Mengapa Yudas Iskariot menjual Tuhan Yesus??

Salam sejahtera,

Menurut agan2 kenapa Yudas Iskariot menyerahkan Tuhan Yesus kepada para imam Farisi padahal setelah itu semua uang yang diterimanya dikembalikan?? Bukankah dengan pengembalian 30 keping uang tersebut menunjukan bahwa ia bukan rakus atau gila harta?? Ataukah, ada motivasi lain dibalik perbuatan Yudas Iskariot ini?? Misalnya, mungkin saja Yudas mengharapkan Tuhan Yesus melakukan suatu tindakan miracle (perhatikan konteks dekat teks) supaya keilahian Yesus Kristus dapat semakin tersiar ke seantero penjuru dunia.

Gimana menurut agan2??

pertanyaan menarik… saya penasaran.uang dikembalikan karena memang dia tidak serakah,atau karena dia akan bunuh diri …?

konteks dekat teks yg bagaimana gan?

To: cheese 123

Perhatikan kisah - kisah di dalam kitab injil Matius, khususnya sebelum perjamuan malam terakhir.

“Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.” (Matius 26:15)

Yudas Iskariot menjual Yesus untuk mendapat uang, itu jelas. Tetapi kemudian, waktu dia melihat bahwa Yesus dijatuhi hukuman mati, dia menyesal dan mengembalikan uang yang diterimanya itu:

"Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah…” (Matius 27:3-4)

Sama seprti maling Gan, pas mo maling, biasa aja tuh, setelah ke tangkap, teriak; “ampun, ampun”
Kadang manusia itu melakukan segala sesuatu, apalagi dalam hal yg jahat, giliran udah terjadi sesuatu baru tau, akhirnya nyesel…

Namun yg paling menarik Gan, Kata Tuhan; “jangan seorngpun yg mengajari Tuhan tentang manusia, seba ia sendiri mengetahui isi hati manusia” walau dinubuatkan pasti terjadi…

Hebat khan gan? Bukan karena Itu campur tangan Tuhan agar terjadi, namun seolah Tuhan berkata’ "Tuhan telah memprediksi manusia itu, dan prediksi 100% TEPAT…

Gitu gan, perihal ANTI KRISTUS JUGA, YG ASALNYA DARI DALAM KRISTEN SENDIRI, TP MEREKA TIDAK BENAR2 BAGIAN DR KRISTEN, PASTI TEPAT GAN…
WALAU UDAH DIKASIH TAU…
Believe it or not…!!

Tidak gan, dari awal sekalipun, Ia dilahirkan ditempat tidak tersohor, dikandang domba, siapa sih gan yang mau nyamper ke kandang domba? Kalau bukan bau badan domba?!

Nah, Ia pun bukan pejabat disuatu pemerintahan terkemuka, atau di mahkamah agama, boleh dikatakan Ia datang sebagai ; “urban”,

Namun memang jalanNya tersohor… Gitu gan…

Menyimpulkan sesuatu tidak dapat dengan sekilas pandang dan berandai-andai saja. Kita harus melihat keseluruhannya. Ada istilah Alkitab menjelaskan dirinya sendiri, maksudnya, apa yang ditulis satu ayat dijelaskan oleh ayat-ayat yang lainnya. Dengan melihat juga referensi budaya, sejarah dan gaya penulisan sebuah kesimpulan itu dibuat.

Tentang Yudas dalam Yohanes 12:6 disebutkan, “Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” Sehingga hari ini gereja menganggap Yudas adalah sosok yang cinta uang, atau mataduitan dalam bahasa lebih mudah dipahami. Karena itu Yesus di jual oleh Yudas dengan 30 keping perak.

Yudas seorang yang cerdik, perhitungan, pintar dan banyak akal. Ia melihat Yesus setiap kali hendak ditangkap selalu lolos dan bahkan saat hendak di lempar dari tebing (Lukas 4:29-30) juga Yesus lewat begitu saja ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu yang sudah memojokannya. Demi semua mujizat dan keajaiban itu, maka perhitungan Yudas adalah saat ahli Taurat dan Farisi hendak menangkapNya, tentu seperti biasanya Yesus akan lolos, tetapi kali ini dengan profit 30 keping perak. Entah Yesus dapat ditangkap atau tidak oleh mereka itu urusan mereka, perjanjiannya hanya menyerahkan saja, kalau tidak bisa ditangkap itu masalah mereka juga. Dalam keyakinannya Yesus tidak bisa ditangkap seperti sudah-sudah.

Tetapi ternyata Yesus tertangkap, dan bukan itu saja malahan dijatuhi hukuman mati. Karena itulah maka Yudas sangat syok sampai memutuskan bunuh diri, sebab ia merasa itu semua salahnya. Iblis berperan untuk menuduh Yudas sampai ia memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Perpedaan moncolok adalah pada Petrus, yang sama-sama berdosa besar, tetapi Petrus dapat dipulihkan. Penyesalan keduanya melahirkan sikap yang berbeda, yang berdampak kepada kekekalan.

Banyak orang menyesal dengan perbuatan dan sikapnya sendiri, tetapi bagaimana selanjutnya? Matius 3:8 menulis, “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Jika kita bertobat, maka harus ada buah pertobatan. Menyesal itu satu langkah sebelum bertobat, jika menyesal diikuti pertobatan, maka melahirkan buah pertobatan. Jika penyesalan itu tidak diikuti pertobatan, maka kebinasaan yang akan ditemuinya.

Saul pernah menyesal dengan bodohnya mempersembahkan korban walau ia bukan seorang imam. Ia tidak sabar menunggu Samuel datang dan desakan rakyat membuatnya ia mengabil keputusan strategis yang menurut kacamata pakar organisasi itu putusan yang tepat, tetapi dihadapan Allah itu adalah ketidak taatan. Samuel menegur dan mengingatkan hukumannya, Saul tahu salahnya (1Sam 15:24) dan menyesali nasi yang sudah menjadi bubur tersebut, tetapi ia tidak bertobat. Tetapi kata Saul: “Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.” (1Sam 15:30)

Juga Yudas, ia tidak bertobat walau ia telah menyesali perbuatannya (Matius 27:3-5). Keputusannya adalah mengakhiri hidupnya bukan sebaliknya merendahkan diri dihadapan TUHAN yang penyayang dan penuh kasih.

Dari titik itulah maka peran Yudas menjadi seorang yang binasa diantara mereka yang dipelahara oleh Allah (Yohanes 17:12). Jika Yudas bisa binasa, maka kita semua juga harus berhati-hati dengan hidup kita agar kita juga tidak dibinasakan seperti Yudas (Roma 11:20-22).

setau saya tampaknya yudas tidak puas dengan kemesiasan yesus
dia maunya mesias sebagai raja yang mengalahkan penjajah dan membawa kemakmuran dan bukan pembaharuan moral seperti yesus

anda banyak tidak tahunya

Dasar taunya apa, masbro? Kalo cuma opini, mestinya dituliskan juga sehingga asumsinya ga kemana-mana.

Biasa bagi seseorang menyesal setelah melakukan sesuatu yg buruk
oleh sebab itu ada pepatah ; pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tdk berguna
Yudas juga merasa menyesal yg tdk terhingga shg mengembalikan 30m keping uang perak,
bukan itu saja bahkan dia tdk dpt mengampuni dirinya sendiri,
Yudas mati dgn mengakhiri hidupnya sendiri