Mengapa menginjili jika keselamatan dipredestinasikan?

Mengapa menginjili jika keselamatan dipredestinasikan?

kalau allah sudah tentukan siapa saja yang selamat ngapain kita menginjili?
toh kita menginjili / tidak menginjili orang yang ditentukan selamat pasti akhirnya percaya KRISTUS dengan sendirinya… ngapain repot2 menginjili??

pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang2, baik yang menerima doktrin predestinasi maupun yang tidak menerima doktrin predestinasi

besar harapan saya teman2 membantu menjawab pertanyaan ini…

Menginjil karena disuruh oleh Tuhan Yesus kristus :afro:
Kita hanyalah hamba yang tidak berguna, kita hanya melakukan apa yang sudah seharusnya kita lakukan.

Luk_17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

1Co_10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

setuju…

tapi ada yang tanya lagi :
lho kenapa tuhan kok gak masuk akal gitu? suruh kita melakukan yang tidak berguna
dia sudah tentukan ngapain kita disuruh repot menginjil?

Justru karena kita adalah hamba, yang mengerjakan apa yang sudah ditentukan oleh Tuan kita.
Kalau yang dikerjakan oleh hamba adlah bukan ketentuan dari Tuannya, itulah yang patut dipertanyakan :tongue:

trus ada yg tanya juga… :char11:

kalo si hamba tidak mau taat utk menginjili gimana… apakah keselamatan si hamba akan hilang… :coolsmiley:

[email protected]

Pada dasarnya ga ada tuh penegertiannya dalam Ajaran Alkitab…kalau kita sudah memahaminya, bahwa yang di predestinasi itu " perihal keselamatan-nya…"" salah tuh cara berpikirnya loh…!! Wong keselamatan itu kan adalah suatu perbuatan/ pekerjaan Yng di ciptakan Allah untuk manusia didunia untuk supaya dapat dikembalikan kedalam Rancangan Alah semula mengenai manusia yang kudus dan sempurna supaya dapat masuk pada kehidupan yang kekeal abadi bersama Allah disorga, melalui Tuhan Yesus Kristus.

Sedangkan predestinasi itu arti/ maknanya adalah penetapan atau ketetapan yang secara berdaulat hanya Allah yang botoritas melakukan hal tsb. Penetapan untuk apa…?? penetapan untuk masalah siapa dipilih dan siapa yang terpilih menjadi umat PilihanNya…Jadi predestinasi itu diberlakukan untuk unsur manusinya, sehingga memperoleh status apa berdasarkan ketetapan Tuhan tsb.
Jadi salah persepsi tuh namanya kalau keselamatan yang dipredestinasikan…!! pengajaran yang salah disitu ya [email protected]…!!
Kemudian jika persepsi itu sudah salah…?? maka jik dikaitkan dengan masalah nginjil menginjili …?? ya tambah salah kaprah lagi jadinya disitu…loh…!!!
Masalal nginjil menginjili ga menjadi relevansi yang berkaitan langsung dng masalah predestinasi…!! malah dalam kaitan hukum sesab -akibat pun tidak juga manjadi suatau kesesuaian yang salinh menunjang prinsip yang satau dng ayang lainnya.
Mending tritt ini di sudahi dan ditutup aja deh…!! malah makin membuat bingung kalangan loh…!! heheehe…
Tapi itu hanay pendapat saya saja ya…?? Ga usah and ambil pusing / ambil hati.

Salam GBU

Kalau si ‘hamba’ tidak taat kepada Tuannya, namanya bukan hamba. Karena taat makanya disebut hamba. :slight_smile:

jadi… semua yg ngaku hamba tetapi tidak memberitakan injil, mereka bukanlah hamba Tuhan… apakah begitu fren… :coolsmiley:

kalo benar begitu, memberitakan injil adalah syarat mutlak seseorg selamat dong… :char11:
enakan jadi pendeta ya, pasti masuk sorga… :afro:

Ketaatan bukan hanya dalam memberitakan Injil bukan…

Yang adalah ahli waris kerajaan Allah adalah anak-anak Allah. (Roma 8:17)
Yang adalah anak-anak Allah adalah mereka yang dipimpin (yaitu taat) oleh ROH. (Roma 8:14)

Dalam Galatia 5:22 dapat kita lihat, bahwa mereka itu yang menghasilkan buah-buah Roh. Buah Roh adalah perbuatan, yang adalah hasil / konsekuensi. Bukan sebab…

Allah itu bekerja tuntas bro,semua rencana kekal-Nya terperinci dan sempurna sejak kekal sampai dengan kekal kembali.

Allah Tritunggal sendiri terlibat didalam proses keselamatan setiap manusia.

1 Pet.1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu

1.Memilih dan menentukan siapa yang selamat didalam kekekalan (Ef.1:4 ; Roma 8:29) oleh Allah Bapa

2.Menggenapkan keselamatan melalui penebusan dosa oleh darah Yesus dikayu salib

2.Mengaplikasikan keselamatan dengan cara memanggil -membenarkan - menguduskan mereka yang sudah ditentukannya sejak kekekalan (Roma 8 :30),melalui kelahiran baru oleh Roh Kudus dan Firman Kristus.

3.Memuliakan mereka yang sudah selamat kelak didalam Surga (Roma 8:30).

Proses tersebut tentunya melibatkan orang orang percaya yang bertanggungjawab untuk taat kepada Amanat Agung Tuhan Yesus didalam memberitakan Injil seperti kata Kitab Suci sbb :

Roma 10:8 - 15 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!

Orang yang sudah selamat masih mempunyai tugas dan tanggungjawabnya kepada Tuhan yaitu menjadi kawan sekerja didalam penginjilan (bukan didalam memperoleh keselamatan pribadi) :

Lukas 10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

I Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Syalom

Dimana sih Yesus nyuruh orang2 percaya meng-injili orang lain? Bukannya Yesus minta kita memberitakan berita keselamatan kepada dunia???

Yang paling utama itu menurut gue yah… seharusnya yang diajarkan sama pendeta2 dan ahli2 teologia itu gimana orang Kristen dimata umum (orang2 yang tidak percaya) bisa mempraktekkan ajaran Yesus Kristus & menunjukkan teladan sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh Yesus… daripada main comot ayat ini ayat itu dari Al-Kitab… sibuk sendiri nge-jelasin doktrin2 gereja yang ditetapkan oleh ahli2 teologia…

Kalo orang nanya baru jelasin… Sekarang pertanyaannya utamanya: “GIMANA CARANYA BIAR ORANG NON-KRISTEN BERTANYA TENTANG IMAN KRISTEN?”

Yang Kristen aja banyak yang kaga ngerti tentang imannya …

Percayalah buat teman2 se-iman gue… Yesus itu kaga pingin bikin hidup lu susah dengan berbagai macam “ini”, “itu”, seperti ahli2 teologi yang kenyataannya membuat kotak2 pemisahan diantara sesama umat Kristen.

Seandainya lu baca Al-Kitab terus lu bayang-in gimana caranya firman TUHAN itu bisa lu praktek-in dalam kehidupan sehari-hari lu, di jamin Roh Kudus bakal nge-bantu lu mengerti, sebenarnya apa sih yang Yesus pingin katakan dalam ayat ini, ayat itu…

Kaga ada satu orang pun di dunia ini yang bisa mengajar lu, sebaik TUHAN sendiri yang mengajar lu. Bukan suatu kebetulan bahwa TUHAN-nya orang Kristen berprofesi guru ketika Dia di dunia.

Masalah sekarang banyak orang Kristen bukannya jadi “murid yang baik” yang ngajak teman2-nya belajar ke “GURU-nya” ehhhh malah alih profesi jadi guru padahal Yesus kan kaga buka cabang… :slight_smile:

jadi kita boleh tidak taat dalam perintah memberitakan injil, krn ketaatan bukan cuma menginjili org lain… :’(
kok jadi plintat plintut penjelasannya fren… :mad0261:
sebelumnya anda bilang yg tidak taat menginjili bukanlah seorg hamba, skrg ada dispensasi ya fren… :char11:
saya kasih hadiah deh utk anda fren… :character0110:

lho…jadi anda juga buka cabang ya fren… bukankah tulisan anda sdg mengajari para pembaca… :coolsmiley:
mau monopoli jadi guru yaa… :char11:

Wah hebat hadiahnya fren, bisa buat nangkap burung. Nih saya kasih bunga :love0072:

Tapi yang bilang boleh tidak taat siapa fren …

Intinya bukan berbuat ini dan itu fren (bukan Torat, bukan legalitas), tetapi pada kecenderungan hati bro yang selalu mau taat pada pimpinan Roh Kudus.
Itulah ciri khas seorang yang diubahkan, sebagai anak-anak Allah. :afro:

oh gitu ya… :coolsmiley:
saya tanya ulang deh fren… :mad0261:
kalo anda tidak taat utk memberitakan injil, apakah anda bukan seorg hamba Tuhan… :coolsmiley:
kalo anda tidak taat memberitakan injil, apakah keselamatan anda akan hilang… :coolsmiley:

silahkan anda jawab 2 pertanyaan saya dgn singkat dan jelas fren… :happy0062:

Loh, kita sudah lama diskusi, saya kira bro sudah tahu posisi saya :slight_smile:

Seorang yang diselamatkan Tuhan, sudah pasti taat dari awal hingga akhir fren…
Perbuatan baik adalah hasil/konsekuensi/akibat dari keselamatan. Bukan sebab.

Bagaimana jika dia tidak mau taat ? Bisa jadi dia bukan orang yang diselamatkan.

kembali pada pertanyaan dari fren.

  1. Hamba Tuhan.
    Tergantung siapa yang bilang fren dan untuk kepentingan apa. Kalau Tuhan yang bilang, pastilah Dia tahu siapa saja hambaNya yang melakukan apa kehendakNya.

  2. Keselamatan koq hilang ?
    Tergantung juga paradigma bro tentang ‘selamat’.

Kalau bro berpatokan bahwa keselamatan adalah fakta akhir, maka konsistenlah dengan itu. Bahwa tidak mungkin ada keselamatan yang hilang, yang ada hanyalah salah prediksi dari manusia: dikira selamat padahal akhirnya kenyataannya tidak selamat.

Kalau bro memandang keselamatan dari kaca mata Allah (yang maha tahu dari awal hingga akhir), maka keselamatan di awal tidak mungkin hilang, karena Allah tidak mungkin salah.

Jadi bro pandang dari sudut mana pun (asalkan konsisten), keselamatan tidaklah hilang.

maksud nya anda penganut OSAS ya fren… bagus… :afro:

gimana dgn Yunus tuh fren… walaupun tidak taat pada perintah Allah, Yunus tetap selamat tuh… :char11:
jadi bertentangan lagi, dgn pernyataan anda yg saya bold merah… :mad0261:
mana yg benar nih fren… :knuppel2:

Yunus 1:1-3 Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai, demikian: Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku. Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

definisi keselamatan menurut pernyataan anda yg saya bold merah… :happy0062:
keselamatan krn melibatkan free will manusia, atau krn predestinasi Allah sebelum dunia ini di ciptakan fren… :coolsmiley:

Loh fren…
Kan di postingan sebelumnya sudah saya jelaskan, bahwa yang dimaksud dengan taat : bukanlah hal berbuat ini dan itu (bukan Torat / legalisme), tetapi kecenderungan hati kita untuk selalu mau taat pada pimpinan ROH KUDUS.

Seorang bisa saja berdosa, tetapi jika hatinya melekat pada Tuhan pasti akan balik lagi pada Bapa.

Sebenarnya kalau menurut saya, keduanya berjalan bersama fren. Free-will dan predestinasi bagaikan dua sisi mata uang.

Lalu siapa yang lebih dulu, predestinasi atau free-will?
Sebenarnya juga saya penganut fisika modern (karena bidang saya kalau pakai pendekatan fisika klasik enggak masuk). Bahwa waktu manusia sesungguhnya adalah relatif. Jika demikian, apa pentingnya mana yang lebih dulu dalam kerangka waktu kita yang serba relatif ini …