menghakimi

Ya memang, Firman Tuhan harus tegas dinyatakan, tanpa toleransi apapun
Namun hakim akhirnya jangan kita yang pegang

Ibarat kata jangan kita lihat orang gay lalu kita bilang dia sudah pasti masuk neraka

Nyatakan kebenaran, dan tegor dalam kasih persaudaraan

Betul, kecuali kalau kita mulai merasa jadi Tuhan

;D ;D

Sbgmn yg Henhen sampaikan, ada banyak hal yg tidak segampang itu mhadapinya.

Saya mmahami homoseksualitas berasal dari intervensi kuasa gelap (skalipun jika org itu mngaku dari lahirnya udh dmikian).
Krn itu, ptolongan ptama adl usir setannya dalam nama Yesus Kristus.
Stelah setan diusir apakah org itu langsung sembuh normal?
Belum tentu.
Belum tentu org yg gay bs langsung nafsu sama wanita dan ilfil pd pria sketika itu juga.

Kdg pnyembuhan total butuh waktu lama dan btahap, mgkn juga malah tidak sembuh normal.
Smua misteri Tuhan.

Sama spt orang fisik,
Dosa diampuni, roh jahat diusir tp sakit fisiknya blm tentu dsembuhkan.
Slama dia tdak bbuat dosa dalam saktinya, maka dia tidak perlu terintimidasi.


Kl mnrt saya Bro,
Mhakimi itu baru adil dan benar dari sudut pandang Tuhan yg mhakimi.
Tugas kita mnyampaikannya.
Maka itu sblm kita mhakimi/mnilai, bdoalah dulu.
Kl kita tidak paham duduk pkaranya, mding jangan mhakimi.

Ini sudah termasuk yang saya renungkan.

Disitu jelas tertulis mengurus bro, bukan menentukan, bukan memutuskan
Mengurus ya seperti yang anda lakukan dan anda bilang itu menghakimi, namun bagi saya itu bukan menghakimi, namun menegur

Menghakimi itu pengertiannya adalah memutuskan, hakim kan fungsinya itu, dia mendengarkan kesaksian dari berbagai pihak, lalu memutuskan hasil akhirnya, nah hasil akhirnya ini yang seharusnya bukan dari mulut kita keluarnya

Sepertinya sih kita cuman beda pengertian antara menghakimi dan mengegur saja

Ya bukan begitu juga bro, itu sih cuci tangan namanya hahaha
Jawab apa adanya tetap, masuk sorga/neraka itu jelas ada ketentuannya di Firman

Kita yang mengerti, bisa ngomong gitu
Untuk orang diluar sana, tahunya cuman menghakimi aja titik

Dalam beberapa kasus yang saya temui, akan lebih baik jika seseorang diterima terlebih dahulu tanpa dihakimi apapun

Saya berani bilang begini Siip, kalau prinsip saya saklek seperti itu, maka saya akan kehilangan banyak kesempatan untuk membawa jiwa2 datang kepada Yesus

Ya gampang aja kalau dia bisa langsung mengerti itu

Setelah dia bertobat barulah pelan2 dikasih seperti itu, kalau awalnya digituin mana bisa mengerti, yang ada dia bilang lha Tuhan menciptakan gw sempurna, gw bisa onani, ya gw seharusnya bisa berhubungan seks juga

Ada yang memilih single, ada yang bisa punya anak juga, ada yang pulih, ada juga yang ga pulih seumur hidupnya, harus lihat kasus per kasus dan butuh hikmat Tuhan

Saya pikir juga begitu Siip, namun kuasa gelap itu bisa diwariskan dari nenek moyangnya juga, kutuk keturunan ketiga dan keempat, bisa jadi emang bukan benar2 salah dia, lah yang repot itu kalau sudah diusir namun masih tetap seperti itu, mau diapain? hahaha

Yang saya masih bingung apa emang benar2 ada orang yang dilahirkan demikian, masalah gen, dsb, lah itu, saya tak percaya, namun kok kayaknya nyatanya banyak yang ngaku begitu hahaha, dan menghadapi orang yang demikian, percayalah, sangat sulit

Lah ini kira2 yang mau saya sampaikan, mungkin saya kurang jelas saja menuliskannya hahaha

jangan standarkan pengalaman hidupmu untuk menghakimi orang lain, karena proses hidupmu dan proses orang lain itu sangat berbeda, ga bisa disamakan

Bro, dalam Katolik seorang gay tidak dihubungkan dengan roh dan kuasa kegelapan segala. Mungkin dalam urusan ini kita berbeda.

Mengenai menghakimi, memang tidak boleh menghakimi seseorang, tetapi tetap saja aturan harus tegas. Jika kita tahu bahwa homoseksualitas dilarang, maka kepada pelaku kita harus katakan bahwa homoseksualitas itu dilarang. Setidaknya, janganlah menganggap bahwa homoseksualitas itu sebagai ‘kewajaran’.

Lah ini kira2 yang mau saya sampaikan, mungkin saya kurang jelas saja menuliskannya hahaha

jangan standarkan pengalaman hidupmu untuk menghakimi orang lain, karena proses hidupmu dan proses orang lain itu sangat berbeda, ga bisa disamakan

Itulah yg ingin saya sampaikan dari awal,
Mhakimi adalah baik jika dlakukan dg benar.
Phakiman yg benar itu datang dari Tuhan.
Kita bperan mnyampaikannya.
Utk bisa mhakimi dg benar, kita bersekutu dan bgaul scr pribadi dg Tuhan.

Makanya mnrt saya mhakimi itu benar jika dterapkan dlm situasi ttentu.

Yang saya masih bingung apa emang benar2 ada orang yang dilahirkan demikian, masalah gen, dsb, lah itu, saya tak percaya, namun kok kayaknya nyatanya banyak yang ngaku begitu hahaha, dan menghadapi orang yang demikian, percayalah, sangat sulit

Tidak ada Bro.
Selama sso lahir dg penis atau vagina, maka peran seksual mreka sudah jelas.

Yg jadi masalah utama adalah jika sso lahir:

  1. Hermaphrodite
    Ini real problem. Kondisi ini mbuat orang tua/dia sndiri harus mmilih salah satu peran seks yg diinginkan
  2. Ekses hormon
    Ini bisa juga jd masalah ktika seorang pria kelebihan estrogen/progesteron atau wanita kelebihan testosteron.
    Namun slama jenis kelamin sudah jelas maka ekses hormon ini masalah medis yg tidak mngubah orientasi seks sso.

Kbanyakan problem tjadi scr psikologis (bukan dari lahir, bukan juga genetik) mlalui pembelajaran.

Ya, ini dasar ayatnya biar yang baca bisa lebih memahami

Yohanes 12
47. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

  1. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Nyatakan kebenaran Firman Tuhan, itu patokannya

Lantas, kalau ada orang yang mengaku seperti itu sejak lahirnya, bukan masalah psikologis, trauma, pembelajaran, atau apapun itu, bahkan setelah bertobat ikut pemulihan, dll sampe punya anak tetap orientasi seksualnya sebenarnya tidak berubah, kira2 apa masalahnya?

Kalau dia bilangnya, Tuhan menciptakan dia apa adanya… namun saya agak bingung2 juga mencernanya

Itu pengakuan dia aja Bro,
Yg ptama dicari adalah kuasa gelap.
Kl sudah dlepaskan dari kuasa gelap dan masih ada orientasi sejenis, maka itu krn aspek psikologis.
Cuma dia mgkn lupa kjadian pemicunya.

Enak diucapkan bro, kalau sya ngomong kek gitu ke orang yang udah sampe nikah punya anak rasanya dia pun sudah tahu kebenaran itu, karena dia sudah tempuh segala cara itu supaya dirinya bisa pulih, tanda bahwa dia nekat nikah walaupun punya orientasi sejenis adalah bukti kalau dia benar2 ingin dipulihkan dan benar2 ingin melakukan Firman Tuhan, namun nyatanya dia tetap merasa seperti itu

Kalau hanya satu dua orang saja yang merasa seperti itu mungkin saya masih berpikir untuk bisa saklek seperti itu

Dalam satu perkumpulan orang seperti itu jumlahnya ada ratusan, dan semuanya ngakunya udah begitu sejak lahir, dibilang mereka memang ditentukan untuk tidak menikah ya tidak semua bisa menerima hahaha, mereka maunya pulih, pada akhirnya beberapa diantara mereka memutuskan untuk menerima diri mereka apa adanya dan berprinsip Tuhan menciptakan mereka apa adanya, selama mereka tak melanggar Firman Tuhan, toh mereka tetap akan selamat, jadi dianggap seperti cacat dari lahir gitu

Makanya itu dikatakan mreka itu mngalami psikologis.

Problem psikologis itu banyak lho.
Ada OCD, ada NPD, dll.
Apakah smua bisa sembuh dg mudah?
Tidak.
Apakah sampai matinya orang bisa tetap kena?
Bisa.

Tp mreka tidak berdosa krn mngidap itu.
Saya mrasa bhw Tuhan mnuntut mreka sama dg porsi kasih karunia yg Ia brikan pd mreka.
Kl Tuhan sembuhkan sampai normal, maka Tuhan tuntut sampai itu.
Jika tidak, makan Tuhan tuntut sesuai itu.

Memang jawaban ini tidak ssuai idealisme, tetapi that’s as good as it gets mnrt saya sambil terus mencoba dan berdoa menanti Tuhan sembuhkan smpurna.

Dalam satu perkumpulan orang seperti itu jumlahnya ada ratusan, dan semuanya ngakunya udah begitu sejak lahir, dibilang mereka memang ditentukan untuk tidak menikah ya tidak semua bisa menerima hahaha, mereka maunya pulih, pada akhirnya beberapa diantara mereka memutuskan untuk menerima diri mereka apa adanya dan berprinsip Tuhan menciptakan mereka apa adanya, selama mereka tak melanggar Firman Tuhan, toh mereka tetap akan selamat, jadi dianggap seperti cacat dari lahir gitu

Ya.
Makanya saya tringat ayat tsb, ada orang-orang yg tidak dapat kawin karena kondisi psikologis dmikian.
Kl mreka tidak kawin dan tidak bbuat dosa, Tuhan bkenan pd mreka.

Sama saja Bro apabila ada saudara lahir buta.
Ia mungkin saja bdoa trus minta ksembuhan dan mpertanyakan nasibnya…

1 Korintus 5:9, “Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.” Ayat ini menuliskan dimana Paulus mejatuhi hukuman atas mereka yang cabul dengan mengucilkan mereka, sehingga mereka sadar.

Hukuman dijatuhkan bila seseorang telah dihakimi. Paulus menghakimi orang-orang cabul dalam jemaat karena itu menjatuhi hukuman sosial. Tentang hal ini, 1 Korintus 5:12-13 menulis, “Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.”

Ada orang didalam dan ada orang diluar. Bagi orang yang didalam jemaat, maka pemimpin rohani wajib menghakimi mereka selama masih didunia agar barbalik dari salahnya, sedangkan bagi mereka yang diluar jemaat, orang dunia, itu adalah urusan Allah, dan akan dihakimi oleh Allah.

Soal homoseksual, dari kacamata dunia, hal itu adalah natural dan hak asasi manusia untuk mencintai sesama jenis. Tetapi Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa homoseksual tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

1 Korintus 6:9-10 (TB)
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

NIV
Or do you not know that wrongdoers will not inherit the kingdom of God? Do not be deceived: Neither the sexually immoral nor idolaters nor adulterers nor men who have sex with men nor thieves nor the greedy nor drunkards nor slanderers nor swindlers will inherit the kingdom of God.

Dalam terjemahan lain misal NLT jelas disebut dengan kata homoseksual.

Roma 1:27-28
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Dalam Taurat, Imamat 18:22 disebutkan, “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.” Imamat 20:13, hukumannya adalah kematian.

Jadi jelas disebutkan dalam Alkitab bahwa homoseksual adalah dosa dan upahnya adalah maut.

Karena itu jika ada jemaat (bukan diluar jemaat) yang melakukan atau ada indikasi kearah hubungan homoseksual, wajib bagi kita memperingatinya. Jika tidak juga bertobat maka penatua atau pemimpin rohani wajib menghukum mereka agar mereka sadar dan bertobat.

Tentang menghukum, harus diputuskan dengan bijaksana dengan fokus kepada pertobatan mereka. Tentang ini saya harap tidak dibesar-besarkan, sebab tidak dapat dicerna hanya dengan kata-kata ini saja.

Tentang beda antara menegur/mengingatkan dengan menghakimi adalah pada hukumannya. Orang menegur tidak disertai hukuman, tetapi kalau menegur sambil menghukum (secara sosial sekalipun) adalah bentuk penghakiman. Karena itu jika anda dikatakan menghakimi orang maka kita perlu melihat apakah kita menghukum mereka (diluar jemaat)?

Yudas 1:22-23, “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.” Ayat ini mengajarkan untuk mengasihi pendosa diluar jemaat, menerima dirinya tetapi tidak menerima dosa-dosanya. Membenci perbuatan dosanya saja, bukan orangnya.

Jadi jangan mudah menjatuhkan hukuman atas setiap dosa, sebab bagian kita hanya didalam jemaat saja.

1 Korintus 5:9 diatas, dilanjutkan penjelasannya dalam ayat 10 berikut ini; “Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.”

Demikian bedanya semoga mencarahkan.