menyanyi

Salah satu acara ritual keagamaan yang wajib dilakukan adalah menyanyi puji-pujian terhadap Tuhan Yesus. Di gereja tertentu ada musik rock, keroncong, dll.
Ditujukan kepada siapa kegiatan ini? Untuk menghibur diri sendiri, orang lain, atau memang untuk Tuhan Yesus?

Sekudunya sih menyanyi / melantunkan lagu pujian buat Tuhan. Yah, modah2an demikian adanya… :happy0025:

Saya lebih melihat hal ini untuk diri sendiri.
Dengan kita menyanyi, membantu kita untuk membuka hati melalui rasa senangnya bernyanyi dan suasana yang diciptakan, sehingga hati kita lebih terbuka dan rileks dalam menerima kotbah.

menurut saya, lagu pujian jelas untuk Tuhan …
Pujian ini bertujuan sebagai ucapan rasa syukur atas pemberianNya. Tapi bkn sebaliknya, kita memuji karena menginginkan sesuatu dari Tuhan.

Penulis Mazmur mengatakan "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)

Tentunya untuk Tuhan…makanya di Alkitab ada kitab Mazmur

1 Tawarikh 16:23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

Musiknya? terserah…Mau regge, salsa, waltz, country, rock, blues, keroncong kayaknya gak masalah. Entah klo dangdut???
2 Samuel 6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

2 Tawarikh 5:13 Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,
2 Tawarikh 5:14 sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.

Yesus memang suka kok.
Matius 26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Tergantung isi lirik … dari lagu pujian tsb…
kalo lagu tersebut isinya memuji Yesus…
Example: Kudus Kudus kuduslah Tuhan…
Suci suci sucilah Tuhan …
Engkau Yesus… Allah yang berjaya atas baik di bumi dan di sorga

mau rock kek, blues … kek ,keroncong kek bahkan dangdutan.
tetap untuk Yesus…
Dia tetap bertahta diatas pujian umatNya yang pakai musik rock, dangdut n lain2

Kalo isinya…lirik lagunya memuji diri sendiri (pendeta) …
ex: pendetaku memang baik, aku suci dan rohani… memang pujian tsb bukan untuk Yesus… sekalipun dengan lagu yang syahdu dan mendayu dayu

Krn memang ngga dibatasi… se dlm memuji Tuhan untuk musiknya…

Ps 81:2 (81-3) Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.

Musik adalah bagian dari hidup, musik adalah warna khas manusia yg menjadikan manusia hidup. Musik adalah alat komunikasi yg sangat efektif, bahasa musik adalah bahasa jiwa seseorang. Musik bkn cuma sekedar entertainment, tapi musik lebih dari itu. Musik adalah bentuk dan ungkapan jiwa yg unik.

Nyanyian bisa di tujukan pada sapa saja, nyanyian bkn sekedar pujian, nyanyian adalah bentuk komunikasi lain yg di gunakan manusia. Jgn lah kita memandang nyanyian atau musik gereja semata2 hanya bentuk penyembahan dan pengkultusan kita pada Tuhan, tapi pandangan lah itu sebagai bentuk sederhana yakni bentuk komunikasi manusia dengan pencipta nya.

Mungkin Tuhan Yesus tidak mempermasalah, apakah musiknya false atau tidak. Tuhan Yesus memaklumi kalau hambanya mempunyai keterbatasan dalam bidang musik. Walaupun suara false, Tuhan Yesus tetap merasa tersanjung.

burung…berkicau
kambing…mengembik
kucing…mengeong
dst…

manusia…??

binatang saja tahu hakikatnya sebagai binatang
masakan kita manusia yang sudah diberi mulut, suara dan kemampuan untuk menciptakan berbagai macam syair, alat musik, menyanyikan dan memainkannya tidak menggunakannya untuk kemuliaan Allah?

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
(Kolose 3: 17)

Lho? Kalau begitu, orang bisu adalah orang yang kurang ajar dong karena tidak memuliakan Allah?

Ha…ha…ha… :smiley:

menurut kamu… kalo kamu lagi nyanyi ditujukan kepada siapa dan untuk apa ?

bro Premium dalam ritual keagamaanya kaga pake nyanyi-nyanyi sista Ben! :smiley:

Belio meliat ritual menyanyi puji-pujian itu ada di agama yang bukan dia anut. Itulah sebabnya belio bertanya soal itu dimari… :smiley:

lho… mang nyanyi kudu pas lagi ada ritual agama doank ? ehmm… marawis az termasuk nyanyian lohh…

Di gereja saya, ada seorang remaja yang (maaf) bibir nya sumbing, saya pernah duduk bersebelahan dengannya takala ibadah minggu, terus terang kebaktian minggu itu menjadi neraka buat saya, saat bernyanyi memuji Tuhan saya mendengar pula dia bernyanyi dengan suara pelan, kata-katanya tidak jelas, lucu dan aneh, kalau saja bisa mungkin saya akan tertawa terbahak-bahak mendengar nyanyiannya.

Setelah saya pulang ke rumah, dan mulai merenung apa yang saya dapat dari kebaktian itu, saya menjadi sadar…Pertama saya kehilangan konsentrasi dan kekhusukan dalam beribadah, kedua saya berdosa kepada Tuhan, walaupun saya tidak terang-terangan menertawai remaja itu tetapi dalam hati saya sudah merendahkan dia karena kekurangannya, dan yang ketiga saya menyadari bahwa suara yang remaja itu keluarkan untuk memuji Tuhan, jauh lebih indah daripada suara saya dan barangkali jemaat yang lain yang normal, paling tidak dengan segala kekurangannya remaja itu mau memuliakan Tuhan dan saya percaya hal ini menyenangkan hati Tuhan.

Walaupun suara false, Tuhan Yesus tetap merasa tersanjung.

Orang Kristen, akan selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan, pertama hati dan ke dua talenta dst…Banyak orang diberikan kemampuan untuk bermain musik, banyak orang diberikan kemampuan untuk memimpin pujian dll, dan mereka yang sudah diberikan kemampuan-kemampuan itu akan memberikan yang terbaik, supaya kalau bermusik tidak salah kunci sehingga mengganggu puji-pujian dlsb, pemimpin pujian mengarahkan jemaat supaya tidak bernyanyi fals dst. Jika semua yang terlibat dalam ibadah memberikan/mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, saya percaya Tuhan senang.

Memang betul bahwasanya nyanyi itu bisa macem-macem. Bisa lagi ritual, lagi jalan, lagi cuci pakean, lagi nina bobo, lagi anu…dsb.

Liat konteksnya sis… :smiley:

konteksny sebelah mana ya ? tunjukkin dunk, hehe…

Konteksnya yo liat postingan awal oleh TS. Baca-nya terlewat yah? ta’ kopiin :

by TS (sodara Premium) Salah satu acara [b]ritual keagamaan [/b]yang wajib dilakukan adalah [b]menyanyi puji-pujian[/b] terhadap Tuhan Yesus. Di gereja tertentu ada musik rock, keroncong, dll. [b]Ditujukan kepada siapa kegiatan ini? Untuk menghibur diri sendiri, orang lain, atau memang untuk Tuhan Yesus?[/b]

Lebih elok emang pabila mengikuti alur diskusi dimulai dari topik awal yang diajuin TS… :smiley:

ingat Pujian itu menyenangkan hati Tuhan,. tapi yang lebih penting Hati kita saat menyanyikan Pujian,… Pujian ada untuk membuat keadaan lebih hikmat,… biar Roh Kudus dapat dengan mudah bekerja saat orang sedang memuji Tuhan,…

yup kurang ajar :smiley:
kalau dia masih punya tangan kaki telinga dll (kecuali mulutnya yang bisu)
dan dia tidak mau menggunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang bisa mempermuliakan Tuhan sebagai penciptanya :char11: