Mengapa Yesus disebut Anak Allah

Yesus disebut Anak Allah karena Dia berada didunia dalam wujud manusia…ingatkah kamu bahwasanya manusia disebut anak Allah??

(Mat. 22:14). Manusia adalah anak-anak Allah yang menyimpan sifat ilahi-Nya. Ada elemen keallahan yang berdiam dalam diri seorang anak Allah.

“Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu,dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.” (Ul. 14:1-2)

Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah,dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.(Mzm.82:6).

Berbahagialah orang yang membawa damai , karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Mat.5:9)…

Pertama-tama, bahkan ketika sebutan ‘Anak Manusia’ menunjuk pada kemanusiaan Yesus, itu bukan suatu penyangkalan terhadap Ketuhanan-Nya. Dengan menjadi seorang manusia, Yesus tidak berhenti menjadi Tuhan. Penjelmaan Kristus tidaklah mengakibatkan keilahian-Nya berkurang, tetapi sisi kemanusiaannya ditampilkan. Yesus secara tegas menyatakan dirinya sebagai Tuhan dalam berbagai kesempatan (Matius 16:16,17; Yohanes 8:58; 10:30). Selain keberadaan-Nya yang ilahi, Yesus juga adalah manusia (lihat Filipi 2:6-8). Ia mempunyai dua hakikat (ilahi dan manusiawi) yang menyatu dalam satu pribadi.

Lebih lanjut, Kitab Suci mengungkapkan bahwa Yesus tidak pernah menyangkal keilahian-Nya dengan menyatakan dirinya sebagai Anak Manusia. Istilah anak Manusia justru sebenarnya digunakan dalam Alkitab dalam konteks keilahian Kristus. Sebagai contoh, Alkitab mengatakan bahwa hanya Allah yang dapat menghapus dosa (Yesaya 43:25; Markus 2:7). Tetapi, sebagai ‘Anak Manusia’, Yesus mempunyai kuasa untuk menghapus dosa (Markus 2:10). Juga, bahwa Kristus akan kembali ke bumi sebagai Anak “Manusia” dengan kemuliaan di atas awan-awan untuk memerintah diatas bumi (Matius 26:63-64). Dalam bagian ini, Yesus menunjuk pada Daniel 7:13 dimana Mesias digambarkan sebagai “Yang Lanjut Usianya,” suatu istilah yang digunakan menunjukkan ke-Tuhanan-Nya (lihat juga Daniel 7:9).

Juga ketika Yesus ditanya oleh imam agung apakah Ia adalah ‘Anak Tuhan’ (Matius 26:63), Ia menjawab dengan tegas bahwa Ia adalah ‘Anak Manusia’ yang akan datang dengan kuasa dan kemuliaan yang agung Ayat 64). Ini menunjukkan bahwa Yesus sendiri menggunakan istilah ‘Anak Manusia’ untuk menyatakan keilahian-Nya sebagai Anak Tuhan.

Akhirnya, istilah ‘Anak Manusia’ juga menekankan siapakah Yesus dalam hubungan dengan penjelmaanNya dan karya keselamatanNya. Di Perjanjian Lama (Imamat 25:25-26, 48-49; Ruth 2:20), kaum kerabat (yang berhubungan secara darah) selalu berperan sebagai ‘penebus saudara’ dari anggota keluarga yang membutuhkan penebusan dari penjara. Yesus menjadi saudara kita ‘berdasarkan darah’ (yaitu dengan Ia menjelma menjadi manusia) sehingga Ia bisa menjadi Penebus-Saudara kita dan menyelamatkan kita dari dosa.

@yoseph
Setuju. Selain itu juga menggambarkan tentang proses terjadinya Yesus oleh Roh Kudus dan bagaimana Yesus menyerahkan kemuliaanNya sebagai Allah menjadi tanpa kemuliaan besar sebagai manusia. Sehingga beberapa kali Yesus menyatakan diriNya lebih kecil dari Bapa, karena demikianlah anak lebih kecil dari bapa karena anak adalah bagian dari bapanya. Demikianlah Yesus yang adalah Allah sendiri mengorbankan diriNya untuk lebih kecil dari seharusnya.

Adam juga disebut anak Allah: Luk03 38.0 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Tapi bisa saja anak asuh, anak buah, anak tiri, tapi anak kandung cuma 1!

Anak kandung??

:huh:

Anak Allah tentu saja anak kandung, sebab dilahirkan dari ROH ALLAH. :happy0025:

Act_17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

Siapa yang ngajarin anda Allah beranak kandung ? Patut diberi acungan jempol tuh

:mad0261:

Alkitab bro :afro:

Heb_12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Saya bukan anak gampang, tetapi anak beneran.

Yang saya pertanyakan adalah ‘anak kandung Allah’, jangan mulai melintir lagi bro

Gereja Katolik mengajarkan doktrin Maria Theotokos sehingga Yesus disebut anak Allah

Alkitab menyebut kita dilahirkan kembali dari ROH Allah.
Perkataan “dilahirkan” artinya anak kandung bukan anak angkat.

Bro ini gimana seh :smiley:
Emangnya ada ayat bilang kita anak angkat ?

Ayat please, jangan mengkhayal aaah, boring.

Ini benar2 falacius.

Dalam ilmu debat disebut 'fallacy of equavocation".

Equivocation is the type of ambiguity which occurs when a single word or phrase is ambiguous, and this ambiguity is not grammatical but lexical. So, when a phrase equivocates, it is not due to grammar, but to the phrase as a whole having two distinct meanings.

All banks are beside rivers.
Therefore, the financial institution where I deposit my money is beside a river.

In this argument, there are two unrelated meanings of the word “bank”:

A riverside: In this sense, the premiss is true but the argument is invalid, so it's unsound.
A type of financial institution: On this meaning, the argument is valid, but the premiss is false, thus the argument is again unsound.

Logical Fallacy: Equivocation

Yesus adalah “Anak Allah” dalam pengertian ‘monogenes’ yakni satu2nya yang diperanakan/dari Jenis itu, tidak ada yang lain!

Sedang “anak Allah” diluar Yesus ialah sesuatu yang diberikan/diangkat!

Paham sekarang?

Mengkhayal gimana, banyak ayatnya koq … :tongue:
Kiya ini dilahirkan dari ROH, bukan diangkat anak.

Heb_2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

Ia yang menguduskan (yaitu Yesus) dan kita yang dikuduskan berasal dari Satu; :afro:
Kalau kita anak angkat, yesus juga anak angkat. Itulah sebabnya kita memanggil Allah : Ya Abba, ya Bapa :slight_smile:

Saya belum lihat ayatnya dimana dikatakan Jesus adalah anak kandung Allah, apalagi manusia disebut sebagai anak kandung Allah. Ayat please …

:coolsmiley:

Allah menyebut kita sebagai anak, itu sudah cukup. Dan Allah menyebut Yesus juga sebagai anak, itu pun sudah cukup. Saya memiliki confidence dalam Allah, bahwa apa yang dikatakannya adalah Ya dan Amin !

Yesus adalah the begotten Son. Sedangkan kita adalah son.
Perbedaannya di situ. Bukan : anak beneran vs anak-anakan :smiley:
Yang Alkitabiah dong

Yang saya persoalkan dari atas sono adalah istilah anak kandung Allah, bro. Itu tidak ada di Alkitab, istilah ‘kerennya’ tidak Alkitabiah.

Mau dipelintir seperti apa lagi bro?

Dilahirkan oleh A, itu artinya anak kandung dari A .

Saya mau tanya:
Fakta : Si Juminten melahirkan Badu.
Badu adalah anak kandung Juminten atau bukan ?
(ini pertanyaan orang bodoh sebenarnya, karena jawabnya sudah jelas IYA ;D )

Dilahirkan oleh ROH ALLAH, artinya anak kandung ALLAH.

Masak harus dijelasin ampe mbulet … :cheesy:

Saya bukan butuh penjelasan bro, tetapi butuh ayat pendukung, tanpa ayat berati tidak Alkitabiah.

kelihatannya bro david asal statement tuch :tongue:, dia menyadarinya kesalahannya makanya dia mencoba berkelit dengan jawaban diplomatis :smiley:

Jesus juga menyebut kita ranting2 Nya tapi itu untuk kaum Israel sedangkan kita adalah ranting cangkokan,

Perjanjian Baru : Yohanes : 15
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Perjanjian Baru : Yohanes : 15
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Ranting aslinya aja berisiko apalagi cangkokanNya , jangan lupakan Kuasa penghakiman Tuhan yah bro,

Roma : 11
11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

Syallom! :slight_smile:

[email protected]

Mungkin yang menjadi pengertian anda mengenai, bahwa penjelasan anak kandung ada di Alkitab…??? adalah suatu pemaknaan yang benar bagi anda, sebagaimana ayat di Heb12: 8 ( Ib 12: 8 ) tsb…??
Yahh…bisa jadi itulah penafsiran anda bukan…?? Apakah itu salah…?? TIDAK JUGA…!! Hanya “kurang pas” saja. Karena sebetulnya menurut saya ada pemaknaannya yang bisa dibilag “lebih pas” loh…!! Kenapa demikian…?? Karena ayat 8 tsb BERKAITAN dng ayat 7 diatasnya dan ayat 9 dibawahnya.

Sehingga yang dikatakan lebih pas maknanya adalah “Anak Gampang” maksudnya anak yang tidak syah alias anak haram. Sedangkan di sampng itu tersirat pula kata "anak yang syah " yng berarti anak yang sungguh-sungguh memeiliki pertalian keluarga. Nah korelasinya kata "anak yang syah " tsb digunakan sebagai sebutan bagi YESUS
yang adalah Anak Allah BUKAN…??

Coba kita telaah makna sejatinya mengenai status " anak yang syah " tsb, Yaitu anak yang akan mewarisi kekayaan dan keagungan orang tuanya, misalnya seperti “pangeran” dalam sebuah kerajaan. Namun bagi anak-anak gampang ( anak yang tidak syah ), maka tidak akan mewarisi kekayaan orang tuanya bukan…??

Nah …dalam kehidupan orang Kristen juga , maka terdapat orang -orang yang di katagorikan menjadi orang yang syah dan orang yang tidak syah bukan…??
So…?? kita masing masing harus meyadarinya ,masuk di katagori yang mana ya…??
Untuk mengoreksinya, coba kita tinjau ayat Yoh 1:12 " Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;"""
Tetapai dng Ayat ini bukan berarati : Kuasa itu “tidak otomatis” membuat orang Kristen menjadi anak Allah .loh…!!
Melainkan kuasa itu diberikan “supaya” menjadi “orang-orang yang menerima” Tuhan Yesus menjadi Anak Allah.

Jadi jika seseorang tidak "memanfaatkan / mendayagunakan " kuasa tsb, maka tidak akan pernah menjadi anak Allah. Dimana menjadi Anak Allah berarti berkharakter seperti Allah BUKAN…? Like Father like Son.
Sebagai panggilan / istilah orang percaya adalah : Menjadi serupa dengan Bapa…

Smapai disitu kira kira dapat berkenan ya broo…

Salam GBU