Mengungkap kontroversi Bible Code / Sandi Alkitab

Sebuah fenomena penemuan yang kontroversial. Dimulai oleh para ahli matematika Yahudi pada Tahun 1980-an. Mereka membuat program yang membuktikan terdapatnya sandi-sandi matematis di dalam kitab Taurat asli yang menginformasikan kejadian-kejadian penting dalam sejarah manusia. Dengan metode ELS (Equidistance Letter Sequence) program ini dibuat untuk menemukan bahwa Kitab Taurat memiliki informasi-informasi historis sejarah manusia berbagai zaman yang tersandikan dengan segala informasi sejarah yang terkait.

Pada intinya mekanisme ELS ini sangat sederhana. Para ahli matematika hanya tinggal membuat software yang berdasar pada logika pencarian yang sederhana. Sebagai analogi: Seorang prajurit yang ditugaskan berperang di negeri yang jauh mendapat surat dari Ibunya. Padahal ternyata surat itu dibuat oleh komandannya sebagai trik untuk menyampaikan pesan penting yang tersandikan kepadanya. Misalkan setiap melompati huruf kelima akan tereja “TANGGAL 5 MEI KUMPULKAN SEMUA PASUKAN KE MARKAS MUSUH UNTUK MELAKUKAN PENGEPUNGAN”. Dengan informasi yang tersandikan di dalam surat tersebut, sang komandan akan dimungkinkan berkomunikasi dengan baik dengan prajuritnya.

Demikian pula dengan Kelima Taurat (bahkan seluruh isi Alkitab) memiliki informasi sejarah dunia yang disandikan sendiri oleh Penciptanya yaitu Tuhan / ROH KUDUS sebagai satu-satunya Oknum Pengilham dalam penulisan kitab suci tersebut. Penelitian-penelitian yang dibuat hamba Tuhan Grant Jeffrey yang mengupas habis fenomena ini dari konteks yang benar dapat Sahabat unduh gratis di http://www.4shared.com/office/LynSXpJN/Sandi_Alkitab_Misterius.html

Mengapa saya sebutkan konteks yang benar? Karena banyak terjadi penyalahgunaan terhadap fenomena ini. Termasuk memakainya untuk ramal-meramal, dlsb. Sedangkan tujuan utama Tuhan membuat penyandian di dalam Alkitab ini bukanlah bagi orang percaya! Namun untuk menunjukkan bagi orang skeptis yang tidak mempercayai kebenaran dan keabsahan Alkitab sebagai tulisan suci berotoritas yang diilhami oleh ROH KUDUS sehingga otomatis menjadikannya tanpa kesalahan sama sekali.

Memang fenomena ini sangat kontroversial:

Pertama karena orang Kristen jika salah memahami fenomena ini dapat menjadi tersesat. Sebab itu saya membuat posting ini untuk meng-counter kesesatan-kesesatan yang mungkin timbul. Karena nyata-nyata di luar negeri, fenomena ini telah disalahgunakan dengan begitu parahnya.

Kedua karena isi penelitian ahli matematika Yahudi ini telah menyudutkan para skeptis yang menolak otoritas mutlak Alkitab atas kehidupan manusia. Informasi yang disandikan sangat-sangat mengherankan dan membuahkan pujian bagi Nama YESUS yang bersama dengan Allah Bapa dan ROH KUDUS dalam kesatuanNya sebagai Allah telah membuat suatu bukti eksak/science yang tak terbantahkan oleh para ahli matematika dan para scientist yang serius dan obyektif. Ini menjadi kesaksian tersendiri yang akan menuntun orang-orang skeptis tersebut kepada kebenaran sejati di dalam Alkitab.

Bagaimana tidak kontroversial jika di dalam Kitab Yesaya yang memuat nubuat mesianik yang menggambarkan penderitaan hamba Tuhan / Mesias, terdapat segala informasi sejarah dan semua informasi yang berkaitan dengan Salib KRISTUS, nama-nama orang-orang yang terlibat, baik murid-muridNya maupun orang yang memusuhiNya???

Bagaimana tidak kontroversial jika di dalam pelbagai perikop Alkitab disandikan semua sejarah besar manusia lengkap dengan informasi pendukungnya dari Apollo tahun 1969, pembantaian Yahudi oleh Hitler, tewasnya mendiang Presiden Kennedy, terbunuhnya Yitshak Rabin, krisi ekonomi 1929, bencana alam, dlsb, dlsb, dlsb.

GBU

Pernah punya dan baca bukunya, dulu sekali, sekarang entah dimana bukunya.

Selebihnya tidak ada komentar, sebab tidak ada pandangan apa-apa. Mau dibilang benar, tetapi tidak ada ayat atau kebenaran Alkitabiah yang mendukungnya, mau dibilang salah, juga ga berani sebab bisa jadi belum saatnya dibukakan gamblang oleh Tuhan, jadi ambil sikap diam saja sambil pasang telinga.

Buku itu tidak terbukti benar, kalau buat bo’ongin orang2 awam, buta sejarah dan buta aksara Ibrani sih mungkin bisa2 ajah… Saya lagi pegang buku ini lagi dan tertawa kalau buku ini pernah “menghebohkan dunia persilatan Kristen” terutama denom yang suka mujizat2 ituh… :slight_smile:

Buku “BIBLE CODE” (1996) pernah bikin heboh kalangan Kristiani, namun kemudian muncul bantahan2, kemudian kehebohnya menyusut, karena bagaimanapun naskah yang dipakai di situ adalah sebuah naskah salinan.
Perlu diingat bahwa aksara yang dipakai dalam menganalisis “BIBLE CODE” itu adalah modern Hebrew, bukan paleo hebrew atau aksara yang lebih kuno. Dan MATRIX BIBLE CODE yang diberikan tidak dapat memberikan kepastian bahwa Nabi Musa dulu menulis berapa aksara dari kanan ke kiri (horizontal) dan dari atas ke bawahnya (vertikal)… Tidak ada acuan valid yang akhirnya dapat menjadikan analisis tersebut mutlak benar.

Kita sekarang ini utamanya hanya berpijak kepada Naskah Salinan yaitu Naskah Masorah yang nomor pasal dan nomor ayat adalah pemberian belakangan. Musa tidak menulis kitab Taurat dengan nomor pasal dan ayat. Jadi semuanya buat kita masih tanda tanya, bagaimana si penafsir menyusun Matrix tsb dan bagaimana Matrix ini menjadi valid untuk dianalisis.

Kata beberapa ahli, memang aksara Ibrani spt yang dikenal orang jaman sekarang ini adalah hasil pengaruh aksara Aramaik, yang sangat berbeda jauh dengan aksara bahasa Ibrani kuno atau yang disebut dengan “Paleo Hebrew” mula2. Ada pendapat yang berdasarkan dari penelitian bahwa "Paleo Hebrew "sudah tidak dipakai lagi sejak tahun 586 BC. Sejak pembuangan dari Babel sampai sekarang ini, aksara yang dipakai adalah Hebrew, bukan Paleo Hebrew.

Harus disadari pula bahwa, Michael Drosnin dalam bukunya berjudul ‘The Bible Code’ itu menyebutkan bahwa dalam Alkitab ada sandi-sandi yang menyebut bahwa pada tahun 2006 akan terjadi Perang Dunia ke-III atau perang Armagedon dan pada tahun 2012 akan terjadi Kiamat!

Nah lho… buku ini ternyata memang tidak valid! Dan klaim nya tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Bro. BP Sarapan pagi…

Buku "BIBLE CODE" (1996) pernah bikin heboh kalangan Kristiani, namun kemudian muncul bantahan2, kemudian kehebohnya menyusut, karena bagaimanapun naskah yang dipakai di situ adalah sebuah naskah salinan.

Saya setuju buku “bible code” 1996 karya Michael Drosnin (Atheis) memang menyesatkan, khususnya karena ditulis oleh jurnalis yang berlatar belakang atheis. Namun kemudian tahun 1999 muncul buku “The Misterious Bible Code” karya seorang hamba Tuhan Grant Jeffrey yang isinya meluruskan pandangan mengenai Bible code, termasuk mediskreditkan buku bible code-nya Michael Drosnin yang menyesatkan tersebut. Sebuah penerbit menerjemahkannya pada tahun 2000 dengan judul “Sandi Alkitab misterius” yang linknya terdapat diatas.

Saya ingin tahu bagaimana pendapat Sarapanpagi, khususnya setelah Sdr membaca buku karangan Grant Jeffrey tersebut.

Buku tulisan Grant Jeffrey yg ditulis 1999 kelihatannya judtru berpijak dari tulisan Michael Drosnin, dan analisis-nya dari aksara “modern Hebrew” pula. Yang saya pertanyakan di atas, emangnya nabi Musa nulis pakai aksara ini?
Orang Kristen ini sering2 kagum duluan dengan sebuah fenomena, maklum banyak diantaranya yang tidak paham aksara Ibrani.

Dan analisis “matrix” juga sama seperti metode yang diajukan Michael Drosnin, ngga’ ada bedanya. Analisis tsb yang walapun ditulis oleh “hamba Tuhan” Grant Jeffrey tidak dapat pula dipertanggung-jawabkan. Tidak ada kepastian bahwa nabi Musa dulu menulis naskah Pentateukh dari kanan ke kiri berapa huruf, dan dari atas ke bawah berapa huruf. Perlu diingat Jaman dulu sebuah naskah tidak ditulis dalam buku yang dijilid. tetapi berupa gulungan papyrus (untuk naskah yang lebih baru), bahkan mungkin media2 kuno lain yang kita sendiri tidak dapat memastikan ukurannya berapa besar, sehingga bisa2nya orang mereka2 bentuk matrix-nya spt itu.
Kalau jumlah huruf horizontal dan vertikalnya berubah, kode2 itu jadi acak lagi. Makanya yang paling penting dipertanyakan dalam analisis mereka adalah ketentuan horizontal-vertikal Matrix yang diajukan.

Lagi pula aksara Ibrani itu terdiri dari konsonan-konsonan, konsonan yang sama bisa lain artinya. Misalnya aksara konsonan: אדם - ALEF - DALET - MEM bisa dibaca 'ADAM atau 'EDOM, aksara konsonan Ibrani-nya sama, tetapi cara bacanya bisa lain (sesuai konteks). Jadi saya kurang setuju jika aksara2 ini di-“kode-kode” kan. Sebab kemungkinan bacanya bisa seribu-satu macam.

Banyak kok orang yg walaupun bilang dirinya “hamba Tuhan” membawa ajaran yg ngga’ bener/ analisis yg ngga’ bener. Walaupun kelihatannya menulis kabar baik tentang Kekristenan.

Mungkin pengarang bukunya kurang sadar bahwa yang disebut Alkitab itu bukan buku jadi, tetapi kumpulan dari beberapa kitab terpisah, yang digabung jadi satu.

Memang kadang kita mudah jatuh dalam kerancuan, dimana iman bergeser menjadi kemusrikan, mencari tanda tanda, mencari rahasia-rahasia, atau bahkan doa doa khusus.

Sudah saatnya kita sebagai umat Kristen lebih cerdas dalam bernalar, jangan tiru tiru tetangga, yang mencari cari ‘rahasia’ dan ‘kata bertuah’ dalam kitab mereka.

Syalom