Menikahi wanita yang memiliki anak

syalom semuanya…salam kenal saya baru disini…saya mau curhat dan mohon bantuan saran temen2…saya sudah 5 tahun pacaran dengan wanita yang sudah memiliki seorang anak. dia gak nikah sama ayah anak tersebut dengan alasan lelaki tersebut tidak mau bertanggung jawab dan lari begitu saja. apalagi kejadian itu terjadi saat mereka masih duduk dibangku kelas 2 sma. nah ketika pacar saya ini lulus, dan kuliah disitulah awal pertemuan kami. pertentangan demi pertentangan terjadi di keluarga, hingga membuat ortu saya memaki2 dia dengan kata2 yang tidak pantas dikatakan oleh seorang ibu kepada orang lain. singkat cerita. saya sudah melamar secara langsung pacar saya ke orang tuanya dan ortunya setuju saja, karena saya sungguh-sungguh mencintainya dengan kasih. namun yg menjadi kendala, semenjak 5 tahun itulah saya dikutuk ortu saya, dan mengatakan menyesal melahirkan saya. karena saya anak pertama dan didalam suku kami(tidak bermaksud sara) anak pertama itu pembawa nama keluarga. maka mereka akan tercoreng namanya karena saya mau menikahi pacar saya tersebut yang memiliki anak. kira2 apa yg harus saya lakukan, sudah meratap dan mencoba untuk mencarijalan keluar namun seakan ndak ketemu…semua sudah saya pasrahkan ke Tuhan. rencananya bulan 6 tahun 2011 saya menikahinya, namun kawin lari. apakah itu dosa…karena saya pernah mendengar ayat alkitab yg kira2 berbunyi : “anak lelaki akan keluar dari keluarganya dan membentuk suatu keluarga baru” namun hal itu harus terbentur dengan kekerasan hati ortu saya yang malu menerima calon wanita pendamping hidup saya ini. saya takut durhaka, dan saya sudah rasakan rejeki saya seret atau kurang baik ketika bertubi-tubi sumpah keluar dari kata2 ibu saya…saya sangat mencintai ibu saya dan ayah saya…serta keluarga saya…namun disisi lain…saya sudah mantap dengan pilihan saya. sudah 5 tahun kami jalani hubungan ini. mohon bantuannya ya.

Hi Reinardo,

Di sini saia menganggap bahwa Reinardo dan pacarnya adalah orang Kristen.
Pada prinsipnya memang kita harus menghormati orangtua kita, itu perintah Tuhan.
Tapi klo Reinardo benar2 yakin bahwa wanita itu adalah yang terbaik buat Reinardo, maka ajaklah dia untuk sama2 berdoa sehingga hati orangtua Anda bisa melunak dan bisa menerima keputusan Reinardo, bahkan memberkati hubungan kalian.
Masih ada waktu beberapa bulan ke depan, kan? :slight_smile:

Untuk sumpah/kutuk yang dikeluarkan oleh orang tua Anda.
Tolaklah itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Jangan percaya tipu daya/bisikan iblis bahwa ttg rejeki Anda yang seret itu.

Di atas semuanya, berdoalah. Minta Tuhan memberikan hikmat kepada Anda dan pacar dalam hubungan Anda ini.

Mungkin teman2 yang sudah berkeluarga bisa membantu Reinardo yang kebingungan :coolsmiley:

Salam, dan doa saia buat Anda.
Pieq

@reinaldo

saya coba tebak kamu pasti berasal dari utara sana, i mean tapanuli utara

permasalahan kamu ini sebenarnya bukan pacar kamu itu memiliki anak bro tapi pacar kamu itu memiliki anak diluar pernikahahan kudus

klo saja tadi pacar kamu menikah dan dicerai mati, saya rasa itu gak jadi masalah dalam Kekristenan walau saya yakin akan menjadi masalah juga di keluarga kamu

tapi mari kita melihat realita disini bahwa alasan pacar kamu mungkin benar bahwa laki2 yang dulu tidak mau bertanggung jawab klo itu memang benar adanya

dilema juga buat pacar kamu itu sebenarnya bahwa dia harus menjadi single parent, tapi saya acungin jempol bahwa dia tetap mempertahankan anak tersebut dengan resiko yang berat

banyak perempuan jika mengalami demikian pasti akan berusaha untuk mengugurkan anak tersebut karena pasti akan membawa aib dalam keluarganya ( katanya sih…)

tapi apakah kita harus menyalahkan perempuan tersebut karena dia berusaha untuk tidak membunuh anaknya

apakah kita egois mengatakan bahwa anak tersebut anak haram dan tidak pantas untuk hidup

dan apakah kita ngejud bahwa perempuan tersebut tidak bisa menikah lagi dikarenakan posisinya tsb

dalam Kekristenan rasul Paulus pernah menuliskan hal yang yang masih berhubungan

saya asumsikan dulu pacarmu sudah menikah ( kawin ) artinya mereka telah melakukan hubungan
walau hanya dalam tahap pacaran ( kalo mau jujur banyak kok yang demikian dan itu ada pada orang2 yang benar2 kristen )

karena anggapan saya jika mereka telah melakukan hubungan sebenarnya mereka memasuki pernikahan tidak kudus dan disebut perzinahan

dan saya anggap hal itu adalah pelanggaran yang dilakukannya dengan pasangannya dan mereka belum mengenal Tuhan atau mereka telah murtad, artinya sama mereka diluar iman ke kristenan

dan artinya kedua2nya bukanlah seorang yang benar2 Kristen, atau salah satunya

1Kor 7:13-14
13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

rasul Paulus juga secara tidak langsung memahami persoalan yang demikian, jika sepasang pasutri yang berbeda keyakinan, dimana yang tidak Kristen meninggalkan yang Kristen, maka hal itu tidak menjadi masalah artinya seorang Kristen tersebut bebas dari perzinahan

dan artinya seorang Kristen tersebut bisa menikah kembali

kembali ke kasus kamu ini

apakah ada kemiripikan dengan kasus diatas, jika memang demikian
maka saya yakin dia bebas untuk menikah dengan siapapun juga, jika memang benar dia yang ditinggalkan ( laki2nya tidak bertanggung jawab )

dan jika keduanya juga sudah Kristen dalam artian benar2 mengenal Tuhan, lalu terlanjuri demikian
saya pikir juga secara moral ( bukan Kekristenan ya ) saya juga tidak akan menghukum wanita tersebut dengan mengatakan dia tidak boleh menikah untuk selamanya, kasihan dia dan kasihan anaknya yang tidak tahu persoalan

dan itu tidak ada kaitannya dengan pandangan keluarga yang mengatakan itu aib dan akan kena kutuk, dan semua itu bergantung kepada kamu dan pacar kamu apakah siap untuk mengatasi semua hal, karena apa jadinya juga jika nantinya keluarga yang kamu bangun berantakan dan kamu menyalahkan wanita tersebut :slight_smile:

@reinardo

Rumit ya bro persoalan Anda…
Mungkin harus dipikirkan masak2 lagi bro kalau Anda pengen kawin lari…
Soalnya tidak mengenakkan sekali rasanya pernikahan tampa restu dari orang tua…
Terlalu memaksakan diri. mungkin bisa dicari lagi sulusinya…
Bagus sekali Anda sudah bisa curhat di FK ini…
Mungkin barangkali ada yang bisa membantu memecahkan persoalan yang Anda miliki.
Tentunya berdasarkan Alkitab dan Firman Tuhan.

rasul Paulus juga secara tidak langsung memahami persoalan yang demikian, jika sepasang pasutri yang berbeda keyakinan, dimana yang tidak Kristen meninggalkan yang Kristen, maka hal itu tidak menjadi masalah artinya seorang Kristen tersebut bebas dari perzinahan

@murukh

Jadi ada harapan juga ya bagi TS untuk menikah dengan pacarnya?
(Tidak menyalahi aturan yang ada dalam alkitab)

terlepas dari pergumulan bro selama 5 th, IMO
kawin lari…ngga lah ya… jelas2 itu “memberontak” terhadap ortu
walaupun dalam nama Yesus kita dilepaskan dari segala kutuk.

saya sudah paparkan sebelumnya bro

kasus perempuan yang menjadi single parent dikarenakan ditinggal ( belum menikah ), apakah kita harus menghukumnya dengan tidak boleh lagi menikah, apalagi mungkin dia sudah berubah dan punya motivasi yang benar dalam Tuhan

hanya sedapatnya jangan kawin larilah, klo masih bisa ya berdoa untuk meminta restu
tapi ada kalanya memang, tapi bukan kawin lari, tetap diberkati di gereja

dulu di medan ada seorang wanita yang dicerai sepihak oleh suaminya, ( memang dia belujm punya anak sih )

dan memang wanita tersebut sebelum mengenal Tuhan sangat bergaul bebas, akhirnya dia bertobat

dan dia menjadi seorang fulltimer
dia cari juga sih keneradaan suaminya, tapi ngak ketemu

singkat cerita dia berteman dengan sesama fulltimer yang mau menerima dia apa adanya dan menikah
puji Tuhan sampai sekarang dia eksis melayani Tuhan

makanya saya asumsikan pacarrnya TS tersebut melakukannya ketika dia ridak tahu atau belum menerima keselamatan sehingga dia terlanjur melakukan dosa

THANKS SOB…BENAR SAYA DARI TAPANULI UTARA NAMUN GAK TINGGAL DISANA MELAINKAN DI daerah yang berbatasan langsung dengan malaysia. terima kasih buat semua yang udah ngasi saran ke saya…saya sangat terbangun. namun ada satu lagi kendalanya, apakah di pernikahan kristen harus ada wali orang tua? kalo dalam kasus saya bagaimana, saya akan menikahi calon saya itu namun tanpa persetujuan ortu saya, apakah ada gereja yang mau menerima memberkati kami. kami satu iman. itu yg masih menjadi kendala karena di daerahku, banyak sekali orang gereja yang mengenal dengan jelas siapa ayahku dan ibuku, ituyg menjadi ketakutanku. mohon sharingnya ya saudara2ku terkasih

THANKS SOB…BENAR SAYA DARI TAPANULI UTARA NAMUN GAK TINGGAL DISANA MELAINKAN DI daerah yang berbatasan langsung dengan malaysia. terima kasih buat semua yang udah ngasi saran ke saya…saya sangat terbangun. namun ada satu lagi kendalanya, apakah di pernikahan Kristen harus ada wali orang tua? kalo dalam kasus saya bagaimana, saya akan menikahi calon saya itu namun tanpa persetujuan ortu saya, apakah ada gereja yang mau menerima memberkati kami. kami satu iman. itu yg masih menjadi kendala karena di daerahku, [banyak sekali orang gereja yang mengenal dengan jelas siapa ayahku dan ibuku, ituyg menjadi ketakutanku. mohon sharingnya ya saudara2ku terkasih
[/quote]
seharusnya memang harus ada persetujuan orang tua bro
dan memang agak sulit mencari gereja yang bisa memahami hal demikian, tapi saya yakin ada jika bro berterus terang tanpa ada yang ditutupi2

dan jika memang terus menerus orang tua tidak memberi restu, keputusan akhir ada ditangan anda bro, dengan segala risikonya, jadi dipikirkan dan dengan matang sehingga apapun keputusannya tidak ada penyesalan nantinya
[b]

keputusan orang tua memberi restu juga belum pasti benar dan baik kok[/b]

ada satu kasus di t4ku ini, dimana sepasang kekasih menikah dan ketika dikonfirmasi dengan orang tuanya, orang tuanya merestui, jadilah pasangan itu menikah

setelah menikah
rupanya…si laki2 adalah adalah seorang bapak yang mempunyai istri dan anak perempuan dan belum cerai secara hukum lagi
dan anehnya orang tuanya juga menipu, walahualam… :mad0261:

rasanya mau ketempeleng aja silaki2 itu
akhirnya bukan teman2nya menjauh, dia sendiri yang malu dan menjauh

jadi sebenarnya, kejujuran adalah kuncinya dalam hal tersebut terlepas dari dapat/tidak dapat restu

dan memang akhirnya juga harus ada wali dalam hal itu, dan posisi wali disitu juga sangat berat untuk sekelas orang batak, kerena secara langsung dia akan terlibat

yang terpenting juga, berdoa dan minta kekuatan Tuhan bro

btw kamu diperbatasan malaysia berarti di kalimantan donk
dan yang berbatasan langsung yang aku tahu di nunukan ( apa benar tebakanku )

@murukh

dan memang wanita tersebut [b]sebelum mengenal Tuhan[/b] sangat bergaul bebas, akhirnya dia bertobat

Hem…berati ada pengecualian yah bro murukh hem…

Pra/sebelum mengenal Tuhan/terlanjur menikah lagi.

nurani aja yang menjawabnya bro

orang yang belum benar2 kristen diluaran sana banyak bro

apapun bisa mereka lakukan

contohnya nih

  1. seorang perempuan yang berzinah lalu hamil diluar pernikahan serta menggugurkan kandungannya
    dan dia tetap menjadi seorang singel dimata yang lain dan bebas untuk menikah lagi dengan yang lainnya

  2. seorang perempuan yang berzinah lalu hamil diluar pernikahan, tapi tetap melahirkan anaknya dan menjadi singe parent

kondisi kedua2nya masing2 bertobat

apakah yang ke-1 bisa menikah lagi dan yang ke-2 tidak…

Bro kalo ente mau nikah, mikirin dulu gimana kondisi jiwanya dia, udah stabil apa belom.

@murukh

hehehe iya juga yah bro…

Wah gak sampai kesitu tadi pikiran saya…

Yah cuman yang ada dialkitab saja jadi pedoman saya…

Hehehe

Btw makasih yah bro udeh ngasih tahu…

Nambah wawasan juga… :smiley: