menghadapi orang yang suka mencuri tanpa mengakui perbuatanya

saya kenal orang itu,tapi orang itu bebal keras kepala,setiap diberitahukan yang benar orang itu mendengar tapi tidak mau menerima bahwa perbuatan dia itu salah.orang itu mengambil barang yang bukan hak miliknya.kadang orang itu ditegur ama saya tapi dia malah tidak mau mengakui perbuatannya,lalu akhir2nya menangis,maksud saya itu baik supaya dia jgn mencuri,berbohong dan jangan buat orang tersinggung dengan perkataannya.

saya berani tegur orang itu karena saya ingin dia baik,agar dia tidak mengulangi perbuatannya.
klo saya diemin juga apa saya juga berdosa,padahal saya tahu dia melakukan kesalahan?
kadang dipikiran saya antara mau negur atau biarkan aja…sulit mengambil keputusan.
saya juga suka berpikir klo tegur orang itu perlu bukti ,saya mau tau kebenarannya dahulu,baru menegur dia.
saya berpikir kadang takut klo negur dia ternyata malah jadi nuduh/fitnah…ini yg sering kali saya ga berani tegur.oleh karena itu saya mencari bukti,bahwa teguran saya ini tidak menjadikan fitnah/nuduh.

saya juga tadi berdoa pada Tuhan,Tuhan YESUS saya berdoa saya tadi menegur dia dengan maksud baik,tapi dia malah menangis.Tuhan klo memang saya yg salah apabila memang saya nuduh dia,tolong tegur saya Tuhan dan saya akan perbaiki kesalahan saya.tapi klo memang dia yg salah saya bermaksud menegur dia dengan maksud baik,biarlah Tuhan YESUS yg menegurnya,menyadarinya agar dia bertobat,kiranya Tuhanlah yg menegurnya dan menginsafkannya.

saya buat pernyataan seperti diatas:(menurut pendapat fk gimana?)apa ada cara lain yang lebih baik dalam menegur kesalahan orang?

hai…kawanku…, apa kabar nih… :wink:
Harap kamu baik2 saja ya…
Menegur itu berbeda dengan menuduh.
Kalau kamu menegur tanpa bukti…, itu bisa jadi tuduhan tanpa dasar >>fitnah.
Ada baiknya kamu menegur orang itu…, tentunya harus dengan bukti.
Bahwa kamu itu sayang ma dia, yang salah adalah perbuatannya, bukan orangnya.
Kasih tau apa “kesalahannya”, dan akibat perbuatannya.
Yang terpenting adalah empat mata (inget : bukan acara-na TUKUL :cheesy:).
Dengan demikian dia mau menerima kesalahannya, menyadarinya.
(sehingga besok2 gak ada lagi barang 2 mu dirumah yang hilang :cheesy:)

Dah …, gitu aja ya kawan…
maju terus di dalam Yesus Tuhan kita.

Kalau ada bukti yah ditegur aja …baik baik …ke depan jangan diulang lagi.
Kalau ngga ada bukti yah ’ repot krn bisa jadi … “kita” ne yang lupa taruh :mad0261:

akibat mencuri bisa apa aja?
akibat berbohong bisa apa aja?
akibat singgung perasaan orang bisa apa aja?

lalu klo menegurnya dengan bawa Alkitab,menceritakan ayat2 didalam Alkitab?apakah ini boleh?tapi dia itu islam.dulu suka ibadah solat 5 waktu,tapi sesudah itu dia tidak pernah ibadah lagi.apa karena dosa yg dia perbuat?apa karena dia menerima cerita tentang Tuhan Yesus?

he…he… rasane kalau mau menasihati pembantu … nasihatin aja
ngga usah nenteng Alkitab yah… malah jadi aneh nantinya :ashamed0004:

ok,terkadang tidak hafal dengan bunyi ayat2 di Alkitab,takut salah bunyi dan penafsirannya nti yg disampaikannya jadi gak sesuai konteks tujuan isi ayat Alkitabnya.
klo menegur pake ayat Alkitab tanpa bawa Alkitab apa bole?apa ga usa begitu juga/gimana?

Lebih baik kecurian (dicuri) daripada mencuri. Kalau dia ketahuan mencuri dan ngak mengaku coba aja kamu kasih lagi uang ke dia dan bilang "kira2 100rb masih cukup ngak buat kamu?"

Mudah2an dia tersentuh oleh karena kejahatan dia kamu bales dengan kebaikan, kalau dia memiliki nurani pastinya dia akan malu untuk mengulangi lagi perbuatan itu.

ke tim mata-mata aja…toro kamera kl bener tunjukin vidionya…pasti malu 7 keliling…@#$#@!%$#@#%$%

yang pasti harus ada buktinya dulu, kalau gak ada bukti dan ternyata dia tidak salah ya nanti itu jadinya fitnah.

kalau pendapatku, gak usahlah bawa-bawa alkitab atau keluarkan ayat FT. nasihati dan ingatkan dia bahwa dalam semua agama, berbohong, mencuri itu tidak boleh, dosa. kalau memang kamu sudah nasihati, tegur, bahkan kamu marahi, dan dia cuek saja, ya sudah, gak usahlah kau dekati dia lagi, biarkan Tuhan yang akan berurusan dengan dia.

GBU