Mengapa Penutupan Gereja di Indonesia Terus Terjadi?

Kerukunan antar umat beragama memang terus diupayakan, persatuan diantara tokoh lintas agama pun terus dirajut. Semuanya untuk satu tujuan bersama, yaitu menciptakan perdamaian dan kesejahteraan diantara sesama anak bangsa. Tidak berhenti sampai disitu saja, hak beribadah pun harus jelas diutamakan agar tidak terjadi lagi penutupan rumah ibadah.

Faktanya menurut data Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), pada 2010 ada 47 gereja yang ditutup. Sedangkan di tahun 2011 ada 9 gereja yang ditutup hingga April di tahun ini. Artinya angka penutup gereja dari tahun ke tahun tetap ada.

Dirilis Reformata, pada pertemuan beberapa Gereja yang sedang mengalami masalah penutupan dan intimidasi dari kelompok atau masyarakat setempat yang terhasut, gereja harus diperlengkapi dengan beberapa tindakan nyata agar gereja siap menghadapi setiap persoalan dan bertanggung jawab melengkapi diri dari berbagai aspek sebagai masyarakat sosial yang benar.

Pertama, pengurus gereja harus paham mengenai isi Peraturan Bersama 5 Menteri. Faktor vital yang akan membuat gereja siap menanggapi gugatan hukum di lapangan. Kedua, gereja harus memahami mengenai press release dan press conference yang dapat disampaikan kepada media maupun warga yang membutuhkan informasi. Pada faktor ini gereja harus bersahabat dengan media, bukan musuh. Dengan demikian pemberitaan dapat cepat tersebar dan menciptakan komunikasi massa yang efektif.

Ketiga, gereja wajib ikut serta membangun dialog antar umat beragama dengan sedikitnya mengetahui pemahaman agama lain. Dialog, menjadikan suasana lebih cair dan memperlengkapi wawasan dan memberi pengertian. Menjadi sahabat untuk membangun pemahaman yang lebih baik.

Keempat, mampu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dalam kegiatan-kegiatan positif serta membangun hubungan baik dengan pihak pemerintah setempat. Banyak masyarakat yang membutuhkan kepedulian kita, maka gereja harus beraksi dan bertindak nyata.

Gereja akan tetap berupaya untuk menaati hukum juga me-lengkapi setiap administrasi yang harus dibereskan. Namun jika ada hambatan di lapangan, itu tidak harus membuat gereja mundur dan putus ash. Sebaliknya gereja akan semakin teguh berdiri dan bersinar menjadi saksi Tuhan. Menjadi berkat untuk masyarakat dan bangsa tercinta.

Source : reformata - dpt

Bro , Gereja cuma diTUTUP bersyukurlah dalam segala hal… Syukur cuma ditutup ( Di China malah lebih dianiaya ) , bersyukur kita masih bisa menenteng Alkitab di jalan2 ( negeri Jiran melarangnya ), Penutupan akan terus terjadi sampai Kedatangan TUHAN YESUS dan “Setiap lutut bertelut dan lidah mengaku YESUS KRISTUS lah TUHAN atas Semesta Alam !” Woooow Great Moment Bro ! :happy0064: :happy0158: :jumping0048: :party0048: :happy0065:

sejarah dunia telah membuktikan bahwa gereja atau kekristenan semakin dibabat semakin merambat…

GBU

:happy0064: :happy0158: :jumping0048: :party0048: :happy0065:

Ketiga, gereja wajib ikut serta membangun dialog antar umat beragama dengan sedikitnya mengetahui pemahaman agama lain. Dialog, menjadikan suasana lebih cair dan memperlengkapi wawasan dan memberi pengertian. Menjadi sahabat untuk membangun pemahaman yang lebih baik.

Salah satu penerapannya adalah dengan tidak menunjuk umat lain agama sebagai begini/begitu, atau mudahnya janganlah membuat kuping pendengar (dari lain agama) menjadi panas. Karena bagi yang bersumbu pendek, kuping panas berlanjut ke hati, hati yang dengki kena panas mudah meledak.

Bagaimana kalau justru kita yang ditunjuk dan di cap ‘kafir’ dan berbagai issue ‘kristenisasi’, biar saja, karena difitnah sudah biasa. Kalau gereja di tutup bagaimana? Apakah bergereja perlu gedung? Bukankah sejak jaman Nero dan Caligula umat Kristen selalu dianiaya dan dibantai, tetapi justru tumbuh semakin kuat semakin besar dan semakin berbuah?

Dulu pernah ada member non-Kristen yang menyatakan bahwa orang Kristen dianiaya, gereja dirusak dan ditutup karena orang Kristennya kurang ajar, yaitu dalam Kristenisasi dsb.

Sudah jadi korban, eh masih disalahkan. :slight_smile:

Salam

setuju bro…yg gw masih blom hbs pikir…ketakutan seperti apa sih di hati mereka sampai2 tega menganiaya org Kristen ya? :huh:

Setiap hari islam teriak-teriak "kristenisasi "

Padahal setiap jam 6 sore , mereka selalu mencoba 'mengislamisasi " kita lewat adzan di tv-tv ;D

Khotbah di mesjid pake pengeras suara , biar kedengeran sama non muslim :coolsmiley:

Yang sebenarnya terjadi kristenisasi atau islamisasi ?

;D ;D ;D ;D ;D…klo itu sih namanya ributisasi :char11:

aowkoakwa ributisasi ;D

Oh iya

Saya punya kebiasaan menarik kalo jam 6 sore

Saya akan pencet tombol "mute " di remote tv saya ;D

Gagal deh islamisasinya :coolsmiley:

Shalom :afro:

sama dong ;D

Saya juga lakukan hal yang sama, tetapi percuma tuh, suara dari seberang dan dari gang sebelah lebih keras.

:frowning:

Lho, kok malah jadi membicarakan adzan?
Mari kembali ke topik saja :slight_smile:

Salam

Lho, kok malah jadi membicarakan adzan? Mari kembali ke topik saja

Salam

Mungkin ada hubungannya mod.
Takut suara TOA tersaingi suara lonceng, he he he

Tetapi terkadang kalau ada pendirian Gereja baru, justru yang menolak adalah sesama anak Tuhan, karena takut jemaatnya pada pindah. Padahal kan semakin banyak Gereja, akan semakin banyak jiwa akan dituai. Ini yang terjadi di kotaku…Pray for Indonesia…

di mana sis???