Mengapa kekristenan identik dengan Barat?

Beberapa waktu lalu dalam suatu gathering rekan2 tempat kerja, seorang teman saya yang Kristen dan terampil bermain piano tampil sebagai pengiring musik. Rekan2 lain bernyanyi dia mengiringi dengan piano, baik itu lagu pop, jazz, bahkan rock. Tetapi begitu ada yang mau menyanyi dangdut, dia kewalahan tidak bisa mengiringinya. Lalu teman lain yang juga Kristen berujar,“Harap maklum, di gereja gak ada musik dangdut.” ;D

Dari situ saya memperhatikan bila lagu2nya dalam irama musik Barat, dia bisa mengiringi tetapi saat iramanya dangdut, yang sering diidentikkan dengan orang kampung yang notabene hampir semua muslim, dia tidak sanggup, karena tidak biasa dia mengiringi irama tersebut di gereja. Lebih jauh lagi, ini merupakan gambaran bahwa kekristenan identik dengan Barat. Cobalah lihat, kalau ada orang yang namanya seperti orang Barat (mis. George, Jeniffer, Robert, atau Michelle) hampir dapat dipastikan beragama Kristen. Atau pada hari Natal ini, kesan Natal identik dengan musim dingin di Eropa/belahan bumi utara, sangat kuat. Hampir tidak ada orang yang menggunakan pohon kelapa untuk memeriahkan Natal.

Apa sebabnya kekristenan identik dengan Barat? Apakah perlu kita menghilangkan persepsi tersebut, mengingat celah budaya (cultural gap) dapat menjadi batu sandungan untuk pemberitaan Injil? Kalau ingin dihilangkan, apa saja yang dapat dilakukan?

Kekristenan (di Indonesia) identik dengan barat, karena yang membawa ajaran Kristen ialah orang-orang Eropa.

Salam

Ya Bro, hampir semua negara Asia identik dengan barat.

Tapi asal usul Kekristenan ( Seluruh dunia ) identik dengan bangsa israel, karena yang membawa Injil gembira ialah Rasul-Rasul Yesus dari bangsa Israel, kecuali Rasul Paulus bangsa Israel memiliki status warga negara Itali.

Salam.

Bukan hanya misionaris yang berasal dari Barat saja, aliran Kristen yang berkembang di Indonesia (Katolik Roma dan berbagai aliran Protestan) adalah kekristenan yang berkembang di Barat, sehingga secara teologis pun gereja2 di Indonesia sangat bercorak Barat.

Jujur saja, doktrin berbagai gereja di Indonesia hampir semuanya mengacu kepada gereja di Barat. Demikian juga tradisi2nya, tata cara ibadahnya, nyanyian2 dsb.

Di Indonesia sebenarnya ada juga yang tidak mengacu gereja Barat, misalnya Gereja Orthodoks Syria. Lucunya, gereja tersebut malah dituduh kalangan tertentu sebagai cara Kristenisasi.
Padahal mereka sudah lebih dulu ada dengan liturgi, penggunaan istilah, budaya, dsb yang seperti itu.

Salam

Ya Bro, lebih lucunya desain puncak bangunan Gereja Orthodoks Syria yang berbentuk kuba diklaim bukan milik orang2 Kristen semula, melainkan milik bukan Kristen.

Salam.

Gereja Ortodoks Syria boleh dikata fenomena baru di Indonesia, meskipun sudah lebih dulu berdiri dibandingkan aliran2 Protestan. Lagipula tidak menjadi mainstream kekristenan di Indonesia.

Kekristenan yang menampilkan “wajah” pribumi agak jarang ditampilkan di muk umum, lebih sering menampilkan kekristenan yang cenderung kebarat2an, misalnya dalam lagu2 rohani. Kalau saya menonton acara bertema Natal di televisi, seperti beberapa tahun terakhir, yang sering muncul adalah penyanyi2 yang menyanyikan lagu Natal dengan kostum seperti sedang musim dingin. Lagu2nya pun tidak jarang berbahasa Inggris. Bagi saya ini kurang sesuai untuk keadaan di Indonesia yang tidak bersalju (kecuali di Puncak Jaya) dan terkesan meniru Barat. Kenapa jarang ditampilkan Natal dalam budaya Jawa atau Batak, atau nuansa yang nyata di Indonesia?

Sejarah kekristenan berkembang pesat di Eropa pada masa lampau. Hal ini mewarnai kekristenan diseluruh dunia. Tetapi kita semua sejatinya tahu kekristenan lahir di Yerusalem dan berkembang keseluruh Yudea dan dunia.

Agama Kristen masuk ke Asia dibawa oleh pedagang dan missionaris Eropa, kemudian disusul kehadiran kerajaan dalam permainan politiknya menguasai daerah-daerah yang kita sebut penjajahan. Sejatinya tanpa Inggris, negara seperti Singapura, Hongkong, Malaysia, Australia dan banyak negara lainnya kondisi sosial ekonominya sama seperti Indonesia. Kita hanya sial saja dijajah Belanda, yang bermain mata dengan penguasa bumiputra untuk menindas rakyat sendiri demi keuntungan bisnis bangsawan bumiputra dan pejabat korup kerjaaan Belanda. Konsep penguasaan Inggris adalah mendidik dan memakmurkan daerah yang mereka anggap terbelakang. Mereka mengajarkan peradapan dan budaya salah satunya adalah pakaian yang kita pakai setiap hari. Sejarah menunjukan Inggris memberikan kepada daerah-daerah jauh yang dalam penguasaannya kemerdekaannya secara bergilir.

Kembali kepada corak agama Kristen di Asia. Pengaruh Eropa sangat mendominasi pada masa-masa awal sampai hari ini sebab perkembangan kekristenan di dunia barat lebih maju dari di Asia, sehingga tidak aneh jika meniru apa yang telah mereka lakukan. Tetapi dalam sepuluh tahun terakhir ini, banyak negara-negara di dunia barat yang meminta lebih banyak pemberita Firman untuk datang ke negara mereka, untuk mengajarkan kekristenan kembali. Teman-teman saya ada beberapa orang memiliki hubungan dengan mereka dan sejujurnya mereka mengakui bahwa kekristenan di Asia berkembang pesat. Bukan soal jumlah tetapi juga kwalitasnya.

Sepuluh dua puluh tuhun kedepan, corak Asia akan mewarnai negara-negara di barat. Saling mengisi itu bukan hal yang aneh. Jika anda remaja, sepuluh tahun lalu budaya jepang menjadi corak gaya remaja Asia dan sekarang gaya remaja Asia meniru budaya Korea Selatan. Kita meniru yang baik dari tempat yang lebih maju, kita menjadi lebih baik dan ditiru oleh tempat yang lain. Itu adalah lumrah.

Memberi batasan barat untuk Kristen adalah usaha dari kelompok tertentu dalam politik Islam. Hal ini membantu politik mereka untuk menjadikan hitam dan putih, Kristen Yahudi Barat dan Islam Arab sebagai jurang yang tidak mungkin dapat berjabat tangan.

Corak Islam di Indonsia sejak awal sampai sebelum reformasi, bercirikan Indonesia walau mengadopsi budaya Arab dari pedagang yang membawa ajaran itu. Seperti halnya kristen tidak seluruhnya di adopsi, demikian islam pada masa sebelum reformasi bersifat kedaerahan dengan corak Arab. Tetapi sekarang ada usaha-usaha dari kelompok tertentu untuk membuat semakin hitam dan putih, dengan memaksakan budaya Arab diadposi sepenuhnya sampai ke baju daerahnya, baik untuk pria dan wanitanya. Dunia barat yang diidentikan dengan kristen dan disekutukan dengan Yahudi / Israel membuat gerakan hitam putih ini semakin mudah masuk dan menyebar.

Dulu wanita menutup aurat leher dan rambutnya dengan kerudung sekarang mereka memakai jilbab Arab. Dulu pria-prianya memakai pakaian daerah Indonesia atau kemeja safari untuk acara resmi, sekarang mereka memakai pakaian daerah Arab. Bahkan bahasa Inggris sudah ditiadakan di sekolah-sekolah dasar digantikan dengan bahasa Arab sebagai bahasa asingnya.

Untuk apa mereka menjadi semakin Arab? Dan untuk apa hembusan angin yang menyamakan barat dengan kristen atau kristen dengan barat itu semakin gencar dan keras belakangan ini? Sebelum reformasi pernakah wacana seperti ini dibincangkan? Renungkanlah, sebab kita ada didalam lingkaran politik dunia yang bergerak terus, bukan sekedar cuap-cuap di forum dan besok hilang.

Jika ada yang menyebutkan Kristen identik dengan barat dan identik dengan Yahudi dan sama artinya dengan penjajah (karena itu jangan memeluk agama Kristen), segeralah anda menjelaskan agar usaha mencuci otak putra-putri bangsa dapat kita halangi.

Itu pas gak bisa aja, krn banyak juga yg bisa
buktinya ini ada lagu2 rohani dangdut spt ini