mengenang kisah pertobatan Santo Paulus

25/1/’12 Hari ini, dalam kalender liturgi Gereja Katolik adalah Hari Pesta Pertobatan Santo Paulus Rasul.

Mari mengenang kisah Santo Paulus. Setelah peristiwa Pentakosta selama 30 tahun, Paulus yg masih bernama Saulus, menganiaya para pengikut Kristus di Yerusalem. Ketika Saulus pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen, dia sudah mendapat ijin dari Imam Besar. Saulus dengan ijin itu merasa berhak & berkuasa untuk menagkap orang-orang Kristen di bawa ke Yerusalem untuk dianiaya. Apa yg terjadi di tengah perjalanan. Dia dihadang Yesus yg telah bangkit dengan pancaran cahaya ajaib dari langit, yg membutakan matanya. Paulus rebah ke tanah, lalu berserulah Yesus di dalam cahaya itu: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Saulus menjawab: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-NYA: “Akulah Yesus yg kauaniaya itu (Kis 9:1-19a).

Kepada Yesus, Paulus bertanya:”Tuhan, apa yang Kaukehendaki aku perbuat” Kata-kata ini yg keluar dari hati Saulus yg dahulu keras seperti batu, namun telah lembut oleh rahmat Allah. Inilah kata-kata awal yg menghantar Paulus ke pintu tugas sebagai Rasul kaum kafir.

Pada pesta pertobatan Saulus ini, patutlah kita mendoakan semua orang-orang yg belum mengenal Yesus & Injil-NYA, agr mereka memperoleh Keselamatan dalam Kristus Yesus serta kemuliaan yg kekal (2Tim 1:10). Pesta pertobatan Saulus yg sekarang bernama Santo Paulus, mengajak kita merefleksikan saat-saat Allah mau berjumpa dengan kita dengan rahmat-rahmat-NYA. Ada saat Allah menjumpai kita dengan membawa rahmat pertobatan. Ada saat Allah menjumpai kita dengan rahmat pembebasan. Ada saat Allah menjumpai kita dengan rahmat Sukacita. Allah mau menjumpai kita karena CINTA & BELAS KASIH-NYA begitu besar, luas & dalam.

Bersediakah Anda mendoakan teman-teman, saudara-saudara kita, & semua orang yg belum kenal Yesus?

tentu saja bersedia bro, beban saya sekarang adalah mengenalkan YESUS kpd keluarga yg moslem
tolong doakan juga ya

amin bro…

semoga mereka bisa melihat yesus dalam diri anda, saya, dan kita semua…
semoga rahmat Tuhan memampukan kita untuk itu…

karena tanpa rahmat Tuhan kita tidak bisa berbuat apa2…

Deo Gratias…