagi akibat dampak konsep kk…

Tuhan ntu sangat baik, sempurna…

Saya mengambil bukti dari Kitab Suci:

Yoh 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu [ibu] Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu [perempuan]? Saat-Ku belum tiba.”


Mat 12:47 Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
Mat 12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Mat 12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mat 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Dalam Kitab Suci bahsa Yunani, ada sebuah kata"ibu" (yang melahirkan) yang digunakan orang untuk menunjukkan seorang, termasuk Maria, sebagai seorang “ibu” (yang melahirkan), sedangkan kata itu TIDAK PERNAH digunakan oleh Yesus sendiri waktu Dia menyambut Maria, melainkan kata yang digunakan Yesus untuk memanggil Maria adalah “perempuan” (kata “perempuan” dalam bahasa Yunani).

Jelas, bagaimanapun orang banyak menyebut Maria, Yesus MENYANGKAL Maria sebagai ibu-Nya. Masalah itu sudah sangat lama…

Yesus meninggalkan Maria dan Yosef secara diam-diam:

Luk 2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.

Lalu ketika ditemukan oleh mereka, Yesus menyangkal Yosef sebagai bapa-Nya, menjawab harus berada di dalam rumah Bapa-Nya yang benar, Allah:

Luk 2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Luk 2:49 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

Menurut tidakan Yesus terhadap Maria dan Yosef dalam ayat-ayat tersebut, hanya ada 2 kemungkinan:

1 - Yesus berdosa dengan kurang menghormati orang tua-Nya Yosef dan Maria, sehingga meninggalkan mereka secara diam-diam, lalu berjawab kepada Yosef dan Maria bahwa Bapa-Nya sebenarnya Seorang yang lain (Allah).
(Cobah-lah kalian melakukan hal sebegitu kepada orang tua kalian sendiri, kalau berani, kemudian lihat-lah apa yang akan terjadi !)

2 - Yesus tidak sedikitpun peduli akan Yosef dan Maria, karena mereka BUKAN orang tua-Nya.

Oleh sebab Yesus TIDAK PERNAH BERDOSA, maka hanya kemungkinan yang kedua bahwa Maria dan Yosef BUKAN orang tua Yesus itu yang valid.

Maria tidak sedikitpun lebih daripada orang lain!

Salam

Jadi kesimpulan kamu,

Yesus menyangkal dari siapa Dia lahir kedunia?

Maksud kamu, apakah Elisabeth yang dipenuhi oleh Roh Kudus ketika berkata,

“Siapa aku sehingga bunda Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Adalah salah?

Ingat, perhatikan lagi bahwa saya mengingatkan, menghujat Roh Kudus adalah dosa tidak terampuni!

Salam

Ada tertulis, “terberkatilah Maria diantara semua wanita.”

Salam

Yesus menyangkal Maria adalah ibu-Nya.

Seandainya Yosef dan Maria orang tua Yesus, menurut kamu yang benar adalah kemungkinan yang pertama di atas itu, bahwa “Yesus berdosa dengan kurang menghormati orang tua-Nya Yosef dan Maria, sehingga meninggalkan mereka secara diam-diam, lalu berjawab kepada Yosef dan Maria bahwa Bapa-Nya sebenarnya Seorang yang lain (Allah).”?

Kata Yunani κύριος G2962 (Tuhan) belum tentu menunjuk keallahan. Kata yang sama digunakan dalam ayat1 Korintus 8:5

1Kr 8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian--

Dalam ayat ini kata “Tuhan” itu juga tidak menunjukkan keallahan.

Salam

“yang masih kucari tetapi tidak kudapati, kudapati seorang laki-laki di antara seribu, tetapi tidak kudapati seorang perempuan di antara mereka.” (Pengkhotbah 7:28 ITB)

"Masih juga aku mencari jawaban-jawaban lain, namun tidak berhasil. Di antara seribu orang, kudapati seorang laki-laki yang kuhormati. Tetapi di antara mereka tak ada wanita yang dapat kuhargai. (Pengkhotbah 7:28 IBIS)

“Which yet my soul seeketh, but I find not: one man among a thousand have I found; but a woman among all those have I not found.” (Pengkhotbah 7:28 KJV)

For the right faith is that we believe and confess that our Lord Jesus Christ, the Son of God, is God and man.
God of the substance of the Father, begotten before the worlds; and man of substance of His mother, born in the world.
The Son is of the Father alone; not made nor created, but begotten.

so Yesus di rumah BapaNya.

kemudian:
Luk 2:51 (KJV) And He went down with them, and came to Nazareth, and was subject unto them: but His mother kept all these sayings in her heart.

sebaliknya, konsep kamu mengarahkan kesan pembaca pada figur yesus yg seperti malin kundang.

(cf. Luk 1:41-45):
Maria masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet
Elisabet mendengar salam Maria → dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus
lalu Elizabet (yg penuh Roh Kudus setelah mendengar salam Maria) berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Alkitab tercatat bahawa Maria ialah ibu Yesus, yg melahirkan Yesus inkarnasi.
Elizabet kerna dalam keadaan penuh Roh Kudus, dia berseru “…ibu Tuhanku”

kenapa kk menyatakan Maria bukan ibu Yesus yg valid ?

Re: Mengapa Jesus Memanggil Maria dengan Perempuan/Wanita ?

http://www.sarapanpagi.org/yesus-memanggil-ibu-nya-perempuan-vt58.html
Ketika Yesus memanggil ibu-Nya dengan “Perempuan” (“kasar” kata sebagian orang). Tetapi Kita perlu juga tahu latar belakang budaya / adat-istiadat orang Yahudi untuk panggilan/sapaan kepada orang ke-dua.

Ungkapan “perempuan/ woman” Jangan disamakan dengan bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris, atas sapaan kepada ibu, dengan dan latar kebudayaan dan bahasa yang digunakan oleh Yesus Kristus.
Bahasa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.

Jika Yesus Kristus memanggil Maria dengan sapaan “Ibu” (Ibrani אֵם - “EM” ; Aram 'EMA) , maka Dia tidak layak berada di muka khalayak ramai, dianggap masih anak-anak yang perlu momongan orang tua.

Orang Yahudi dewasa di muka khalayak ramai tidak akan memanggil ibunya dengan sapaan demikian, karena sudah menjadi tradisi mereka. Panggilan “Ibu” hanya boleh dilakukan di dalam lingkungan rumah tangga, bukan di muka umum.

Panggilan akrab, baik, dan hormat yang digunakan di muka khalayak ramai terhadap perempuan, termasuk ibu sendiri adalah kata Aram: ‘ANTTA’ (Ibrani: אִשָּׁה - 'ISYAH), dalam bahasa Yunani menggunakan kasus vokatif ‘γυναι - gunai’ dari kata dasar ‘γυνη - gunê’.

Orang Yahudi bahkan tidak boleh memanggil seseorang dengan “nama kecil”, meskipun ybs. menggunakan nama kecil. Panggilan seperti ini dianggap sebagai " לָשׁוֹן הָרַע - LASYON HARA’" (evil tongue, sin of gossip).

Panggilan “GUNAI”/ “ISYAH” diucapkan oleh Yesus Kristus kepada Maria ibu-Nya, sebanyak dua kali, yaitu di Yohanes 19,26 dan Yohanes 2,4. Panggilan tersebut bukanlah sapaan tidak hormat ataupun merendahkan sebagaimana banyak disangka orang, namun “titles of as much respect among the Hebrews as ‘sir’ and ‘madam’ are among us. No kind of disrespect is intended, but, on the contrary, complaisance, affability, tenderness and concern: and in this sense it is used in the best Greek writers.” (Adam Clarke, LLD, FSA., The New Testament of Our Lord and Saviour Jesus Christ: The Text, A Commentary and Critical Notes, Abingdon, Nashville, 1831). Lihat juga The Jerome Biblical Commentary.
Panggilan “GUNAI”/ “ISYAH” juga dipakai Tuhan Yesus kepada perempuan Kanaan (Matius 15:28); atau kepada perempuan Samaria (Yohanes 4:21); juga kepada Maria Magdalena (Yohanes 20:15).

adi, jelas bahwa kata ‘γυναι - gunai’ atau ‘γυνη - gunê’, itu mirip dengan panggilan ‘madame, lady, nyonya’, panggilan umum/ lazim dan terhormat bagi wanita dewasa.

Orang Yahudi dewasa atau setidak-tidaknya sudah lulus ‘MIDRASY’ (Arab: Madrasah) tingkat tertentu, dianggap sudah engga’ “netek” lagi pada ibunya. Mereka memanggil ibunya (khusus di luar rumah) dengan panggilan “perempuan” (Ibrani: 'ISYAH; Arab: NISAA, Aram: ANTTA). Kalo memanggil “ibu” di jalan (atau di luar rumah), mereka dianggap masih belum dewasa. Maka, penting bagi kita untuk memahami konteks budaya yang terjadi kala itu.

Kalau kita memahami budaya yang berlaku di zaman Yesus Kristus, panggilan Yesus (yang dalam hal ini sudah di usia dewasa) kepada Maria, ibunya dengan “GUNAI”/ “ISYAH” bukanlah suatu panggilan yang tidak sopan. Justru Yesus sangat memperhatikan “tradisi” yang berlaku di lingkungannya.

Yesus memanggil ibu-Nya “GUNAI”/ “ISYAH”
Yesus pun memanggil perempuan dewasa yang lain yang dia ketemui di jalan dengan “GUNAI”/ “ISYAH”
Yesus juga memanggil murid-Nya yang perempuan (usia dewasa) dengan “GUNAI”/ “ISYAH”
Tidak ada bedanya… semua dipanggil dengan panggilan “GUNAI”/ “ISYAH”

Panggilan “GUNAI”/ “ISYAH” lebih bermakna “Lady/ Nyonya” yang adalah panggilan hormat yang lazim untuk semua perempuan dewasa, dan ini juga berlaku kepada ibunda sendiri menurut budaya setempat.

Maka, perdebatan disini yang mungkin digunakan untuk “merendahkan” kepada Maria Ibu Yesus, ataupun sebaliknya “meninggikan secara berlebihan”, tidaklah perlu :slight_smile: