Merusak Rumah Tangga Orang

Dear all,

Saya tidak tahu harus share kemana mengenai problem ini, tapi saya hara forum ini bisa memberikan pencerahan ke saya.

Saya Bisex yg tertutup, artinya tidak membuka diri ke orang lain, termasuk teman dan keluarga. Orang - orang di sekeliling saya selalu beranggapan bahwa saya adaah org yg baik. Padahal dibalik semua itu saya munafik dan banyak melakukan hal yang tidak benar

Sekarang saya dalam masalah yg sangat berat dan dihantui perasaan bersalah yang amat luar biasa. November tahun lalu saya kenal dengan seorang pria beristri dengan anak 3 anggap saja namanya Pak A. Awal perkenalan adalah karena kebetulan kita sama - sama sedang dinas diluar kota dan tiap senin pagi naik travel yang sama. Setelah hanya kenal nama, setelah mulai ngobrol akrab ternyata kita punya hobby yang sama yaitu olahraga (Badminton, tenis, Basket, Futsal, Voli)… intinya kita berdua adalah maniak olahraga. Kita tidak hanya memainkan olahraga itu tapi juga rajin mengikuti perkembangannya termasuk rajin nonton kalo ada turnamen. Singkat cerita karena hobby yang sama kita jadi SAHABAT.

Awalnya saya sadar kalu pak A tahu saya bisex dia akan meninggalkan saya dan saya pasti akan kehilangan SAHABAT. Karena itu saya tdk pernah memperlihatkan kalau saya Bisex karena jujur saya tidak tertarik secara sexual ke Pak A.

Waktu terus berlalu, kita sebagai SAHABAT semakin dekat dan akhirnya kita sama - sama sudah kembali bekerja di Jakarta. Karena kebetulan arah pulang kita sama kita sering janjian untuk pulang bareng kadang naik bus, naik taxi, or nebeng teman pak A. oo iya… Pak A punya mobil tapi tidak pernah dipake ke kantor krn digunakan istrinya untuk antar jemput anak - anaknya sekolah, sedangkan saya hanya punya sepeda motor yg kalo mau dipake kerja terlalu capek karena jarak rumah dan kantor sangat jauh… biasa…sanggup beli rumah di pinggiran jakarta…

Awal malapetaka ini datang ketika Pak A dalam masalah. Awalnya istrinya sakit, dan kemudian Pak A sakit juga. Sebagai SAHABAT saya sms beberapa kali menanyakan keadaan mereka, yang akhirnya membuat istrinya curiga dengan saya dan melarang pak A berteman dgn saya. Akan tetapi Pak A tidak pernah menyampaikan ke saya dan kita tetap BERSAHABAT.

Saya sudah feeling kalo istri pak A tidak setuju saya BERSAHABAT dengan suaminya, dan ketika saya tanyakan ke Pak A, jawabannya jgn dibahas sekarang…
Dari jawaban itu saya sudah paham bahwa memang benar dan ketika saya tanyakan lagi Pak A menjawab bahwa tidak separah yang saya bayangkan.

Karena Pak A sangat baik ke saya akhirnya saya membuka diri ke Pak A kalau saya bisex… Untuk pertama kalinya saya mengaku ke orang yg kenal saya… Jawaban Pak A sungguh diluar dugaan saya karena Pak A tidak meninggalkan saya, tp Pak A mengatakan bahwa kita tidak bisa lebih dari SAHABAT karena dia punya keterbatasan keluarga. Saya sangat memahami dan menerima karena sejujurnya saya pun hanya berharap dia sebagai SAHABAT saya tidak lebih dari itu.

Setelah saya membuka diri masalah bukannya berakhir tapi malah bertambah rumit. Diawali dr saya sms hari minggu pagi ngajak main badminton, yg dibaca istrinya dan dijawab “malas”.

Senin s/d Rabu kita sms seperti biasa tdk bisa ketemu karena pak A sedang sibuk banget di kantor. Hari Kamis pagi mulai muncul masalah karena saya cemburu Pak A sekarang tdk pernah sms lagi kalo bukan saya yg sms duluan.

Akhirnya malapetaka itu datang di hari Jumat.

Pagi saya sms yg isinya kalo dia dah lupa dengan kebiasaan kita sms tiap pagi sekedar kasih info trafik… yang dijawab dengan memutuskan persahabatan karena dilarang istri. Pak A menginginkan kami tetap BERSAHABAT tanpa sepengetahuan istrinya tp menurut dia susah karena saya sdh dikasih tau jgn sms di weekend tp saya tetap sms.

Awalnya saya masih sanggup menahan emosi dan bilang bahwa mungkin pak A lg stress jd perlu cooling down dulu.

Akan tetapi sore harinya karena tdk ada respon dari Pak A menenai sms saya, saya emosi luar biasa dan mengancam Pak A. Saya mengancam ke Pak A kalo saya kan datang ke rumahnya dan memberitahu istrinya kalo selama ini kami tetap bersahabat bahkan pak A juga Bisex walaupun dia bisa mengendalikan diri jadi selama jadi SAHABAT kami tidak pernah berhubungan sex sejenis. Saya juga mengancam Pak A akan memberitahukan hal ini ke teman - teman pak A yg saya kenal. Saya tdk takut kalo Pak A memberitahukan ke teman - teman saya karena saya masih single sehingga mudah utk pindah keluar jakarta kalau saya malu di jakarta.

Sejam setelah kejadian itu saya sadar dan minta maaf ke pak A tapi tetap tdk di respon.

Hari senin saya coba sms dengan topik2 ringan tp tetap tdk ada respon. Begitu seterusnya sampai hari jumat semua sms, tlp dan email dr saya tdk pernah di respon baik itu permintaan maaf ataupun hanya sekedar informasi ringan.

Seminggu berlalu, hari senin berikutnya saya sms lagi mulai dr topik ringan sampai permintaan maaf tetap tdk ada respon, akhirnya saya kirim email dan sms kalau saya akan datang ke rumahnya atau telp utk meminta maaf kepada istrinya.

Senin sore saya telp istri Pak A, dan saya sangat terpukul karena sms ancaman saya itu dibaca istrinya. Awalnya istrinya marah… tp setelah sekitar 10 menit ngobrol di telepon, dia mulai tenang dan sayamenceritakan apa adanya hubungan SAHABAT saya denga suaminya. Akhirnya kami saling memaafkan dan saya berjanji tidak akan mengganggu keluarganya lagi.

Sekarang masalah saya adalah :

  1. Saya sangat kehilangan Pak A dan masih menginginkan Pak A sebagai SAHABAT (no sex)
  2. Saya dihantui perasaan bersalah yg luar biasa akibat saya telah memfitnah Pak A didepan istrinya… karena selama ini tidak ada perilaku Bisex yg pak A lakukan bersama saya. Saya sangat kuatir terjadi cekcok dalam rumah tangga mereka karena masalah ini.

Semoga Tuhan mau mengampuni dosa besar saya, dan Pak A beserta keluarganya yg telah menderita akibat saya mau memaafkan saya. Sejak kejadian ini, saya jadi aktif di gereja.

@welovesport,

salam kenal ya,

sebenarnya saya kaget dengan isi yang anda posting ternyata memang ada juga kisah seperti ini… saya tidak akan memberikan komentar apa2 kepada anda karena saya ga berhak untuk menghakimi. mungkin saya hanya bisa memberikan sebuah masukan bagi hubungan antara anda dan pak A.

sudah seharusnya disadari dari awal bahwa komitmen awal persahabatan kalian semenjak pak A mengetahui anda bisex adalah anda tidak perlu sms dia saat weekend dan hal itu telah anda langgar…

jika anda menganggap dia sebagai sahabat, maka perbuatlah yang sewajarnya, dalam artian anda tidak memiliki dirinya secara utuh, dia sudah memiliki keluarganya sendiri dan anda sama sekali tidak punya hak. saat ini dia sudah berumah tangga dan sudah tentu ada batasan antara anda (teman baru kenal) dan dia (sudah punya isteri dan anak). prioritas utama pak A adalah keluarganya dan bukan anda.

saat ini lebih baik anda biarkan pak A, biarkan dia tenang karena secara tidak langsung dengan kejadian yang anda timbulkan pastilah ada sesuatu yang beda dalam keluarga mereka. anda sudah menjelaskan kepada isteri pak A, itu bagus, tetapi alangkah lebih bagusnya jika anda tidak memfitnah seperti ancaman anda sebelumnya…

selain itu yang paling utama saya memberi masukan kepada anda, lebih dekatkan diri pada Tuhan, berdoa dan minta ampun… ketika kita menaikkan tangan meminta pertolongan Tuhan, maka Dia akan menurunkan tangan-Nya. minta ampun dan minta Tuhan pulihkan anda baik dari sifat maupun tindakan yang kurang baik… Dia akan selalu menanti anda…

Jesus Bless You

why ???

Dari cerita anda, ada beberapa hal yang bisa saya katakan tapi tidak menentukan apa pun karena keputusan akhir tetap di tangan anda.

