“MENGAPA PAUS MEMBASUH & MENCIUM KAKI PARA NAPI?”

http://img585.imageshack.us/img585/219/yesusbasuhkakimurid.jpg

Tuhan Yesus membasuh kaki murid2-Nya sebelum Paskah, seperti yg tertulis di Injil Yohanes 13:4-10 sbb:
13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”
13:7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
13:8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”
13:10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”
13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

Pada peristiwa tsb dikatakan bahwa Tuhan Yesus hanya membasuh kaki murid2-Nya saja karena mereka sdh mandi, sdh bersih (ayat 10),
dan Tuhan Yesus juga tdk membasuh kaki Yudas karena Dia tahu Yudas akan menyerahkan Dia (ayat 11).
Semua yang Tuhan Yesus basuh kakinya adalah para murid yang sudah bertobat

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Paus Fransiskus tdk membasuh kaki para muridnya spt yg dilakukan oleh Tuhan Yesus, tapi justru membasuh & mencium 12 kaki para napi, termasuk dua diantaranya kaki dua wanita, spt dilansir dlm berita dibawah ini, padahal katanya Paus mengikuti tradisi yg dilakukan oleh Tuhan Yesus?

Petikan berita tsb sbb, utk lengkapnya silakan baca di linknya:
“Di Vatikan, Paus Fransiskus mencium kaki seorang narapidana muda setelah mencucinya selama misa di gereja penjara Casal del Marmo di pinggiran Roma. Paus membasuh kaki 12 narapidana termasuk dua gadis di penjara”. http://foto.kompas.com/photo/detail/2013/03/29/66789165311211364490042/pekan-suci?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kimagewp

http://img197.imageshack.us/img197/7406/pausciumkakinapi.jpg

GBU all

Menurut saya bapak Paus membasuh kaki siapa bukan menjadi hal terlalu penting namun apa yang dilakukan beliau yang dengan rendah hati menafikan jabatannya sebagai pemimpin umat Katolik sedunia dengan mau mengambil peran sebagai pelayan dan membasuh kaki para napi itu suatu peristiwa yang patut diteladani. Bukan hanya oleh rohaniawan Katolik sedunia melainkan bagi kita semua yang melihat/mendengar/membaca peristiwa tersebut. Pertanyaan sebenarnya maukah kita sekalian melayani bukan dilayani, seperti yang disimbolisasikan bapak Paus dengan membasuh kaki para napi itu?

Salam

anda tdk tahu skrg, tetapi nanti engkau akan mengerti. :slight_smile:

ya, nurut gw… tak pelak yang dilakukan paus adalah hal positif… termasuk ‘BREAK TRADITION’ juga nurut gw hal positif.

cuman sesuai topik; yang ditanyakan Ts ~~> kenapa paus BREAK tradition, termasuk mencium kaki wanita muslim ?

Pope Francis has broken with tradition by including women in a ritual in which he washed and kissed the feet of 12 young prisoners.
The Maundy Thursday ceremony commemorates Jesus’s gesture of humility towards his 12 apostles the night before he died.
It is usually reserved for men because the apostles were male.
The break with tradition has divided opinion within the Church.

Kalau demikian yang dipermasalahkan TS, mengenai “teknis” pelaksanaannya saja, dari pemberitaan yang ada sudah terjawab kok…seperti saya kutipkan dari Tempo.co demikian…

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan dia tidak ingin masuk ke dalam sengketa kanonik atas pembasuhan kaki dua tahanan wanita yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama Perjamuan Terakhir, Kristus membasuh kaki 12 rasul, yang semuanya adalah laki-laki. Para tahanan ini, katanya, adalah anak-anak.

James Martin, seorang imam Yesuit dan penulis The Jesuit Guide membenarkan di beberapa keuskupan, tak ada tradisi membasuh kaki tahanan perempuan. Namun, Fransiskus mendombrak tradisi untuk menunjukkan ajaran Kristus yang hakiki. “Ini menunjukkan cinta Kristus melayani semua yang ia temui: pria atau wanita, budak atau orang merdeka, Yahudi atau bukan Yahudi,” katanya.

sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/03/29/117470030/Paus-Tabrak-Tradisi-Cuci-Kaki-Napi-Perempuan

Dan hemat saya hal-hal teknis begitu kurang cocok untuk didiskusikan, kalau TS merasa penting baginya untuk tahu lebih dalam sampe sedetil-detilnya bisa berkirim surat barangkali ke Vatikan langsung dsb.

Kalau yang mau didiskusikan adalah mengenai pelayanan, melayani, dst seperti apa yang dibuat Tuhan Yesus yang tertulis dalam Injil Yohanes lantas kemudian di tiru bapa Paus kemarin itu, saya rasa akan banyak manfaat yang dapat diambil buat kita semua.

Salam

sip. :afro:
emansipasi. :smiley:

Apapun yang dilakukan oleh orang, dapat dicari kesalahannya.

Seperti ceritera seekor keledai dan seorang anak dan bapa, sedang berjalan.
Apapun yang dilakukan, selalu ada orang yang melihat memberi komentar,…Salah.

Bapa & Anak berjalan,…Salah, ada keledai tidak dimanfaatkan.----Dilihat dari kaca mata: Manusiawi.
Anak naik keledai,…Salah, anak tidak tahu adat, tidak sopan.-----Dilihat dari kaca mata: adat sopan santun.
Bapa naik keledai,…Salah, Anaknya yang kurus keceng disuruh berjalan.—Dilihat dari kaca mata: kekuatan.
Bapa dan Anak naik keledai,…Salah, tidak ada peri kebinatangan.—Dilihat dari kaca mata: sayang binatang.
Akhirnya, keledainya diangkat berdua,…Salah, otaknya ditaruh dimana.–Dilihat dari kaca mata: Logika.

Sehingga kalau orang takut di kritik, disalahkan, kita tidak berani berbuat sesuatu.
Diam saja, pasip, paling aman.

Yang paling penting, motivasi perbuatannya itu apa,
orang luar berkomentar macam-macam masa bodoh.
Pasti ada orang-orang yang sentimen mulai mengorek-korek mencari kesalahannya.

Napi adalah orang2 yang sedang tersesat yang sangat membutuhkan kasih… jika bukan kita yang memberikan itu … siapa lagi…??? dan ini dicontohkan oleh paus… semoga teladan ini bisa dicontoh oleh semua umat manusia…

Justru hal itu sangat perlu dikritisi,
karena Tuhan Yesus sendiri hanya membasuh kaki murid2-Nya, tdk termasuk Yudas Iskariot
Jelas mereka yg dibasuh kakinya adalah mereka yg sdh bertobat & percaya
Tuhan Yesus tdk pernah mencium kaki para murid atau siapapaun
Apakah dgn demikian Paus mau menunjukan dia lebih dari Yesus?
Pelayanan yg dibutuhkan oleh para napi adalah keselamatan jiwanya, bkn hal2 yg kontroversial spt itu
GBU

Dengan membandingkan dgn apa yg telah dilakukan oleh Tuhan Yesus
anda akan tahu bahwa itu suatu penyimpangan yg sangat besar
Jadi menurut anda paus itu meniru tradisi siapa?

mungkin saja Paus merasa bisa melakukan lebih dari apa yg sdh dilakukan Tuhan Yesus
Paus merasa bisa mengampuni dosa hanya dgn membasih kaki mereka
GBU

Hal yg sangat perlu didskusikan adalah karena jelas2 menyimpang dari apa yg telah diajarkan oleh Tuhan Yesus
Tuhan Yeus tidak membasuh kaki org selain kaki murid-Nya yg jleas sdh bertobat Yesus
Apakah paus merasa lebih hebat dari Tuhan Yesus? shg merasa bisa mengahapus dosa mereka dgn mencuci kakinya?
GBU

Dalam hal ini bukan mencari kesalahan Paus,
tapi membandingkan dgn apa yg dilakkan oleh Yesus
apakah Paus meniru & meneruskan yg telah dilakukan Yesus atau meniru yg lain?
jadi kesalahannya tdk dicari2 karena sdh jelas ada acuan yg harus dipakai
GBU

Apakah kalau sekedar melayani mereka dgn penginjilan berarti tdk mengasihi mereka?
Apakah pelayanan kpd para napi sekarang ini kurang kasih krn tdk mencuci & mencium kakinya?
Teladan yg harus dicontoh itu Yesus atau Paus?
GBU

teringat akan Tuhan Yesus yang membasuh kaki para muridNYA.

bagaimana dengan ajaran Kristen tertentu yang suka gembar gembor mengenai ANAK RAJA, HAK KEMAKMURAN, HAK JADI KEPALA, dan bla…bla…bla

Kristen berdasarkan perintah Tuhan Yesus adalah :
ketika aku lapar kamu memberi aku makan
ketika aku haus kamu memberi aku minum
ketika aku dipenjara kamu menjenguka aku
dst

Kristen tak dapat dinafikkan adalah anak-anak ALLAH,
tetapi anak-anak ALLAH yang mengabdi pada kehendak ALLAH, yaitu melayani sesama manusia dalam pengertian paling dasar yaitu sampai pada orang-orang terkecil, dipanejara, si kusat, si buta, si lumpuh.

saya sangat bersyukur bahwa kaum Katolik telah memilih Bapa Paus Bergoglio dari Argentina, negeri Teologia Pembebasan, negeri yang berteologia mengembalikan Katolik dari cengeraman orang2 kaya yang menggunakan agama untuk tujuannya.

dan kini, Paus Fransiskus, yang jiwanya terikat (saya yakin) pada Yesus Tuhannya, dan pada kenangan akan Fransiskus dari Asisi, seorang Katolik pahlawan orang miskin.

saya seorang Protestan yang secara teologia tertentu sangat tidak setuju dengan gereja Roma, tetapi dalam hal Tuhan Allah Bapa, Tuhan Yesus, dalam hal Tuhan ROH KUDUS, saya bersyukur punya kesatuan dengan saudara di dalam Tuhan, Pemimpin umat Katolik bernama Paus Fransiskus.

Saya percaya ROH KUDUS TUHAN telah menunjuk hambaNYA ini untuk memimpin umat Katolik sedunia lebih bersaksi lagi tentang TUHAN yang Maha Mulia, dan Kekristenan yang indah ini.

Ingat, hanya kaki para murid, tdk termasuk Yudas Iskariot,
dan Tuhan Yesus tdk pernah mencium kaki mereka

Apakah Alkitab anda tdk menjanjikan sbg anak raja? tdk dijanjikan kemakmuran? tdk dijanjikan menjadi kepala? mungkin saja Alkitabnya beda :smiley:

penjara yg lebih kejam adalah penjara dosa
pemberitaan Injil akan membebaskan mereka dari belenggu dosa
sedanpkan sekedar membasuh & mencium kai apakah dpt membebasakan dosa mereka?

tapi kenapa yg dilakukannya justru melenceng dari apa yg dilakukan oleh Tuhan Yesus?

kalau dgn impinan Roh Kudus pastilah akan sejalan dgn apa yg telah dilakukan oleh Tuhan Yesus
GBU

[b]Ingat, hanya kaki para murid, tdk termasuk Yudas Iskariot,[/b] dan Tuhan Yesus tdk pernah mencium kaki mereka
saya tidak melihat ada masalah berarti disana, malah saya melihat PESAN SANGAT BESAR : ingatlah dan teladani akan Yesus : TUHAN Penyelamat orang2 terpenjara, TUHAN orang miskin.

Bapa Paus Fransiskus sedang mengirim INJIL ke seluruh dunia, terutama kepada anak-anak ALLAH yang beriman Katolik. Do as Jesus did, and does, and will do

[b]Apakah Alkitab anda tdk menjanjikan sbg anak raja? tdk dijanjikan kemakmuran? tdk dijanjikan menjadi kepala? mungkin saja Alkitabnya beda[/b] :D
ALkitab kita sama Paul, ALkitab mengajarkan mengenai anak Raja, adalah ALkitab yang sama yang mengajarkan "JUALLAH HARTAMU DAN IKUTLAH AKU".

di bagian ini saya ingin bertanya dan berkonsultasi dengan saudara2 saya dari Katoliik, karena mereka aktif melakukan ini.

[b]penjara yg lebih kejam adalah penjara dosa[/b] pemberitaan Injil akan membebaskan mereka dari belenggu dosa
dan sebagaimana halnya Baptisan, Perjamuan Kudus, kedua hal itu ADALAH HAL NYATA, BERMAKNA SIMBOLIK menunjukkan kehadiran, hadirat ALLAH. Maka demikian juga dengan Bapa Paus yang mencium kaki orang terpenjara, itu ADALAH SIMBOLIK KASIH YESUS, sebuah INJIL yang sangat mudah dimengerti bahkan oleh seorang berpikiran sederhana sekalipun

Paus sedang MENGABARKAN INJIL KASIH KARUNIA

sedanpkan sekedar membasuh & mencium kai apakah dpt membebasakan dosa mereka? [b]tapi kenapa yg dilakukannya justru melenceng dari apa yg dilakukan oleh Tuhan Yesus?[/b]

saya tidak berargue soal persepsi, selain memberikan persepsi lain :
Paus baru hitungan hari menduduki tampuk pimpinan rohani dan riil umat Katolik sedunia, langkah PEKABARAN INJIL yang nyata yang diungkapkan beliau itu harus kita syukuri dan kemudian sokong dan doakan dia agar umat Katolik sedunia ini dipimpin untuk terus melihat dan meneladani TUHAn YESUS dalam MENGASIHI SESAMA MANUSIA.

[b]kalau dgn impinan ROH KUDUS pastilah akan sejalan dgn apa yg telah dilakukan oleh Tuhan Yesus[/b] GBU

saya percaya bahwa Paus Fransiskus dipimpin oleh Roh Kudus, dan saya yakin berliau dan seluruh umat Katolik sebagai manusia, dan terutama sebagai anak-anak ALLAH akan meneladani Yesus Kristus.

Paus sudah memulai, dan ini sebuah kepujian bagi Tuhan Yesus di hari Paskah ini.

Seorang Paus mencium kaki narapidana di penjara. sama seperti orang-orang akan teringat YESUS Maha Raja Semesta, Maha Raja Sorga datang ke dunia membasuh kaki orang2 Galilea.

Syukur pada ALLAH Trinitas, atas kemuliaan namaNYA selamanya. Amin

Terpenjara tubuhnya atau jiwanya?mana yg lebih menyedihkan?
apakah dgn cara paus itu dia dibebaskan? menjadi tdk miskin?
apakah sdg cari perhatian dunia? aku lebih dari Kristus

sdg menginjil? tapi tdk sesuai Injil?bknkan cuma membuat bingung?
Paus itu do bigger as Jesus do lbh tepatnya

Oh ternyata sama toh,
kok anda tanyakan anak raja,kemakmuran, menjadi kepala?
jual harta itu bagi mereka yg hatinya terikat pd harta, yg miskin rohani

Injil yg mana? kisah spt itu tdk pernah tercantum dlm Injil

saya tdk sdg mengkritisi paus terbaru, tapi semua Paus, jadi jangan salah persepsi
sekali lagi itu Injil yg mana? soalnya Inji tdk pernah mencatat apa yg dilakukan oleh para Paus

Anda tentu tahu bahwa pimpinan ROH KUDUS tdk akan pernah menyalahi apa yg dikatakan Injil
anda juga sdg cari popularitas? berani menyangkali fakta kesalahan paus itu?

sayangnya itu tdk sesuai dgn apa yg pernah dilakukan oleh Yesus
GBU

Komen ini dulu…
Justru ajaran Kristen tertentu yang suka gembar-gembor perbuatan baik kepada orang lapar, haus dan di penjara pada akhirnya mereka merasa sudah berbuat baik tapi pada waktu ketemu Yesus, Yesus tidak mengenal mereka.

Sedangkan bila kita mengerti siapa kita, yaitu seseorang yang tidak layak yang sudah ditebus dan diangkat menjadi anak Raja, sehingga boleh menerima berkat sebagai kepala, bukan ekor dan dilimpahi kemakmuran, hati kita akan selalu meluap dengan ucapan syukur dan memunculkan kebaikan terhadap sesama tanpa kita sadari. Pas ketemu Tuhan justru kita akan bertanya, “kapan kita pernah memberikan makan ketika Engkau lapar, Tuhan?”, Tuhan menjawab “segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.

saya sangat bersyukur bahwa kaum Katolik telah memilih Bapa Paus Bergoglio dari Argentina, negeri Teologia Pembebasan, negeri yang berteologia mengembalikan Katolik dari cengeraman orang2 kaya yang menggunakan agama untuk tujuannya.

dan kini, Paus Fransiskus, yang jiwanya terikat (saya yakin) pada Yesus Tuhannya, dan pada kenangan akan Fransiskus dari Asisi, seorang Katolik pahlawan orang miskin.

saya seorang Protestan yang secara teologia tertentu sangat tidak setuju dengan gereja Roma, tetapi dalam hal Tuhan Allah Bapa, Tuhan Yesus, dalam hal Tuhan ROH KUDUS, saya bersyukur punya kesatuan dengan saudara di dalam Tuhan, Pemimpin umat Katolik bernama Paus Fransiskus.

Saya percaya ROH KUDUS TUHAN telah menunjuk hambaNYA ini untuk memimpin umat Katolik sedunia lebih bersaksi lagi tentang TUHAN yang Maha Mulia, dan Kekristenan yang indah ini.


Saya rasa paul terlalu mencari-cari kesalahan. Ini adalah suatu sikap yang bagus dimana seorang pemimpin agama, tertinggi bahkan, mau dengan rendah hati mencuci kaki narapidana.

Mengapa mencela dan so called mengkritisi sesuatu hal yang baik semacam ini? Tanpa sadar TS kemakan “tradisi” juga. Segala sesuatu yang dianggap tidak sesuai “tradisi” dalam pikiran dia, harus dikritisi.

kira2 Paus mengikuti Injil mana?
soalnya di Injil Tuhan Yesus hanya mencuci kaki para murid tdk termasuk Yudas Iskariot, sdh jelas?
Tradisi kalau berasal dari Kristus itu justru harus dilestarikan & jangan ditambah2 spy tdk merasa lebih dari Dia