Mengapa negara Katolik baik dalam sepak bola tapi buruk dalam ekonomi?

Belum lama ini, sebuah negara Katolik telah memenangkan sebuah turnamen sepak bola internasional. Mengapa umat Katolik begitu pandai mengolah si kulit bundar, tapi sangat buruk dalam mengelola ekonomi negara mereka? Apakah karena mereka adalah orang Katolik?

Di Kiev, Spanyol telah memenangkan final Kejuaraan Eropa ‘untuk membuat negara itu meraih tiga turnamen sepak bola internasional berturut-turut. Spanyol telah memenangkan Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Spanyol mengalahkan Italia 4-0 pada final hari Minggu (1/7), juga Katolik. Italia memenangkan Piala Dunia 1934, 1938, 2004 dan medali emas sepak bola pada Olimpiade Berlin tahun 1936.

Sementara itu, ekonomi Italia dan Spanyol, serta negara-negara Katolik lain di Eropa, mendekati kehancuran total.

Negara Protestan Inggris mungkin telah menunjukkan “permainan indah,” tapi orang Katolik jauh lebih baik.

Sejak tahun 1930, 19 kali turnamen Piala Dunia telah digelar, tetapi hanya delapan negara telah meraih piala tersebut. Dari jumlah tersebut, negara Katolik Brasil telah memenangkan Piala Dunia (lima kali), diikuti oleh negara Katolik Italia (empat kali).

Jerman telah memenangkan tiga kali meskipun sebagai sebuah negara yang mengelola ekonomi sangat baik. Tetapi, sekitar sepertiga dari Jerman adalah Katolik, termasuk Sri Paus saat ini. Negara Katolik Uruguay dan Argentina masing-masing menang dua kali. Prancis menang sekali, tapi lebih dari setengah negara Perancis adalah Katolik.

Satu-satunya negara non-Katolik yang pernah memenangkan Piala Dunia adalah Inggris tahun 1966.

Karl Marx beranggapan bahwa kekuatan ekonomi yang menggerakan masyarakat, sedangkan Max Weber melihat agama sebagai aspek lebih penting. Tahun 1905 dalam bukunya, Etika Protestan dan Roh Kapitalisme, ia berpendapat bahwa ada hubungan sebab-akibat antara Protestan, terutama Calvinisme, dan perkembangan kapitalisme dan buku ini menjelaskan mengapa Revolusi Industri berlangsung di negara-negara Protestan, bukan Katolik, Eropa.

Protestanisme memiliki apa yang disebut Weber sebagai “spirit kapitalisme“; Katolik tidak. Weber mengatakan, Gereja Katolik memusuhi kekayaan sedangkan Protestan menekankan kerja keras dan keberhasilan ekonomi untuk mencapai keselamatan.

Weber mengatakan bahwa Protestan, tidak seperti Katolik dan penganut lain, telah terlepas dari sihir. Buah dari kekecewaan mereka adalah kapitalisme. Weber telah menemukan sesuatu.

sumber: Why are Catholics good at football but bad at business? - UCA News

jd kl Katolik jago sepak bola :coolsmiley:

maka Protestan jago perdagangan :coolsmiley:

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQrTgc51GrKyDxM_CHjAreBQThIeyqoFrAF4Y6rfMQkkaWRVqk&t=1

Jadi Protestant pemuja Uang
Katholik pemuja Bola

Nice deh :char11:

topik ndak ada manfaat ne ;D ;D ;D ;D

Yang disebut negara katolik itu memangnya yang bagaimana sih?

  • apa yang konstitusinya berdasarkan hukum gereja katolik, atau
  • yg secara persentase mayoritas katolik, tetapi menggunakan hukum sekuler.

kalau yg pertama, setahu saya cuma ada 2 di dunia : Vatikan dan Malta.
Vatikan tidak ada tim kesebelasannya, emangx mau buat holy soccer, hehe…
Malta kayakx kurang menonjol yah di sepakbola, gak kedengeran gaungx.

kalau yg kedua, mungkin ini maksudnya. Tapi, mayoritas juga tidak berarti devout. Lagi pula pemain2 bola itu kan baik yg katlik maupun lainya kan juga banyakan bandel2 yah, hehe… suka main perempuan, mabok2,… kayakx kalau mau jadi patron iman kurang pas yah, malah kesanx jadi malu-maluin agamanya, hehe… walau ada juga sih yang sering bikin tanda salib, sikap doa di lapangan dll…
nah kalau idola dalam skill main bola sih emang top markotop dan sangat patut di tiru. hehe

kalau mengenai hubunganx dengan ekonomi, saya sedikit banyak setuju dengan pendapat weber diatas.

salam.

Sepertinya kesimpulan di atas terlalu terburu buru diambil.

Karena kalau dikatakan dimana negara dengan kemajuan ekonomi paling pesat? Pasti jawabnya adalah China. Dan China moyoritas adalah : Daoist (Taoist), Buddhist, Christian 3%-4%, Muslim 1%-2%

Mengapa sepak bola seolah populer di negara mayoritas Katolik? Karena sepak bola digemari di negara negara Eropa Selatan, seperti Italy, Spanyol, Portugal, dan tentu saja bekas negara negara jajahan Portugal dan Spanyol seperti Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay, Mexico.

Mengapa di negara negara Eropa Selatan sepak bola digemari? Karena secara ekonomi Eropa Selatan masih berkembang (dibawah Eropa Barat). Dan sepak bola adalah olah raga yang murah, satu bola bisa dimainkan oleh 22 orang pemain. Begitu juga di Amerika Latin, sepak bola digemari, karena olah raga yang murah.

Mengapa di Indonesia yang adalah negara berkembang, berpenduduk banyak, tetapi sepak bolanya memble? Karena para pemimpin sepak bola di Indonesia sudah sibuk mengejar ngejar uang haram untuk dikorupsi.

Syalom

penelitian dan pendapat weber tersebut per tahun 1905, dan sepertinya mengambil contoh di europe.
lagi pula hingga saat ini, setelah berselang 100 tahun, negara-negara yang dimaksud oleh weber yang calvinist/protestan masih tetap di perhitungkan sebagai negara-negara developed.

bisa jadi demikian, dan juga jangan lupa sejarah sepakbola itu sendiri, yang bahkan pada masa romawi-yunani kuno sudah berkembang dan di gemari di eropa (selatan). Jadi, sudah seperti permainan atau olahraga tradisional.

Btw Yesus hobi bola gak yee… kalo hobi ane mau dah masuk team Die, biar bisa menang terus ;D ;D ;D

Ada2 saja…
;D

Postingan macam apa ini???

Rasis sekali memandang dunia ini. Protestan vs Katholik sebuah kekonyolan berabad-abad dan menjadikan orang bodoh bertambah-tambah dalam kebodohannya.