Menjadi kaya untuk menjadi berkat bagi orang lain

Jakarta -Salah satu orang terkaya di Indonesia baru saja menyumbang dana Rp 6 miliar ke Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta untuk penanganan warga korban banjir. Selain itu, ia juga berniat menghibahkan 10 bus TransJakarta senilai Rp 12 miliar untuk digunakan warga secara gratis.

Siapa sebenarnya sosok orang kaya yang dermawan ini? Ia adalah pria kelahiran 1952 bernama Tahir. Ia mengaku berdonasi alias memberi sumbangan adalah hobinya. Sudah puluhan juta dolar AS donasi mengalir dari kantong pribadi pendiri Mayapada Group ini.

Sumbangan ini ia berikan dengan fokus di pengembangan pendidikan dan kesehatan. Layaknya berbisnis, Tahir juga menerapkan strategi untuk berdonasi. Ia kerap menggandeng sejumlah mitra agar donasi yang dikucurkannya berlipat ganda dan bermanfaat lebih luas lagi bagi sesama.

Salah satu donasi terbaru adalah US$ 75 juta yang dikucurkan Tahir untuk pemberantasan HIV, Tuberkulosis dan Malaria di Indonesia. Donasinya itu kemudian digandakan (matching fund) oleh pendiri Microsoft Corp Bill Gates yang punya hobi sama, sehingga Indonesia menerima manfaat total sebesar US$ 150 juta.

Di hadapan Walikota Bandung Ridwan Kamil, ia melontarkan prinsip hidupnya. “Menjadi kaya atau pemimpin bukanlah tujuan hidup. Itu adalah alat untuk tujuan yang lebih besar, yakni menjadi berkat bagi orang lain,” katanya seperti dikutip dari keterangan Tahir Foundation, Jumat (24/1/2014).

Baru-baru ini ia juga bergabung dalam perkumpulan dermawan dunia Giving Pledge. Selain Tahir, ada enam orang lainnya yang juga bergabung yaitu Beth Klarman (Manajer Hedge Fund Massachusetts), Liz dan Eric Lefkosfsky (investor besar yang juga CEO Groupon), Richard Edwin dan Nancy Peery Marriot (Pendiri Hotel Marriot), dan Hansjorg (Bioteknisi di Wyoming).

http://finance.detik.com/read/2014/01/24/140528/2477213/68/ini-dia-sosok-tahir-orang-kaya-yang-sumbang-bus-transj-dan-bantuan-banjir?991104topnews

Alkitab menceritakan kisah orang kaya yang kikir dan Lazarus yang miskin
Banyak pengusaha semakin kaya semakin kikir
Tetapi orang ini perlu dijadikan teladan.

MUNGKIN dan sekali lagi MUNGKIN terinspirasi dengan apa yg sudah dilakukan oleh BILL GATES. Sudah dan selalu menyumbangkan hampir 30% (bahkan pernah mencapai 50%) dari kekayaan pribadinya, hartanya bukannya jadi berkurang bahkan bertambah berkali-kali lipat sehingga digelari sebagai orang paling terkaya di dunia tahun 2013 dengan jumlah kekayaan yg hampir mencapai 1000 triliyun rupiah.

Jika tangan kanan MEMBERI seharusnya tangan kiri tidak tahu.

memang

saya sih ikut seneng aja, sinis memang.

Smoga berbuah hasil yang baik.

[email protected] lazaruz,

YANG JELAS DISINI TERKESAN ANDA GUMON DAN GUMEH…YA…?? hehehe…
kALO SAYA SIH TIDAK…biasa-biasa saja…

Yang jelas, artikel diatas adalah suatu contoh dari tipe memberi yang didasari oleh prinsip duniawi…bukan prinsip dari Ajaran Alkitab.
Bukannya dikarenakan lantaran si [email protected] adalah seorang non-K…, Bukan disitu masalahnya.
Perihal setelah kaya baru bisa memberi…?? Maka itulah pola pikir dan pola kerja orang dunia lakukan sekarang ini.
Tetapi yang dilakukannya sudah dianggap rohani dan sangat spiritual sekali, padahal itu tidak demikian.
Karena didunia ini hanya terdapat dua macam manusia jika dimaskukan dalam konteks memberi, yang satu tipe manusia dermawan dan satunya lagi tipe manusia kikir ( penuh perhitungan laba dan rugi ).
Kedua tipe manusia seperti tsb diatas ini , hanya dapat mampu memberi jika mereka dalam posisi berkelimpahan…
Tapi apalah kelebihannya di Mata TUHAN…??? Jelas tidak ada…!! alias NOL BESAR…!!!

YANG HEBAT DAN DIMULYAKAN DIMATA TUHAN ADALAH TIPE MANUSIA YANG SANGGUP MEMBERI SAAT MEREKA DALAM KESUSAHAN DAN KESULITAN ATAUPUN BERKEKURANGAN…!! ITULAH PRINSIP AJARAN TUHAN YESUS KRISTUS bagi kita Umat Percaya…Itulah ciri Anak-anak Allah…
Itu yang harus kita kerjakan…bukan haru seperti si [email protected] tsb…!! itu cara dunia…kita mau cara sorgawi bukan…??

Salam GBU…

Kalo manusia sudah kaya raya mau memberi ya itu wajar… mulia… tapi wajar.
Banyak koq yang menyumbang tanpa diketahui media dan beberapa yang saya tahu sendiri (kenal) memilih anonymus/tanpa nama. Jadi sekali lagi ya wajar… yang tidak wajar adalah yang pelitnya amit-amit ;D ;D ;D

Yang luar biasa adalah orang yang miskin atau pas-pas an, mau memberi tanpa memperhitungkan besok bisa makan apa atau tidak, itu baru luar biasa krn sepenuhnya percaya pada pemeliharaan Tuhan (yang ini senada dgn bro Shipiroz Purba)
Mungkin disni ada yang pernah baca tentang tukang becak (bukan pengemis lho, dia kerja) yang berdonasi untuk panti asuhan bertahun-tahun secara rutin sampai dia meninggal.

Simpelnya saat blm kaya yang diberikan tidak banyak, semakin kaya yang diberikan semakin banyak. Dan sebaiknya orang yang memberi tidak berharap akan pahala, krn jadi hitung2an untung rugi. :happy0025:

[email protected] lagi…

Seperti prinsip yng di katakan oleh [email protected] 52…itu…!! Itulah yng paripurna dimata Tuhan Yesus…Karena memang seperti itulah ajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-NYA.
Anda juga kan Muridnya Tuhan YESUS bukan…?? Amin

Salam GBU…