Mengheningkan cipta itu berdoa kepada orang mati (untuk kalangan Protestan)?

terinspirasi dari thread “sebelumnya”

saya ingin mengajukan suatu perenungan bersama

sering ketika kita masih duduk dibangku sekolah, dalam mengheningkan cipta untuk “arwah2” para pahlawan, untuk “mengenang” jasa2 para pahlawan

namun bukankah sebenarnya para pahlawan itu sudah di alam lain? untuk apa lagi didoakan?

dulu saya dalam ketidakmengertian saya, polos saja saya “ikut” berdoa, namun sekarang ada baiknya jika mengheningkan cipta kita berdoa buat keluarga para pahlawan yang masih hidup agar tidak ditelantarkan (veteran) oleh negara

kemudian mendoakan kesejahteraan bangsa dan pemimpin bangsa kita

mungkin ini bisa direnungkan sebagai suatu resolusi baru dalam ikut mengheningkan cipta

tidak mendoakan yang sudah meninggal, melainkan mendoakan keluarga yang ditinggalkan dan kesejahetraan bangsa

GBU

Saya akan fokuskan ke masalah berdoa untuk orang mati. Maaf mungkin OOT. Saya pribadi tidak mengikutkan kehendak saya jika brdoa untuk orang mati (misal untuk kakek nenek saya yang meninggal d luar Tuhan). Saya hanya berdoa semoga yang terbaik terjadi atas roh mereka d alam sana. Apakah yang terbaik itu? Tentunya terserah Tuhan. Alkitab memang tidak melarang berdoa untuk orang mati. Tapi banyak orang Kristen merasa bahwa itu adalah hal yang sia2. Menurut saya, sia2 ato tidak adalah urusan Tuhan.

Membaca topik ini, tiba-tiba saya teringat anak Daud hasil perzinahan dengan Batsyeba.
Ketika ia sakit dan masih hidup, Daud berdoa dan puasa untuknya. Setelah dia mati, Daud berhenti berdoa.

Mungkin bisa jadi pertimbangan.

Salam.

lah…menurut gw wajar aja mendoakan orang yg telah mendahului kita.
Kamu mau setelah meninggal nanti ga ada yang doain?? klo merasa ga punya dosa sih ga apa2, gw sih ogah apalagi gw ga tau kpan gw meninggal and gw ga tau berapa besar dosa gw, jadi dengan doa dari orang yg masih hidup mungkin bisa membantu meringankan beban gw saat sidang di hadapanNya :slight_smile:
Klo Daud mah mungkin dia dah tau kalo anaknya dah mo meninggal jd di doain jadi ga ada beban untuk mendoakan setelah meninggal…

Dlm doa gw sih sering dan selalu untuk mendoakan orang yg telah mendahului baik keluarga yg gw kenal atau tidak untuk diampunkan dosa2nya apalagi bokap, kemudian yang masih hidup baik itu keluarga, orang yg gw kenal atau tidak kenal, musuh atau bukan untuk diampunkan dosa2nya, diberikan kekuatan, dijauhkan dari segala penyakit dan cobaan yg berat pasti selalu gw bawakan dalam doa jika berdoa :slight_smile:
Amin

share saja
kalau pas disuruh mengheningkan cipta…
pikiranku menerawang mencoba mereka-reka seandainya tidak ada mereka yang peduli mau melawan penjajah, apa nanti jadinya kita saat ini, bisa jadi kita ngga dilahirkan di bumi
atau pun bila dilahirkan mungkin masih dalam suasana yang mencekam, perang disana sini
intinya: BERSYUKUR
atas keterlibatan mereka para “pahlawan” meskipun mereka tidak mengenal Allah yang benar mereka rela mengorbankan diri demi nilai-nilai luhur yang mereka pegang
semoga memberkati

Doakan aja Pribadi pribadi yang memimpin bangsa ini spy jadi pahlawan bg bgs ini
serta lahir banyak tunas baru : pahlawan untuk bangsa Indonesia tercinta :’(

@Yehuda: saya malah melihat bahwa doa terhadap orang mati merupakan ketidakadilan bagi orang hidup.
Selain itu, doa orang mati juga bisa menyebabkan kita berpikir,“untuk apa susah-susah hidup baik. Toh nanti juga didoakan supaya dosanya dihapus.”

Salam.

bukan nya klo sudah mati doa apa pun untuk meringankan dosa, uda ga berguna lagi? memang orang mati bisa bertobat d alam maut sana? klo tidak bertobat apa Tuhan bersedia mengampuni?

@ Kahlil gipson; Saya mungkin bukan seorang yang religius tetapi saya percaya Tuhan maha pengasih dan pemurah.
Setau saya Tuhan tidak pernah melarang untuk tidak berdoa untuk orang yang meninggal tetapi menjelaskan. Tuhan maha pengasih dan pemurah.

Saya belum pernah melihat Tuhan secara langsung tetapi Percaya

Klo memang Tuhan YESUS sudah menebus dosa kita, buat apa kita berbuat baik? atau berdoa buat yg masih hidup (kalau dia tau salah atau benar) toh Dosa kita dah diapuni/ditebus dengan darahnya… kacau donk Dunia nantinya

@Yehuda: setuju dengan Yehuda. Saya rasa mendoakan orang yang sudah meninggal atas dasar mengasihi orang tersebut tidak masalah, lepas dari doa itu berpengaruh atau tidak. Justru prinsip ‘hitunga-hitungan’ ala Khalil Gibson menurut saya pemikiran yang egois.

Peace

terlepas boleh atau tidak boleh

terlepas benar atau salah

terlepas mengasihi atau tidak

maka implikasi dari mendoakan orang mati adalah :

  1. mendukung theori purgatory
  2. tidak percaya akan makna ‘lunas dibayar’
  3. iman tidak tumbuh dalam pemahaman yang benar

dan alangkah baiknya bila kita menunjukkan kasih kpd orang itu semasa hidupnya, karena dg demikian kita dpt memastikan bahwa orang tsb telah menerima kasih kita atau belum, bermanfaat atau tidak bagi dia

salam

@Liel: kalau tidak setuju, berarti orang matinya yang egois. Sederhana saja.

Salam.

Bersyukurlah semua orang yang boleh mengenal KRISTUS & boleh memperoleh pemahaman yg benar akan Tuhan. Tetapi, tidak semua orang punya kesempatan yang sama. Ada orang2 yang kehidupan tradisi dari agama turunan begitu kental, sehingga sulit menerima konsep Tuhan yang meninggal agar manusia diselamatkan. Bahkan ada yang menerima KRISTUS tetapi tidak dapat meninggalkan beberapa tradisi2 dari kepercayaan yang dahulu, karena faktor usia lanjut dimana otak sudah sulit untuk menerima hal2 lain. Karena saya mengenal begitu banyak orang yang demikian, (mudah ditemukan, kalau mau menemukan salah satunya bisa pergi ke panti2 jompo) maka saya mengerti sikap hati dari Yehuda kepada ayahnya.

Terus terang saya sudah capek dengan ajaran2 teologi hanya untuk menghakimi satu sama lain, sehingga dalam kadar tertentu mudah untuk mengambil kesimpulan macam2. Biarlah dikatakan tidak percaya telah lunas dibayar, biarlah juga dikatakan tidak mempunyai pemahaman yg benar, itu semua tidak penting. Bagi saya yg penting bagaimana mengasihi seseorang dalam perbuatan & dalam doa2 saya.

bila sifat dasar Tuhan itu Kasih, maka semua manusia akan dibawaNya masuk kedalam BaitNya

namun ada yang mengatasi kasih, yaitu : KekudusanNya

barangsiapa mengerti kebenaran, sebaiknya ajarkan kebenaran itu

bukan perkara hakim menghakimi - tuduh menuduh - sok suci, tetapi kerjakan bagian kita

bila perkaranya hakim menghakimi, maka tidak akan pernah ada namanya pemuridan

salam

@Moe:
Wah, saya tidak tahu kalau topik ini berpotensi untuk clash dengan doktrin tertentu. Maafkan saya kalau begitu.

Salam.

sebenarnya ada suatu esensi daripada menghakimi satu sama lain

tutup saja ruang diskusi ini, atau jadikan saja semua topik yang esensinya “apa kabar hari ini”

bungkam saja pengertian2 yang harus disingkapkan demi sikap kompromis yang tidak mengajukan suatu resolusi lain, selain labelisasi menghakimi

sementara adek2 kita di SD sampai SMA, didalam ketidak mengertiannya, tetap mendoakan orang mati, padahal jelas sangat itu tidak dapat dibenarkan dalam ajaran Firman Tuhan

memang mudah sekali buat individu yang senangnya membahas “apa kabar hati anda hari” untuk menghakimi orang yang senang membahas “apa kabar hati Tuhan hari ini?”

dan mengatakan terus terang sudah capek? padahal tidak lebih dari stereotyping yang juga dapat memberikan “kecapekan” yang sama karena terus menghakimi orang yang disangka menghakimi orang lain

Jas 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

adakah ini juga bentuk penghakiman?

apa sebenarnya yang dimaksudkan menghakimi?

apa juga arti dari memberikan pemahaman lebih dalam mengenai isi hati TUHAN?

tergantung dengan stereotyping satu orang/sekelompok orang?

:slight_smile:
GBU

Buat saya pernyataan di atas tetap pakai prinsip ‘hitung-hitungan’ om :slight_smile:

@FK Team: Forum ini ada untuk semua orang, atau orang Kristen protestant saja, atau semua denominasi Kristen plus Katolik?

Jika untuk Kristen Protestant saja (golongan tertentu yg harus 1 suara), kalau begitu memang salah kami; non Kristen, denominasi lain atau Katolik ada di sini wajarlah kami2 ini dihakimi & sering direndahkan karena tingkat eksklusifnya berbeda.

Atau usulkan saja langsung peraturan tambahan ; semua esensi dari setiap posting harus “apa kabar anda hari ini, baik?”

Apa hubungannya mengheningkan cipta dengan denominasi Kristen?

Silahkan lihat diperaturan forum sis, tentang pertanyaan anda ini

Personafikasi dengan “kami” dan “kalian” terlalu mendramatisir konsepsi yang sebenarnya bisa dilokalisir,kemudian dikembangkan menjadi pengambilan voting definisi “kami” atau “kalian”?

Apakah ada block2 disini? Atau ini sekeder persepsi belaka saja?

Padahal landasan telaah dasarnya Alkitab, bukan denominasi

Inilah yang saya namakan stereotyping, asumsi yang sama sekali tidak berisi argument subtansi dan esensial

Silahkan lihat saja diperaturan Forum ini yang sudah jelas

Jika ada keberatan anda terhadap topic saya ini, silahkan sampaikan argument anda sis, dalam satu bentuk argument yang menjelaskan dimana topic ini menghakimi denominasi lain?

Anda terlalu sering menghakimi orang lain dengan mengatakan orang lain itu menghakimi yang lain, namun sekalipun anda tidak pernah membuktikan dengan secara jelas dan terang mana argument atau kalimat yang tersusun termasuk dari bentuk argument sikap menghakimi

Saya tidak mengerti mengapa inisiasi saya bagi adik2 SD sampai SMA yang masih harus mengheningkan cipta dan diarahkan secara “massal” untuk mendoakan para pahlawan yang sudah gugur dan ada di alam lain dalam nama Tuhan YESUS?

Sementara tidak ada suatu solusi kongkrit yang anda tawarkan sama sekali terhadap permasalahan itu?

Sedangkan saya sudah memberikan solusi kongkrit, dengan ikut menutup mata dan berdoa kepada keluarga para veteran / pahlawan yang masih hidup dan berdoa buat pemimpin bangsa ini dan kesejateraan guru atau bangsa

Dimana letak penghakiman saya, atas resolusi saya tersebut?

Sedangkan anda saja tidak memberikan resolusi terhadap topic saya?

Saya berharap mudah2an ini bukan sikap sentimentil belaka, karena saya percaya anda bukan orang seperti itu

:slight_smile:
GBU

@tonypaulo: pernyataan saya sehubungan dengan pernyataan moe, kalau begitu silahkan Sdr. moe membuktikan atas dasar Firman yg mana dia menuliskan hal ini:

maka implikasi dari mendoakan orang mati adalah :
  1. mendukung theori purgatory
    [b]2. tidak percaya akan makna ‘lunas dibayar’
  2. iman tidak tumbuh dalam pemahaman yang benar[/b]

dan alangkah baiknya bila kita menunjukkan kasih kpd orang itu semasa hidupnya, karena dg demikian kita dpt memastikan bahwa orang tsb telah menerima kasih kita atau belum, bermanfaat atau tidak bagi dia

Sdr. Moe silahkan jelaskan apa dasar Alkitab yg mengatakan mendoakan orang mati berarti orang tersebut tidak percaya akan makna ‘lunas dibayar’ & imannya tidak tumbuh dalam pemahaman yang benar. Dari kitab mana, pasal mana dan ayat yang mana? Darimana seseorang tau akan seorang lain yg mendoakan orang mati itu berarti tidak percaya telah lunas dibayar & imannya tidak tumbuh dalam pemahaman yang benar.

Silahkan Sdr. Moe pertanggungjawabkan pernyataan Anda jika hal tersebut bukanlah menghakimi. Seseorang yang menilai iman / hati orang lain dengan jelas yang sesungguhnya pada hakekatnya hal tersebut tidak dapat diketahui sesama manusia selain Tuhan adalah bentuk menghakimi.

Monggo :slight_smile: