Mengapa lebih banyak perempuan daripada laki-laki yang pergi ke gereja?

Selama ini kalau saya perhatikan setiap ibadah Minggu di gereja tampak perempuan pada umumnya lebih banyak daripada lelaki. Terkadang yang datang ke gereja adalah ibu dan anak perempuannya, tidak jelas ke mana bapaknya, padahal suami ibu itu masih ada/belum meninggal.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara. Saya pernah baca suatu artikel (maaf lupa link-nya) yang mengatakan wanita lebih sering ke gereja dibandingkan laki-laki. Menurut artikel tersebut, fenomena ini khas pada kekristenan dan juga kaum Hindu, tetapi sebaliknya pada kaum Muslim atau Yahudi, laki-laki justru mendominasi praktik peribadatan umum. Bisa kita lihat, misalnya, saat shalat Jumat yang hadir laki-laki semua.

Mungkin ada yang bisa memberikan analisis terhadap fenomena ini?

secara umum adalah
Karena perempuan lebih mudah ketipu sama janji janji kosong, sedangkan laki laki lebih pakai logika

Trus mengenai salat jumat itu karena yang perempoan gak wajib (kemungkinan gak boleh salat jumat) , jadi hari jumat kebanyakan yng salat laki laki semua/kebanyakan

Tuhan yesus memberkati

han

Jadi gereja itu menipu jemaatnya dengan janji kosong ya. ;D ;D ;D

Muslim terdapat perbedaan gender sangat tegas. Sehingga tidak ada peremuan yang ke masjid hari Jumaat, bukan hanya sekedar sedikit. Tetapi mereka (para perempuan) menjalankan kewajiban agamanya sama seperti laki-laki juga dirumah dan dibilik terpisah yang tidak tampak. Sejarah ini berkaitan dengan jaman perang, sebab Islam lahir pada masa peperangan mendirikan kerajaan Islam pertama didunia.

Hindu, memiliki pembagian tugas yang menempatkan laki-laki untuk melayani dewa-dewa dan perempuan untuk bekerja di ladang, sawah dan peternakannya. Sehingga dalam kegiatan keagamaan pria lebih dominan. Namun demikian tidak semua didominasi kaum pria dalam kegiatan keagamaan. Dalam acara keagamaan yang besar, pria dan wanita berimbang jumlahnya sesuai sensus penduduk (wanita lebih banyak dari pria).

Gereja, terlihat wanita lebih banyak sebab pada saat ibadah, pria-pria melayani ibadah tersebut, sedangkan isteri dan anaknya duduk dibangku, ditambah jumlah wanita didunia lebih banyak, selisihnya membuat tampak wanita lebih banyak duduk dibangku gereja. Tetapi kalau gereja tersebut memiliki system absensi anggota jemaat hadir, seharusnya jumlahnya terlihat berimbang (sesuai porsi sensus penduduk).

Berbeda dengan agama Hindu, kegiatan keagamaan diluar kegiatan besar, hari-hari biasa gereja juga dipenuhi acara dan yang hadir memang rata-rata ibu-ibu sebab pada jam dan hari tersebut para suami pada bekerja. Kalau dalam agama Hindu, didominasi pria, wanitanya yang bekerja pada saat itu.

kalo di daerah saya,

kebanyakan pemuda2 Kristen plus bapak2nya kalo malam minggu pada MABOK, jadi hari minggu-nya gak ke-gereja. bahkan saat Natal dan tahun baru beberapa diantara mereka pada MABOK saat ke gereja, yg lainnya nanti selesai ibadah baru pesta miras… :char12:

:ashamed0004: termasuk saya :ashamed0004: :char11: DULU :tongue:

gak tau kalo di daerah lain. :slight_smile:

Salam

coba kaitin ke :

  1. Ekonomi (gimana biasanya orang bekerja) sebelum revolusi industri
  2. Ekonomi setelah revolusi industri

Kuncinya ada di revolusi industri.

memang tidak semua gereja menipu dengan janji kosong, tapi lihat saja kebanyakan gereja penganut perpuluhan
Cuntohnya : menipu menggunakan M3:10

Tuhanyesus memberkati

han

Ibu-ibunya gak ikutan mabok sekalian. Hehehe :smiley:

Kaitannya dengan gereja yang lebih banyak dipenuhi perempuan? Saya lihat di gereja-gereja yang tidak mewajibkan perpuluhan tetap saja perempuan lebih banyak.

Tidak, makanya lebih banyak perempuan yg ke-Gereja di daerah saya

Salam

Kalau di gereja dimana saya berbakti lebih banyak kaum pria dari wanita.

kalo man boot camp engga ada perempuannya

tuhan yesus memberkati

han

Ga semua wanita suka janji-janji kosong. Mungkin sekali sampai tiga kali bisa dikasi janji kosong, tapi sesudahnya si wanita yang bakal bikin “kosong” si pembuat janji tersebut ;D

Menurut saya, mungkin karena wanita lebih rajin daripada laki-laki.
Atau wanita lebih “bermoral” daripada laki-laki? ;D

Misal: ada keluarga Kristen. Sebagai seorang Ibu, pasti si wanita dengan giat mengajak anaknya ke gereja. Supaya dari kecil si anak sudah mulai mengenal TUHAN dan menanamkan kebaikan.
Sedangkan si Bapak, mungkin karena udah kecapekan bekerja, kadang memilih untuk di rumah dan bersantai. Urusan moral anak bisa diajarkan tanpa harus repot2 membawa anak ke Gereja.

Salam.

Menurutku banyaknya laki2 atau perempuan di kebaktian itu relatif. Mungkin memang anggota jemaat perempuan lebih banyak daripada laki2. Tapi semua juga tergantung pribadi masing2.
Di gerejaku sendiri, saat kebaktian umum lebih banyak perempuan. Tapi saat kebaktian remaja/pemuda malah lebih banyak laki2.

Betul , Tidak semua wanita suka sama janji kosong
Tapi sejarah (PL) membuktikan bahwa wanita lebih mudah ketipu sama janji kosong si _ular
itulah sebabnya si olar mremilih menipu hawa daripada daripada menipu adam, karena hawa lebih mudah ditipu dengan sesuatu yang kelihatan ENAK

Tuhan yesus memberkati

han

Secara umum laki2 itu tidak mau menunjukan bahwa dia lemah, tidak berdaya
Datang ke gereja merupakan ekspresi bahwa saya tdk berdaya, lemah, dan butuh pertolongan Tuhan
Makanya yg datang ke gereja umumnya yg perempuan, karena bagi perempuan itu gak masalah.
Setuju gak?

krn wanita hatinya lembut sehingga cepat bertobat …sdg laki2 (ngga semua seh ) kebanyak hatinya keras… susah untuk bertobat .

(takdirnya) Wanita penolong laki2sehingga ya kudu lebih kuat dr yang ditolong …
dengan ibadah itu membuat wanita itu kuat shgg bisa melakukan fungsinya sbg penolong :smiley: