Menyembunyikan Fakta = Dosa ?

Syalom.

Apakah menyembunyikan/menutup-nutupi fakta itu dosa?

mumpung belum ada yang reply, pertanyaannya saya buat lebi spesifik.

Apakah menutupi fakta demi kebaikan itu dosa?
Apakah hal ini sama seperti white lie?
Apakah White lie (Berbohong demi kebaikan) itu dosa?

dosa. :smiley:

Mengapa? ada penjelasannya?

Tergantung motivasinya,
contohnya Rahab, malah mendptkan pujian,
dan namanya tertulis di Akitab sbg pahlawan iman
Ibrani 11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

Aku rasa ga ada yg namanya white lie. Lie is a lie no dark / white lie.
Klo ada yg namanya white lie. Bukankah berarti Tuhan ga komitmen?

kok membahas taqiya…

memangnya di Kristen diajarkan taqiya ??? ada ada aja neh

mau coklat hitam kek atau coklat putih kek, ya tetep aja coklat namanya

Tuhan memang tidak pernah berbohong, walaupun white lie sekalipun.
Tetapi mau mengakuinya atau tidak, manusia pasti sering melakukannya.

Seperti seorang ibu yang membohongi anaknya yang terus merengek minta dibelikan mainan, maka untuk menenangkan anaknya dia mengatakan bahwa ia tidak bawa duit. apakah ini termasuk white lie?
apakah ini dosa?

Atau seorang kakaek tua yg sudah sakit2-an menyembunyikan penyakitnya, agar tidak dibawa ke RS, karena ia tau ajalnya sudah dekat, dengan masuk RS pun tidak akan mengembalikan kesehatannya, ia tidak mau menghabiskan duit anak2 nya yang masih kesulitan untuk biaya hidup. apakah menyembunyikan fakta seperti ini dosa?

Im 19:11 >
(1) Janganlah kamu mencuri,
(2) janganlah kamu berbohong
(3) dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.

:slight_smile:

Mari yuk kita lihat apa yang dikatakan oleh Rahab perempuan sundal :

Yos 2:3 Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: "Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini." Yos 2:4 Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: "[b]Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,[/b]
Rahab berbohong dan bersaksi dusta, ia berdosa.

Apakah Allah menghukumnya?
tidak?
ia diselamatkan, bahkan dikenang sebagai salah satu dari SAKSI IMAN.

Ibr. 11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. Yak. 2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

kita lihat apa yg dilakukan Rahab? PERBUATAN BOHONG dan BERSAKSI DUSTA.
Rahab berdosa.
Tetapi karena IMANnya, ALLAH tidak memperhitungkan kesalahannya.

bukan karena WHITE LIES > objectnya.
tetapi karena RAHAB orang BERIMAN > subjectnya.

:smiley:

ini adalah yang dimaksud oleh
Yoh 5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
5:18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

white lie, dosa

tidak dosa.
IA tidak berbohong dan tidak bersaksi dusta.
Ia hanya menyembunyikan penyakitnya, menahan sendiri sampai ajalnya, sehingga tidak ada orang yang tahu, termasuk anak2nya.

ini yang disebut menutupi fakta, tetapi karena ia tidak berbohong dan berdusta, ia tidak berdosa.

:slight_smile:

Rahab berdosa, tetapi dosanya tidak diperhitungkan Allah karena Ia melalukan itu demi mencegah kejahatan yang lebih besar. Seperti Rahab, jadi Berbohong demi mencegah kejahatan yang lebih buruk, dapat dibenarkan?

hm…

usul saya sih…

daripada habis waktu mengkontemplasi apakah suatu tindakan itu dosa atau engga…

gimana kalo waktunya itu mending dihabiskan untuk memastikan justifikasi atas pengambilan keputusan tindakan tersebut, yang seringkali dalam kehidupan nyata, adalah: the necessary evils, atau the least wrongdoings available options.

saya kira Rahab ngga ngerti itu kejahatan besar apa kejahatan lebih besar lagi.
saya pikir dia tidak ngikut2 politik.
tempat yang ia tinggal sekarang itu makmur, subur, orang2nya saja tinggi besar.
ia disana tidak menderita.

yang ia ikuti hanyalah IMANnya kepada ALLAH Israel,
saat itu kabar kemenangan Israel dan ALLAHnya yang luar biasa sudah sampai ditelinganya. (Yos 2:9-11) (btw ia adalah keturunan israel).

bohong tetap saja dosa.
kalau istilah demi kebaikan, buruk, tidak buruk, kurang buruk, lebih buruk, besar, kecil itu relatif dan subjektif, bagi pelaku dan setiap orang.

kalau misal ada seorang “rahab” yg lain, ia adalah isterinya penjahat, yg menyembunyikan suaminya yang penjahat buronan.
kemudian berbohong, baginya itu white lie, karena setahunya suaminya orang yang baik sekali bagi isteri, keluarga, anak2 dan menjadi tulang punggung keluarga sekampungnya.
baginya itu kebaikan, tetapi tindakan itu dimata ALLAH tetap dosa.

jadi fokusnya bukan pada objectnya perbuatan berbohongnya, mau baik, mau buruk, kurang buruk, sangat buruk dll, semua dosa bagi ALLAH.

.........dapat dibenarkan?
karena dilakukan dalam iman kepada ALLAH, dosanya tidak diingat2 ALLAH.

perbuatannya dosanya TIDAK DIBENARKAN , tetapi pelakunya DIBENARKAN, karena IMAN.

:slight_smile:

Intinya, kalau setelah berbuat atau melakukan sesuatu, timbul perasaan tidak nyaman, itu berarti nurani kita terganggu. Dosa atau tidak, terserah Tuhan, tetapi jelas berarti ada yang tidak benar yang telah dilakukan.

:afro: jempol … tak kasih 12CENDOLs.

Jadi tidak ada alasan TUHAN tidak melarang atau memerintahkan, karena HUKUM2NYA sudah ditaruh dalam Hati Nurani manusia, sejak di dalam kandungan.

:slight_smile:
[email protected] Lontong hari ini jualan cendol.

Berarti hati nurani tidak dapat ditipu, karena berbohong dengan pembenaran diri (seolah2 dia melakukannya demi hal yg lebih baik, padahal tidak) dapat mebuat hati nurani menegur. dan dirinya tidak nyaman. Tetapi jika ia benar2 melakukannya demi yang baik. maka hati nuraninya akan mengatakan itu benar, dan ia akan merasa nyaman. bukan begitu?

BTW, Thank You buat Cak Lontong, Brc, dkk yg telah menanggapi thread yang saya buat.