Mereka yang terpecah akibat Konsili Vatikan II

http://www.bersatulahdalamgerejakatolik.com/2016/01/seperti-apa-gereja-katolik-sebelum.html

Seperti Apa Gereja Katolik Sebelum Vatikan II?

Seorang pemuda sedang mendengarkan saya berbicara dengan seseorang tentang masalah dalam Gereja Katolik kita. Dia bertanya kepada saya: “Apa yang salah dalam Gereja Katolik?”

Pemuda ini terlalu muda untuk tahu betapa hebatnya Gereja Katolik sebelum Vatikan II. Kebanyakan orang belum lahir saat itu dan ingin mengetahui seperti apa Gereja sebelumnya. Semua yang mereka alami sekarang dan tidak ada pengalaman apapun di Gereja sebelum tahun 1965. Mereka menganggap bahwa Gereja dulu tetap sama seperti sekarang dan bahwa ini adalah normal. Tidak, itu tidak normal.

Saya hidup sebelum waktu itu dan saya saksi hidup bagaimana hal itu. Berikut adalah daftar 20 hal yang saya alami saat itu.

Banyak sekali panggilan imamat. Seminari penuh dan lebih banyak sedang dibangun.
Banyak sekali imam muda. Kebanyakan paroki memiliki banyak imam. Sangat sedikit yang homoseksual.
Dimana pun saya pergi, Meksiko, Eropa, Kanada hanya ada satu Tridentine Latin Mass.
Banyak sekali panggilan untuk hidup religius. Semakin banyak biara sedang dibangun.
Biarawati memakai busana penuh dan dapat dikenali di depan umum.
Banyak sekali sekolah Katolik diajarkan oleh para pastor dan suster.
Bangunan gereja indah yang menarik Anda untuk masuk dan berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. (Anda bisa dengan mudah menemukan Yesus di Tabernakel di High Main Altar dan lampu sanctuary).
Umat Katolik menghadiri Misa Latin dengan penuh penghormatan.
Setiap orang pergi ke Misa Kudus dengan pakaian terbaik mereka.
Semua perempuan dan anak perempuan menutupi kepala mereka dengan mantila atau tutup kepala.
Wanita mengenakan gaun untuk Misa Kudus.
Sangat langka untuk mengetahui ada orang Katolik bercerai.
Semua keluarga memiliki banyak anak-anak bahagia.
Tidak ada tuntutan hukum pelecehan seks. (Sedih untuk mengatakan ada beberapa pelecehan seksual).
Umat Katolik menghormati Paus, para uskup, imam dan religius.
Tidak pernah terdengar orang Katolik hidup bersama sebelum menikah di gereja.
Sebagian besar orang sering pergi ke pengakuan.
Semua umat Katolik percaya pada kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Mahakudus.
Semua umat Katolik percaya bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Sejati yang hanya didirikan oleh Yesus Kristus.
Anak-anak tahu iman mereka dengan mempelajari Katekismus Baltimore (Di Amerika Serikat).

Mereka adalah buah-buah dari Roh Kudus yang dihasilkan sebelum Vatikan II. Tidak ada yang bisa berbohong padaku. Saya pribadi mengalami buah-buah ini. Kalian semua, yang lebih tua, menceritakan kisah nyata kepada orang lain yang sama sekali tidak tahu betapa indahnya Gereja sebelumnya dan bagaimana hal-hal buruk telah menjadi sejak Vatikan II. Semua orang muda tahu apa yang mereka alami saat ini. Mereka berpikir ini adalah normal.

Gereja Katolik memiliki masalah sebelum Vatikan II. Bahkan, sudah ada masalah sejak Yesus mendirikannya. Tapi itu jauh jauh lebih baik sebelum Vatikan II dan saya hidup di masa itu dan ingat betul bagaimana segala sesuatu mulai berubah dan menjadi lebih buruk dan lebih buruk.

Kami umat Katolik tradisional di sini berteriak keras bahwa ada virus yang mengerikan, infeksi (modernisme progresif) menginfeksi Gereja. Kami berdoa dan bekerja untuk mengembalikan Gereja Katolik yang dikasihi Allah. Ya Gerbang Neraka tidak akan pernah menang melawan-Nya, tapi kami adalah orang-orang, dengan bantuan Tuhan, untuk melawan setan dan orang-orang jahat yang ingin menghancurkan Tubuh Mistik Kristus.

Kaum Katolik Tradisionalis adalah umat Katolik Roma, atau orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai umat Katolik Roma, yang percaya akan perlunya pengembalian banyak, atau bahkan semua, bentuk-bentuk liturgi, devosi publik maupun pribadi, dan penyajian ajaran-ajaran Katolik ke bentuknya semula di dalam Gereja Katolik sebelum Konsili Vatikan II (1962-1965) misalnya melarang kaum awam merasul [terutama secara keseluruhan], melarang kaum wanita memakai celana panjang [terutama yang ketat] dan pakaian serba minim , melarang wanita menjadi imam, anak altar dan atkolit/prodiakon dan lektor dan juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Roma adalah gereja dan agama yang paling baik,benar,dan sempurna untuk keselamatan umat manusia. Jadi menurut kaum Katolik Roma Tradisional ini semua termasuk ajaran iman dan moral Kristen Katolik yang orthodoks. Liturgi yang dipakai oleh kaum Katolik Roma Tradisional adalah Tridentine.

Tradisionalis dalam agama Katholik adalah orang-orang Katolik yang menolak banyak perubahan dan error yang terjadi setelah Konsili Vatikan II. Mereka percaya bahwa harus ada restorasi bentuk liturgi, ibadah, dan presentasi dari ajaran Katolik yang berlaku di Gereja Katolik sebelum Konsili Vatikan II (1962-1965).

Motto umum Tradisionalis:
We are what you once were.
We believe what you once believed.
We worship as you once worshipped.
If you were right then, we are right now.
If we are wrong now, you were wrong then.

Hal yang sama dari semua Tradisionalis adalah mereka tidak menggunakan Missa Novus Ordo / Missa Paulus VI (Missa yang diformulasikan Konsili Vatikan II dengan persetujuan 5 observer Protestant) yang umum digunakan sejak penerapan hasil KV II pada tahun 1969. Mereka setia pada Missa Latin Tridentine*, biasa disingkat TLM (Tridentine Latin Mass) yang ditetapkan oleh Santo Paus Pius V pada tahun 1570 sebagai “mass for all time” berdasarkan hasil Konsili Trent .

Konsili Trent (1545-1563) adalah perwujudan kontra-reformasi. Konsili ini bertujuan mengklarifikasi iman Katholik pada bagian-bagian yang diperdebatkan, mengutuk Protestanisme sebagai bidaah, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan otoritas Gereja Katholik.
Konsili ini mengakhiri era Gereja Katholik abad pertengahan yang penuh korupsi, penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan. Penjualan surat indulgensi yang memicu gerakan Reformasi Protestan pun dilarang.
*Tridentine adalah nama latin dari kota Trento, di Italia, tempat Konsili Trent dilaksanakan.

Ada 4 posisi yang dianut para traditionalist:

1. “Good standing” Tradisionalist
Recognize Pope: Yes
Resist Vatican II Errors: No

Kelompok ini menolak Missa Novus Ordo hanya karena itu bukan “spiritualitas” mereka dan terikat pada Missa Latin Tradisional hanya karena keutamaan “kharisma” mereka. Mereka secara prinsip menerima Konsili Vatikan II, dan menganggap perubahan yang berhubungan dengan Konsili itu (seperti Missa Novus Ordo, Ritus Sakramen Baru, dan Cathechism of the Catholic Church) sebagai sah. Mereka berada di dalam struktur resmi Gereja dan diam saja terhadap error Konsili Vatikan II, karena mereka berusaha mengambil hati para Uskup lokal.
Mereka adalah :
Priestly Fraternity of St Peter (FSSP), Institute of Christ the King Sovereign Priest (ICKSP), Sons of the Most Holy Redeemer, dll.

Simbol FSSP

Simbol ICKSP

2. “Recognize and resist” Traditionalist
Recognize Pope: Yes
Resist Vatican II Errors: Yes

Kelompok ini menolak Missa Novus Ordo karena perubahan struktur liturginya yang memiliki tendensi Protestan. Mereka bergerak di luar struktur resmi Gereja, meskipun mereka adalah bagian dalam Gereja dan menegaskan kesetiaan kepada Paus dan Gereja. Mereka melihat banyak perubahan pasca-Konsili Vatikan II yang secara doktrin maupun pastoral tidak dapat diterima. Kelompok terbesar di posisi ini adalah Society of Saint Pius X.

Simbol SSPX

3. Sedevacantist
Recognize Pope: No
Resist Vatican II Errors: Yes

Kelompok ini menolak Missa Novus Ordo dan menolak mengakui para Paus sejak Konsili Vatikan II karena menganggap mereka heretics (bidaah) dan Paus palsu (anti-pope) . Istilah Sedevacantist berasal dari frase Latin sede vacante (“ketika kursi / tahta Saint Peter kosong”). Dengan tidak mengakui Paus, mereka bersifat skismatik dan berada diluar Gereja.
Contoh: Society of Saint Pius V (SSPV), Most Holy Family Monastery, Congregation of Mary Immaculate Queen (CMRI).

