Mengapa Tuhan memberikan otak pada manusia ?

seperti yang kita tahu, jarang sekali kita menggunakan otak

  • Terimalah Tuhan di hati kita
  • Ku akan melayani Tuhan sepenuh hatiku

dan masih banyak sampel lain. bagaimana dengan otak ?

menurut ane, otak adalah suatu organ hebat dalam tubuh manusia, ia mampu menyimpan banyak data untuk menjadi informasi, dan menjadi pengetahuan baru setiap harinya. pengetahuan yang senantiasa berkembang berkembang. tak jarang orang yang kehilangan Tuhan karena ia terlalu banyak menggunakan logikanya, dan mencoba mengukur Tuhan menggunakan hal pasti eksak dan tersesat yang italik sepengetahuan ane, ga ada data, tapi kita taulah siapa siapa aja yang begitu jenius tapi atheis dan tak memiliki Tuhan :smiley:

oke back to topic, pengetahuan yang mendevelop pengetahuan lain sehingga menghasilkan pengetahuan. pengetahuan itu seperti langit yang tak terbatas, none can steal it from you, pengetahuan, suatu hal yang takkan berkurang apabila kita bagikan ke orang lain.

hingga kemajuan teknologi+pengetahuan memungkinkan manusia melakukan rekayaasa genetik, eksperimen menggunakan hewan ,manusia mendarat di bulan

Tuhan memberi 10 taurat yang harus dipatuhi, namun, apakah diluar taurat itu boleh dilakukan dan menjadi benar ?

samplenya 1 :smiley:

Tuhan menciptakan hukum gravitasi, hukum yang membiarkan semua benda jatuh ke tanah ketika kita lempar ke atas. RUSIA berhasil mengalahkan hukum gravitasi tersebut dan berhasil mengirim kosmonot mendarat di bulan. apakah dalam hal ini Rusia menentang Tuhan ?

rekayasa genetik, dan eksperimen, secara ga sadar kita telah melanggar hukum yang telah diberikan. manusia yang seharusnya menjaga kelestarian di bumi, malah membunuh makhluk hidup lain untuk tujuan eksperimen dan pengetahuan. apa hal ini diijinkan ? ga ada larangan eksperimen, yang ada dilarang membunuh; taurat 6

mengapa Tuhan memberikan otak pada manusia ? jika tanpa otak i mean, manusia akan senantiasa bodoh, dan terus mengandalkan hati mereka, lebih ke empati, manusiawi, peduli dll, bukankah akan menjadikan bumi lebih indah ? jika manusia hanya memiliki hati, dan Tuhan hidup di hati mereka, dunia akan menjadi damai kan ?

mohon pencerahannya :slight_smile:

Bukankah manusia itu segambar dan serupa dgn Allah Sang Pencipta?Kejadian Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
Jadi Allah mau spy kita juga kreatif.
Mana mungkin manusia tanpa otak? otak itu juga yg mengendalikan jantung, paru dsb.
Ada banyak fungsi otak yg tdk diketahui, bukan sekedar spy dapat berpikir.
GBU

Kita diberi otak agar bisa berpikir kayanya begitu ya?!?

Dengan hikmat dan pengetahuan manusia menguasai dunia ini, sebab hal itu telah di Firman dalam Kejadian 1:28, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Dalam menaklukan bumi dan menguasai semua ciptaan Tuhan yang lainnya, Allah memperlengkapi manusia dengan ROH yang dihembuskan dan disebut dengan “nafas hidup” (Kej 2:7). Sehingga manusia disebut Allah “segambar dan serupa” sebab memiliki pengetahuan dan hikmat untuk menaklukan dan menguasai segala sesuatu seperti Allah. Lewat pengetahuan tersebut manusia mengeksplor alam ini, menciptakan seperti Allah, mulai dari pisau untuk memotong sampai dengan pesawat terbang dan bahkan handphone untuk berkomunikasi dalam jarak yang sangat jauh. Pengetahuan tersebut akan terus bertambah seingiring usaha manusia untuk menguasai dan menaklukan alam ini, sebab itulah yang ditetapkan oleh Allah sejak penciptaannya.

Jadi jangan takabur saat manusia dapat melakukan rekayasa DNA, mengirimkan manusia ke bulan bahkan sedang disipakan ke Mars, menyelamatkan orang yang sakit hampir mati sehingga tidak jadi mati dan sebagainya. Semua itu bukan melawan Allah, tetapi malah mengenapkan Firman Tuhan.

Dengan hati kepada Tuhan bukan dengan otak. Siapa bilang… Markus 12:30 menuliskan demikian, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Pengetahuan manusia seharusnya dipakai juga untuk mengasihi Allah dengan akal budi dan kekuatan kita (bukan saja hati dan jiwa), tetapi sering kali pengetahuan dan akal budi kita pakai untuk melakukan segala perkara dosa dengan serakah.

Kembali kepada masing-masing, setiap manusia berdosa akan dihakimi oleh Tuhan dan setiap orang akan menerima pahala dan hukuman sesuai dengan perbuatannya. Manusia boleh berkarya, menciptakan dan menaklukan alam ini dengan pengetahuan yang diberikan oleh Allah, tetapi karya kita juga merupakan perbuatan kita akan dihakimi dengan penghakimian yang adil dan benar. Semua yang tersembunyi akan nampak dan tidak ada tempat untuk sembunyi atau sebagai kambing hitam, sebab Allah melihat manusia sampai dalam hati dan pikirannya.

Mazmur 2:1-5

1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:
3 “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!”
4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.
5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:

Masa iya sih, bro?
Kalau saja kita tidak menggunakan otak kita, maka kita itu seperti orang coma lho.
Atau paling tidak seperti orang yang terkena down syndrome sangat parah.
Rasanya ngga seperti itu kan?

- Terimalah Tuhan di [b]hati[/b] kita - Ku akan melayani Tuhan sepenuh [b]hati[/b]ku

dan masih banyak sampel lain. bagaimana dengan otak ?

Ada salah kaprah dalam hal ini, bro.
Kita berpikir dengan otak. Kita punya perasaan juga di otak. Kita mencintai juga di otak, kita punya kasih juga di otak. Bukan di ‘hati’, ‘hati’ juga salah kaprah kan? Karena bahasa inggrisnya adalah heart atau jantung dalam bahasa Indonesia.

Kita tahu bahwa jantung (heart) hanya berfungsi sebagai pompa untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh kita.
Hati (liver) berfungsi untuk menyerap racun dan memproduksi protein sintesa, dan membantu fungsi pencernaan tubuh.

menurut ane, otak adalah suatu organ hebat dalam tubuh manusia, ia mampu menyimpan banyak data untuk menjadi informasi, dan menjadi pengetahuan baru setiap harinya. pengetahuan yang senantiasa berkembang berkembang. [i]tak jarang orang yang kehilangan Tuhan karena ia terlalu banyak menggunakan logikanya, dan mencoba mengukur Tuhan menggunakan hal pasti *eksak* dan tersesat [/i] yang italik sepengetahuan ane, ga ada data, tapi kita taulah siapa siapa aja yang begitu jenius tapi atheis dan tak memiliki Tuhan :D

oke back to topic, pengetahuan yang mendevelop pengetahuan lain sehingga menghasilkan pengetahuan. pengetahuan itu seperti langit yang tak terbatas, none can steal it from you, pengetahuan, suatu hal yang takkan berkurang apabila kita bagikan ke orang lain.

hingga kemajuan teknologi+pengetahuan memungkinkan manusia melakukan rekayaasa genetik, eksperimen menggunakan hewan ,manusia mendarat di bulan

Tuhan memberi 10 taurat yang harus dipatuhi, namun, apakah diluar taurat itu boleh dilakukan dan menjadi benar ?

samplenya 1 :smiley:

Tuhan menciptakan hukum gravitasi, hukum yang membiarkan semua benda jatuh ke tanah ketika kita lempar ke atas. RUSIA berhasil mengalahkan hukum gravitasi tersebut dan berhasil mengirim kosmonot mendarat di bulan. apakah dalam hal ini Rusia menentang Tuhan ?

rekayasa genetik, dan eksperimen, secara ga sadar kita telah melanggar hukum yang telah diberikan. manusia yang seharusnya menjaga kelestarian di bumi, malah membunuh makhluk hidup lain untuk tujuan eksperimen dan pengetahuan. apa hal ini diijinkan ? ga ada larangan eksperimen, yang ada dilarang membunuh; taurat 6

Perkembangan ilmu pengetahuan patut kita dukung, karena kita diciptakan oleh Tuhan segambar dengan Tuhan, dalam arti kita diberi hak dan wewenang untuk turut berperan dalam karya Tuhan bagi dunia. Otak/nalar/logika kita harus selalu dipergunakan, dalam segala hal.

Tuhan menciptakan hukum gravitasi agar kita tidak terpental ke luar angkasa, agar bumi tidak terlempar ke kegelapan jagad raya, agar terjadi rotasi dan perubahan siang malam dan perubahan iklim di bumi. Melawan hukum gravitasi bukan berarti melawan Tuhan. Karena semakin kita tahu jagad raya, semakin kita (seharusnya) semakin memuliakan Tuhan.

Tetapi, jangan lakukan apa yang memang dilarang oleh Tuhan. Jangan lakukan clonning manusia, jangan lakukan rekayasa genetik untuk manusia, kita tidak berwenang. Bahkan mengutak atik genetika hewan ataupun tumbuhan akan membawa dampak kepada keseimbangan alam.

mengapa Tuhan memberikan otak pada manusia ? jika tanpa otak i mean, manusia akan senantiasa bodoh, dan terus mengandalkan hati mereka, lebih ke empati, manusiawi, peduli dll, bukankah akan menjadikan bumi lebih indah ? jika manusia hanya memiliki hati, dan Tuhan hidup di hati mereka, dunia akan menjadi damai kan ?

Otak memang dibutuhkan, dan itulah yang membedakan manusia dari binatang dan tumbuhan. Kita diberi wewenang untuk menjadi penguasa dan pengelola bumi, dan kewajiban itu tidak akan dapat kita laksanakan kalau tanpa otak. Dengan otak kita dapat mengerti kemauan Tuhan, dengan otak kita dapat menghayati ajaran Tuhan.

mohon pencerahannya :)

Mudah mudahan terjawab

Syalom

pernah denger “manusia” jenius dengan kecerdasan luar biasa kan ? hingga dia berani menyimpulkan bahwa Tuhan itu ga ada/orang orang jenius yang tersesat dan ga punya Tuhan/meninggalkan Tuhan

apa penybab hal ini ? terlalu “BERPIKIR OTAK” atau terlalu “MERASAHATI” ?

Posting dihapus. Member Mormon silakan diskusi di board:
https://forumkristen.com/index.php?board=76.0
https://forumkristen.com/index.php?board=90.0

Antara kemampuan otak dan atheisme tidak ada hubungannya, bro.
Ada orang pandai otaknya dan tetap sangat religius, sementara ada orang dengan otak pas-pasan tetapi atheist.

Syalom

Semua proses kendali dalam diri kita terjadi di otak, termasuk emosi, bukan terjadi di hati (jantung). Kecerdasan dan emosi diproses pada bagian yang berbeda dalam otak. Tanpa otak bekerja, tubuh kita tidak dapat berfungsi sama sekali karena akan kehilangan koordinasi.

Hanya beberapa dari yang jenius, sementara jenius lainnya masih juga beriman.

Ada atheis ada deist. Atheis saat menemukan bahwa semuanya dapat dipahami dan dipelajari bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya seperti mujizat, sehingga menganggap Tuhan hanya produk budaya akan ketidak tahuan atau ketakutan manusia atas sesuatu yang tidak jelas. Kebuntuannya terjadi saat ia tidak mengenal Allah dengan benar dan tidak memahami bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatunya bukan dengan bim-sala-bim, tetapi lewat hukumNya.

Deist adalah mereka yang menemukan bahwa ternyata semuanya dapat dijabarkan dan dijelaskan secara logis tetapi ada batas-batas tertentu yang tidak dapat dipahami kecuali hal itu adanya kuasa yang menjadikan. Mereka melihat segala sesuatu di alam ini teratur dan memiliki system yang kompleks dan luar biasa. Mereka percaya adanya Tuhan yang menciptakan semuanya itu, tetapi tidak percaya akan wahyu dan menganggap agama adalah produk budaya untuk mengatur hidup manusia. Tuhan hanya menciptakan dan menetapkan hukum Allah selanjutnya tidak terlibat dalam urusan sepele manusia sehari-hari, karena didalam hukumNya telah ditetapkan cara bagi manusia untuk menyelesaikan setiap persoalan.

orang tidak butuh jadi jenius untuk berfikir seperti dua hal diatas… (bahkan cukup sok pinter saja sudah cukup menjadi salah satu dari duanya)

ane gatau nih yang ini. okeoke tq :angel:

Hmmm… tidak ditulis berarti tidak dilarang kan… kan kita yang punya otak… hendaklah berpikir dalam menggunakan kalimat2 itu… sekarang kita coba terjemahkan… kita harus melayani TUHAN dengan sepenuh hati… apakah melayani TUHAN tidak memakai otak??? atau kehendak…??? Dalam hidup di dunia ini kita diberi fasilitas pinjaman tubuh kita ini oleh TUHAN… mengenai kita akan menggunakan atau tidak itu terserah kita seberapa besar persembahan kita pada TUHAN seperti perumpamaan talenta… semakin besar potensi yang kita gunakan dari otak kita untuk TUHAN… semakin besar persembahan yang kita berikan buat TUHAN…

TUHAN YESUS memberkati…