Mengenai hubungan orang tua dan anak

Jadi kita rubah peribahasa hahahah
Dibalik kesuksesan anak, ada orang tua yg selalu mendukung.
Heheheheh peace…
Untung ortu ku ga gt jgn sampe ya Tuhan amin

wah banyak jawaban teman-teman yang bisa saya pelajari

Benar, keluarga ini selalu mengungkit mengenai balas budi dan memberikan nasehat firman Tuhan yang berkaitan dengan itu. Dari peristiwa terkecil maupun yang besar yang pernah dilakukan oleh keluarganya ke A, akan diungkit. Misalnya pernah bawa ke dokter selagi A sakit waktu kecil dan membuat seperti kesannya A ini tidak pernah baik sama keluarga, padahal saya beberapa kali lihat dia termasuk yang sayang keluarga.

Saya rasa bukan ini kan cara yang diinginkan Tuhan untuk kita balas budi kepada orang tua?

Salah, jika keluarga A melakukannya karena ‘miskin’ karena setahu saya malah Si A sengaja keluar dari ‘kekayaan’ orang tuanya berusaha sendiri dari 50 (pendidikan dan kesehatan jasmanai rohani bekal dari orang tuanya)

Dari yang pernah dia keluhkan ke saya, beberapa kali keluarganya meminta dia balik dan kerja dengan ‘teman’ atau ‘sodara’ keluarga saja. A jadi dilema karena dia ingin usaha sendiri tetapi mereka ingin A masuk dengan koneksi untuk bisa langsung posisi bagus dan gaji enak (yang gajinya diketahui oleh 1 keluarga besar)

melihatnya harus 2 sisi , krn kalau dr sisi A…
tentu akan mencderitakan ttg kebaikan kebaikkannya.

kalau mau netral memang hrs dengan dr sisis ortunya juga

Berarti ortu ny c A berbuat demikian dengan maksud baik buat c A, ortu ny ga mau c A ga bahaagia masa depan ny… Tp mau ny c A usaha sendiri utk bahagia… Agak susah kl mau cari jln keluarny kalo ga dbicarain langsung secara kepala dingin bersama2 c A ma ortu ny. Kalo ga berani atau tkt ga d dgr ajak seseorang dr sanak saudara utk bantu bicara.

Sebenernya ortu c A sayang bgt ma c A cm caranya aj salah gt aj jd istilah memanfaatkan tu ga ada.

Apakah ada banyak orang tua yg begini yah? :smiley:
atau sebaliknya seorang anak yang patuh pada orang tuanya :slight_smile:

setuju dengan statement yang di bold. emang terkadang jadi dilema buat kita sebagai anak…yang jelas sekali lagi bener harus duduk semeja dengan kepala dingin dibicarakan baik2.

maaf saya baru sempat membalas
karena pekerjaan kantor menggunung

sayangnya saya tidak berani bertanya dari sisi orang tuanya
tapi saya mendapat kesimpulan dari teman-teman di sini
baiknya kita tidak menuntut balasan untuk apa yang telah kita berikan
karena Tuhan pasti membalas tepat pada waktunya

saya pernah mendapat kutipan yang akan saya pegang teguh untuk nantinya jika saya berkeluarga

“kita sebagai orang tua, hanya bisa membimbing anak, karena dia adalah dia dan hanya bisa menjadi dia untuk menjadi seseorang yang ditakdirkan menjadi dia”

kutipannya sih bahasa inggris tapi saya lupa bahasa inggris tepatnya bagaimana hehehe nanti diupdate kalau saya sudah ketemu

well, gw rasa keluarga teman broken baik kok…
mereka ingin anaknya dapet yg terbaik…
cm sering kali sang anak menanggapinya kurang baik…

saran gw…
nda ada salahnya nurut aja…berkat dari Tuhan turun kl kita nurut ama ortu…dan jgn mengharapkan ortu kita yg berubah duluan…

Amsal 10:1 Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

gw jadi inget dengan film “cloudy with the change of meatball”… film ini menceritakan pertentangan antara org tua dan anak

setuja