Simbol CMRI

4. Convalivist
Recognize Pope: No
Resist Vatican II Errors: Yes

Kelompok ini mengklaim bahwa para Paus post-Konsili Vatikan II adalah Paus-paus palsu, dengan alasan yang sama dengan Sedevacantists, dan mereka memilih orang lain dia sebagai Paus melalui Konklav (pemilihan Paus) yang illegal. Dengan tidak mengakui Paus, mereka bersifat skismatik dan berada diluar Gereja.
Contoh : True Catholic Church, Palmaryan Catholic Church, dan pengikut Pope Michael (David Bawden).

Antipope Pius XIII (paus palsu True Catholic Church)

Antipope Gregory XVII (paus palsu Palmaryan Catholic Church)

Antipope Michael (paus palsu dengan pengikut 30 orang)

Dei Verbum atau Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi hasil Konsili Vatican 2 yg mengatakan “ Dalam Gereja wahyu ilahi itu diterima dari dua saluran: Tradisi pengajaran lisan para rasul dan kemudian setelah sebagian dari pengajaran itu dituliskan, dalam Kitab Suci” - merupakan sumber banyaknya tradisi tradisi yang tidak pernah diajarkan para Rasul ditambahkan kepada Kitab Suci yang tertulis.

Sangat memprihatinkan !

Kalo percaya pada perkataan Yesus yang mendirikan Gereja di atas Petrus, di mana Gereja itu takkan dikuasai alam maut, dan Yesus menyerahkan penggembalaan domba Kristus kepada Petrus, serta rasul akan senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, maka idealnya tidak menolak Gereja, atau membentuk tandingan Gereja.
Yang memprihatinkan ialah mereka yang mengaku pengikut Kristus tetapi tidak menerima perkataan ato ajaran Yesus Kristus.

Salam damai.
Berhentilah mengkonsumsi informasi hoaks.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Konsili2 yg kerjanya selalu menambahi Frman Tuhan sebaiknya bertobat saja sebelum menerima hukuman berat dari Tuhan.

Tuhan tidak berhenti menjadi tidak berfirman lagi. Hal-hal yang belum dikatakan kepada rasul karena rasul belum sanggup menanggung, akan disampaikan melalui penyertaan kepada rasul yang dilaksanakan senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Salam damai.
Hentikan konsumsi hoaks.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Janganlàh konsili konsilian kalau kerjanya hanya menambahi ajaran yang dianggap setara dgn Alkitab,banyak jemaat Kristus akan menjadi korban kesesatan.

Jeblok.
Konsili tidak dimaksudkan untuk menambah isi Alkitab, melainkian untuk menentukan sikap Gereja terhadap dinamika masalah yang berkembang di tengah jemaat.
Walau Konsili tidak dimaksudkan untuk menambah isi Alkitab, tetapi pernah Konsili menambah isi Alkitab. Baca KPR 15:1-21. Itu Konsili di Yerusalem yang dicatat menjadi bagian dari Perjanjian Baru.
Katamu kau penganut Sola Scriptura, sementara isi Scrpturapun tidak kau pahami. Memalukan.

Salam damai.
Hnetikan menghafal kabar hoaks.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Konsili konsili yang mengaku ada ajaran pemimpinnya yang dianggap infallible tetapi bertentangan dengan Alkitab hanyalah konsili abal abal.

Biasakan menulis sesuatu yang @jamu mengerti. Jangan menelan bulat-bulat kabar hoaks.
Jika menurut pemahaman @jamu yang sangat terbatas itu ada hasil konsili yang bertentangan dengan Alkitab, kemukakan.
Kalo @jamu hanya teriak-teriak tanpa membuktikan kebenaran teriakan sendiri, @jamu tidak perlu masuk ruang diskusi.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Konsili konsilian yang kerjanya selalu merubah Firman Tuhan sebaiknya ditiadakan saja karena membahayakan jiwa umat Tuhan !

Berikan argumentasimu, atau analisismu, atau ulasanmu untuk mendukung pendapatmu bahwa konsili membahayakan jiwa umat Tuhan.
Kalo hanya menulis begitu tanpa argumentasi, atau analisis, atau ulasan, nenek-nenek gondrong juga bisa.

Damaikan hatimu.
Hentikan mengkonsumsi kabar hoaks.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.