menuruti ortu atau hati nurani tentang pasangan hiup.

met malam semua temen2 FK…
saya mau curhat neh… saya sedang diposisi kebingungan…

saya mempunyai beban yg begitu berat…

  1. saya sekarang ga kerja… sebelumnya saya kerja di Siloam Hospital Kebon Jeruk sebagai bidan… sambil kerja saya melanjutkan kuliah di Universitas Esa unggul Jakarta mengambil manajemen RS… karena jarak ortu dan saya jaug (ortu di purwodadi jawatengah) makanya ortu menyuruh saya habis nyelesein kuliah anik harus pulang ke purwodadi dan di janjikan sdh dapet pekerjaan karena ada yg “membawa”. benar saja setelah saya nyelesein kuliah… saya pulang…dengan harapan di purwodadi saya dah bisa kerja lagi. saya sdh bekerja di Siloam selama 5 tahun.
    awal november 2012 saya pulang… dan ternyata apa yg telah dijanjikan ortu ternyata “Nol” … saya sdh masukin lamaran ke RS2 di semarang, sampe di Solo… tapi sampe detik ini saya blom dapet pekerjaan. padahal saya sdh berdoa puasa… tapi masih belom ada panggilan2 kerja…

  2. saya menjalin hubungn pacaran dengan org beda suku dari tahun 2007. memang dari awa pacaran ortu saya g setuju dgn hubungan kami ini. tahun 1 dan ke 2 hubungan kami belom direstui, saat itu alasan ortu saya karena suku dy (pacar) itu banyak yg kawin cerai, matrealistis, dan suka menggunakan ilmu guna2… stelah saya yakinkan ortu saya, akhirnya ortu saya merestui hub kami…
    nah kemaren saat pacar n ortu pacar saya datang kerumah dengan tujuan perkenalan keluarga… rmh pacar di Cipanas, Bogor. perjalanan seharian lebih karena lewat jalur selatan n macet…
    sampai di rumah mereka di sambut ortu saya dgn baik. setelah mereka pulang, ortu saya bilang ke saya kalo ortu saya sangat kecewa ketika ortu pacar datang dengan menggunakan celana pendek 3/4 yg sdh lusuh dan hem baju yg ga rapi (ortu saya menganggapnya tidak menghargai dirinya sendiri). suara ortu pcr yg dianggap oleh ortu saya sombong. ortu saya jadi melarang saya untuk melanjutkan hub kami ini…
    ortu saya juga mengeluhkan latar belakang keluarga pacar saya yg nantinya akan memberatkan saya jika saya jadi menikah dgn pacar.

latar belakang keluarganya pacar saya: dulunya bpknya itu “jagoan” akhirnya tobat n masuk kristen. trus pelayanan di pedalaman Jambi. karena sekarang bpknya itu sakit diabetes bapaknya g kerja n kehidupan kelg nya bergantung pada pacar saya. Pacar punya 2 ade lagi adenya persis dah kerja di hotel
n yg terakhir masih kelas 6 SD. bapaknya itu klo ngomong gede2 n terkesan sombong. kalo makan pilih yg enak2 n harus ada buah.
ortu saya jadi berfikir klo sya jadi menikah sama pcar, mereka kasian sama saya…karena beban saya akan besar bgt harus nyukupin kebutuhan orangtuanya pacar n ade2 nya di tambah lagi ketika di tanya pernikahan bulan Juli tahun depan 2014…mereka ga bisa ngejawab mkanya ne masih nunggu jawaban dri mereka
.oh ya… pacar anik dulunya lulusan di STT Berita Hidup lulus tahun 2009. dan saat ini bekerja di klinik Herbalife di Lembang… saya sangat bingung banget… ortu saya meminta saya putus dgn dy. padahal hubungan kami dah hampir 6 tahun… kalo misal putus, saya g tau lagi bisa cari pacar lagi apa g… kalo ga putus, ortu saya yg sakit hati.

buat saya ini ujian terberat dalam hidup saya… karir dan pasangan hidup.

buat temen2 saya minta solusi ya… terimakasih Tuhan memberkati

Kalau boleh saran yah…

Pertama-tama, saya selalu “iri” kalau ketemu pasangan lakinya dari sekolah teologi dan wanitanya dari kebidanan…Kenapa? Karena klop banget, satunya melayani Tuhan dan satunya membantu sesama dan kalau digabungkan menjadi suatu kolaborasi yang indah dan ideal sekali :slight_smile:

Maka mengenai pasangan hidup, hemat saya lanjutkan saja hubungan yang selama ini sudah terjalin tentunya disertai dengan doa dan digumuli…Pertama cari kehendak Tuhan yang ke dua melembutkan hati orang tua supaya merestui hubunga kalian.

Mengenai kehidupan rumah tangga “nantinya” itu kalian berdua (Anik sama calon PH) yang rundingan gimana sebaiknya. Karena bagaimanapun kalau sudah nikah laki-laki harus melibatkan istri dan demikian sebaliknya apabila berkaitan dengan keuangan keluarga. Kekhawatiran keluarga harus dijawab Anik dengan ketegasan (hasil perundingan Anik sama calon PH) supaya orang tua juga merasa lega. Banyak calon pasangan (terutama pihak wanita) takut bicara masalah uang dengan pacarnya (takut dianggap mata duitan, matre dst) padahal masalah keuangan ini penting dalam sebuah keluarga, tidak jarang orang bercerai karena masalah keuangan ini, oleh sebab itu mulai dari “sekarang” dibicarakan dan dimatangkan persoalan ini baik-baik.

Demikian sedikit saran saya, kiranya sis Anik dikasih karunia dan keteguhan hati oleh Tuhan supaya tidak bingung lagi melainkan boleh melangkah pasti bersama Tuhan tentunya.

Salam

Shalom… terimakasih y kak Budhiman… anik mo coba berunding dulu dgn PH… skali lagi makasih… Tuhan memberkati.

Ortu mah memang biasa suka nge-judge berdasarkan hal-hal yg sepele. Apalagi hal-hal yg ekstrim kayak suku. Tapi apa pun keberatan ortu, biasanya akan luluh sama yg namanya TEKAD (bukan NEKAD ya). Keseriusan mbaksis dan pasangan dalam membina hubungan lambat-laun akan meluluhkan kekerasan hati ortu. Cuma satu masalah terbesar yg akan mbaksis & pasangan hadapi, yaitu WAKTU. Waktulah yg akan menguji seberapa teguh tekad hati mbaksis & pasangan di mata ortu.

Ortu bukan cuma sekedar mau menghakimi, kalapun ortu punya penilaian itu bukan datang dengan sendirinya, tetapi setelah mengetahui semua latar belakang pasangan dan keluarnya, serta sempat bertemu dan melihat sehingga dapat membuat sebuah penilain.

Kamu benar, tapi ortu juga benar. Saran saya coba pertimbangkan lagi masukan dan keraguan ortu, siapa tau ortu yg benar loh, karena mereka hidup lebih dulu dari kamu dan dalam hal pengalaman dan pengetahuan akan hidup pernikahan mereka jauh lebih paham. Sementara kamu, tentunya lebih di dominasi oleh perasaan ketimbang akal sehat ditambah lagi oleh ketakutan2 kamu jika seandainya ngak jadi menikah apakah bisa mendapatkan pacar lagi dst.

Saya menyarankan ini karena pertama saya juga seoarang ayah meski anak saya baru bersuia 11 tahun, tentunya sata khawatir akan masa depan anak saya jika ia salah dalam membuat pilihan kelak. Menikah itu bukan perkara ganpang, dan menikah itu bukan cuma perkara hati. Ikuti dulu saran ortu untuk lebih mengenal lagi calon kamu sebelum benar2 memutuskan utk menikah. Sebab kalau bisa menikah itu utk seumur hidup, selamanya hingga kematian saja yang memisahkan.

Satu lagi unsur yang penting dalam sebbuah hubungan, ketahuilah, apakah pernah kekasihmu itu berkorban demi kamu?

Salam

Shalom … Maaf anik baru Bisa balas… Akhirnya anik ambil keputusan mutusin pacar anik ITU. Sedih… Thanks bgt y temen2 atas masukannya… :slight_smile:

Pada intinya, sis, untuk menilai calon pasangan hidup, pedapat orang tua sebaiknya diperhatikan. Mengapa? Apakah mereka lebih pandai dari anaknya? Tidak, mereka sama saja dengan anaknya, yang membedakan adalah mereka sudah belajar dari pengalaman hidup, dan itulah yang mereka sampaikan kepada anak-ananya.

Syukurlah bahwa pada akhirnya anda mematuhi nasehat ortu anda.

Syalom