Mengapa saudara Protestant suka mengadili

Mau tanya sama saudara Protestant, knp kalian suka men~judged org yg tdk sepahaman sesat? Dan sering berpandangan negatif?
Contoh nya,saat sy pertama kali belajar kristen sy meminta pandangan dr sahabat2 katolik sy~jawaban mereka"itu adalah ajaran baru dan katolik menerima mereka sebagai saudara seiman dlm Jesus Christ, yg penting sy hrs melihat dan pelajari apakah ada ajaran yg menyimpang dr ajaran kristus,seblm sy ikut ajaran mrk…yg penting hati kamu damai nya di mana dan ingat berdoa minta petunjuk bapa. :happy0025: sedangkan jawaban dari sahabat Protestant sy~wah…lily…itu ajaran sesat loh…hati2…sebaik nya lo ke gereja gua dech,tar gua atur u ketemu org2 gereja gua,mereka akan kasi tau gereja mana aja yg sesat :’( , nah loh :rolleye0014: ?

satu patokan yang penting untuk kamu pakai adalah Firman Tuhan.

Bacalah alkitab, mulai dari kitab Kejadian, sampai dengan Kitab Wahyu. Bacalah ayat demi ayat, satu persatu dari depan sampai belakang.
janganlah melompat lompat kalau baca, bacalah secara urut semua yg tertulis dalam alkitab

maka kamu akan mengenal KEBENARAN YANG SEJATI

semoga membantu

(kenalilah TUHAN melalau FIRMAN TUHAN, dan bukannya melalui doktrin gereja/manusia)

Jangan ikut2 mereka yang suka menghakimi. Bilang sama mereka Firman Tuhan ajarkan untuk jangan menghakimi, kenapa kau langgar? Tegorlah mereka yang tidak sesuai Firman dalam kasih, kalau tak mau juga ya sudah tinggalkan saja.

Dari buahnya … maka engkau akan mengetahui pohonnya.
Protestan yang bener banyak juga kog.
Tapi memang sebagian lagi sudah di indoktrinasi pendeta2nya untuk menyesat2kan yang lain.

2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Titus 1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,

Yup,…sy percaya msh ada yg baik2 walau gak sampe 50%. Brati pendeta2 ny yg krg ba8k sehingga unat ny jd gitu?

Mereka justru merasa menjadi orang baik … dengan menyesat2kan orang lain.

:mad0261:

Jangan suka menggeneralisir, kelakuan oknum tak berarti kelakuan seluruhnya seperti itu.

Suruh sapa ikutin pendeta, ikutin Firman Tuhan makanya. Kamu ikutin pendetamu meskipun dia ngajarin hal yang diluar Firman Tuhan maka yang menjamin keselamatanmu adalah pendetamu.

Karena itulah pentingnya baca Firman Tuhan, punya hubungan pribadi sendiri ke Tuhan, supaya tidak gampang disesatkan. juga sudah diberi tahu kalau akhir jaman banyak nabi palsu, masih saja bisa disesatkan, yang punya telinga hendaklah dia mendengar.

Ambil positifnya saja dari seseorang, kita semua ini sedang berusaha menjadi seperti Kristus, pandanglah Kristus saja

Jangan suka menggeneralisir, kelakuan oknum tak berarti kelakuan seluruhnya seperti itu.

Tdk menggeneralisir kan… tp memang kenyataan 65% Protestant yg sy kenal memang begitu…mgkn hrs saya tambahin 10% lg dr forum ini jd ada 75%… sisa nya yg 25% itu mgkn Protestant yg baik dan benar yg bisa menghargai perbedaan tanpa embel2 firman Tuhan. percuma bila membaca Firman Tuhan dgn sempurna,tp sikap tdk mencermin kan,masing2 pribadi bisa saja mengartikan isi dr Firman Tuhan dengan berbeda~beda,. Tergantung sifat org tsb.

Tergantung pengajarnya juga.
Kalo pas tokohnya suka menyesat2kan yang lain … umatnya juga ikut2an.

  1. Apakah MUNGKIN itu suatu KENYATAAN. mbak ? :mad0261: :cheesy:
    Apakah % hasil Imaginer Mbak suatu yg DATA Kredible dan Valuable yg Bisa dipakai ?
  2. Bukankah Firman Tuhan yg Mbak anggap sekedar Embel2 itu adalah Barometer Pengukur KEBENARANnya ?
percuma bila [u][b]membaca[/b][/u] Firman Tuhan [b][u]dgn sempurna[/u][/b],tp sikap tdk mencermin kan,
Mbak anak kelas 3 SD saya yakin BISA membaca dengan SEMPURNA, kok ! Apakah SIKAP Mbak [u][b]"menghakimi"[/b][/u] sesama domba seperti tulisan2 Mbak diatas itu "mencerminkan [b]Firman Tuhan[/b] " ?
masing2 pribadi bisa saja [u][b]mengartikan[/b][/u] isi dr Firman Tuhan dengan [b]berbeda~beda[/b],. Tergantung sifat org tsb.
Rasanya TERGANTUNG yg INI, Mbak : 2 Petrus 1 : 20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut [b]kehendak sendiri[/b], 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh [b]kehendak manusia[/b], tetapi oleh dorongan [u][b]Roh Kudus[/b][/u] orang-orang berbicara atas nama [u][b]Allah[/b][/u]. Emangnya Mbak GAK TAHU [u][b]Penyelewangan[/b][/u] di Zaman Kegelapan Gereja2 bukankah terjadi karena adanya [b]AROGANSI[/b] melarang Umat untuk [b]membaca Alkitab[/b].

Kalau BANYAK yg TAHU , kan bila ada PENYELEWENGAN …CEPAT KETAHUAN, bukan ? :coolsmiley: :happy0062:
Belajar melihat segala sesuatu dari Positif Thinking, bukan sebaliknya, ya Mbak?! :coolsmiley: :happy0062:

Hati-hati bicara dengan angka seperti itu. Jika Anda bilang 65%, maka setidaknya Anda mengenal 100 orang Protestan dan menemukan 65 orang yang suka mengadili. Benarkah data yang Anda temukan demikian?
Jika tidak, silakan revisi kalimat Anda. Sebaliknya, abaikan saja pesan ini.

Salam

Yup benar juga. bahkan dikehidupan nyata, jarang ada diskusi2 hangat dengan teman2 protestan.
diskusi “hangat” yang sering terjadi itu di dumay, kalau ada orang2 yang “menghakimi” dikehidupan nyata seperti yang di utarakan TS mungkin dari Non Trinitas (taulah siapa yang sering dari rumah ke rumah). pengalaman, orangnya juga itu2 saja. Bahkan, teman saya yang adven pun tidak terlalu mengurusi walau cukup sering melihat saya berdoa dan menggunakan tanda salib sebelum makan. berbeda dengan kaum adventis yang masuk ke fordis tertentu (dumay).

kalau yang diutarakan TS di dumay mungkin bisa dipertanggung jawabkan ;D :smiley:
soalnya rata2 yang mengikuti forum, pasti pernah “menuduh” GK, entah itu berdoa kepada orang mati, menyembah patung, menambah2i KS, dll.
biar gampang, mungkin TS harus membuktikan bukan 65 dari 100. tapi 7 dari 10 (ngeles scara jantan). gampangnya pilih aja yang sering “ngelantur”. hehehehhe

  1. Yup…itu kenyataan yg sy alami,bukan anda
    2.tergantung org tersebut yg mempraktekan nya…
    3.sy tdk menghakimi sy hanya menanyakan sesuai pengalaman sy dan situasi yg terjadi,
    4.yang hrs positif thinking tuh siapa?wong yg jd korban itu saya .

Tmn2 Protestant sy berjumlah sekitar 135 kalau sy hitung… memang rata2 gitu kok, bahkan tetangga saya saja ngomong gini ama papa sy" kami keluarga Protestant ,kl kamu ke gereja kami,istri sy akan masakin yg enak2 tiap mgu untuk kalian trs kl ada apa2 pasti kami bantu, tp karna kalian katolik ,istri sy krg suka !! Nah loh kok ada ajaran seperti ini?

Pertanyaan ini saya tanyakan atas pengalaman pribadi saya,jika saudara2 Protestant yg merasa tidak begitu, pasti bisa menjawab sesuai sikap dan firman nya. Bukan kah bapa mengajarkan kasih?Tapi kalau menyerang sy balik justru saya anggap dan saya tambahkan dlm daftar jumlah org2 Protestant yg sikap ny tdk baik pada saya.

yg katolik juga suka menyerang protestan. Tuh buktinya, mengatakan sbb :

  • bangun denom baru cukup dengan beli alkitab di toko buku
  • denom kristen ada 120.000 denom

dll dll

bukankah itu adalah “oknum” katolik yg juga mengangkat jari telunjukkan untuk menunjuk orang protestan ?

sama saja kan ? 11-12

O.ooh…sy bukan katolik ya,sy ex~ katolik,karna sdh akan di Baptist secara kristen bbrp mgu lagi.

Apakah dalam KENYATAAN masih ada kata MUNGKIN ?

2.tergantung org [s]tersebut[/s] yg mempraktekan nya..
Kalau mengikuti STANDARD Murid Kristus, FT sebagai Barometer itu suatu [b]KEHARUSAN[/b] bukan TERGANTUNG orangnya lagi!
3.sy tdk menghakimi sy hanya menanyakan sesuai pengalaman sy dan situasi yg terjadi,
Kata Orang Bijak segala sesuatu akan berwarna Kuning selama anda memakai Kacamata Kuning.Lepaskan Kacamata nya DULU , maka semua akan terasa dan tampak apa adanya. Bila dari awal kita sudah antipati pada seseorang, maka apapun yg kita lihat darinya hanya yg NEGATIF nya saja yg TAMPAK !

Kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan
menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

4.yang hrs positif thinking tuh siapa? wong yg jd [b]korban[/b] itu [u][b]saya[/b][/u] .
Coba renungkan Artikel ini: [b]SIKAP MENGAMPUNI BERPERAN MEMBENTUK KARAKTER [/b] Mengampuni orang yang bersalah kepada kita, sulitkah?

Tidak gampang mengampuni orang yang telah melakukan kesalahan atau menyakiti hati kita. Tampaknya lebih bagus atau lebih mudah memendam kekesalan sambil menunggu waktu yang tepat untuk membalas. Ungkapan klasik “tit for tat” atau “mata ganti mata, gigi ganti gigi” sepertinya tepat menggambarkan tendensi manusiawi kita. Tetapi apa jadinya jika kesempatan yang ditunggu-tunggu untuk balas dendam itu tidak kunjung tiba? Bukankah kita menyengsarakan diri kita sendiri? Jika kita “ngotot” mempertahankan gengsi atau harga diri kita untuk membalas karena kita sudah disakiti, betapa menderitanya batin kita. Pengalaman menunjukkan betapa hidup kita akan berputar-putar di tempat jika kita belum menyelesaikan berbagai persoalan pribadi dalam hati kita, termasuk rasa benci dan tendensi balas dendam.

Pertanyaan yang sulit dijawab dan umumnya dihindari orang adalah “mengapa harus mengampuni”?
Tentu kita sepakat untuk tidak mencampur antara kesalahan yang dilakukan orang yang tergolong tindakan kriminal dan kesalahan biasa tetapi berefek pada rasa benci, jengkel, dan sakit hati.
Tentu akibat-akibat tindakan menyakiti hati orang seperti yang disebutkan terakhir terdapat juga pada semua perbuatan menyakiti hati orang kategori tindakan kriminal.
Nah, kembali ke pertanyaan di atas, “Why should I forgive?” (Mengapa harus mengampuni)? Elizabeth Scott, M.S menulis artikel di http://www.About.com (The Many Benefits of Forgiveness) berpendapat bahwa mengampuni itu penting karena:

1. Baik untuk jantung. Sikap memaafkan dan mengampuni menyebabkan detakan jantung menjadi selalu normal karena tidak ada beban stres.
2. Dengan mengampuni kita mengurangi efek-efek negatif dan depresif dan memperkuat unsur-unsur positif dan spiritual.
3. Dengan mengampuni tidak hanya memulihkan pikiran perasaan dan perilaku positif, tetapi juga mengembalikan relasi yang positif dengan orang lain.

Perhatikan bahwa mengampuni atau memaafkan itu pertama-tama demi kebaikan kita sendiri sebagai individu. Bahwa jika kita tidak memaafkan atau mengampuni, maka yang rugi adalah diri kita sendiri. Karena itu, daripada menunggu waktu untuk membalas dendam, lebih baik kita hidup secara sehat, meminimalisasikan beban stres dengan melepaskan beban kebencian dan ketidaksenangan dalam diri kita. Salah satunya ya dengan memaafkan atau mengampuni tadi.

Mengenai hal ini tentu pembaca semua memiliki pengalaman yang amat berharga yang bisa kita share diforum ini.
Bersambung …

Sambungan…
Sejalan dengan Elizabeth Scott, Harvard Women’s Health Watch juga menyimpulkan bahwa ada 5 keuntungan yang bisa didapatkan dari mengampuni atau memaafkan orang yang bersalah kepada kita.

1. Mengurangi stres. Penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan sikap tidak mengampuni akan menyebabkan seseorang menjadi terus stres, otot-otot selalu tegang, tekanan darah meningkat, dan terus berkeringat.
  1. Baik untuk kesehatan jantung. Dengan mengampuni seseorang mengurangi risiko penyakit jantung.
  2. Relasi antar sesama menjadi lebih baik dan kuat. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mampu mengampuni suaminya biasanya mampu memecahkan konflik-konflik secara efektif.
  3. Mengurangi rasa sakit. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mempraktikkan meditasi dengan memfokus pada mengubah kemarahan menjadi belaskasihan dan bela rasa akan mengalami rasa sakit dan kekhawatiran yang lebih kurang.
    5. Kebahagiaan yang lebih besar. Ketika kamu mengampuni orang lain, kamu menjadikan dirimu sendiri—dari pada orang yang menyakiti kamu—sebagai orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang banyak membicarakan masalah pengampunan di tempat terapi mengalami kemajuan yang lebih besar daripada mereka yang tidak membicarakannya.
    Sampai di sini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana harus mengampuni?
    Di sini tentu kita berbicara mengenai langkah-langkah mengampuni. Meskipun tidak mudah mengampuni, langkah-langkah berikut pantas untuk dipertimbangkan.
[b]Tenangkan dirimu.[/b] Untuk meredakan kemarahanmu, cobalah teknik manajemen stres yang sederhana: tarik nafas dan memikirkan sesuatu yang membuat kamu merasa nikmat: pemandangan yang indah, seseorang yang kamu kasihi, dan sebagainya.

Jangan menunggu orang datang meminta maaf. Sering orang yang menyakiti kita memang sengaja tidak mau minta maaf, atau mereka merasa tidak perlu minta maaf. Jadi, jika kamu menunggu, pengampunan tidak pernah terjadi dan kamu akan tetap berada dalam situasi yang sangat menjengkelkan. Ingatlah, pengampunan tidak harus berarti rekonsiliasi dengan orang yang telah menyakiti kamu.
Menangkan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna daripada memusatkan perhatian pada rasa dendam dan marah karena disakiti. Cobalah memusatkan perhatian pada cinta, keindahan, dan kemurahan hati orang2 di sekitarmu.
Cobalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Jika Anda menunjukkan rasa empati pada orang yang menyakiti kamu, kamu bisa saja melihat bahwa perbuatannya didasarkan pada ketidaktahuan, ketakutan, atau bahkan mungkin cinta.
Akuilah keuntungan dan manfaat pengampunan. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang bisa mengampuni memiliki lebih banyak energi, punya selera makan yang baik, dan pola tidur yang baik pula.
Jangan lupa mengampuni dirimu sendiri. Dengan mengampuni dirimu sendiri kamu bisa memupuk rasa percaya dirimu. :coolsmiley: :happy0062: