Menghakimi orang yang tidak bermoral

Orang yang sudah dicap sebagai orang yang rusak moral apalagi asusila seringkali sudah dianggap fatal dan gak punya harapan untuk berubah. Bahkan ada masyarakat yang menghakimi dengan melempari batu atau mengusir dari lingkungan. Meskipun mereka sudah menyatakan bertobat tapi orang seringkali sudah gak percaya lagi karena sudah dianggap cacat moral dan susila. Lebih parah lagi kalo keluarga sendiri saja juga menolak dengan alasan mempertahankan nama baik dan kehormatan. Mereka sepertinya sudah mendapatkan vonis dari masyarakat seumur hidup dan hidup tanpa dipercaya orang lain, akhirnya mati mengenaskan. Mereka juga dilanda rasa bersalah dan berdosa terus-menerus tapi sudah gak ada orang yang percaya mereka bisa bertobat sungguh2. Terlebih lagi bagi penderita AIDS dan penyakit kelamin, orang menganggap sebagai penyakit kutukan dan dijauhi masyarakat. Kecuali memang ada sarana pemulihan bagi orang2 yang sudah dianggap rusak moral dan susila. Tapi masalahnya Indonesia termasuk negara yang memegang nilai2 moral, adat, budaya, agama, dan susila yang ketat masih belum bisa menerima seutuhnya orang yang dianggap rusak moral dan susila.

sis milna, apa sebenarnya yg menjadi pergumulan sis? dapatkah kita2 disini memberikan penghiburan?

orang2 yg memegang teguh moral, adat dan agama, biasanya justru org2 yang lebih sulit menerima org2 yg sis kupas di atas. yang berpaham humanisme malahan lebih bisa menerimanya. itulah realitanya sis.

ambillah pelajaran dari orang2 farisi yg justru menjauhi orang2 yg mereka anggap berdosa.
satu2nya oknum yang dapat menerima mereka dengan hati suka cita, dan kasih sejati hanyalah Yesus Kristus. perkenalkanlah Yesus pada mereka secara pribadi. secara pribadi sis, yaitu sampai mereka mengenal sungguh2 siapa Yesus itu.

salam.
GBU

Suami adik mamaku yang lain orangnya ternyata brengsek, punya gundik sehingga istrinya terpaksa cerai, lalu seluruh keluarga mengucilkan dia karena sudah dianggap rusak moral sehingga akhirnya mati mengenaskan. Meskipun dia dan gundiknya berusaha minta maaf tapi gak digubris, dianggap orang buangan dan dihakimi begitu saja.

Tapi keluarga pihak papaku orangnya baik, meskipun adik bungsu papaku orangnya bejat, suka main wanita, brengsek suka main di bar, bahkan sampai menghamili cewek sehingga terpaksa kawin, tapi karena suka judi dan nipu akhirnya gak bisa menafkahi istri dan akhirnya cerai, lalu 2 anaknya diasuh adik papaku yang tidak menikah, tapi bagaimanapun juga keluarga masih mau menerima dan tidak mengucilkan, meskipun semua orang bilang dia rusak moral dan perilaku.

Saya punya keponakan anak kakak misanku di Singapore, IQ-nya tinggi sekali dan selalu dapat rangking di Sekolah Raffles yang termasuk favorit di Singapura. Tapi bicaranya suka kurang ajar, terlihat hiperaktif, sampai SMP masih belum mengerti tata sosial dan orientasinya terhadap dunia luar rendah. Misalnya: ketika pesta kawin adikku angpao hanya diberikan untuk pengantin, tapi dia juga ingin minta, ketika acara foto keluarga, dia selalu minta foto meskipun bukan termasuk keluarga orang tuanya. Lalu ketika ujian Bahasa Inggris nilainya pernah jatuh karena komprehensifnya kurang. Ketika saudara2 dan Oom Tanteku memblokir akun Facebooknya dia bilang mereka semua jahat padahal karena ulahnya sendiri yang tidak menyenangkan orang lain, anehnya dia memblokir salah satu akun Facebook saudara misannya karena gak suka lihat wajahnya yang jelek karena dagunya terlalu runcing, dan mengeluarkan ide agar saudara misannya itu foto di kutub dengan baju tipis you can see dengan tangan terbuka agar kelihatan cantik sehingga banyak cowok yang naksir. Setelah diperiksa psikolog, ternyata dia kena Asperger’s syndrome dan lagi diterapi, lalu untuk ujian bahasa Inggris modulnya dibuat gampang.

Ternyata ulah mamanya juga aneh, saya dengar cerita sering bertengkar dengan papanya dan dia mau dimasukkan panti asuhan dan sekolah di Inggris, mamanya pernah diasuh oleh Oom atau tantenya yang jahat dan gila sehingga pernah mau bunuh diri.

Keponakanku juga mengomentari status saudara sepupuku dengan menggunakan akun Facebook milik papaku. Ternyata akun Facebook papaku, mamaku, Oom dan Tanteku serta kakeknya yang sudah almarhum dia yang buat, terus dikomentari sendiri. Memang ternyata tukang ngarang cerita. Di sekolahnya di Singapura guru2 dan teman2nya sudah mengerti kondisinya, tapi banyak saudara dan kerabatnya yang mengucilkan dia bahkan memblokir akun Facebooknya karena gak tahan dengan ulahnya yang menjengkelkan. Tapi dia malah marah kalau dikucilkan karena anggapannya kok saudara2nya jahat semua gak mau bergaul dengannya, padahal dia sendiri yang mulai buat ulah dulu. Memang sebetulnya kasihan, tapi kalo memanjakannya bukannya menolong tapi justru malah menjerumuskan lebih dalam lagi. Memang alangkah baiknya bila setiap orang bisa menerima kekurangan orang lain dengan apa adanya, tapi yang namanya manusia juga punya perasaan dan emosi, kalo tersinggung tentu akan marah dan jengkel juga walau masih saudara sendiri.

Masalahnya keluarga dari pihak papanya menuntut orang yang sempurna dalam segala hal, jadi kurang bisa menerima kekurangan orang meskipun saudaranya sendiri, jadi kalau didapati ada kekurangan apalagi cacat moral, hukum, lebih2 tuna susila maka dianggap orang gak berguna dan gak punya harapan untuk berubah, malah semakin tua semakin menjadi, meskipun cakep, pandai, kaya. Jadinya dikucilkan begitu saja. Sedangkan keluarga dari pihak mamanya memang banyak yang tingkahnya aneh2 bahkan jahat dan gila, jadi tidak bisa mendidik yang baik dalam segi sosial. Ya, dia dibesarkan di Singapura dan sudah mengikuti pola hidup orang Singapura, sekolahnya saja sudah Sekolah Raffles punya orang Singapura bukan sekolah Indonesia, jadinya gak ngerti tata krama orang Indonesia, meskipun Oom Tantenya dipanggil kamu, bukan Oom atau Tante. Di Singapura kondisi seperti itu sudah bisa ditolerir, tapi di Indonesia harap maklum. Jadi saudara2nya sering bilang dia gak tahu sopan santun dan tata krama serta suka berkata kotor dan jorok.

Tapi sudah sering saya peringatkan lewat Facebook atau kalau ketemu langsung denganku, atau melalui neneknya agar tidak berkata2 kasar dan kotor lagi, dan dia menurut. Soal masalah asperger, di Singapura tentu ada psikolog yang benar2 profesional dan sedang diterapi dan pelan2 dia harus belajar tata sosial yang berlaku di masyarakat. Memang semua itu butuh waktu dan ketelatenan juga, terutama kehidupan rohaninya juga perlu dibenahi, mumpung dia baru berusia 13 tahun.

Memang keluarga pihak papanya terlalu mempertahankan kehormatan, jadi menganggap keponakanku itu amoral dan kurang ajar, padahal memang ada kelainan asperger. Mereka masih belum mengerti atau cuek saja, kecuali orang tuaku masih mau menerima dan membantu sebisanya.

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7)

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
(Matius 7:1-2)

“Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Yohanes 7:24)

GBU

dari uraian anda sis tentang keponakan sih menurut saya… keponakan anda hanya kurang perhatian … kurang kasih sayang… dia melakukan itu hanya agar dapat perhatian… pertanyaannya … benarkah dia selama ini kurang kasih sayang…???

Benar, orang tuanya sering bertengkar dan ingin memindahkan dia sekolah di Inggris dan masuk panti asuhan, lagipula dia juga anak tunggal gak punya saudara, terus pengaruh lingkungan sekolahnya juga beda dengan di Indonesia, memang teman2nya juga nakal2 dan suka bicara kasar dan kotor, tapi mungkin mereka masih dalam batas wajar sebagai anak remaja, sedangkan dia sudah didiagnosa kena asperger. Orang tuanya Katolik non kharismatik, sebetulnya mereka ingin dapat pelayanan dari gereja kharismatik, tapi susah sekali bertemu Romo Johannes cuma ketemu asistennya saja. Lalu waktu ke gereja Bethany di Singapura bilang orang2nya sana money-minded, tapi itupun gak tahu lagi. Gereja Bethany di tempatku gak gitu kok.

seringkali mendengar keluarga2 yang katanya kristen/katolik namun menyianyiakan titipan TUHAN… bukankah itu sama dengan menolak TUHAN…??? andaikan mereka semua mengerti… bahwa TUHAN akan bertindak…

Kalau saya sudah dihakimi oleh orang2 GRII (Gereja Reformed Injili Indonesia) karena dianggap suka mengganggu suami2 orang dan rumah tangga orang lain, mau tidur sembarangan dengan cowok demi uang, dan buat onar karena gak ada orang yang mau bantu carikanku suami. Berteman di Facebook saja mereka tidak mau. Gereja GRII juga menentang aliaran kharismatik dan polahnya ya agak mirip Farisi, gak mau menerima orang berdosa, bahkan seorang pendeta ketua di sana bilang bahwa dosa2ku gak akan diampuni tapi malah semakin tua semakin menjadi. Bahkan kalau saya datang ke sana langsung diusir satpam dan minta maaf pun gak digubris. Sedangkan di Bethany lebih diterima, mereka membentuk pertemuan khusus jomblo dan pasangan muda dan saya masih punya teman cowok yang bersedia menemani saya. Sebetulnya gereja Mawar Sharon lebih telaten lagi tapi sayangnya jauh dari rumah.

hahhaha… tiap denominasi ada aturannya sendiri2 sis… memang GRII sangat keras dalam aturan… dan bisa dikatakan sangat eksklusif… saya juga berasal dari sana… namun justru itulah yang saya tentang… sebab saya perhatikan kecenderungan menjadi kesombongan… namun sudahlah dalam beribadah yang penting adalah dimana anda bisa nyaman dan diterima beribadah… beribadahlah disana… sebab TUHAN menerima siapapun yang mau datang padaNYA… tanpa embel2 denominasi bahkan agama… dan yang sangat mengerti hubungan ini hanya anda dan TUHAN… itu saja sudah cukup…

Waktu kecil saya juga ikut orang tua beribadah di gereja Bala Keselamatan non-kharismatik. Tapi saya sering merasa gak kerasan ikut ibadah di situ, lalu ketika ketemu gereja kharismatik barulah merasa hidup dan gak bosan.

Shallom,

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Segala sesuatu bisa Tuhan ubahkan jika Dia berkenan.
Hanya Tuhan minta iman dan kesungguhan hati ketika datang kepada-Nya.
Mintalah belas kasihan dan kemurahan Tuhan untuk keponakan anda itu, supaya Tuhan ubahkan segala sesuatunya menjadi baik dan memuliakan Tuhan.
Keselamatan jiwa seorang anak sangat berharga di mata Tuhan.

Tetap tekun berdoa, mengucap syukur dan percayalah kepada-Nya.

GBU

tadi saya sedang pikir2 bagaimana mengatasi ini :
bagaimana memperbaiki manusia jadi baik & benar

lalu coba lihat thread ini … eh ternyata ada mirip2
ingin tahu dengar2 lebih banyak info dari Milnalev

sis milna, jangan pernah merasa sendiri di dunia ini. setiap kita selalu ditemani oleh sahabat sejati yang tidak pernah memandang siapa kita, masa lalu kita, dan derajat kita. yaitu Yesus kristus.

gereja yang tidak mau menerima kita, tinggalkan saja… karena gereja yang demikian tidak layak buat kita… bukan kita yang tidak layak buat mereka… ingat ini sis.

mengapa saya katakan demikian? karena Yesus… datang ke dunia untuk orang2 berdosa! bukan untuk mereka yang merasa hidup suci! sesungguhnya, doa orang pemungut cukai lebih diterima dari doa seorang farisi di bait Allah.

sudah benar tindakkan sis dengan mencari gereja lain yang menerima sis, ini sudah tepat. dan setelah sis diterima di sana, berbuatlah apa yang menurut sis menjadi tuntutan Tuhan kita Yesus Kristus. berbuatlah sesuatu yang positif di sana, jangan yang negatif.

tentang pergumulan sis terhadap sanak famili dan keluarga, doakan saja itu pada Tuhan. percayalah, Tuhan mendengar semua itu dan Tuhan tahu tiap tekanan yang sis terima. Dia tidak pernah membiarkan sis menghadapi sendiri semua itu. hanya satu yang Tuhan inginkan dari sis, yaitu PERCAYALAH.

jangan terlalu sis pikirkan pergumulan anggota keluarga dan sanak famili itu sampai membuat batin sis tertekan. jangan juga terlalu berharap Tuhan berbuat untuk mereka seperti yang sis inginkan. salah2 nanti sis bisa kecewa dan menyalahkan Tuhan.

rencana Tuhan adalah damai sejahtera bagi semua anakNya… namun sudah tentu waktu Tuhan tidak bisa kita prediksi kapan. biarlah semua itu berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.

tetaplah berdoa buat mereka sis milna,…
Tuhan Yesus memberkati.

GBU.