Menyikapi Ketulusan

Kadang kita pasti pernah mengalami saat-saat yang tidak pernah kita sangka waktu kita memberi sesuatu kepada orang lain , baik itu melakukan pemberian bantuan , sumbangan , atau tanda-tanda kasih yang lain . Mungkin saja pemberian itu sudah kita siapkan sebelumnya dengan seksama dan membayangkan kegembiraan dan suka cita pada wajah-wajah yang nanti menerimanya .
Tetapi alangkah terkejut dan herannya kita manakala kita tidak mendapati muka-muka yang senang apalagi raut yang menunjukan berterima kasih tetapi malahan raut-raut yang menuntut dan mewajibkan serta kasar . Dalam hal begini , sebagai manusia umumnya akan sangat wajar bila hati kita merasa tak nyaman dan tidak pernah mengantisipasi akan mendapat respon yang sedemikian , hati kita menjadi kecut dan perasaan menjadi tawar .
Apakah pemberian sebagaimana ketulusan diatas menjadi salah sasaran ? apakah dasar kasih kita cukup besar untuk tetap mempertahankan ketulusan ?
Nah bagaimana seharusnya menyikapi yang demikian dari sisi kewajaran manusia tanpa muluk-muluk ber alkitabiah sebagaimana “ kasih itu panjang sabar, kasih lemah lembut ………dst “ .

menyikapinya jangan ingin mendapat "respon apapun "dr manusia:
ntah ucapan terimakasih, wajah yang berbinar binar stlh menerima pemberian tersebut ,ataupun pujian dr manusia…sbb pasti akan kecewa.

bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan berdukacitalah bersama orang yang berduka cita

Yang penting hati kita… selalu memuliakan Tuhan (tidak mencuri kemuliaanNya) :afro:

salam :slight_smile:

hai gozy…

Salam kenal yah…

Ada tuh ayat alkitab yg berkata: "JANGAN MEMBERI HAL YG KUDUS kpd anjing, sbab dia akan menginjak2nya dan berbalik menyerangmu…

Yesus lho yg bilang itu…

Nah… Untuk sementara ini liat2 dulu orangnya…

He he… :afro:

[quote author=tamboenz_look4job link=topic=30541.msg315469#msg315469 date=1288622738]

apakah berarti bahwa orang yang “ungratefull” adalah juga orang yang tidak mempunyai nurani sehingga , menjadikan setiap pertolongan adalah bensin bagi api yang tengah berkobar ( contoh extreem : menolong orang yang pemabuk / penjudi dsb )
btw tq all

Jangan mermperhatikan raut muka mereka tapi ingatlah ayat ini

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

GBU