Menginjili dengan Filsafat? siapa takut..!!

Manusia ada kemerdekaan untuk berbuat dosa, senantiasa bisa dimaklumi.
Tetapi apa TUHAN tidak berani? atau takut? atau sedikit bimbang untuk menjadi manusia?
ribuan tahun sejarah keimanan Yahudi atas Mesias, membuktikan bahwa IA sudah ada rencana, Mesias akan menjadi salah satu dari manusia. Salah satu dari manusia “yang mampu” berdosa. IA tidak menyamakan diri sebagai yang mampu berdosa, tetapi IA menyamakan diri dalam hal raga.

TUHAN kita berani, karena IA MAHA BESAR. Hagadol Elohe’nu (kata orang Ibrani), Allahu Akbar (kata orang Arab)

Filsafat adalah salah satu kekayaan manusia. Sama seperti berperilaku, maka ada juga perilaku yang baik dan ada yang tidak baik, sedemikian ada filsafat yang baik dan ada filsafat yang tidak baik. Ada kemampuan untuk menjadi baik, dan ada kemampuan untuk tidak menjadi baik,…

Sehingga kita yang terjun ke dalam penginjilan “ala” filsafat jangan terjun dalam bentuk kesanggupannya untuk tidak menjadi baik, melainkan ambil saja raga dari filsafat itu, untuk memberitakan Injil, Berita Gembira, kepada orang-orang yang “otak”-nya memang Filsafat.

Ada contohnya ngga coy?

Rasul Paulus adalah “cukong” nya, contoh, panutan…
Ada golongan Epikorus dan Stoa, mreka ini adalah golongan2 kelas filsafat…
Dan mereka sedang mendengarkan ceramah Paulus…
Apa kata Rasul Paulus?

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
(Kisah Para Rasul 17:28)

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada
Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
dua kata2 ini sama sekali tidak bertentangan dengan Kitab SUCI, sama sekali tidak,
tetapi kita tahu kata2 ini juga adalah kutipan dari para Filsuf, bahkan dikutip oleh Paulus untuk melihat bahwa ada kesamaan maksud INJIL, dan mengarahkan siapa DIA yang dimaksudkan.

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada<–Dicetuskan oleh Filsuf asal Kreta bernama Epimenides (hidup sekitar tahun 600SM)

Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. ← dicetuskan oleh Filsuf Kilikia kampungnya Paulus, beraliran Stoik hidup sekitar abad ke tiga SM.

TUHAN tidak antipati dengan manusia yang mampu berdosa, justru Ia menjadi manusia.
Agamawan tidak harus menjadi antipati kepada filsafat yang mana filsafat mampu untuk sesat, justru kita harus meraih orang-orang yang ngiler sama filsafat.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, …
(Mat 28:19)

Semua bangsa… semua bangsa… semua bangsa…
termasuk bangsa yang otaknya berfilsafat…

SALAM

OOT, filsuf sendiri memiliki banyak tipe Bro, setahu saya, nah, untuk filsuf Stoa yang anda tuliskan disini, bolehkah saya meminta penjelasannya?

nimbrung yah,
saya pribadi juga suka dengan yang berbau filsafat, rasanya wahh aja baca2 pemikiran filsafat, tapi hanya sekedar suka yah, kalau di suruh berargument/berdebat soal filsafat2, atau ditest seperti ujian mhs2, waaahh buru2 kabuuuurrrr, ;D ;D ;D

btw, menginjili dengan filsafat, saya masih asing dengan istilah ini (atau saya aja kali yah yg kuper belum denger), kalo pake metode filsafat seperti ini, apa tidak takut dianggap seakan2 “profan”? CMIIW

sekian nimbrunganya, sorry kal pertanyaanya rada2 konyol, :ashamed0002: :ashamed0002:

Saya kurang mengerti maksud Bro dengan term “profan”, bisa dijelaskan?

Metode penginilan dengan filsafat menurut saya cocok dan efektif bagi mereka yang menolak Alkitab sebagai wahyu Ilahi, thus, we altogether have same common ground and same juror, namely, logic.

bro sword
profan biasanya merujuk kpd hal2 yg duniawi, tdk suci, dianggap tidak religius.

tapi menarik dan masuk akal jg yah penginjilan melalui filsafat, perlu di jelasin lebih nih sepertinya, :smiley:

Thx infonya Bro CalvinFabian,

Ini Thread orang, jadi saya merasa tidak enak jika terlalu OOT, mungkin saya tunggu komentar Bro Hakadosh dulu,

Nice Share,

yup banyak jenisnya, termasuk yang dihadapi Paulus di atas ada dua jenis…
dua2nya dia layanin…

Stoa; CMIIW ok
Stoa ini lahir dari seorang pemikir Zeno dan Kleantes. Pemikir Yunani yang daerahnya dipengaruhi oleh budaya-budaya relijius semitis. Sehingga aliran ini sangat dipengaruhi oleh doktrin2 keagamaan semitis.
Mereka juga dipengaruhi pemikiran2 Socrates, tetapi mengikuti pola Heraklitus dalam reasoning.
Dan masih banyak campur gado2 lainnya… dalam bahasa kita mungkin disebut sinkritisme pemikiran…
Dalam isem2 maka mereka menggabungkan monotheisem, pantheisem, dan isem isem lainnya…

Dalam hal lain mereka juga tidak konsisten antara materialis atau spiritualis, mereka terkadang mencamkpurnya yang kemudian dikenal dengan istilah “tabula rasa”.

Dan kita tahu kata LOGOS ada linknya bahwa itu telah dimulai pembicaraannya oleh kaum ini.

Saya yakin meski kaum ini secara pemikiran adalah religius, tetapi ada warna kebimbangan, tidak bisa memisahkan mana TUHAN sebagai Pribadi dan mana ciptaan sebagai yang terpisah dari TUHAN…
Dan Palus dengan sangat cerdas mengutip salah satu kutipan tulsan kaum Stoik, “Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.”
Dari sini sudah jelas perbedaan bukan?,… kita hanya bisa menduga apa lanjutan diskusi mereka, pasti asyikkk…

Sama dengan saudara kalau disuruh berteori, saya akan mati kering hehehe…
tetap ada seorang berkata: “Kita telah menjadi seorang pemain filsafat ketika kita mlai menuliskan apa-apa yang kita pikirkan”.

kita mengajak anak kita makan pasti menggunakan kata ini: “anak sayang, makan yah”.
atau mungkin kalau agak sudah mulai membandel: “Sayaangg, makan ngga”…

dua-duanya adalah bahasa kasih sayang, bahasa sehari-hari,
tidak perlu kita berkata: “menurut Kitab ini pasal 10 ayat 1, makanlah maka kamu akan kenyang”…
apa anak kita mengerti? atau kita sedang memaksa anak untk cepat berkembang?

biarlah setiap orang bisa menilai…
kita msih di dunia, dan karena itulah TUHAN datang ke dunia…
TUHAN yang bukan dari dunia datang ke dunia…
apa pulak rumusnya orang yang di dunia tidak mau memakai apa yang di dunia ini untuk kemuliaanNYA…

AFAIK, St. Paulus di Kis 17:28 hanya mengutip ‘Phaenomena’-nya Aratus tepatnya baris ke-5 dari Phaenomena: "For we are indeed his offspring…"

Aratus penduduk asli Kilikia (sekarang Turki); satu negara tapi tidak satu daerah dengan St. Paulus (dari Tarsus).

===

Cmiiw, St. Paulus mengutip Epimenides di Titus 1:12 yaitu baris ke-2 dari perkataan Menos kepada Zeus:

The Cretans, always liars, evil beasts, idle bellies!

Titus 1:12

One of themselves, even a prophet of their own, said, The Cretians are alway liars, evil beasts, slow bellies.

===

Demikian sekedar ber-oot ria. Silakan dilanjut.

===

Salam,

Thx Bro Hakadosh untuk sharingnya, nice info, tapi dalam filsafat modern, nampaknya akaran Stoa ini mulai ditinggalkan ya

God Bless

Maaf, maksud Bro Roderick?

Oh, thx infonya bro. Hm, dulu saya pernah ambil kuliah filsafat (sebagai pilihan), tetapi beda sekali dengan philosopy of religion. Kalo yang di seminari, saya malah baru tahu kalo mereka juga mendalami filsafat.

MENGINJILAH DENGAN SEGENAP ILMU DAN TALENTA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA KITA :
jika kita mahir bahasa inggris cobalah menginjil dengan bahasa inggris mungkin akan lebih bisa pas,
demikian juga kalau kita mahir bahasa perancis menginjilah dengan bahasa perancis,
kalau kita mahir filsafat mungkin dengan filsafat orang bisa lebih ngerti,
kalau bisa ilmu elektro , mungkin bagi orang elektro lebih mengena kalau mrnginjil dengan ilmu elektro.
kalau ahli dalam bidang kedokteran menginjilah dengan hal hal kedokteran
Tapi kalau ahli taurat janganlah menginjil dengan Taurat , karena justru dalam injil Taurat telah dinyatakan habis masa berlakunya, dan di batalkan oleh kematian Yesus
Amin

Tuhan Yesus memberkati
Han