Menjadi Orangtua

Saya (27) adalah ibu dari seorang anak perempuan (3,5) bernama N. Dulu saya sering meremehkan orangtua, terutama mama. Sekarang baru kerasa ternyata jadi mama itu gak gampang.

Beberapa bulan yang lalu, iseng-iseng saya ajak N ke tempat les balet, dan ternyata N suka sekali. Saya pikir mungkin di sini minatnya. Setelah mencari informasi dari internet dan ngobrol dengan sesama orangtua, ternyata N tidak memiliki tubuh ideal untuk menjadi penari balet. Memang sih N masih kecil dan badannya masih bertumbuh, tapi sepertinya dia mewarisi badan saya yang cenderung pendek dan bulat sana-sini. Di tempat les itu, saya melihat nyaris 90% penari balet yang sudah remaja cenderung tinggi dan ekstra kurus. Saya khawatir kelak N memaksakan diri untuk mengurangi berat badan dan mengalami eating disorder seperti bulimia, anorexia, dll dst dsb pokoknya bikin cemas

Saya pikir, apakah sebaiknya saya menghentikan les baletnya atau tidak. Problemnya, N sangat antusias dengan les balet tersebut. Memang sih, mungkin saja kelak dia akan bosan, atau akhirnya menemukan aktivitas lain yang lebih dia sukai… tapi bagaimana kalau ternyata dia benar-benar merasa balet adalah dunianya? Saya jadi merasa bersalah karena memberikan dia les sebelum benar-benar menelusuri requirement dan resikonya >_<

Saat ini saya sudah mengenalkan aktivitas lain pada N, seperti musik, gambar, dan berenang. Dia menyukai semua aktivitasnya, tapi kalau ditanya, dia paling suka balet. Saya hanya ingin menjadi mama yang bijaksana, dan saya ingin N tumbuh menjadi anak yang menikmati hidupnya.

Sist, kekawatiran sist terlalu berlebihan. Cukuplah masalah hari ini untuk hari ini. Biarkan saja anak sist tetap ikut les sambil sist bawa doa pasrahin ke Tuhan. Karna masa depan anak sist ada di tangan Tuhan Yesus. Jadi jangan kuatir :slight_smile:
Entahkan dia nanti tetap di jalur itu atau tidak, namun tanamkan pikiran2 yang positif pada anak sist dan yang penting dari itu semua, nilai2 ke Kristenan dan hal2 rohani agar anak sist lebih dekat kepada Tuhan Yesus. Gbu :slight_smile:

Sebagai orang tua… kita hanya boleh memberi bekal yang cukup pada anak… biarkan anak itu memilih sendiri minat dan keinginannya… kita sebagai orang tua mencoba untuk mengerti dan mengarahkannya… misalnya kenyataannya bahwa postur badannya tidak memungkinkan untuk menjadi pebalet profesional… namun jalan itu masih banyak… dasar balet itu sangat baik untuk dance2 lainnya nantinya… sebab masa depan tidak seorangpun yang mengerti… tidak usah terlalu khawatir tentang harus diet keras atau penyakit dan lain2… kita hanya bisa memberikan pengertian tentang menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh yang baik… jangan terlalu dipaksakan sebab segala sesuatu yang terlalu dipaksakan akan mengakibatkan kegagalan… jika ingin mengembangkan juga bakat2 yang lain… selama anak itu suka… itu juga boleh dilakukan…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Trims atas responsnya. Saya sudah berusaha untuk lebih “cool” dan membiarkan N menikmati aktivitasnya.
Tapi hari ini, saya lagi-lagi dibuat bingung.

Sepulang balet, N makan malam, kemudian mandi. Lalu dia minta buang air besar, dan tiba-tiba muncul tonjolan di daerah kewanitaannya dan perutnya mengeras. N menangis hebat dan saya segera bawa ke RS. Singkat kata, dia terkena hernia.

Dokter bilang, N harus dioperasi. What? Operasi untuk anak umur 3 tahun? Apakah ini gara-gara balet? Saya bilang pada papanya supaya les baletnya distop, tapi N mendengar omongan saya dan malah menangis lagi. Karena takut hernianya keluar lagi kalau menangis, jadi saya berjanji kalau dia masih boleh datang ke tempat les balet.

Sekarang saya bingung dan resah. Masalahnya kok jadi komplikasi begini ya? N adalah anak yang ceria, aktif, sehat, dan centil, kalau membayangkan dia dioperasi… haduuuuh~~~ God help me…

Hernia pada anak kecil sih biasanya itu karena bawaan lahir… dimana membran penahan usus sangat tipis… sehingga ketika terjadi tekanan di otot perut dan mendorong usus… menghasilkan membran itu robek… sekarang yang penting… operasi dahulu… dan bicarakan dengan dokter tentang berbagai kemungkinannya… apakah balet itu masih bisa diteruskan atau tidak…

Saya nggak menyangka kalau kejadian ini menjadi “luar biasa”.

Sejak hari Kamis minggu lalu, setelah N dinyatakan punya hernia, saya pergi pada beberapa dokter bedah. Semua menyatakan anakku harus operasi - dengan segera. Alasannya, penderita hernia tidak disarankan melakukan aktivitas yang memberikan tekanan pada perut. Sementara anak seusia N masih suka menangis, mengedan kuat saat buang air, senang melompat, dan bergerak aktif. Dokter bilang, berbahaya kalau sampai hernianya keluar dan tidak bisa masuk lagi, bisa-bisa ususnya terjepit sampai busuk dan harus dipotong.

Saya cuma bisa berdoa. Bingung, sudah nggak tahu harus bagaimana lagi.

Hari Sabtu, N disuruh tes USG. Sambil menunggu dokter, saya menonton Global TV, ada program pemberitaan firman Tuhan yang saya sendiri tidak pernah tonton sebelumnya (judul acaranya juga saya tidak tahu, saat itu guess acaranya adalah Coki Sitohang). Saat host berdoa, saya ajak N ikut berdoa.

Usai acara itu, N masuk ke ruang USGuntuk melihat besar lubang di membran perutnya. Dia disuruh tiduran, jongkok, dan berdiri sambil mengedan dengan kuat (sampai wajahnya memerah dan dari layar USG terlihat pembuluh darahnya membesar) Berkali-kali. Ajaib, lubang itu nggak kelihatan sama sekali. Tidak ada kelainan. Tidak ada hernia.

Barusan saya kembali ke dokter bedah untuk memberikan hasil tes USG. Dokter bedah cuma bisa tertawa dan bilang, “Bu, kalau Ibu mau second opinion, silahkan cari dokter lain. Terus terang saya nggak bisa bilang apa-apa selain ini mujizat. Anak Ibu boleh pergi liburan, makan dan beraktivitas seperti biasa.” Dan beliau menolak dibayar. Saya tanya ke dokter lain, dan jawabannya pun kurang lebih sama.

Thank God! Saya bersyukur sekali! Anak itu masih tiga tahun, tapi sudah mengalami keajaiaban Tuhan yang luar biasa. Saya tidak tahu apakah nanti saya akan ke lab lain untuk mengecek lagi, tapi saat ini saya ingin mengimani bahwa N sudah sembuh. Makasih Tuhan…

hahaha…
saya juga nonton, itu acara yg jadi hostnya adalah Coki dan pdtnya adalah Phillip Mantofa, beliau spesialis kesembuhan ilahi.

yang bisa dipetik dari hikmah ini adalah :

kadang kita tidak tahu apa yang jadi rencana Tuhan, Tuhan bisa bergerak secara natural atau dan supranatural, tergantung level iman kita dan semau-maunya rencana Tuhan sendiri.

dilihat dari mukzizat yang anda terima, percayalah bahwa itu bukan suatu ‘kebetulan’ ada rencana yang luar biasa untuk anda dan anak ibu sendiri, ajarkan anak untuk bergantung pada Tuhan pada usia dini.

Percayalah kerajaan surga tidak beroperasi secara kebetulan, dan jangan percaya kepada hamba Tuhan tp percaya pada Tuhan yang bisa pakai siapa saja.

Jangan pernah bosan dan menyerah untuk percaya pada mukzizat Tuhan

Selamat untuk ibu Rein, GBU

lalu … apakah yang akan anda lakukan setelah ini… ??? ^^

@ibmagi
Saya belum tahu apa langkah saya selanjutnya. Sebaiknya apa ya? Haha… Sekarang saya sedang berusaha menyenangkan hati N karena dia sempat tidak bisa tidur selama 2 hari setelah dinyatakan sakit, mungkin dia tegang atau trauma. Tapi saya yakin dia sudah sembuh karena sekarang dia bisa tidur dengan nyenyak dan ceria seperti biasa. Oh iya, kebetulan saya baca Ulangan 26, mungkin minggu depan saatnya saya memberi persembahan juga :slight_smile:

wow amazing, cerita yg luar biasa ttg kesembuhan tsb…thanks God bgt sembuh

utk soal hobi itu mnrt saya sih, Anda sbg ortu support terus aja nanti biar dia yg tentukan sendiri… soal berat badan mnrt saya ga ada yg mustahil bagi Tuhan, Tuhan uda tunjukin kuasaNya kepada sis…apakah beratnya tiba2 turun atau apa i dont know tp just support her…

TUHAN mempercayakan anda seorang anak bernama N… itu adalah anugrah yang sangat besar bagi anda dan keluarga… TUHAN memulihkan N… DIA telah menunjukkan kemuliaanNYA bagi anda dan keluarga… biasanya TUHAN memiliki rencana tertentu bagi anda sekeluarga… dan juga masa depan N…

Ingatlah… untuk lebih dekat denganNYA… jadilah orang tua menurut kehendakNYA… yaitu memberikan didikan dan bekal yang cukup untuk N… untuk mempersiapkan N sewaktu dia dewasa nanti… didikan bukan berarti pemaksaan menurut pemikiran kta sebagai orang tua… namun latihlah dengan maksimal akan talenta dan kemampuan N semaksimal mungkin… mintalah selalu arahan dari TUHAN…

Dengan demikian kita sebagai orangtua sudah melakukan peran kita yang sebenarnya… itu juga bentuk pelayanan pada TUHAN…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memmberkati…

Hai teman-teman, just want to update about my daughter, N…

Setelah kejadian mencengangkan di bulan Juni, saya belajar banyak untuk “menyerahkan masa depan N pada Tuhan”. Saya biarkan dia melakukan banyak hal yang selama ini dia inginkan. Saya baru sadar karena ternyata selama ini saya adalah orangtua yang pengekang dan serba ngatur.

Hari Minggu kemarin, N ikut pagelaran ballet yang diselenggarakan oleh sekolah balletnya. Dia berlatih sendirian di rumah, dia nggak rewel meskipun disuruh menunggu berjam-jam tanpa orangtuanya, dimake-up dan pakai kostum tanpa didampingi saya, dan penampilannya ditepuktangani penonton. Seusai pagelaran, orang-orang menyalami saya (beberapa di antaranya tidak saya kenal), mereka bilang N lucu dan berbakat. Pimpinan sekolah ballet malah memuji N karena di usianya yang baru 3,5 tahun, N sangat taat pada missnya, sabar, dan tidak rewel sedikitpun dalam proses persiapan sampai pementasan.

Saya cuma bisa diam, rasa bangga saat itu kalah oleh rasa bersalah. Sungguh deh, ingin nangis rasanya, mengingat bagaimana saya pernah menentang keinginan dia untuk terus ballet. Mungkin kejadian “suspect hernia” itu adalah jalan dari Tuhan untuk membuka mata saya… meskipun saya adalah orangtuanya dan N masih kecil, tapi hidup N adalah milik N dan Tuhan yang menciptakannya. Thank God!

mantaps…gpp yg lalu biarlah berlalu… support terus anaknya sis…hehe

Oh begitu, Puji Tuhan. Smoga ke depannya lebih baik lg.

Iya kita suka lupa klo anak itu milik Tuhan. Klo pun diurutkan mungkin: milik Tuhan, milik si anak sendiri, baru milik kita. Tapi seringnya kebalik, bahkan milik kita AJA.

Abraham lulus ujian, Anda juga :azn: