mengatasi pikiran sendiri

Dear all,
Sering kita mendengar bhw hal yg paling utama dan paling sulit dalam hidup adalah mengalahkan diri sendiri.
Apakah anda punya pengalaman yg menarik cara mengatasi pikiran sendiri secara iman kpd Kristus Yesus ?
Mudah2an sharing anda bermanfaat jika ditulis disini

Salam

You can only conquer a passion when you do not consider it as part of you.
- St. Nikon of Optina

Kata "mutiara " yg bagus , tetapi bagaimana cara menganggap pikiran kita itu bukan bagian dari diri kita diperlukan " juklak( petunjuk) " atau pencerahan lebih lanjut . Kalau cuma sampai disitu saja mungkin bisa disebut "kalimat penghias yg indah belaka "

The first thing is to decide to die (menyangkal diri / menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.)

He who considers himself as the most important of all, can’t love others.
To love others means to forget yourself, to always go beyond yourself, to consider yourself as nothing.
The love of others is consolidated in us by uninterrupted repentance and humility…
- Fr. Dimitru Staniloae

kalau masih menganggap pikiran jahat itu bagian dari dirimu, kamu belum tau siapa yg mau kamu conquering.

kalau kamu sudah tau bhw your innermost is good, dan di dalam anggota-anggota tubuhmu kamu melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budimu dan membuat kamu menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhmu sehingga kamu sedar kelemahanmu yg membuatmu humble before Him…maka kamu tau siapa yg mau kamu conquering dgn pertolonganNya.

Kita tahu bhw nurani kita adalah Roh Kudus ( menurut sy) yg bekerja didalam diri kita tetapi umumnya IA tersimpan jauh dikedalaman hati dan justru terkalahkan oleh pikiran itulah kenapa sangat sulit , kecuali bila dlm keseharian Roh Kudus memimpin hidup kita dan membangkitkan Roh Kudus sungguh diperlukan kerohanian yg murni.

preferred in indonesian language please !
Regards,

merah = ada dasar ayatnya ?

SdT:
A. Hati nurani:

  • hati nurani =/= ROH KUDUS.
  • natural law “ditulis” oleh Allah dalam hati setiap manusia sebagai suara hati nurani.
  • hati nurani bisa tumpul kerna habitual sin.
  • hati nurani ntu kek alaram… kerjanya antara lain:
    a mengatakan bahwa kita melakukan hal yang salah, dan itu membuat kita merasa bersalah.
    b mengatakan bahwa kita melakukan hal yang benar, dan itu membuatnya kita tidak merasa bersalah.
  • jadi hati nurani bukan yg menentukan perbuatan kita… jika kita berbuat dosa, maka itu kerna evil moral choice dari kita sendiri.

B. ROH KUDUS.

  • ROH KUDUS bekerja menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
  • ROH KUDUS energizing didalam mereka yang mengasihi Dia segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

ijo.
ada dua reaksi didalam diri kita manakala kita merespon sesuatu.

  1. reaksi pertama: reaksi reflek yg segera terproyeksikan sendiri dlm benak dan diproses menjadi (pendapat, kesimpulan, penilaian, statemen) menurut pengalaman hidup, latar belakang kita, bagaimana kita melihat “dunia kita”.
    poin: seringkali ketika kita melihat sesuatu… immediately kita menghakimi dan bertindak menurut reaksi pertama.

  2. reaksi kedua: terjadi jika kita membiarkan dulu reaksi pertama bekerja (judgement, conclusion, comparision, figure it out, and everything) tanpa bertindak menurut reaksi pertama dan sedari bhw itu cuma ‘reaksi pertama’ dan ‘reaksi pertama’ tersebut tak lebih dari sekedar “a made up story”… sebab thought is not real, it just appear as real… thought selalu berubah2, gak stabil… selanjutnya dengarkan suara hatimu dan turutilah… dan ketika kamu melakukan ini… kamu akan tau apa itu ‘reaksi kedua’ dlm proses diri kita.

merah = maksudnya ?

Membangkitkan Roh Kudus = mengedepankan Roh Kudus diatas pikiran kita , penjelasan anda sungguh bagus terus terang sy masih kurang dlm jangkauan iman

Salam

Klo kurang, ya minta lebih ke Papa God.
I am sure He will provide.

Cara mengalahkan diri sendiri?
Kalau saya, pertama bayangkan Tuhan melihat pikiran saya, saya malu sekali, lalu saya jedotin kepala ke tembok dan push up 10x. Kalau ga mau push up, saya tampar pipi saya sekali, msh ga mau??!!! Saya tampar lagi pipi yg sebelahnya. Akibatnya terkadang saat tangan kanan mau menampar, tangan kiri menahan tangan kanan sekuat tenaga. Akhirnya saya ketawa sendiri dan mikir “gua udah gila kali ya, hahahaha” lalu push up 10x. Akhirnya capek sendiri dan “pikiran sendiri” yg tadi hilang entah kemana.
Bila pikiran kembali ulangi proses diatas ;D

Rada ekstrim dan tidak berhubungan dgn keimanan yah ;D
(Jangan dicoba ya, keseringan jedotin kepala ke tembok akibatnya saya sering migrane skrng :ashamed0004: )

@TS

Musuh terbesar dalam hidup lu adalah diri lu sendiri.…. Karena itulah, anda harus selalu menjaga diri, rendah hati, jangan terlalu kasar sama orang, nanti bisa dibunuh, soalnya kan sekarang marak banget yang namanya pembunuhan karena hal yang sepele sekalipun.….

saya setuju dengan uraian Bro Seek D truth…

dan kalo menurut saya sendiri cara yg paling ampuh mengalahkan/mengatasi “PIKIRAN SENDIRI” adalah sebagai berikut :

  1. Pray/ DOA
    Dengan berdoa pikiran anda akan lebih tenang, hampir sama kayak curhat,kekuatan Doa lebih dari menenangkan lebih melepaskan segala kekhawatiran akan pikiran anda. Berdoa mendekatkan anda dengan Bapa Surgawi Anda untuk meminta kekuatan dalam mengatasi pikiran anda sendiri, dengan Doa dengan sendirinya anda dijauhkan dari hal2 yang menurut anda telah menguasai anda yaitu “Pikiran anda sendiri”

2.Baca Tulisan Suci
Dengan membaca tulisan suci baik Alkitab atau apapun referensi yg menurut anda itu berhubungan dengan Injil membuat anda bisa tertarik melakukan semua apa yg dikatakan disitu baek untuk dilakukan. Tiada hal ataupun kata2 yg menarik dan membuat kita tenang selain Tulisan suci. Hal itu bisa menambah pengetahuan kita akan berlaku lebih Bajik dan bijak dalam apa yang kita Pikirkan.

3.Sering2 lah bertemu dengan keluarga anda membahas tentang hal2 Positif yg bisa menguatkan keluarga anda. sering2 lah pula bergaul dengan orang2 yg punya pikiran Positif dalam hidup ini.

4.Pesan dari Injil yg saya sampaikan dalam 1Kor 14:20 :

“Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”

semoga bermanfaat
GBU

@vertamen
Sharing yg teduh dan menggugah berurut dg baik . Tq

Salam

salam teman…

saya juga baru merenungkan pertanyaan ini, dan saya sangat bersyukur Tuhan Yesus memberi jawabannya melalui buku Yohanes…
pikiran kita terbagi dua perasaan dan pikiran, pikiran (otak kiri), perasaan (otak kanan)…
pada mula penciptaan pemikiran dan perasaan kita seimbang, angan angan dan imajinasi kita suci semuanya untuk kemulliaan nama Tuhan. Tuhan memaksudkan agar otak kiri yaitu otak yang dikendalikan oleh Prinsip mengendalikan otak kanan.
tapi karena dosa masuk, manusia tidak percaya kepada Tuhan tapi lebih percaya kepada perasaan, angan angan hati kita semuanya hanyalah membuahkan kejahatan… jadi semenjak dosa yang terjadi adalah perasaan kita mengendalikan pikiran kita. itulah pengertian dosa yang sebenarnya… yaitu lebih percaya kepada perasaan daripada kepada Tuhan.

semenjak itu keadaan kita merosot merosot dan sangat merosot…
hanya oleh penurutan kepada Hukum Tuhanlah satu satunya jalan yang dapat mengembalikan gambaran Allah yang sudah hilang ini… dan itu artinya penurutan yang sempurna…

kabar buruknya adalah manusia sudah gagal memberikan penurutan yang sempurna kepada hukum.

Tapi kabar baiknya adalah Tuhan datang ke bumi ini didalam diri Tuhan Jesus. Dia menurut bapanya dengan sempurna dalam segala sesuatu.
dan puji Tuhan di dalam Jesus kristus kita dapat menang mengalahkan dosa. kita harus berjuang sekali lagi, tidak ada alasan untuk tetap berbuat dan hidup dalam dosa, setiap pelanggaran hukum Allah adalah dosa dan akibatnya adalah kematian. dan Tuhan Jesus sudah menggantikan tempat kita. dan dengan merenungkan Kasih yang begitu besar, pengorbananNya yang begitu besar,kita akan dimampukan untuk hidup bagiNya. karena Dialah kekuatan kita. inilah ajaran pembenaran oleh iman yang Sejati…
baca Buku Johanes ya Bro…

salam

@Simatupang
Penjelasan yg sangat gamblang dan mudah dicerna , msh diperlukan pencerahan apakah dg mengaktivkan otak kiri maka perasaan ( yg berangan jahat) dpt diatasi? Apakah berdoa dan pasrah itu berarti mengaktifkan otak kiri ? But thanks anyway , sy akan bc buku Yohanes spt rekom anda

Salam

[email protected]

HEHEHEH…lagi-lagi anda mau menularkan cara-cara belajar anda yang sama sekali tidak baik dan sangat merusak semua segi…baik jasmani maupun rohani…
Padahal manuisa itu diperlukan kesehatan jasmani dan rohani…dari situ baru jiwanya menjadi sehat pula secara otomatis.
Yang Alkitabiah adalah jasmani mendapatkan makanan / nutrisi maka Rohani pun harus mendapatkan makanan ataupun nutrisi ( yaitu Firman Tuhan ) …Agar Jiwamu juga sehat.

Manusia secara Alkitabiah terdiri dari TUBUH / JASMANI + JIWA + ROH MANUSIA.

JIWA itu adalah gabungan antara PIKIRAN DI OTAK + HATI PERASAAN DI SANUBARI…Mereka ini bersifat abstrak…( tidak berwujud secara fisik , namun memiliki hal yang bisa di aplikasikan dalam segala bentuk aplikasinya dalam diri si manusia tsb ).

Jadi kalau mau memperbaiki PIKIRAN KITA…MAKA DI ALKITAB ADA ACUANNYA:
*Lukas 24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Salam GBU…

Maaf deh, saya kan masih belajar ;D
Kedagingan saya lemah dan pendirian kurang teguh, sehingga pendisiplinan secara fisik harus saya lakukan waktu itu. Anda tahu tentang 7 deadly sins kan? Nah cikal bakal dosa itu yg saya padamkan dgn hukuman fisik. Waktu itu saya juga sudah merasa mengerti Kitab Suci, sudah merasa terbuka pikirannya, namun saya orang bebal dgn kedagingan yg sangat kuat, ya terpaksa saya menggunakan cara-cara yg saya ketahui waktu itu (untungnya blm sampai cungkil mata, potong kaki dan tangan)
Kalau anda tahu besarnya dosa-dosa kedagingan saya saat itu, anda akan geleng2 kepala ;D

Oya, sharing saya sebelumnya sebenarnya bermakna “Don’t try this at home” koq ;D ;D ;D

Salam GBU