Mengapa manusia takut mati ? dan Mengapa manusia tidak takut mati ?

Pertanyaan ini saya ajukan, sebab kematian akan dialami oleh setiap manusia.

Saya beri contoh: seorang jihat.
Dia takut mati, sebab dia akan berpisah selamanya dengan yang dia cintai.
Dia tidak takut mati, sebab dia yakini bahwa dia bisa langsung masuk sorga.

Setiap manusia, jawabannya pasti berbeda-beda dan apa jawaban anda masing-masing.

Terima kasih.

Kalau DOMBA mah jawabannya SERAGAM kok ada DISINI !
1 Tesalonika 4 :
13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.… dstnya ! :angel: :afro: ;D

— Tidak ada Manusia Yang Tidak Takut Mati —

Yang ada hanyalah kesiapan menerima kematian.

Tubuh/Kedagingan tetap akan terguncang dihadapan kematian
tanda2nya adalah terkencing dalam celana - rasa gentar - tubuh mengigil - bulu roma berdiri semua-
menangis - jari2 terdiam.
Dan hal itu yg dikatakan manusia.

Kecuali anda mati secara instan yaitu mati tidak terasa alias mati dalam tidur atau kepala anda ketembak.

Mati secara daging itu sudah pasti, tapi kenapa org takut mati? Itu tentang kasiapan hatinya. Menurut saya, anda mengajukan pertanyaan yg sangat baik bagi pembaca diforum ini. Tapi saya lebih takut tidak mencintai Tuhan sepenuh hati saya, karena saya yakin Dia tidak pernah luput dari janji2Nya.

Manusia takut mati karena sudah kodratnya , apabila tidak dikodratkan demikian maka semua manusia pilih mati dan species ini punah . Jadi manusia itu takut mati karena ditugaskan untuk menjaga kepunahan .

Manusia tidak takut mati bila ia sudah ingin menyatu kembali kepada sang penciptanya yaitu saat tugas berketurunan sudah selesai dan hidupnya diisi dengan kasih terhadap segala sesuatu ( terutama thdp sesama) sebagai kelanjutan dari selesainya tugas maka kehidupan berlanjut mencapai tujuan sebenarnya untuk menyampaikan kasih Tuhan .
Sebab “kasih yg benar” meniadakan ketakutan bahkan malahan merindukan pulang kehadirat Tuhan kembali .
Contoh sederhana : seorang yg benar2 memiliki kasih takkan ragu untuk memeluk bahkan merawat penderita kusta .
Saya yakin seorang Bunda Theresa yg bertindak penuh kasih pastilah tak mempunyai kamus takut mati.
Atau seseorang yg sudah berkerohanian tinggi atau yg penuh pengabdian akan mengikuti jejak Rasul Paulus " hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan"

Bahkan pernah terjadi (sy tahunya cm dua orang ttp mungkin banyak : yg satu dari yang satu orang kejawen dan yg satu lagi orang Kristen) ada orang yg dapat menerima dan merasakan proses kematiannya secara sadar serta tenang dan mampu menceritakan proses itu kepada sahabat yg menungguinya .

— Maaf mz - saya rasa kematian daging menakutkan bagi siapapun.

Hati siap
Jiwa siap
tp daging itu lemah.

Yesus dengan kapasitas sebagai pemilik sorga bs mengalami rasa takut — setelah harus menjalani kematian
Padahal Dia sendiri mengetahui berkuasa akan maut.

Rasa takut tersebut itu terjadi karena kedagingan yg memang melekat.

Berkali2 Tuhan mengajarkan melalui pengajaran para nabi atau rasul bahkan Tuhan Yesus sendiri
dirangkum dalam Alkitab - bahwasanya daging harus bisa kita taklukan.

Tp saya masih bodoh kok mz - iman saya masih kecil

siapa tahu pola pikir saya masih anak kemarin sore.

salam berbagi

Sejahtera bagi anda ,
Menurut sy Yesus dengan 100% kemanusiaannya memang takut pada penderitaan sebelum mati bukan pada kematiannya itu sendiri . Manusia setelah tua pasti mengharap bisa mati dengan tenang dan nyaman , jadi yg ditakutkan bukanlah kematiannya tapi pada penderitaan sebelum meninggal itu .

Kita berdua sama saja sy jg blm punya iman yg mantap dlm kehidupan Kristiani ini tp kalau kita selalu " eling " itu sdh sangat mendukung pada pertumbuhan iman .

Salut atas kerendahan hati anda
Salam

— Tidak Mw Lebih Jauh —

Point nya yg penting dapat. Thx

KECUALI anda mempunyai Persepsi …Kematian Jasmani adalah Berkat Terachir dari-Nya karena Bukankah HIDUP didunia ini Penuh Pencobaan, Sakit, Derita dan sengsara silih berganti ?
Kalau dilepaskan dari semua itu bukan berarti ENAAAAAKKKKK ? :coolsmiley: :happy0062:

Point simplenya begini :
Semua manusia pasti akan mati

Bagaimana caranya supaya tidak takut mati atau memperoleh kepastian kehidupan kekal di sorga kelak?
Percayalah kepada Tuhan Yesus, tak ada agama/aliran lain yang mengajarkan kepastian masuk sorga selain Kristen

Kalau sudah mengerti hal ini masih ada juga yang pengen pilih jadi atheist ya monggo

@octa
Begitulah adanya " hidup memang menjaring angin " kt PKH tapi yg jangan bu…dir. ya toh ? Hehehe

Kata Allah Juruselamatku, malah :

Matius 4 :
19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. 20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Angin mah BORO2 Dijaring, dipegang saja TAK BISA ! :coolsmiley: :happy0062: