MENGAPA ORANG NASRANI TETAP MAKAN DAGING BABI

Bismillahirrohmanirrohim,
Saya mengangkat TOPIK ini bukan bermaksud untuk MENYERANG tp hanya BERTANYA.
Mohon dijawab dengan Nada yang tdk disertai EMOSI. Thx

Al-Quran menurut kami adalah Petunjuk Hidup, Pandangan Hidup dan Tujuan Hidup karena itu tiap AYAT di dalam ALQURAN sangat BERMAKNA bagi kami. dan bukankah sama dengan ALKITAB? Bukankah Ayat Injil atau Alkitab Merupakan Firman Tuhan dan Firman Tuhan adalah Roh Bapa menurut Anda? (Mohon koreksinya kalau salah)

SAYA BERTANYA APAKAH MAKNA DARI AYAT INI? MENGAPA UMMAT ANDA TIDAK MEMATUHI SYARIAT ATAU PETUNJUK DARI FIRMAN YESUS? KENAPA KOK SELALU MENYERANG DALIL TENTANG HARAMNYA BABI KE KAMI? PADAHAL DI KITAB SUCI ANDA JELAS-JELAS JUGA DI HARAMKAN?

a. Babi hutan haram

  1. Ulangan 14:8 Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, tetapi tiada ia memamah biak, maka haramlah ia kepadamu, janganlah kamu makan dagingnya dan jangan menjamah bangkainya.
  2. Imamat 11:7 dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.

Dan Ayat Imamat yang Lain.
11:4 Tetapi tiada boleh kamu makan dari pada segala yang memamah biak sahaja, atau yang terbelah kukunya sahaja, seperti unta, karena sungguhpun ia memamah biak, tetapi kukunya tiada terbelah, maka haramlah ia kepadamu;

11:5 dan kelinci, karena sungguhpun ia memamah biak, tetapi kukunya tiada terbelah, maka haramlah ia kepadamu;

11:6 dan kawelu, karena sungguhpun ia memamah biak, tetapi kukunya tiada terbelah, maka haramlah ia kepadamu;

11:8 Janganlah kamu makan dari pada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia kepadamu.

b. Babi haram
Yesaya 66:17 TUHAN berkata, "Semua orang yang menyucikan diri untuk berarak ke kebun-kebun untuk dewa-dewa dan beribadah kepada mereka, akan lenyap bersama orang-orang yang makan daging babi dan tikus serta makanan lain yang menjijikkan.

Wassalam

@Mafianers
Hijrah dari FB ya bro…?
Sayang bro topik sejenis udah sering di hidangkan di FK ini. Yang laen aja dah…!!!

Itu di Perjanjian Lama.

Ribuan tahun kemudian ada tokoh baru yang muncul. Pandangannya praktis dan filantropis (filantropis = mencintai kemanusiaan). Perlahan-lahan ia memberi pelajaran kepada orang banyak tentang moral (yang dikemas dalam budaya dan kebiasaan setempat tentunya) dan banyak orang bersedia menjadi muridnya.
Ia merelatifkan aturan-aturan lama yang ribet dan mengembalikannya kepada essensi dari aturan tersebut yaitu manfaatnya bagi kemanusiaan. Ia melepaskan yang tidak essensiel sehingga tidak membebani manusia secara tidak perlu.
Salah satu dari aturan itu adalah tentang makanan tsb.

Dikatakannya, bukan apa yang masuk kedalam mulut yang menjadi permasalahan, melainkan apa yang keluar dari mulut yang menjadi persoalan.
Pengikut2nya, yang menyebut diri sebagai “orang Kristen” menginterpretasikan apa yang masuk sebagai makanan dan apa yang keluar sebagai kata kata.
Tidak ada makanan yang “haram” kalau bersih, memenuhi syarat kesehatan, tidak beracun dsb.
Tapi yang keluar dari mulut perlu diperhatikan. Jangan sampai memfitnah, memaki-maki, menyakiti hati, mengumpat jahat dll semacam itu.
Bisa ditanyakan kepada orang2 Kristen yang gemar mempelajari alkitabnya untuk merinci ayatnya kata per kata.

Maka sejak itu orang2 Kristen itu tidak lagi berpegang lagi pada larangan kuno semacam itu. Dalam banyak pelajaran tentang membaca alkitab (kitab sucinya orang-orang ini) yang disebut dengan istilah hermeneutika, juga dijelaskan bahwa alkitab dipahami dengan 4 macam cara. Ada yang sebagai perlambang, harafiah, pendidikan dsb. Yang soal babi itu dianggap sudah direvisi secara rasional oleh orang itu. Orang itu cukup mengagumkan dan mendapat banyak simpati dan kekaguman dari orang2 generasi sesudahnya. Bahkan Nabi besar seperti Muhammad SAW yang hidup sekian ratus tahun setelahnyapun menghargainya sebagai nabi dan sebagai semacam penentu penghuni sorga. Bisa ditanyakan kepada orang Islam untuk lebih jelasnya.

Selain soal makanan, orang itu juga merevisi BANYAK hal lain, sehingga aturan2 bagi manusia dipahami bukan sebagai BEBAN, apalagi SIKSAAN, melainkan sebagai sarana untuk menciptakan kebaikan2 demi kemanusiaan. Seluruh alkitab yang banyak aturan rumitnya itu bisa disarikan dalam satu kata saja: KASIH.
Yang bertentangan dengan itu, menyulitkan, merepotkan, mengganggu kebahagiaan manusia, tidak diwajibkan lagi bahkan ditiadakan.
Misalnya poligami, meskipun di Perjanjian Lama dicontohkan banyak raja-raja melakukannya, dalam norma kristiani yang sekarang tidak lagi diperbolehkan karena merupakan ketidak-adilan gender. Apalagi soal makanan.

mungkin pertanyaan ini sangat meresahkan, dan bagi orang Kristen, dan kini hal itu sudah tidak perlu dipersoalkan lagi:
karena ajaran itu hanya ada dalam perjanjian lama, yang bagi orang Kristen sendiri,
…apa-apa yang kurang sejalan dengan pandangan dan hidup dan cara hidup yang sudah enak, haruslah diabaikan…karena itu hanyalah old statement…

tapi sayangnya, sebagian besar ajaran Jesus adalah melanjutkan hukum taurat musa, yang banyak didapat dalam perjanjian lama tersebut, coba, cek,…dalam perjanjian baru ini, bagaimana Jesus sendiri berkata:…bahwa

coba lihat baik-baik disini, diperjanjian baru matius:
b Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
(18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
(19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.[/b]

sedangkan perintah untuk tidak memakan babi atau hal yang haram merupakan penjabaran dari ajaran musa dalam torat.

so? benarkan…?

kalau merugikan diri sendiri, sebaiknya torat disingkirkan… :wink:

Sebetulnya tidak meresahkan soal itu. Setahu saya, paradigma orang Kristen sudah tidak terpaku pada ketaatan, melainkan pada KASIH. Dasarnya adalah tetap, kemanusiaan. Ini interpretasi saya.
Ketaatan tidak dilakukan dalam rangka “taat” itu sendiri tapi dalam rangka “kemanusiaan”.
Jadi bila mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya, dikaji ulang dengan “diterangi oleh RohKudus” - ini istilahnya untuk Hati Nurani dan Akal Sehat. Kalau bermanfaat bagi kemanusiaan, ya diterima atas azas tsb.
Kalau mencedarai kemanusiaan, bertentangan dengan hati nurani dan akal sehat itu, maka dalam rangka pemahaman Kasih yang lebih benar, maka makan babi dianggap tidak bermasalah.
Permasalahan dengan orang Kristen soal babi tsb menjadi bergeser, dari soal ketaatan (asal taat persis sama huruf2 yang ada - tanpa interpretasi yang cukup), menjadi soal alasan rasionalnya. Kalau secara rasional babi itu ditengarai mengandung racun atau zat membahayakan, maka atas dasar KASIH yang sama maka akan disimpulkan babi terlarang untuk dikonsumsi oleh seluruh orang Kristen.
Nyatanya belum terbukti demikian. Bahkan negara yang rakyatnya makan babi, kebanyakan hidup diatas kesejahteraan rata2, seperti Jepang, Cina, Korea, Singapur, dll. Meskipun belum tentu majunya karena makan babi, tapi bisa diambil sebagai sample yang cukup sah melewati jumlah populasi dan rentang waktu yang mencukupi bahwa babi tidak berbahaya bagi kesehatan.
Di negara yang tidak melakukan pengharaman babi secara khusus, seperti AS, Negara2 Eropah, Rusia, Australia, rata rata negaranya maju, sejahtera dan cerdas2 rakyatnya.

Adalah suatu keberuntungan orang Kristen memegang paradigma yang cukup rasional seperti itu. Menjadi bekal penting untuk menapak kepada pemajuan peradaban dunia.

kalau merugikan diri sendiri, sebaiknya torat disingkirkan?
Lebih tepatnya: kalau merugikan manusia (kemanusiaan), sebaiknya torat (termasuk alkitab) diinterpretasikan lagi siapa tahu interpretasi sebelumnya kurang “diterangi Roh Kudus”.
Kasih itu UNIVERSAL. Kalau manusia “cedera” kemanusiaannya, pasti ada yang salah dengan interpretasi Kasih tsb.

Sebenarnya bukan cuma babi bro, ada banyak aturan laen yang terdapat dalam PL yang diharamkan. Itu semua berawal sebenarnya dari manusia sendiri (orang Israel) tempoh dulu yang “nantangin” ke Allah kasih kepada kami peraturan2/hukum2 yang membumi/yang nyata/yang bisa diliat mata untuk mereka lakukan agar mereka dapat berkat/pahala dsb.

Tetapi pada kenyataannya setelah hukum2/peraturan itu diturunkan kepada manusia, tiada manusia yang sanggup melakukannya dengan sempurna.Ya eyalah mana ada yang sanggup, karena standard hukum itu terlalu tinggi buat manusia untuk dilaksanakan. Padahal mereka itu sebenarnya diberkati banget, disertai banget (sebelon turun hukum2) selama perjalanan mereka di padang pasir keluar dari mesir menuju kanaan. Tapi banyak kali merekanya kurang percaya akan penyertaan Allah.

Jade, sekarang jaman PB, tentunya kita ingin hidup dalam tuntunan dan percaya kepada Allah. Kalo kembali kepada hukum2 lama di PL, artinya sama ajah dengan kembali ke jaman orang Israel dulu, muter2 ga keruan selama 40 th di padang gurun yangmana sebenarnya jarak waktu dapat ditempuh dalam sebulan asal PERCAYA kepada sang Penyerta yaitu Allah/Ellohim/Yhwh.

So, ngapain sibuk lagi mikirin babi halal or haram? Engga penting banget sih… :smiley:

Masuk engga bro Mafianers, postingan aqkyu dengan permintaan dirimu? :coolsmiley:

@Lukas
Bravo…bro !
Nampaknya sanggahan bro boleh juga…simple, gak perlu pake jurus muter2. (ini yg panjang gue baca).

Sekedar melengkapi saja, saya menilai sebagai Muslim: Haramnya sama…antara Babi, Minuman Keras, Judi, Zina dll. Dari sample itu masih banyak yang masih digemari juga oleh muslim (yg tidak taat), tapi khusus untuk Babi…kayaknya sedikit sekali muslim mampu memakannya, bahkan melihat saja sudah bisa bikin muntah…mengapa ya?

Mungkin ini sebagian jawabnya; sudah tertanam sejak dini hukum haramnya. Jujur juga saya harus bilang selain berkuku belah, babi juga termasuk jenis hewan yang cukup menjijikan (terutama pola makannya).Penelitian secara Ilmiah juga ada yang mengungkap Mudhoratnya. Tidak makan Babi saja, kita bisa terkena H1N1. Selain itu masih banyak makanan yang lebih baik.

So…saya kira ada pandangan positip bro Lukas disini.

Salam…

Mayoritas Kristen percaya bahwa Perjanjian Lama (PL) adalah bayangan dari Perjanjian Baru (PB),

Kolose 2:16-17
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Ibrani 8:5
5. Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”

Ibrani 10:1

  1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Jadi seluruh hakekat tata aturan Perjanjian Lama adalah simbolik dari Perjanjian Baru, sedangkan ayat yang dikutip Mafianers Top adalah dari PL Kitab Imamat dan Ulangan.

Sebagai contoh sederhana adalah pada:
PL: untuk pengampunan dosa dibutuhkan korban bakaran domba yang disembelih dan kemudian dibakar.

Imamat 5:5-6
5. Jadi apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu,
6. dan haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya.

PB: Yesus Kristus adalah perwujudan dari simbolik domba korban bakaran, dengan tujuan pengampunan dosa ia disembelih diatas kayu salib.

Yohanes 1:29
29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Apakah Yesus Kristus sendiri mengajarkan untuk makan makanan yang diharamkan Perjanjian Lama?

Tidak! karena hukum Taurat belum digenapi, malahan justru Yesus Kristus datang untuk menggenapi hukum Taurat itu.
Hukum Taurat bukan dibatalkan sehingga seluruh peraturan dan akibatnya mengikat bagi mereka yang tidak beriman kepada Yesus Kristus. Penggenapan Hukum Taurat memiliki dampak ketidakperluan orang Kristen dalam melakukan Hukum Tata Cara Agama Yahudi (termasuk didalamnya tentang makanan haram), namun Hukum Moral tetap diperlukan karena Yesus Kristus menyatakan mengenai Hukum Kasih.

Rm 8:1

  1. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Kapan dan siapa yang menghalalkan makanan haram di Perjanjian Lama?

Peristiwa ini telah terjadi sebelumnya dimana Kristen pada awal masehi masih berkembang, karena akar Kristen adalah dari Yahudi maka beberapa orang berusaha memasukkan ajaran Yahudi kedalamnya dengan menanggungkan banyak hukum-hukum agama secara jasmani.

Peristiwa ini menyebabkan Roh Kudus dan Sidang Para Rasul (murid Yesus Kristus, bukan hanya Rasul Paulus) di Yerusalem untuk memutuskan menghalalkan makanan haram tersebut bagi orang yang beriman kepada Yesus Kristus.

Kisah Para Rasul 10:15
15. Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Kisah Para Rasul 15:28-29
28. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
29. kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Jadi Kristen bukanlah Yahudi (sehingga terdapat perbedaan pandangan/doktrin dikeduanya), demikian juga Islam bukanlah Kristen maupun Yahudi (sehingga terdapat pula perbedaan pandangan/doktrin), hal ini juga berlaku untuk agama lainnya.

Best Regard,
Daniel FS

@daniel

postingan perdana yang menarik, rupanya anda cukup mahir juga soal alkitab.

gimana pendapat anda, atas apa yang diungkapkan oleh:@ferrrywar, diatas^^^

tks.

@daniel

postingan perdana yang menarik, rupanya anda cukup mahir juga soal alkitab.

gimana pendapat anda, atas apa yang diungkapkan oleh:@ferrrywar, diatas^^^

tks.

Salam hormat dan kenal,
Ah, saya hanyalah seorang awam yang sedikit belajar, itu saja…
Saya memilih untuk tidak memberikan penilaian pada suatu pandangan yang dipercaya manusia, jika memang hal pandangan tersebut mampu dipertahankan kebenarannya, biarlah ia tetap mempercayainya…

Taurat tidak boleh dihapuskan dari Alkitab sebab didalamnya terletak dasar pijakan Perjanjian Baru (nubuat, sejarah, dan essensi dari Perjanjian Baru itu sendiri).
Melalui Taurat lah eksistensi dan essensi Kristus lebih dapat didalami, karena Tauratlah bayangan dari Kristus.

Best Regard,
Daniel FS

Welcome Daniel,

Selamat bertemu kembali.

Apa yang anda tulis akan dijudge tidak valid karena ayat-ayat itu berasal dari Paulus bukan dari Yesus.

Kalangan non-Kristen telah membuat dikotomi antara apa yang disebut sebagai ‘‘paulinism’’ -anggapan ini diciptakan oleh para rabi ultraorthodox yahudi- dan ‘‘christianism’’. Jadi maunya mereka anda harus mampu menunjukkannya dengan ayat-ayat Injil Sinoptik.

temanya sama…
coba cari thread yang berjudul “Mengapa Babi sudah menjadi halal” banyak yang jawab di situ…dan rame banget…
monggo di intip2 ke sana… sapa tau bisa ngelanjutin bantahan di sana…

@daniel

anda belum reply soal pernyataan @ferrywar

saya tunggu ya, tks

saya rasa anda terlalu berlebihan, its oke
jika rujukan @daniel adalah PL dan PB
karena saat ini, kitab tersebut yang menjadi pegangan sebagian besar ummat kristen.

namun saya masih mempelajari pernyataan dan postingan @daniel sendiri.

:slight_smile:

Habibod?

Yaah saya juga sudah mempertimbangkan tentang “Paulinism”, namun apa boleh dikata, jika mereka bertanya kepada seorang Kristen tentang doktrin/pengajaran Kristen tentunya kita harus menjawab dengan Kitab Suci Kristen (Alkitab), lepas dari mereka menerima atau tidak kebenaran dan keotentikan Kitab Suci tersebut.

Pembelaan suatu agama hanya dapat dan sah dilakukan jika dan hanya jika pembelaan tersebut diambil dari Kitab Suci agama yang bersangkutan (bukan dengan Kitab Suci lain agama), bukan demikian?

Jika doktrin suatu agama boleh diukur dengan Kitab Suci agama lain, tentunya tidak ada agama yang benar di dunia ini, saya pikir demikian?

Biarlah mereka memilih apa yang menurut pemandangan mereka baik…

@ adi isa
Saya telah menjawab pertanyaan Anda pada post #10, saya kutip kembali:
“Saya memilih untuk tidak memberikan penilaian pada suatu pandangan yang dipercaya manusia, jika memang hal pandangan tersebut mampu dipertahankan kebenarannya, biarlah ia tetap mempercayainya.”

@ cherlee_gst
Justru karena disini sepi saya posting, saya ketinggalan banyak materi di thread lain dan tidak punya banyak waktu untuk membaca posting satu per satu, dan juga bingung sampai dimana mereka berdiskusi. Karena itu, dengan kerendahan hati biarlah saya menjawab untuk mereka yang tidak banyak dijawab :slight_smile:

Pada hakekatnya semua agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) mengharamkan babi dan mengharuskan bersunat, bahkan sampai saat ini tdk hanya umat islam saja yang mengharamkan babi tetapi umat yahudi juga mengharamkannya.
Yesus pun memerintahkan umatnya untuk tidak memakan babi dan memerintahkan untuk bersunat, seperti di tegaskan di dalam Alkitab:
Yesaya:
66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN
Lukas:
2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya

namun Paulus lah yg memperbolehkan memakan babi dan menyatakan sunat tidak wajib.
I Korintus:
6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun
Galatia:
5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih

Roma:
3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa

[quote author=ferrywar link=topic=12089.msg111419#msg111419 date=1252210314]

@FerryWar: saya rasa penilaian anda kalo tolak ukurnya babi yang membuat negara seperti jepang, AS, Eropa menjadi negara maju sangatlah keliru dan tidak fair. Baiklah kalo kita jadikan tolak ukur “babi = kemajuan, kesejahteraan dan kecerdasaan suatu negara”, lalu bagaimana dengan negara2 seperti Kamboja, Filipina, Timor-Timor, Myanmar, korea utara, negara2 Amerika Latin, Afrika dan negara2 lain yang notabene tidak mengharamkan babi tetapi hidup di dalam kemiskinan…???
Atau bahkan kalo kita mau jujur bahwa Cina sebagai negara pengkonsumsi daging babi terbesar di dunia mayoritas rakyatnya hidup di bawah garis kemiskinan.
Apakah ini Tuhan telah bersikap diskriminatif dengan menjadikan jepang, AS, Eropa yang menkonsumsi babi menjadi negara maju, sedangkan negara2 tersebut yang notabene juga mengkonsumsi babi tetapi malah menjadi negara miskin…???

1.Kristen tidak pernah mewajibkan sunat fisik.
2.Sudah saya jelaskan diatas bahwa PL adalah bayangan PB, termasuk Kitab Yesaya yang ada dalam PL.
3.Yesus Kristus disunatkan karena Ia mengemban misi menggenapkan Hukum Taurat.
4.Saksi keKristenan bukan hanya Paulus,ada para rasul yg lain dan murid jalur kerasulan,Sidang para rasul di Yerusalem juga dilakukan oleh seluruh rasul termasuk Petrus.
5.Konteks Rm3:1-8 berbicara tentang dosa yg dimiliki semua manusia,Paulus mencontohkannya dalam hal kebohongan di ayat 4,hal ini terlihat dalam bentuk pertanyaan2 sebagai dasar introspeksi bahwa manusia tidak boleh menyalahgunakan pengampunan dosa, sehingga timbul kesimpulan pada ayat 8 bahwa semuanya itu adalah fitnah.

Rm 3:8
8. Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: ‘Marilah kita berbuat yang jahat,supaya yang baik timbul dari padanya.’ Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

Best Regard,
Daniel FS

@FerryWar: saya rasa penilaian anda kalo tolak ukurnya babi yang membuat negara seperti jepang, AS, Eropa menjadi negara maju sangatlah keliru dan tidak fair. Baiklah kalo kita jadikan tolak ukur “babi = kemajuan, kesejahteraan dan kecerdasaan suatu negara”, lalu bagaimana dengan negara2 seperti Kamboja, Filipina, Timor-Timor, Myanmar, korea utara, negara2 Amerika Latin, Afrika dan negara2 lain yang notabene tidak mengharamkan babi tetapi hidup di dalam kemiskinan…???
Atau bahkan kalo kita mau jujur bahwa Cina sebagai negara pengkonsumsi daging babi terbesar di dunia mayoritas rakyatnya hidup di bawah garis kemiskinan.
Apakah ini Tuhan telah bersikap diskriminatif dengan menjadikan jepang, AS, Eropa yang menkonsumsi babi menjadi negara maju, sedangkan negara2 tersebut yang notabene juga mengkonsumsi babi tetapi malah menjadi negara miskin…???