  1. Dari bagian bahwa begitu ny. A membaca sms anda langsung bereaksi negatif, ada 2 kemungkinan yang harus anda pertimbangkan sebagai alasannya:
    (a) pak A pernah berselingkuh sebelum mengenal anda, dan perselingkuhannya itu ketahuan oleh sang isteri.
    (b) pemilihan kata-kata anda dalam sms menimbulkan kesan hubungan yang “lebih dari sekadar sahabat.” dalam hal ini, tidak penting sekali pun nama yang muncul di layar adalah nama laki-laki sebab soal nama kan bisa saja disamarkan.

  2. Dari sms anda yg cukup gencar, tidak bisa disalahkan kalau ny. A mencurigai dan bahkan sampai melarang suaminya berhubungan lebih jauh dengan anda. Bro, sepanjang hidup, saya juga punya beberapa sahabat laki-laki, salah satunya bahkan bagai kembaran saya dalam hal pola pikir dan karakter. Walau pun kami bisa duduk diam berdua selama berjam-jam, menikmati hanya kebersamaan kami, tapi tidak pernah kami lalu saling sms segencar anda, atau mengadakan perjanjian untuk berangkat dan/atau pulang kerja bersama sekali pun tempat kerja kami berada dalam satu gedung yang sama dan rumah kami hanya berbeda gang.

  3. Dari sikap anda selanjutnya, emosi hingga mengancam, jelas terlihat kalau anda lebih bersikap sebagai “kekasih” daripada “sahabat.” Dengan begitu, sebenarnya anda sendiri yang sudah menjebloskan diri anda ke dalam masalah. Sedikit banyak, dari skap seperti ini, anda menunjukkan kalau jauh di dasar hati anda ada harapan pak A memiliki perasaan yang sama dengan anda. Apakah benar pak A memiliki perasaan yang sama tapi terhalang, atau dia benar-benar hanya memandang dan menginginkan anda sebagai tidak lebih dari sahabat, hanya dia sendiri yang tahu.

@ welovesport :
[i]Sekarang masalah saya adalah :

  1. Saya sangat kehilangan Pak A dan masih menginginkan Pak A sebagai SAHABAT (no sex)
  2. Saya dihantui perasaan bersalah yg luar biasa akibat saya telah memfitnah Pak A didepan istrinya… karena selama ini tidak ada perilaku Bisex yg pak A lakukan bersama saya. Saya sangat kuatir terjadi cekcok dalam rumah tangga mereka karena masalah ini.[/i]

Tidak masalah jika masih menginginkan beliau untuk menjadi sahabat, tp inget hanya sebagai sahabat. Berdoalah kepada Tuhan jika memang masih ada kemungkinan buat itu, tetapi tetapi didasarkan atas kasih persahabatan bukan sex
Jika anda dihantui perasaan bersalah, segeralah minta ampun kepada Tuhan dan putuskan segera untuk menutup diri dari bapak A yang nantinya akan merusak hubungan keluarga beliau.
Demikian.GBU

anda telah berbuat salah jadi koreksi dirilah dan lebih baik berdiam diri, jangan ngotot untuk melanjutkan persahabatan krn akan membuat masalah lebih runyam, percayalah hentikan keinginan bersahabat dgn nya krn mgk kelak anda menginginkan lebih dari sekedar sahabat.
kamu telah berani mengancam sebuah keluarga (untung tdk jadi hancur) jadi menjauhlah dari mereka spy hal yg sama jangan terulang lagi. hargai lah istrinya yang masih mau menerima kekurangan suaminya. kamu juga tidak mau orang mencela bisex kamu kan???

rasa kwatir kamu jangan mendorong untuk mendekati mereka, kamu kan sudah minta maaf kpd mrk dgn tulus?? dan telah minta ampun kepada Bapa dengan tulus??? so lupakan semua dan jangan mencoba-coba langkah apapun utk mendekati mrk krn kamu tidak tahu jika kalian bersama lagi bisa jadi bakal melakukan dosa sexual.

seperti bapak yang sayang kepada anaknya demikian juga TUHAN mengasi orang-orang spt anda…

Masalahnya bukan pada pertanyaan anda, tetapi kepada pernyataan anda kalau anda seorang biseksual.

Ketertarikan anda dengan sesama jenis secara seksual merupakan masalah yang serius. Mungkin dunia sudah menerima hal itu sebagai kebebasan individu, tetapi Alkitab menganggap dosa hubungan seksual sesama jenis kelamin.

Anda berkata belum melakukan kontak seksual, tetapi itu hanya masalah waktu dan kesempatan saja. Jadi awasilah diri anda, merataplah dan carilah seorang hamba Tuhan yang dapat melayani anda sampai anda benar-benar dipulihkan pikiran dan hati anda agar berpaut kepada Kristus.

Anda punya masalah serius…

Simak Tentang GAY dan kesalahan Alkitab - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com